Anda di halaman 1dari 43

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

SEMESTER III

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO

Halaman 1 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

1. PENDAHULUAN
Mikro hidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan
energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil
listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dari instalasi. Semakin besar
kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari instalasi maka semakin besar energi yang bisa
dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Biasanya mikro hidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di
suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu
kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketingglan
daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Dengan Data Debit air serta
Tinggi jatuh air maka dapat dihitung Daya Listrik yang Potensi dibangkitkan dengan
Persamaan sebagai berikut.
P = 9,8 x H x Q KW ........................
Dimana :
H
= Tinggi jatuh air (Meter)
Q
= Debit air (M3/detik)
Mikro hidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan
"energi putih". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan
sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan
bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan
teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan
daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik.
Seperti dikatakan di atas, mikro hidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan
hidro artinya air. Dalam prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa
dibayangkan bahwa mikro hidro pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang
membedakan antara istilah mikro hidro dengan mini hidro adalah output daya yang
dihasilkan. Mikro hidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 kW,
Sedangkan untuk mini hidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5.000 kW.
Secara teknis, mikro hidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan
generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dengan ketinggian tertentu
menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah instalasi air tersebut akan menumbuk turbin
yang sudah terpasang agar berputar,bila turbin dipastikan menerima energi air tersebut dan
mengubahnya menjadi energi mekanik memutar poros turbin. Poros yang berputar tersebut
kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling.Dari generator akan
dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke
rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban).

Halaman 2 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di


sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk
menyediakan penerangan di malam hari.
Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi dari perluasan jaringan listrik,
sering membuat mikro Hidro memberikan sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Ini
karena Skema mikro hidro yang mandiri menghemat biaya dari jaringan transmisi, dan karena
skema perluasan jaringan sering memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal.
Skema mikro hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai lokal dan organisasi yang lebih
kecil dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal
seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal. Pendekatan ini
dikenal sebagai Pendekatan Lokal.
a. INVESTASI PLTMH

Pembangunan PLTMH harus diperhitungkan gambaran kelayakannya dengan faktor


pertimbangan Daya yang dibangkitkan terpakai versi biaya pembangunan. Gambar 1
menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang
dihasilkan.

Gambar 1. Skala ekonomi dari mikro hidro (berdasarkan data tahun 1985)
Halaman 3 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Cara membaca:
Ukur skala
Biaya minimal untuk 27 kw,
Ivn = C x (Invav /1000) x Pout
Inv = biaya investasi
C = Nilai satuan biaya/KW
Invav = biaya minimal standart pembangunan PLTMH
Pout = Prakiraan daya yang dibangkitkan Generator PLTMH
Besarnya investasi pembangunan PLTMH ditentukan oleh kapasitas daya yang akan
dibangkitkan, desain sistem, dan jenis turbin yang akan dipasang.
Contoh Inv av = Rp 20 000 000/KW
Contoh perhitungan dari diagram diatas untuk Pout 27 kw, diperoleh C = 820 dan 1820
jadi
Inv min.= 820 x 20.000.000./1000 x 27
= Rp 442 800 000
Inv Maksimal: 1820 x 20.000.000/1000 x 27= Rp 982 800 000,
1500x20.000x10.000=300000.000
Penghasilan energi : 27 KW x 700 Jam = 18900 kwh
Harga jual ke PLN : 18900 x 1000 = Rp 18.900.000/bulan
Kalau investasi Rp 442.800.000
Maka lunas : 442 800 0000/18.900.000 = 23.4 bulan
Average cost for conventional hydro = Biaya rata-rata untuk hidro konvensional
Band for micro hydro
= Kisaran untuk mikro hidro
Capital cost
= Modal
Capacity
= Kapasitas (kW)
b. DAYA TENAGA LISTRIK DARI AIR

Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air dan ketinggian jatuh (biasa disebut
Head) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat. Ini adalah sebuah sistem konversi
tenaga, menyerap tenaga dari bentuk ketinggian dan aliran, dan menyalurkan tenaga dalam
bentuk daya listrik atau daya gagang mekanik. Tidak ada sistem konversi daya yang dapat
mengirim sebanyak yang diserap dikurangi sebagian daya hilang oleh sistem itu sendiri
dalam bentuk gesekan, panas, suara dan sebagainya.

Halaman 4 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Gambar. Head adalah ketinggian vertikal dimana air jatuh


Persamaan konversinya adalah :
Daya yang masuk = Daya yang keluar + Kehilangan (Loss) atau
Daya yang keluar
= Daya yang masuk Efisiensi konversi
Persamaan di atas biasanya digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang kecil. Daya
yang masuk, atau total daya yang diserap oleh skema hidro, adalah daya kotor, P gross. Daya
yang manfaatnya dikirim adalah daya bersih, P net. Semua efisiensi dari skema gambar diatas
disebut E0.
Pnet = Pgross E0 kW
Daya kotor adalah head kotor (H gross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan
dengan sebuah faktor (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah :
Pnet = g Pgross E0 kW
dimana head dalam meter, dan debit air dalam meter kubik per detik (second (s)). Dan E 0
terbagi sebagai berikut :
E0

= Ekonstruksi sipil Epenstock Eturbin Egenerator Esistem kontrol Ejaringan Etrafo

dimana :
Ekonstruksi sipil
Epenstock
Eturbin
Egenerator
Esistem kontrol
Ejaringan
Etrafo

=
=
=
=
=
=
=

1,0 (panjang saluran 0,002 ~ 0,005 / H gross)


0,90 ~ 0,95 (tergantung pada panjangnya)
0,70 ~ 0,85 (tergantung tipe turbin)
0,80 ~ 0,95 (tergantung pada kapasitas generator)
0,97
0,90 ~ 0,98 (tergantung pada panjang jaringan)
0,98

Ekonstruksi sipil dan Epenstock adalah yang biasa diperhitungkan sebagai Head Loss
(Hloss)/kehilangan ketinggian. Dalam kasus ini, persamaan diatas dirubah ke persamaan
berikut.
Halaman 5 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pnet = g (Hgross - Hloss) Q (E0 - Ekonstruksi sipil - Epenstock) kW


Persamaan sederhana ini harus diingat : ini adalah inti dari semua disain pekerjaan
pembangkit listrik. Ini penting untuk menggunakan unit-unit yang benar.

