Anda di halaman 1dari 12

PEMBELAHAN MITOSIS PADA TUDUNG AKAR BAWANG MERAH (Allium Cepa)

LAPORAN PRAKTIKUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Genetika 1
yang dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd dan Andik Wijayanto, S.Si, M.Si

Oleh kelompok 16 :
Gizella Ayu Wilantika (140342600832)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2016

A. JUDUL
Mitosis pada Akar Bawang Merah (Allium cepa L.)
B. TUJUAN
1. Fase mitosis apa sajakah yang dapat teramati pada tudung akar bawang merah?
2. Bagaimanakah karakteristik pada masing-masing fase yang teramati?
C. RUMUSAN MASALAH
1. Fase mitosis apa sajakah yang dapat teramati pada tudung akar bawang merah?
2. Bagaimanakah karakteristik pada masing-masing fase yang teramati?
D. DASAR TEORI
Akar merupakan organ tumbuhan yang berada di bawah permukaan tanah. Akar
berfungsi untuk melekat pada substrat, menyerap air dan mineral dari dalam tanah, dan
juga untuk menyimpan cadangan makanan. Pada ujung akar banyak ditemukan sel-sel
meristem yang aktif membelah untuk menambah panjang akar sehingga penyerapan air di
dalam tanah bisa maksimal (Setjo, 2004). Pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel
meristem ujung akar adalah pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis salah satunya
terjadi pada bawang merah (Allium cepa), khususnya pada bagian tudung akar yang
aktif mengalami pembelahan dalam upaya perpanjangan akar sebagai upaya memenuhi
nutrisi dan air sebagai kebutuhannya. Dengan demikian, maka pada praktikum ini
dilakukan pengamatan terhadap pembelahan mitosis pada tudung akar bawang merah.
Mitosis merupakan proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang
mempertahankan jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang
direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. Sedangkan menurut Setjo
(2004) mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini
dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan
tertentu. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran
sel. Proses ini menghasilkan dua sel anakan yang identik, yang memiliki distribusi
organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fase
mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang
memiliki genetik yang sama dengan sel awal. Menurut Setjo (2004) mitosis terbagi
menjadi 5 fase yaitu interfase, profase, metafase, anafase, telofase. Karakteristik dari
masing-masing tahap adalah sebagai berikut:
1. Interfase

Kromosom tidak dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya, dan nukleus
terlihat sebagai gumpalan padat. Ini merupakan tahap kromosom yang saling aktif
dalam fungsi mikanisme fisiologis. Selama tahap ini, informasi gen dibaca dan
ditransisikan untuk mikanisme biokimia organisme. Kromosom dikelilingi oleh
membran nukleus (selaput inti) yang memisahkan nukleus dari bagian isi sel yang
lain (sitoplasma).
2. Fase Mitosis (M)
a. Profase
Kromosom mempersiapkan diri untuk proses pembelahan sel, dengan jalan
melakukan penebalan dan pemendekan kromosom. Kromatid (yang merupakan
duplikasi setengah bagian memanjang kromosom, yang terjadi dari duplikasi),
mulai terlihat. Pada tahap ini nokleolus (anak inti) yang bundar dan berwarna
gelap juga terlihat. Pada titik-titik tertentu kromosom tersebut saling
berpasangan. Proses ini sangat penting dalam mikanisme pembelahan sel dan
penyusun kromosom yang baru.
b. Metafase
Ditandai dengan munculnya gelendong pembelahan. Kromosom menyusun diri
secara acak pada satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel. Pada awal fase
ini, membran nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi
pergerakan kromosom, melekat pada serabut gelendong yang bertanggung
jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan.
c. Anafase
Sentromer membelah mengikuti panjang kromosom dan kromatid mulai
bergerak pada serabut gelendong menuju ke kutub-kutub sel terdekat. Setiap
kromatid sekarang dipandang sebagai kromosom-kromosom yang baru.
d. Telofase
Kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan di
dalam membran nukleus. Selama tahap ini berlangsung suatu dinding sel baru
mulai terbentuk diantara dua nukleus baru.
E. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mikroskop cahaya
2. Kaca benda dan kaca penutup
3. Pipet tetes
4. Pinset
5. Gelas arloji

6. Silet
7. Botol vial
8. Gelas arloji
Bahan :
1. Ujung akar bawang merah (Allium cepa)
2. Kertas hisap
3. Tisu
4. Alkohol 70 %
5. FAA
6. HCl 1 N
7. Acetocarmin

