Anda di halaman 1dari 39

KU4079 Pendidikan Anti

Korupsi

Review Kuliah
Pendidikan Anti
Korupsi (Mg 1 5)

Marzuki Alie (Ketua DPR):

Mayoritas koruptor
lulusan perguruan tinggi
top
Kampus UI, 7 Mei 2012

politik uang
pencucian uang
penyelund
benturan pentingan KKpenyuapan
upan
N
tidak patuh hukum
gratifikasipembohong
an
tidak taat aturan
publik
penggelapan

Ketiada
tidak tertib
dalam jabatan
an
kecurangan
Integrit
penyalahgunaan
pemerasan
penjiplaka
as
kewenangan
n menconte
perambahan
k
perusak pembala
human
an
lingkun

kan liar traffici


ng

hutan

KONDISI INDONESIA SAAT


INI
LISTRIK: 35 % (sekitar 84 juta) penduduk Indonesia setiap
malam masih dirundung kegelapan - tanpa listrik (sumber :
listrikindonesia.com)

ENERGI: 35,6% konsumsi energi di negeri ini sangat


tergantung pada BBM subsidi untuk BBM pada tahun 2011
menghabiskan hampir 14% APBN.(sumber : bicaraenergi.com & jpnn.com)
ANGKA KEMISKINAN: 30,02 Juta penduduk Indonesia hidup di
bawah standar garis kemiskinan. (sumber : BPS Agustus 2011)
HUTANG LUAR NEGERI: per November 2011 mencapai
Rp.1.816,85 Triliun dan harus membayar BUNGA hutang
Rp.115,21 Triliun dalam APBN 2011. (sumber : Kemenkeu RI Dsember 2011)
KERUSAKAN ALAM: 3,8 juta hektar hutan di Indonesia
dibabat setiap tahunnya, belum lagi yang disebabkan oleh
kebakaran. Akibatnya, 39% habitat alami turut musnah. (sumber :
isai.or.id)

13

Korupsi di Indonesia

Korupsi adalah kejahatan luar


biasa (extra ordinary crime)
dengan dampak buruk yang
luar biasa pula.

Korupsi di Indonesia sudah sangat


mengkhawatirkan dan berdampak
buruk pada hampir seluruh sendi
kehidupan.

Menegakkan hukum tanpa tebang pilih


Jabatan

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Total

Anggota DPR/DPRD

27

48

Menteri/Kepala
Lembaga

Duta Besar

Komisioner/Dosen

Gubernur

Walikota/Bupati&W
akil

29

Eselon I, II, III

15

10

22

14

12

91

Hakim

Jaksa

Swasta

12

11

11

55

Lain-lain

31

Total

23

29

27

55

45

65

37

285

data terdakwa yang ditangani oleh KPK


2004 - 2011

13

41

Kesenjangan

NO

HUMAN
DEVELOPMENT
INDEX - UN 2009

NORWAY

66

SCORE

NO

CORRUPTION
PERSEPTION INDEX
TI 2009

0.971

NEW ZEALAND

9.6

MALAYSIA

0.829

DENMARK

9.3

92

CHINA

0.772

SINGAPORE

9.2

109

TURKMENISTAN

0.739

56

MALAYSIA

4.5

110

PALESTINIAN AUTORITY

0.737

79

CHINA

3.6

111

INDONESIA

11
1

INDONESIA

112

HONDURAS

0.732

111

DJIBOUTI

2.8

182

NIGER

0.340

180

SOMALIA

1.1

IPM 2009
Thn 2013: IPM 0.681
Thn 2014: IPM 0.684,
Pkat 110

0.734

SCORE

IPK 2009
Thn 2013: IPK 32,
Peringkat 114/177
Thn 2014: IPK 34,
Peringkat 107/175

2.8

Pemberantasan Korupsi
PEMBERANTASAN Korupsi
terdiri dari dua bagian, yaitu:
PENINDAKAN dan
PENCEGAHAN

DEFINISI PEMBERANTASAN KORUPSI


serangkaian tindakan untuk
MENCEGAH dan MEMBERANTAS TPK
melalui upaya koordinasi, supervisi,
monitor, penyelidikan-penyidikanpenuntutan dan pemeriksaan di sidang
pengadilan dengan
PERAN SERTA MASYARAKAT
(Pasal 1 UU 30/2002 tentang KPK)

Upaya Pemberantasan
Korupsi belum
menunjukkan hasil yang
optimal,
dan oleh karena itu perlu
DITINGKATKAN.