Efisiensi sistem yang spesifik untuk sebuah skema yang berjalan


c. KOMPONEN-KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIDRO

Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah


Skema Mikro Hidro

Halaman 6 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan pengambilan) : dam pengalih

berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (Intake
pembuka) ke dalam sebuah bak pengendap (Settling Basin).
Settling Basin (Bak Pengendap) : bak pengendap digunakan untuk memindahkan

partikel-partikel material (pasir, lumpur) dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah
sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak material.
Headrace (Saluran Pembawa) : saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk

menjaga elevasi dari air yang disalurkan.


Headtank (Bak Penenang) : fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur

perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan
akhir kotoran dalam air seperti pasir, lumpur dan sampah.
Penstock (Pipa Pesat) : penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah

ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.


Turbine dan Generator (Turbin dan Generator) : perputaran gagang dari roda dapat

digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji,
pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan
sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema
hidro, disebut dengan Beban (Load).
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air
dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock seperti
yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 2. Tipe ini adalah metode paling sederhana
untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik
karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan
sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini
akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari
pengguna.
Halaman 7 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

SURVEY PLTMH
Tahap awal pengembangan pembangkit listrik mikro/minihidro tersebut dimulai dengan
mengadakan survei lapangan untuk mengetahui potensi sungai yang akan dikembangkan
menjadi PLTMH. Untuk dapat melakukan survei tersebut perlu dilakukan beberapa persiapan
yang matang sehingga survei dapat dilaksanakan dengan baik dengan hasil sesuai yang
diharapkan. Hal-hal yang harus dipersiapkan tersebut meliputi:
1. Jadual pelaksanaan
Survei harus direncanakan dengan sangat matang sehingga dapat diperoleh hasil yang
memuaskan. Pemilihan waktu survei yang tepat adalah sangat penting mengingat di daerah
kita terdapat dua musim yang sangat mempengaruhi perilaku aliran sungai, yaitu musim
penghujan dan musim kemarau. Pelaksanaan survei untuk satu lokasi tertentu sebaiknya
dilakukan minimal sebanyak 2 (dua) kali, yaitu saat puncak musim penghujan dan puncak
musim kemarau sehingga laju aliran (debit) sungai maksimum dan minimum dapat diukur.
2. Tenaga pelaksana
Untuk dapat melaksanakan survei dengan baik minimal diperlukan:
a.3 (tiga) orang pelaksana survei yang mempunyai kecakapan mengoperasikan peralatan
survei serta melakukan perhitungan dan analisis hasil survei.
b.1 (satu) orang pemandu penduduk setempat/lokal.
c.2 (dua) orang sopir perahu jukung untuk lokasi survei yang jauh ke arah hulu sungai, selain
itu mereka juga berfungsi sebagai tenaga perintisan jalan.
3. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam survei lapangan adalah sebagai berikut:
a. Perahu jukung untuk menjangkau lokasi survei.
b. 1 (satu) set peralatan GPS (Global Positioning System), misalnya Garmin III Plus yang
dipergunakan untuk mengukur
koordinat posisi lokasi survei.

c. 1 (satu) set peralatan Current Meter Counter Hydrological Services P/L Liverpool N.S.W
Australi Type CMC
200/93-15 dengan Kincir No. 4-92.02 untuk mengukur laju aliran
(debit) sungai.

Halaman 8 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

d. 1 (satu) unit Stop Watch untuk mengukur lama pengambilan data pengukuran laju aliran
(debit)
sungai.
e. 1 (satu) set peralatan Theodolite, misalnya TOPCON TL-20 DP SN. A 75222 untuk
mengukur profil/kontur lokasi survei.
f. 1 (satu) buah Bak Ukur.
g. 1 (satu) meteran kecil.
h. 1 (satu) buah Roll Meter Yamayo Million I2 100 m x 300 ft.
i. 2 (dua) buah Patok meter/Yalon.
j. 1 (satu) set alat tulis.
k. 1 (satu) pasang radio komunikasi.
l. Perangkat lunak (software) pemetaan atau program aplikasi Google Earth.
Metode Pengukuran
1.Pengukuran laju aliran (debit) sungai
Pengukuran debit aliran sungai dilakukan dengan menggunakan alat Current Meter Counter
dengan memakai Kincir No. 4-92.02. Mengingat terjadi kerusakan penunjuk/display waktu
pada peralatan Current Meter Counter maka digunakan Stop Watch untuk menghitung waktu
pengukuran. Pengukuran dilakukan di sepanjang penampang melintang sungai dengan
interval pengukuran setiap 1 (satu) meter lebar sungai.