F. LANGKAH KERJA

Memotong akar bawang merah kira-kira 1cm yang telah ditumbuhkan


seminggu sebelumnya pada jam 24.00 WIB

Memasukkan potongan akar ke dalam botol vial yang berisi larutan FAA

Mengambil potongan akar dengan pinset dan meletakkan di atas kaca benda

Menambahkan Alkohol 70% sampai akar terendam selama 2 menit,


kemudian dihisap dengan tissue

Menambahkan larutan HCl 1 m sampai akar terendam selama 4 menit,


kemudian dihisap dengan tissue
Mencacah potongan tudung akar dengan silet sampai benar-benar halus dan
merata

Menetesi dengan larutan asetokarmin dan ditutup dengan kaca benda

Mengamati preparat dibawah mikroskop

G. DATA HASIL PENGAMATAN


Data hasil pengamatan tahap-tahap pembelahan mitosis tudung akar pada bawang
merah (dengan perbesaran 40 X 10)
No
1.

2.

Gambar

Keterangan
- Profase : 57
- Anafase : 5

Profase : 47
Anafase : 4
Telofase : 1

3.

Profase : 10
Metafase : 1

H. ANALISIS DATA
Dari hasil pengamatan fase-fase mitosis pada akar bawang merah (Allium cepa)
dapat diketahui fase-fase mitosis seluruhnya. Pada sudut pandang pertama ditemukan
adanya fase profase sebanyak 57, anaphase 5. Pada sudut pandang kedua ditemukan
adanya fase profase sebanyak 47, fase anaphase sebanyak 4, dan telofase sebanyak 1.
Dan pada sudut pandang terakhir ditemukan adanya fase profase 10 dan metaphase 1.
I. PEMBAHASAN
Praktikum pengamatan pembelahan mitosis dilakukan pada tudung akar bawang
merah yang berumur 7 hari. Penggunaan akar pada praktikum kali ini adalah antara lain
karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel
somatik, khusus pada ujung akar bersifat meristematik. Mitosis merupakan pembelahan
sel yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh,
dan dan sel-sel ini umumnya terdapat pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan. Hal
inilah yang melatarbelakangi digunakannya akar dalam praktikum mitosis ini
(Margono,1973)
Pemotongan tudung akar dilakuakan pada pukul 24.00 WIB. Menurut Margono
(1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang merah banyak sel yang mengalami
aktifitas pembelahan dengan rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 24 malam.
Sehingga tahap-tahap mitosis dapat diamati. Tujuan penggunaan akar pada praktikum
kali ini adalah antara lain karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel
penyusunnya adalah sel-sel somatik, khusus pada ujung akar bersifat meristematik.

Mitosis merupakan pembelahan sel yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup
terutama sel-sel yang sedang tumbuh, dan dan sel-sel ini umumnya terdapat pada ujung
akar dan ujung batang tumbuhan.
Untuk membuat preparat akar bawang agar dapat teramati proses mitosisnya
dibawah mikroskop, potongan-potongan akar tersebut harus melalui beberapa perlakuan
terlebih dahulu. Pertama setelah akar bawang dipotong, akar tersebut harus direndam di
dalam botol fial yang berisi larutan FAA. Perendaman dilakukan agar sel tidak
mengalami pembelahan lagi, karena larutan FAA merupakan larutan fiksatif yang dapat
menahan sel untuk tidak membelah lagi sehingga tahap-tahap pembelahan mitosis dapat
teramati. Kemudian potongan akar tersebut harus direndam di dalam alkohol 70% selama
2 menit, perendaman ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa FAA yang masih
terdapat di dalam sel-sel akar bawang merah. Selain itu perendaman dengan alkohol
bertujuan untuk menyegarkan kembali sel-sel akar bawang yang sudah semalaman
dimasukkan ke dalam botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari mikroba.
Perlakuan berikutnya adalah perendaman dengan HCl, hal ini bertujuan untuk
memudahkan dalam memotong tudung akar bawang merah (Allium cepa), karena dengan
pemberian HCl dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung
akar akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah (Allium
cepa), pemberian HCl ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga memudahkan
dalam memotong atau mencacah.
Kemudian potongan akar tersebut diberi acetocarmin yang merupakan pewarna
dan memiliki fungsi untuk memberi warna sel-sel akar bawang sehingga mudah untuk
diamati. Selain itu, agar penyerapan warna lebih cepat maka perlu ditambahkan Fe , yang
didapatkan dengan mencacah bahan amatan menggunakan silet berkarat.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan tahapan mitosis yang
ditemukan adalah sel-sel yang sedang berada dalam fase profase, metafase, anafase, dan
telofase. Pada fase prosafe terlihat sel dengan bagian inti yang sudah mulai terakhir
seperti benang-benang yang tidak teratur. Menurut Saktiono (1999) sebenarnya pada fase
ini sel sudah mempersiapkan diri untuk membelah yang ditandai dengan berubahnya
benang-benang kromatid menjadi kromosom dengan satu sentromer, selain itu dinding
inti (nukleus) dan anak inti (nukleolus) menghilang, pasangan sentriol yang terdapat

dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan, dan serat-serat
atau benang-benang spindel terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
Tahap kedua yang ditemukan adalah metafase. Pada sel yang mengalami tahap
metafase, kromosomnya terlihat berjajar. Pada pengamatan, fase ini terlihat jelas sekali
sehingga dapat ditentukan berada pada tahap metafase. Tahap berikutnya yang teramati
adalah tahap anaphase, dari pengamatan fase ini memperlihatkan kromosom yang sudah
mulai memisah dan menuju kearah kedua kutub. Saktiono (1999) menjelaskan bahwa
sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing-masing satu
kromatid. Kemudian setiap kromatid berpisah dengan pasangannya dan menuju ke kutub
yang berlawanan. Kemudian, fase yang ditemukan adalah metafase. Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan terlihat bahwa kromosom menyusun diri secara acak pada
satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel. Pada awal fase ini, membran nukleus dan
nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi pergerakan kromosom, melekat pada
serabut gelendong yang bertanggung jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama
pembelahan (Welsh dan Mogen 1991).
Dan yang terakhir ditemukan adalah telofase. Pada fase ini dapat teramati bahwa
kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan mulai menyebar
di dalam membran nukleus. Selama tahap ini berlangsung suatu dinding sel baru mulai
terbentuk diantara dua nukleus baru (Wells dan Mogan, 1991). Dalam pengamatan, fase
ini terlihat sel yang memiliki dua inti dengan dinding sel bagian. Jadi, hasil dari
pembelahan mitosis yaitu menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama
dengan jumlah kromosom sel induknya.

J. HASIL DISKUSI
1. Berikut ini adalah kemikalia yang dipakai dalam praktikum mitosis akar bawang
merah:
Acetokarmin
Alkohol 70%

HCl 1 N
FAA
a. Jelaskan fungsi kemikalia di atas!
b. Bagaimana proses biologis kerja dari kemikalia diatas sehingga dapat
menjelaskan fungsi tersebut?
c. Mengapa konsentrasi alkohol yang dipakai adalah 70%? Jelaskan!

Jawab :
a. Fungsi dari kemikalia yang digunakan antara lain :
Acetokarmin berfungsi sebagai pemberi warna pada kromosom, sehingga

kromosom dapat dengan mudah diamati.


Alkohol 70% berfungsi sebagai penetral kandungan FAA dan penyegar

sel.
Larutan HCl 1 N digunakan untuk membersihkan bahan yang akan

diamati dari zat-zat lain dan untuk melunakkan jaringan.


Larutan FAA berfungsi untuk menghentikan aktifitas pembelahan dan

mempertahankan keadaan sel seperti saat membelah.


b. Mekanisme kerja secara biologis kemikalia yang digunakan antara lain :

Larutan FAA : Pada saat pemotongan dilakukan pada jam 00.00 WIB, larutan
FAA akan menghambat atau menahan sel membelah lagi sehingga pembelahan
sel akan terhenti.

Alkohol 70% : Pada saat akar bawang merah direndam dalam alkohol 70%
selama 4 menit, alkohol akan menetralkan kandungan FAA yang terdapat
dalam akar serta mengembalikan kesegaran sel, selain itu selama perendaman,
alkohol juga mensterilkan mikroba yang mungkin ada dalam akar bawang
merah.

HCl 1 N : Pada saat akar bawang merah direndam dengan HCl selama 4 menit,
HCl akan memperjelas bagian putih pada tudung akar dan akar bawang yang
direndam dengan HCl akan menjadi lunak.