Tak kenal lelah menanamkan nilai-nilai anti


korupsi

15

Perbaikan sistem,
Antara lain dengan Reformasi Birokrasi mendorong
good governance

Pelaporan LHKPN,
Pelaporan Gratifikasi

Kode Etik Profesi yang


dijalankan dengan konsisten
dan diawasi dengan baik

Penindakan kasus
korupsi
Koordinasi &
Supervisi
Penyitaan aset
hasil korupsi

PENCEGAHAN
PENINDAKAN

Pendidikan & kampanye


antikorupsi, penertiban
aset negara, dll

PERAN SERTA
MASYARAKAT

Ikut aktif
mengawasi
Tidak bersikap permisif
terhadap korupsi dan
perilaku koruptif

PEMBERANTASAN KORUPSI

10

Kita semua harus menjadi


Subyek Pemberantasan Korupsi
PP 71 Th.
2000:

Clean Government
&
Aparat
Good Governance
Pemerintah

Peran serta
masyarakat
adalah peran
aktif
perorangan,
Ormas, atau
Sektor
Masyarakat LSM dalam
Swasta
Mahasiswa pencegahan
dan
Good Corporate
Peran Serta
pemberantasa
Governance
Tidak Permisif
n tindak
Anti bribe
men Semua Pihak termasuk Perguruan
pidana

Peran Mahasiswa
Upaya Pemberantasan Korupsi
(terutama Pencegahan) perlu
melibatkan peran serta
masyarakat termasuk mahasiswa.
Mahasiswa mempunyai potensi
besar untuk menjadi agen
perubahan dan motor
penggerak gerakan anti korupsi.

Peran Mahasiswa
Dalam Pemberantasan Korupsi
1. Menjaga diri dan komunitas
mahasiswa tidak korupsi:
Memahami arti korupsi dan
pemberantasannya
Membangun tradisi anti korupsi di
lingkungan mahasiswa, kampus
dan tempat tinggal
Satunya niat, perkataan dan
perilaku anti korupsi

2. Membangun dan memelihara


gerakan moral anti korupsi
Memantau perkembangan korupsi dan
pemberantasannya
Mendiskusikan permasalahan dan pola
pemecahannya
Menyampaikan koreksi kepada
masyarakat, lembaga pendidikan dan
birokrasi tentang permasalahan aktual
korupsi dan upaya penanggulangannya

PERAN WARGA MASYARAKAT


DALAM MEMBANGUN
KOMUNITAS ANTI KORUPSI
Lingkungan
Keluarga
Warga
Masyarakat
harus
memahami ttg
apa yang
dimaksud dg
KORUPSI
Lingkungan
Masyarakat

MENCEGAH agar
dirinya sendiri tidak
terlibat korupsi
MENCEGAH agar orang
lain tidak terlibat
korupsi dengan cara
mengingatkan mereka
MENDETEKSI apabila
ada korupsi yang telah
terjadi dan melaporkan
ke penegak hukum

PENDIDIKAN19ANTI KORUPSI

Pentingnya Pendidikan Anti


Korupsi

Peran serta mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi akan maksimal jika mahasiswa:

(1) memahami pengetahuan tentang korupsi dan upaya pemberantasannya,


(2) menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam dirinya.

PAK di Beberapa Perguruan


Tinggi
Universitas Paramadina, matakuliah
wajib sejak 2008.
ITB, matakuliah pilihan, sejak 2009.
Beberapa PT menyisipkan materi PAK ke
dalam matakuliah tertentu.
Beberapa PT telah melakukan PAK dalam
bentuk sosialisasi / kampanye / seminar.
Sudah 3.000 Dosen dari 1.500
PTN/PTS mengikuti ToT PAK

Tujuan Mata Kuliah PAK


Membangun budaya anti korupsi di
kalangan mahasiswa dengan:
Memberikan pengetahuan
tentang korupsi dan
pemberantasannya.
Menanamkan nilai-nilai anti
korupsi.