Halaman 9 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Untuk keakuratan data pengukuran maka pengukuran laju aliran (debit) ini dilakukan di 2
(dua) lokasi yang berlainan. Pengukuran dilakukan oleh 3 orang petugas, yaitu 1 orang
mengoperasikan Current Meter Counter, 1 orang mengoperasikan kincir dengan stik
pemegangnya, dan 1 orang sebagai pengukur jarak dan kedalaman ukur sekaligus sebagai
pencatat hasil pengukuran. Hasil pengukuran disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Berdasarkan hasil pengukuran di atas maka dapat dibuat gambar profil melintang sungai
yang sedang diukur seperti yang ditunjukkan dalam gambar dibawah ini:

Halaman 10 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Dari pengukuran yang dilakukan dapat diperoleh hasil:


Lebar sungai di Lokasi Q2 = 7,0 m
Kedalaman maksimum = 0,39 m
Laju aliran (debit) air di Lokasi Q2 = 0,574 m3/s
2 .Pengukuran profil/kontur sungai
Pengukuran profil/kontur sungai dilakukan dengan menggunakan Theodolite. Dengan alat ini
dapat pula diukur jarak antar titik pengukuran tanpa menggunakan roll meter lagi. Untuk
beberapa lokasi pengukuran yang sulit/terkendala kondisi geografis maka pengukuran jarak
dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS), walapun akan diperoleh
hasil pengukuran yang kurang akurat. Pengukuran ini dilakukan oleh 3 orang petugas, yaitu 1
orang mengoperasikan Thedolite, 1 orang memegang patok meter/Yalon, 1 orang
memasang/memegang bak ukur di patok meter/Yalon yang sedang dibidik.

Halaman 11 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pengukuran posisi koordinat lokasi dilakukan dengan menggunakan Global Positioning


System (GPS).

Dengan menggunakan bantuan perangkat lunak/software pemetaan atau menggunakan


program aplikasi Google Earth maka arah mata angin dan peta lokasi pada denah jalur

Halaman 12 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

pengukuran

dapat

ditentukan.

Posisi pengukuran koordinat lokasi survei sebagai berikut:


Lokasi pengukuran Lokasi Q2: South 033625.4 East 1150500.8
Profil/kontur alur sungai dapat digambarkan sebagai berikut:

3. Pengukuran tinggi jatuh (head)


Pengukuran beda ketinggian (head) dilakukan dengan menggunakan Theodolite merk
TOPCON tipe TL-20 DP. Pengukuran dilakukan di sepanjang sungai dari hulu sungai, yang
diperkirakan merupakan lokasi dam, sampai hilir, yang diperkirakan tempat instalasi mesin
pembangkit. Jalur pengukuran digambarkan sebagai berikut:

Halaman 13 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Dari pengukuran tersebut dapat diperoleh hasil:


Tinggi jatuh (head) antara titik I dan F1 = 2,68 m
Tinggi jatuh (head) antara titik I dan B = 3,68 m
4. Pengamatan demografis
Lokasi survei terletak 2,5 km arah tenggara dari Desa Belangian atau sekitar 12,8 km arah
tenggara dari dam PLTA Ir. P.M. Noor. Desa terdekat lain dari lokasi survei adalah Desa Paau
(berjarak sekitar 4 km) dan Desa Kalaan (berjarak sekitar 7 km). Desa Belangian sekarang
dihuni oleh sekitar 300 kepala keluarga/KK. Mata pencaharian utama penduduk desa ini
adalah bercocok tanam/berladang, mencari ikan, mendulang intan dan berkebun karet.
Selama ini penduduk menikmati aliran listrik dari mesin diesel yang diusahakan oleh PT PLN
(Persero). Namun aliran listrik ini hanya dapat dinikmati pada waktu malam hari.

Pengukuran kecepatan aliran dengan Current-meter


Prinsip kerja jenis curent meter ini adalah propeler berputar dikarenakan partikel air yang
melewatinya. Jumlah putaran propeler per waktu pengukuran dapat memberikan kecepatan
arus yang sedang diukur apabila dikalikan dengan rumus kalibrasi propeler tersebut.
Jenis alat ini yang menggunakan sumbu propeler sejajar dengan arah arus disebut Ott propeler curent meter dan yang sumbunya tegak lurus terhadap arah arus disebut Price cup
current meter. Peralatan dengan sumbu vertikal ini tidak peka terhadap arah aliran.
Halaman 14 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Keuntungan:
Propeler curent meter ini menghasilkan pekerjaan yang akurat dan cepat apabila dilakukan
perawatan yang baik dan pelaksanaan yang cermat. Juga kalibrasi propeler harus dilakukan
dengan baik.
Kerugian:
Dapat dipengaruhi oleh kapal (pitching dan rolling), sehingga kecepatan arus yang diukur
bukan hanya kecepatan arus aliran sungai saja. Diperlukan test kalibrasi untuk mengatasi hal
ini.
Cara pemakaian:
Ott current-meter dapat digunakan baik dengan digantung pada kabel/tali maupun pada tiang.
Cara yang pertama dapat dilaksanakan pada pengukuran di sungai maupun di muara sungai,
sedangkan cara kedua dapat dipakai pada pengukuran di kanal yang kecil atau digantung di
jembatan.

Gambar (a) Cup current meter dan (b) Propeler current meter
Metode pengukuran kecepatan aliran di sungai:
a. Metode satu titik
Metode ini digunakan untuk sungai yang dangkal dengan mengukur pada kedalaman 0,6 h.
Kecepatan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
V = V0,6
Halaman 15 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Metode 1 titik
b. Metode dua titik

Metode 2 titik
Pengukuran dilakukan pada kedalaman 0,2 h dan 0,8 h. Kecepatan rata-rata dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut:

c. Metode tiga titik

d. Metode lima titik

Pengukuran kecepatan aliran dengan pelampung


Halaman 16 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pelampung merupakan alat ukur kecepatan arus yang paling sederhana. Pelampung
bergerak terbawa oleh arus dan kecepatan arus didapat dari jarak tempuh pelampung dibagi
dengan waktu tempuh. Pelampung dapat berupa pelampung permukaan, pelampung ganda,
pelampung tongkat dan lain-lain.
Cara ini dapat dengan mudah digunakan meskipun permukaan air sungai itu tinggi. Cara ini
sering digunakan karena tidak dipengaruhi oleh kotoran atau kayu-kayuan yang hanyut dan
mudah dilaksanakan.