Acetocarmin : warna merah pada acetocarmin akan diserap oleh sel-sel akar
bawang merah sehingga sel-sel akar bawang merah yang semula putih akan
menjadi berwarna.

c. Karena alkohol dalam konsentrasi 70% merupakan larutan desinfektan terbaik


atau sebagai larutan yang berfungsi membunuh bakteri/ mikroba yang mungkin
ada di dalam akar bawang sehingga nantinya didapatkan bahan amatan yang
steril.
2. a. Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang merah yang dipakai adalah tudung
akar?Kemukakanlah pendapat saudara!
b. Apabila bagian akar yang dipakai selain bagian tudung akar, bagaimana hasilnya?
Jawab :
a. Karena akar bawang merah merupakan organ yang sel-sel penyusunnya
adalah sel-sel somatik. Mitosis merupakan pembelahan sel yang umumnya
terjadi pada sel-sel yang hidup terutama sel-sel somatik yang sedang tumbuh
(meristematik) seperti ujung batang atau ujung akar. Ujung akar (tudung akar)
bersifat parenkimatis yang aktif membelah (meristematik). Di samping itu,
susunan sel pada tudung akar lebih mudah diamati dari pada di jaringan
lainnya.
b. Apabila bagian yang dipakai adalah selain tudung akar, maka kemungkinan
untuk menemukan fase mitosis akan sulit karena tidak semua jaringan
tumbuhan bersifat meristematis dan apabila suatu jaringan telah menjadi
jaringan dewasa, maka yang teramati hanyalah susunan selnya saja secara
anatomi.
3. Jika ada permasalahan-permasalahan berikut, jelaskan kemungkinan penyebabnya
dan usulan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut!
a. Pada pengamatan dibawah mikroskop, sel-sel penyebarannya banyak yang
bertumpuk-tumpuk!
b. Warna sel terlalu pucat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
c. Warna sel terlalu pekat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
d. Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan fase mitosis!

Jawab :
a. Pada pengamatan di bawah mikroskop, sel kelihatan bertumpuk-tumpuk
karena pada waktu pencacahan, cacahan bawang kurang halus atau kurang
lembut sehingga sel yang diamati di bawah mikroskop masih terlalu besar
sehingga kelihatan bertumpuk.
b. Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pucat karena pada
saat penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu kuat sehingga acetocarmin

banyak yang keluar dari kaca penutup, akibatnya hanya sedikit acetocarmin
yang diserap oleh sel akar bawang merah.
c. Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pekat karena pada
saat penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu lemah sehingga acetocarmin
banyak terkumpul di preparat, bisa juga karena pemberian acetocarmin yang
terlalu banyak sehingga warna merah yang diserap sel akar bawang merah
juga menjadi banyak.
d. Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase dari semua fase yang ada
karena pemotongan tidak dilakukan tepat pada jam 00.00 WIB karena jika
dilakukan pemotongan lebih dari

pukul 00.00 WIB, maka akan sulit

menemukan keempat fase mitosis. Selain itu, dipengaruhi oleh waktu


praktikum yang kurang karena pengamatan bawang memerlukan waktu lama
dan ketelitian yang tinggi, serta keterbatasan alat seperti mikroskop juga dapat
mengganggu proses menemukan fase mitosis karena konsentrasi akan
terganggu akibat banyak mahasiswa yang menunggu mikroskop.
4. Jelaskan alasan dilakukan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!
Jawab : Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada pukul 00.00 WIB, karena
pada waktu ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh akar sedang aktif
membelah. Menurut Margono (1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang
merah banyak sel yang mengalami aktivitas pembelahan dengan rentangan 5 menit
sebelum dan sesudah pukul 00.00 WIB.
5. Bila harus memilih menggunakan silet baru dan silet berkarat untuk memecah
preparat akar bawang merah, silet manakah yang akan anda gunakan? Apa alasannya?
Jelaskan!
Jawab : Silet berkarat karena silet berkarat berfungsi untuk mengefektifan proses
penyerapan warna. Seperti kita ketahui dalam karat besi terdapat Fe Cl 2 yang mampu
mengoksidasi sehingga mampu menyerap air pada saat pencacahan dan acetocarmin
dapat akan mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah.
6. Terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tujuan peristiwa mitosis pada makhluk hidup!
Jawab : Fungsi mitosis terkait pada penggadaan jumlah sel yang berguna dalam
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena dalam proses mitosis terjadi
proses pembelahan inti yang berupa gen, kromosom, nuklei dan sentromer yang
memperbanyak diri, serta tidak ada perubahan jumlah kromosom maupun perubahan
sifat dari sel induk ke sel anak.

DAFTAR RUJUKAN

Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchisin Terhadap Pertumbuhan Memanjang Akar Bawang
Merah (Allium Cepa). Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: IKIP
Saktiyono. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Setjo, Susetyoadi. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: IMSTEP JICA.
Wells, James.,R Mogen, Johanis.,P. 1991. Dasar Genetika Dan Pemuliaan Tanaman. Jakarta:
Erlangga