Struktur Perkuliahan PAK


Kuliah
oleh
Dosen

Tugas

Kuli
ah
PAK
Film &
Diskus
i

Kuliah
Umum

Bahan PAK Dikti

Apa yang bisa mahasiswa


lakukan?

Jenis pelanggaran
Menyontek
Memalsukan (nilai, transkrip, tanda tangan,
srt keterangan, dll)
Menjadi joki ujian (USM, SNMPT, UAS)
Plagiarisme
Tawuran antar himpunan (olah raga, wisuda)
Perkelahian
Pencurian
Pengrusakan fasilitas kampus
Perijinan

Penghinaan SARA
Tindak asusila
Intimidasi
Kekerasan dalam pacaran

Apa itu Korupsi?

PENGERTIAN KORUPSI
corruptio atau corruptus (latin) korruptie
(Belanda) korupsi (Indonesia)
Harfiah:

Kebusukan, keburukan, kebejatan,


ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral.
Kamus umum bahasa Indonesia Purwadarminta:

Perbuatan yang buruk seperti penggelapan


uang, penerimaan uang sogok, dsb.
Malaysia rasuah (korupsi), Arab riswah
(suap), ghulul (korupsi), Thailand gin moung
(makan bangsa), China tanwu (keserakahan
bernoda), Jepang oshuko (kerja kotor).
6

PEMAHAMAN KORUPSI

TRANSPARANCY INTERNATIONAL :

Perilaku pejabat publik, yang secara


tidak wajar dan tidak legal
memperkaya diri sendiri dan/atau
golongannya, dengan
menyalahgunakan kekuasaan
publik yang dipercayakan kepada
29

Korupsi
Dilakukan karena ingin memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari
yang tidak tercukupi oleh gajinya
yang rendah.

KORUPSI

TERPAKSA
(corruption
by need)
Terpaksa

Memaksa

Mengapa
?

Perilaku.
Dilakukan karena adanya sifat
keserakahan untuk bisa hidup
secara berlebihan (bermewahmewahan).

MEMAKSA
(corruption
by greed)

Dipaksa

Berhubungan dengan Niat dan

DIPAKSA
30
(corruption

Berhubungan dengan Niat dan


Perilaku.
Korupsi: pertemuan antara niat
dan kesempatan.
Kesempatan tercipta karena
kelemahan sistem
dan peraturan.
Komisi Pemberantasan Korupsi

Mengapa Korupsi Terjadi?


Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa korupsi
terjadi sebagai pertemuan
antara niat dan
kesempatan.
Niat terkait dengan
perilaku,

yang terkait dg
nilai/values.
Kesempatan untuk korupsi
banyak dibuka oleh

Perilaku,
Nilai2/Mora
l

Kelemaha
n Sistem

NIAT

KESEMPATA
N

KORUPSI

kelemahan sistem.
31

Bagaimana kedudukan PAK di


ITB?

Kedudukan PAK di ITB


PAK

Tradisi ITB

Statuta
ITB

Knowledge Nilai-nilai
Anti-KorupsiAnti-Korupsi

Nilai-nilai
ITB

Budaya
Anti-Korupsi

Karakter
Mahasiswa/
Civitas
Academica
Karakter Bangsa

UU Tindak Pidana Korupsi


UUN0 31 Th 1999 jo UU No 20 Th 2001

30 Tindak Pidana Korupsi


Unsur

Harus Diberantas
Musuh Bersama

Melawan hukum
Memperkaya diri/orang lain
Suap Menyuap
Penyalahgunaan wewenang
Penggelapan dlm jabatan
Internasional
Pemerasan
Extraordinary crimes
Conflict of Interest
Transnational
34

GRATIFIKASI
Menurut UU No.31/1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001,
Penjelasan Pasal 12 b ayat (1), Gratifikasi adalah :

Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi


pemberian uang, barang, rabat (discount),
komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket
perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan
wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas
lainnya.
Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri
maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan
menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana
35
elektronik.

I.