Gambar Macam-macam pelampung untuk mengukur kecepatan aliran


Tempat yang harus dipilih adalah bagian sungai yang lurus dengan perubahan lebar sungai,
dalamnya air dan gradien yang kecil. Seperti terlihat dalam gambar, tiang-tiang untuk
observasi dipancangkan pada 2 buah titik dengan jarak dari 50 sampai 100 m. Waktu
mengalirnya pelampung diukur dengan stopwatch. Setelah kecepatan aliran dihitung, maka
diadakan perhitungan debit yakni kecepatan kali luas penampang melintangnya.
Biasanya digunakan 3 buah pelampung yang dialirkan pada satu garis pengukuran aliran dan
diambil kecepatan rata-rata. Mengingat arah mengalirnya pelampung itu dapat dirubah oleh
pusaran-pusaran air dan lain-lain, maka harga yang didapat dari pelampung yang arahnya
sangat berbeda harus ditiadakan.
1. Pelampung permukaan:

Halaman 17 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Untuk mengukur kecepatan aliran permukaan digunakan sepotong kayu dengan diameter 15
sampai 30 cm, tebal 5 cm. Supaya mudah dilihat, kayu itu dicat atau kadang-kadang pada
malam hari dipasang bola lampu listrik yang kecil. Bahan dari pelampung yang digunakan
adalah tidak tentu, sepotong kayu, seikat jerami, botol dan lain-lain, dapat digunakan.
Pengukuran kecepatan aliran dengan pelampung permukaan digunakan dalam keadaan
banjir atau jika diperlukan segera harga perkiraan kasar dari debit, karena cara ini adalah
sangat sederhana dan dapat menggunakan bahan tanpa suatu pilihan.
Akan tetapi, harga yang teliti adalah sulit diketahui karena disebabkan oleh pengaruh angin
atau perbandingan yang berubah-ubah dari kecepatan aliran permukaan terhadap kecepatan
aliran rata-rata yang sesuai dengan keadaan sungai. Kecepatan rata-rata aliran pada
penampang sungai yang diukur adalah kecepatan pelampung permukaan dikali dengan
koeffisien 0,70 atau 0,90, tergantung dari keadaan sungai dan arah angin. Dr. Bazin
menggunakan koeffisien 0,86.
2. Pelampung tangkai:
Pelampung tangkai dibuat dari sepotong/setangkai kayu atau bambu yang diberi pemberat
pada ujung bawahnya. Pemberat itu dibuat dari kerikil yang dibungkus dengan jaring atau
kain di ujung bawah tangkai.
Pelepasan pelampung:
Beberapa saat sesudah pelepasan, pelampung itu tidak stabil. Jadi pelampung harus
dilepaskan kira-kira 20-50 m di sebelah hulu garis observasi pertama, sehingga pada waktu
observasi, pelampung itu telah mengalir dalam keadaan yang stabil. Hal ini akan dipermudah
jika di sebelah hulu titik pelepasan terdapat jembatan. Mengingat posisi pelepasan itu sulit
ditentukan, maka sebelumnya harus disiapkan tanda yang menunjuk posisi tersebut dengan
jelas.

Halaman 18 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Gambar Sketsa Alur Sungai Untuk Pengukuran Debit Metode Pelampung

2.
PERENCANAAN PLTMH
A. Pemilihan Lokasi dan Lay Out Dasar
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pada dasarnya memanfaatkan energi
potensial air jatuhan air. Semakin tinggi jatuhan air (head) maka semakin besar energi
potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik. Di samping faktor geografts yang
memungkinkan, tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air
sehingga permukaan air menjadi tinggi.
Secara umum lay-out sistem PLTMH merupakan pembangkit jenis run off river,
memanfaatkan aliran air permukaan (sungai).
Komponen sistern PLTMH tersebut terdiri dari bangunan intake (penyadap) - bendungan,
saluran pembawa, bak pengendap dan penenang, saluran pelimpah, pipa pesat, rumah
pembangkit dan saluran pembuangan. Basic lay-out pada perencanaan pengembangan
PLTMH dimulai dari penentuan lokasi intake, bagaimana aliran air akan dibawa ke turbin dan
penentuan tempat rumah pembangkit untuk mendapatkan tinggi jatuhan optimum dan aman
dari banjir.
Lokasi bangunan intake
Pada umumnya instalasi PLTMH merupakan pembangkit listrik tenaga air jenis aliran sungai
langsung, jarang yang merupakan jenis waduk (bendungan besar). Konstruksi bangunan
intake untuk mengambil air langsung dari sungai dapat berupa bendungan (intake dam) yang
melintang sepanjang lebar sungai atau langsung membagi aliran air sungai tanpa dilengkapi
bangunan bendungan. Lokasi intake harus dipilih secara cermat untuk menghindarkan
masalah di kemudian hari.
Halaman 19 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Kondisi dasar sungai

Lokasi intake harus memiliki dasar sungai yang relatif stabil, apalagi bila bangunan intake
tersebut tanpa bendungan (intake dam). Dasar sungai yang tidak stabil mudah mengalami
erosi sehingga permukaan dasar sungai lebih rendah dibandingkan dasar bangunan intake;
hal ini akan menghambat aliran air memasuki intake.
Dasar sungai berupa lapisan lempeng batuan merupakan tempat yang stabil. Tempat di mana
kemiringan sungainya kecil, umumnya memiliki dasar sungai yang relatif stabil. Pada kondisi
yang tidak memungkinkan diperoleh lokasi intake dengan dasar sungai yang relatif stabil dan
erosi pada dasar sungai memungkinkan terjadi, maka konstruksi bangunan intake dilengkapi
dengan bendungan untuk menjaga ketinggian dasar sungai di sekitar intake.

Bentuk aliran sungai


Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada instalasi PLTMH adalah kerusakan pada
bangunan intake yang disebabkan oleh banjir. Hal tersebut sering terjadi pada intake yang
ditempatkan pada sisi luar sungai. Pada bagian sisi luar sungai mudah erosi serta rawan
terhadap banjir. Batu-batuan, batang pohon serta berbagai material yang terbawa banjir akan
mengarah pada bagian tersebut. Sementara itu bagian sisi dalam sungai merupakan tempat
terjadinya pengendapan lumpur dan sedimentasi, schingga tidak cocok untuk lokasi intake.
Lokasi intake yang baik terletak sepanjang bagian sungai yang relatif lurus, di mana aliran
akan terdorong memasuki intake secara alami dengan membawa beban (bed load) yang
kecil.

Lokasi rumah pembangkit (power house)


Pada dasarnya setiap pembangun an mikrohidro berusaha untuk mendapatkan head yang
maksimum. Konsekuensinya lokasi rumah pembangkit (power house) berada pada tempat
yang serendah mungkin. Karena alasan keamanan dan 6nstruksi, lantai rumah pembangkit
harus selalu lebih tinggi dibandingkan permukaan air sungai. Data dan informasi ketinggian
permukaan sungai pada waktu banjir sangat diperlukan dalam menentukan lokasi rumah
pembangkit.
Selain lokasi rumah pembangkit berada pada ketinggian yang aman, saluran pembuangan air
( tail race ) harus terlindung oleh kondisi alam, seperti batu-batuan besar. Disarankan ujung
saluran tail race tidak terletak pada bagian sisi luar sungai karena akan mendapat beban
yang besar pada saat banjir, serta memungkinkan masuknya aliran air menuju ke rumah
pembangkit.
Coba cari Lokasi Intake
Lokasi Intake
Titik karet
Titik kopi

Keuntungan/alasan

Kerugian

Halaman 20 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Lay Out Sistem PLTMH


Lay out sebuah sistem PLTMH merupakan rencana dasar untuk pembangunan PLTMH. Pada
lay out dasar digambarkan rencana untuk mengalirkan air dari intake sampai ke saluran
pembuangan akhir.
Air dari intake dialirkan ke turbin menggunakan saluran pembawa air berupa kanal dan pipa
pesat (penstock). Penggunaan pipa pesat memerlukan biaya yang iebih besar dibandingkan
pembuatan kanal terbuka, sehingga dalam membuat lay out perlu diusahakan agar
menggunakan pipa pesat sependek mungkin. Pada lokasi. tertentu yang tidak memungkinkan
pembuatan saluran pembawa, penggunaan pipa pesat yang panjang tidak dapat dihindari.
Pendekatan dalam membuat lay out sistem PLTMH adalah sebagai berikut:
Air dari intake dialirkan melalui penstok sampai ke turbin. Jalur pemipaan mengikuti aliran air,
paralel dengan sungai. Metoda ini dapat dipilih seandainya pada medan yang ada tidak
memungkinkan untuk dibuat kanal, seperti sisi sungai berupa tebing batuan. Perlu
diperhatikan bahwa penstock harus aman terhadap banjir.
3.

PERENCANAAN SIPIL

Saluran penghantar (head race)

Saluran penghantar berfungsi untuk mengalirkan air dari intake sampai ke bak penenang.
Perencanaan saluran penghantar berdasarkan pada kriteria:

Nilai ekonomis yang tinggi

Efisiensi fungsi

Aman terhadap tinjauan teknis

Mudah pengerjaannya

Mudah pemeliharaannya

Struktur bangunan yang memadai

Kehilangan tinggi tekan (head losses) yang kecil

Dimensi saluran dihitung menggunakan formula untuk perhitungan aliran seragam (uniform
flow) pada saluran terbuka. Proses perencanaan hidrolis saluran pembawa dilakukan
menggunakan software Engineering Hydraulic Flow Pro.2. Pada perencanaan ini ditetapkan
slope saluran pembawa sebesar 0.001 dengan koefisien Manning 0.012.
Kecepatan aliran pada saluran penghantar direncanakan sedemikian rupa untuk mencegah
sedimentasi akibat kecepatan rendah maupun pengerusan tanah akibat kecepatan tinggi.
Kecepatan aliran yang diCiinkan dalam saluran ditetapkan dengan asumsi ukuran butir
material sedimen 0.2 - 0.3 mm.Kecepatan aliran yang diijinkan pada perencanaan ini adalah :
Kecepatan maksimum
: 2 m/det, saluran pasangan batu tanpa plesteran
Kecepatan minimum
: 0,3 m/det, saluran pasangan batu plesteran
Halaman 21 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

0,5 m/det, saluran tanpa pasangan / plesteran


Kecepatan rata aliran yang diijinkan pada perencanaan ini berkisar 0.5 - 0.7 m/det.

Tabel. Perhitungan Saluran Pembawa, Flow Pro 2 (U-SHAPED CHANNEL, SI


Units, U-shaped Channel)
b. Pekerjaan sipil bangunan Air
Meliputi:
Pembuatan bendungan, pintu penyalur, pelimpah (intake dam) : beton/pasangan batu

Pembuatan bak penenang pintu air pada inlet dan outlet : pasangan batu bertulang

beton dilengkapi dengan pintu air dan saringan sampah.