PENJELASAN TENTANG TUGAS OBSERVASI DAN TUGAS SEMESTER

1. Tugas observasi (pembuatan makalah/power point dan presentasi) dan tugas semester dibuat
oleh kelompok mahasiswa. Pembagian kelompok di upload melalui milis:
pak_itb@yahoogroups.com
2. Masing-masing kelompok membuat makalah/power point dan mempresentasikannya di depan
kelas pada waktu kuliah sesuai dengan jadwal yang telah disusun.
3. Presentasi dilakukan setiap waktu kuliah oleh 3 kelompok, dengan aturan sbb.
a. Penyajian hasil observasi, dianjurkan untuk mengggunakan berbagai macam bentuk media
presentasi: power point, film durasi pendek, foto dsb. Bagian ini dilakukan selama
maksimum 15 menit.
b. Diskusi/tanya jawab tentang materi presentasi antara kelompok dan mahasiswa lain di kelas.
Bagian ini memakan waktu maksimum 15 menit.
c. Penyajian makalah/power point dan tanya jawab akan diberi nilai. Oleh sebab itu setiap
mahasiswa di dalam kelompok diwajibkan untuk berperan aktif.
d. Makalah/power point observasi (setelah diperbaiki berdasarkan masukan pada saat diskusi)
dapat dikumpulkan dan di upload ke milis paling lambat satu minggu setelah giliran
presentasi, sehingga seluruh mahasiswa dapat mengunduh file dari kelompok yang lain.

4. Tugas semester dikumpulkan menjelang Ujian Akhir Semester dalam bentuk hard- dan
softcopy. Mahasiswa dapat juga langsung meng upload softcopy tugas semester ke
milis.
5. Ujian Akhir Semester dilakukan sesuai jadwal dari ITB. Bersifat tertulis dengan bahan
ujian seluruh materi yang telah diberikan sejak minggu 1 sampai dengan minggu 15
(termasuk hasil observasi/makalah).
TUGAS OBSERVASI:
Tugas Observasi adalah tugas yang diberikan kepada setiap kelompok mahasiswa untuk
melakukan pengamatan terhadap kemungkinan terjadinya tindak koruptif. Pengamatan
dapat dilakukan di lingkungan kampus (himpunan, unit, KM, berbagai direktorat/unit ITB),
sekitar
pondokan/rumah
tinggal,
lingkungan
RT/RW/Kelurahan/Kecamatan,
lembaga/instansi pemerintah baik daerah maupun pusat.
Dalam proses pengamatan, jika dimungkinkan, dapat dilakukan wawancara atau
menyebarkan kuesioner kepada pihak yang diamati. Segala macam media perekaman
dapat digunakan sepanjang mendapatkan persetujuan dari pihak yang diamati.
Untuk setiap kelompok mahasiswa akan diberikan tema/topik untuk tugas observasi ini.

TUGAS SEMESTER:
Mahasiswa diberi tugas untuk diselesaikan diakhir semester, dengan rincian sbb.:

Tugas Semester ini dikerjakan per kelompok sesuai kelompok yang sudah ada.
Produk dari Tugas Semester dapat berupa paperwork dan atau prototipe, dikumpulkan paling lambat
menjelang pelaksanaan UAS di kelas.
Pilihan Tema (pilih salah satu):
a) Prasarana dan sarana peralatan untuk pencegahan korupsi, dapat berupa model analog atau digital
(alat perekam audio atau video, alat penyadapan, dlsb.)
b) Model simulasi (model matematis) untuk mendeteksi terjadinya tindak korupsi contoh: bagaimana
mendeteksi pihak-pihak yang berpotensi untuk melakukan kerjasama korupsi, model matematis
untuk mengklasifikasi kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan kerjasama korupsi (clustering
analysis), dsb.
c) Metode/prosedur untuk melakukan pencegahan korupsi dalam kerangka referensi akuntabilitas,
transparansi, dan terukur (parameter pengukuran jelas).
d) Metode/prosedur pencegahan korupsi di kelompok masyarakat (keluarga, RT, RW, Kelurahan, dsb.),
misalnya: bentuk-bentuk sosialisasi dan partisipasi anti korupsi, bentuk-bentuk kontrol sosial dalam
pencegahan korupsi, dsb.

SELESAI