Saringan sampah : baja.

Saluran air intake ke turbin : Pasangan batu bertulang beton.

Bangunan rumah turbin/ pebangkit listrik (power house) : Pasangan batu bertulang dan

pasangan bata.
Pembuatan dudukan/ pondasi pipa pesat saluran air dari saluran ke turbin.

Saluran buang : Pasangan batu, beton bertulang.

Bak penenang dan pengendap (head tank)


Konstruksi bak penenang dalam perencanaan ini adalah sebagaimana ditampilkan pada
gambar 5.4. Perhitungan dimensi bak penenang dilakukan dengan beberapa kriteria, yaitu :
Volume bak 10 - 20 kali debit yang masuk untuk menjamin aliran steady di pipa
pesat dan mampu meredam tekanan balik pada saat penutupan aliran di pipa
pesat.
Bak penenang direncanakan dengan menetapkan kecepatan vertikal partikel
sedimer 0.03 m/det.
Pipa pesat ditempatkan 15 cm di atas dasar bak penenang untuk menghindarkan
masuknya batu atau benda-benda yang tidak diijinkan terbawa memasuki turbin,
karena berpotensi merusak runner turbin.
Halaman 22 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pipa pesat ditempatkan pada jarak minimum 4 x D (diameter pipa pesat) dari muka
air untuk menjamin tidak terjadi turbulensi dan pusaran yang memungkinkan
masuknya udara bersama aliran air di dalam pipa pesat.
Bak penenang dilengkapi trash rack untuk mencegah sampah dan benda-benda
yang tidak diinginkan memasuki pipa pesat bersama aliran air.
Pipa penguras ditempatkan di bak pengendap dan bak penenang sebagai
kelengkapan untuk perawatan (pembuangan endapan sedimen).
Bak penenang diiengkapi pelimpas yang direncanakan untuk membuang kelebihan
debit pada saat banjir. Bangunan bak penenang dan saluran pembawa
direncanakan terjaga ketinggian permukaan pada saat banjir sampai maksimum
25% dari debit desain.
Konstruksi bak penenang dan pengendap berupa pasangan batu diplester dengan
dasar bak berupa cor-an beton tumbuk (tanpa tulangan) kedap air.

Pipa pesat (penstock)

Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak
penenang (forebay tank). Perencanaan pipa pesat mencakup pemilihan material, diameter
penstock, tebal dan jenis sambungan (coordination point). Pemilihan material berdasarkan
pertimbangan kondisi operasi, aksesibility, berat, sistem penyambungan dan biaya. Diameter
pipa pesat dipilih dengan pertimbangan keamanan, kemudahan proses pembuatan,
ketersediaan material dan tingkat rugirugi (fiction losses) seminimal mungkin. Ketebalan
penstock dipilih untuk menahan tekanan hidrolik dan surge pressure yang dapat terjadi.
Data dan asumsi awal perhitungan pipa pesat :

Material pipa pesat menggunakan plat baja diroll dan dilas (welded rolled steel. Hat

ini dipilih sebagai alternatif terbaik untuk mendapatkan biaya terkecil. Material yang
digunakan adalah mild steel (St 37) dengan kekuatan cukup.
Head losses pada sistem pemipaan (penstock) diasumsikan sekitar 4% terhadap

head gross.
Diameter pipa pesat , Diameter minimum pipa pesat dapat dihitung dengan
persamaan
D = ( 10,3 n 2 Q 2L / hf ) 0,1875

Dimana :
N
=
Q
=
L
=
H
=

koefisien kekasaran (roughness) untuk welded steel, 0.012


debit desain sebesar m3/s
panjang penstock, m
tinggi jatuhan air (gross head), m

Halaman 23 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Tabel. Material Pipa Pesat


Tebal plat
Perhitungan tebal plat dapat menggunakan persamaan :
tp = (Pi . D / 2sf . Kf) + ts
dimana :
Pi
= tekanan hidrostatik, kNi P mm2
D
= diameter dalam pipa
Kf = faktor pengelasan sebesar 0,9 untuk pengelasan dengan inspeksi x-ray faktor
pengelasan sebesar 0,8 untuk pengelasan biasa
sf
= desain tegangan pipa yang diijinkan
ts
= adalah penambahan ketebalan pipa untuk faktor korosi
Pendekatan paling sederhana menggunakan rekomendasi ASME untuk tebal penstock
minimum (mm) adalah 2,5 kali diameter pipa (m) di tambah 1,2 mm.
t min = 2,5 D + 1,2 mm
rekomendasi lain adalah :
t min = (D + 508) / 1.400
Waterhammer
Pada saat penutupan inlet valve dapat terjadi tekanan gelombang aliran air di dalam pip a
yang dikenal sebagai waterhammer. Tekanan baiik akibat tertahannya aliran air oleh
penutupan katup akan berinteraksi dengan tekanan air yang menuju inlet valve sehingga
terjadi tekanan tinggi yang dapat merusak penstock. Besarnya tekanan tersebut
dipengaruhi oleh faktor :

Kecepatan gelombang tekanan (pressure wave speed), c yang besarnya :


c = [ 10 - 3 K / (1+ KD/Et) ] 0.5
dimana :
K
= modulus bulk air, 2.1 x 10' N/m2
Halaman 24 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

E
D
T

= modulus elastilk material, untuk welded steel 2,1 x 11C N/m 2


= diameter pipa (mm)
= tebal pipa (mm)

Surge pressure pada pipa, Ps (m kolom air)


P S = c .?V / g
di mana :
V
= kecepatan aliran air didalam pilpa adalah 4Q/ ? D 2
g
= percepatan gravitasi m/det2
Tekanan total (tekanan kritis) di dalam pipa adalah sebesar :
Pc = P0 + PS = (0,96 Hgross) + PS
dimana P0 adalah tekanan hidrostatik dalam pipa dengan asumsi headloss 4%
Sementara itu tegangan yang terjadi pada dinding pipa adalah :
s = Pc. D/2.t
Tegangan pada dinding pipa tersebut dibandingkan dengan kekuatan tarik material dan
tegangan yang diijinkan. Apabila tegangan pada dinding pipa lebih besar maka
penentuan diameter dan ketebalan pipa diulang (iterasi) sampai diperoleh kondisi yang
aman. Perhitungan rinci kekuatan dan keamanan pipa dilampirkan pada setiap lokasi
rencana pengembangan PLTMH.
Tumpuan pipa pesat (saddles support)
Tumpuan pipa pesat, baik pondasi anchor block, saddle support, berfungsi untuk
mengikat
dan menahan penstock. Jarak antar tumpuan (L) ditentukan oleh besarnya defleksi
maksimum penstock yang diijinkan. Jarak maksimum dudukan pondasi penstok dapat
dihitung dengan formula :
L = 182,61 x {[(D + 0.0147) 4 - D 4 ]/ p} 0,333
dimana :
D
= diameter dalam penstock (m)
P
= berat satuan dalam keadaan penuh berisi air (kg/m).
Berat satuan pipa pesat dihitung dengan formula
Wpipa = ? D x t x l x baja
dimana :
Wpipa =
D
=
t
=
baja =

berat per 1 m pipa pesat (kg)


diameter pipa (m)
tebal pipa (m)
7.860 kg/m3

Berat air di dalam pipa dihitung sebesar :


Wair = 0,25nD 2 x l x air
Halaman 25 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

dimana :
Wair =
D
=
l
=
pair =

berat per 1 m pipa pesat (kg)


diameter pipa (m)
panjang pipa (m)
1.000 kg/m3

Berat satuan pipa berisi penuh air adalah :


P = Wpipa + Wair
Rugi-rugi head (Head Losses).
Rugi-rugi head (head losses) diberikan oleh faktor:
Kerugian karena gesekan saat aliran air melewati trashrack
Kerugian gesekan aliran fluida di dalam pipa
Kerugian karena turbulensi aliran yang dipengaruhi belokan, bukaan katup, perubahan
penampang aliran
Reduksi head losses dapat dilakukan dengan cara :
Penggunaan diameter pipa yang lebih besar (harus mempertimbangkan biaya)
Mengurangi

belokan

pada

penstock

dan

pemilihan

dimensi

yang

terbaik

untukmendapatkan rugi-rugi yang kecil.


Besarnya rugi-rugi pada pipa pesat terdiri dari:

Rugi-rugi karena gesekan selama aliran didalam pipa


Hfriction = ?.L.V 2 / 2.g.D
di mana :
?
= koefisien gesekan berdasarkan diagram Moody, bilangan Reynolds dan
koefisien kekasaran material
L
= panjang penstock, m
V
= kecepatan rata-rata, m/det
g
= percepatan gravitasi, m/det2
D
= diameter pipa pesat, m
Persamaan empiris lainnya yang dapat digunakan untuk menghitung rugi-rugi gesekan ini
adalah :
(Hf 1 L) = 10,29 n 2 Q21 D5 .333
dimana :
Hf = head losses karena gesekan aliran di dalam pipa, m
L
= panjang pipa, m
n
= koefisien kekasaran Manning, 0,012 untuk material welded steel
Q
= debit, m 31S
Halaman 26 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

D
= diameter penstock, m
Kerugian karena gesekan pada aliran metalui trashrack dapat dihitung dengan formula
Kirchmer sebagai berikut :
t pr27sin lb 2g
dimana ;
Kt = koefisien gesekan bentuk pelat trashrack
T
= tebal plat trashrack
b
= jarak antar plat trashrack
V0 = kecepatan aliran air
g
= percepatan gravitasi
0
= sudut jatuhan trashrack dengan horisontal

Kerugian karena turbulensi, HI HI total. V2 1 2g

Di mana, koefisien losses, ~ total besarnya adalah :


~ total = Onlet loss + ~ belokantelbow + ~inlet valve + ~reducer/difusor + ~draf'Lube
Berdasarkan perhitungan menggunakan formula-formula di atas, maka pada perencanaar
PLTMH ini ukuran pipa pesat distandarisasi untuk memudahkan aplikasi di lapangan,
sebagaimana dapat dilihat di tabel 5.3. Diameter standar pipa dibuat dari plat ukuran 120 cm
x 240 cm yang diroll dan dilas.

ELEKTRIKAL MEKANIKAL
c. Pekerjaan Mekanikal
Pipa pesat: Baja roll dengan sambungan flens

Katup pintu air/ kran

: Baja

Turbin : Cross flow, Francis, Kaplan, Very Low Head Axial Turbine

Generator Synchronous : 3 phase 380 V, 50 Hz

Katup : Besi Cor, Bronze

d. Pekerjaan Elektrikal
Panel instrumen/ pengukur tegangan dan arus listrik

AVR (automatic voltage regulator)

Electronic load controller

Dummy load, 3 phase, 380 V

Kabel jaringan utama BC 16 twisted

Kabel jaringan distribusi BC 16

Transformator
Halaman 27 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pembatas daya MCB

Tiang listrik

1.Pemilihan Turbin
Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan dan energi kinetik)
menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran poros turbin ini akan diubah
oleh generator menjadi tenaga listrik.
Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa daerah operasi
memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi
yang overlaping ini memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah
kerja operasi turbin menurut Keller dikelompokkan menjadi:

Low head powerplant : dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3

Medium head powerplant : dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head

High head power plant : dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan
H 100 (Q) 0-113
Dimana :
H
= head, m
Q
= desain debit, m
Q </= H/100 M3/detik
Bila H = 100,
Q = 1 M3/detik
P = 9,81 x 100 x 1 = 0,981 MW

Bagaimana kalau Q ditambah jadi 1,5 M3/detik?

Y = tg x panjang saluran
Y=Losses H?
Bak
penenang

Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH dengan
tinggi jatuhan (head) 6 - 60 m, yang dapat dikategorikan pada head rendah dan medium.

Halaman 28 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Tabel Daerah Operasi Turbin


2.
Kriteria Pemilihan Jenis Turbin
Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenisjenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan
jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus
yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu :
1.
Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan
untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis
turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi,
sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.
2.
Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang
tersedia.
3.
Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh
untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head
rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan,
sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang
akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.
N = 120 f/ p
Contoh f = 50 Hz
Pole p=2 buah
N = 120.50/2 = 3000 rpm
Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan spesifik, Ns", yang
didefinisikan dengan formula :
Ns = N x P 0,51 W . 21
dimana :
N
= kecepatan putaran turbin, rpm
P
= maksimum turbin output, kW
H
= head efektif, m
Output turbin dihitung dengan formula :
Halaman 29 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

P = 9,81 x Q x H x qt
dimana :
Q
H
Qt

=
=
=
=
=
=
=

debit air, m 3 ldetik


efektif head, m
efisiensi turbin
0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
0.8 - 0.9 untuk turbin francis
0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow
0.8 - 0.9 untuk turbin propellerlkaplan

Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu berdasarkan data
eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah sebagai berikut :

Bila Dik : H=6 meter dan Ns CF 150, berapa daya yg dibangkitkan dan berapa kubik Bak
Penenangnya?
Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan pemilihan jenis turbin
akan menjadi lebih mudah. Beberapa formula yang dikembangkan dari data eksperimental
berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk melakukan estimasi perhitungan kecepatan
spesifik turbin, yaitu :
1. Turbin pelton (1 jet) Ns = 85.49/H0.243
(Siervo & Lugaresi, 1978)
2.Turbin Francis
Ns = 3763/H0.854
(Schweiger & Gregory, 1989)
3.Turbin Kaplan
Ns = 2283/H0.486
(Schweiger & Gregory, 1989)
0.505
4.Turbin Crossfiow
Ns = 513.25/H
(Kpordze & Wamick, 1983)
5.Turbin Propeller
Ns = 2702/H0.5
(USBR, 1976)
Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin dapat diestimasi
(diperkirakan).
Pada perencanaan PLTMH ini, pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia adalah :
1.
Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.d 6 m
2.
Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.
Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara lokal dan biaya
pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya seperti pelton dan francis.
Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada perencanaart ini adalah crossfiow T-14
dengan diameter runner 0.3 m. Turbin tipe ini memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar
0.74 dengan efisiensi pada debit 40% masih cukup tinggi di atas 0.6. Sementara untuk
Halaman 30 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

penggunaan turbin propeller open flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar
0.75.
Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala mikro (PLTMH),
khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan dibandingkan jenis crossfiow
lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak (lembaga penelitian, pabrikan, import).
Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin crossflow memiliki
kecepatan yang rendah. Pada sistem mekanik turbin digunakan transmisi sabuk flatbelt dan
pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan putaran generator 1500 rpm.
Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt diperhitungkan 0.98. Sementara pada sistem
transmisi mekanik turbin propeller open flume menggunakan sabuk V, dengan efisiensi 0.95.
Jumlah Pole (kutub)
2
4
6
8
10
12
14

Frekuensi, 50 Hz
3000
1500
1000
750
600
500
429

Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm)


Jenis Turbin
Semi Kaplan,
single regulated
Kaplan, double
regulated
Small-medium
Kaplan
Francis
(medium & high
head)
Francis (low
head)
Pelton
Crossflow
Turgo

3.

Putaran
Nominal, N (rpm)
75 -100
75 -150
250 700

Pole
generator
sabuk

Runaway
speed
2 - 2.4

Sabuk/
transmisi
14, 12, 10

2.8 - 3.2
2.8 - 3.2

500 -1500

1.8 - 2.2

250 500

1.8 - 2.2

500 -1500
100 -1000

1.8 - 2
1.8 - 2

14,12, 10,,
8, 6.

600 -1000
Tabel Run-away speed Turbin, N maks/N

Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol


Halaman 31 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah :
1.
Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan
penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).
2.
Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan
turbin propeller open flume
Tugas!
Coba anda cari Ref. MISG
Minggu ke dua feb 2015 dikumpul sbagai latihan
Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan keluaran tegangan
220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah
1.
Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 - 0.8
2.
Aplikasi 10 - 20 KVA efisiensi 0.8 - 0.85
3.
Aplikasi 20 - 50 KVA efisiensi 0.85
4.
Aplikasi 50 - 100 KVA efisiensi 0.85 - 0.9
5.
Aplikasi >. - 100 KVA efisiensi 0.9 - 0.95
KONTROL PLTMH
Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan pengaturan
beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban. Apabila terjadi
penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan ke sistem pemanas
udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.
Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah
1.
Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron
2.
Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA
Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti handal pada
penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel kontrol (switch
gear).
Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari
1.
Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual
2.
Stop/berhenti secara otomatis
3.
Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under
frekuensi.
4.
Emergency shut down, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih).
RUMAH PEMBANGKIT
Rumah pembangkitan yang merupakan titik pusat pembangkitan direncanakan dengan
ukuran 3 x 4 m atau 4 x 4 m tergantung kondisi dilapangan. Pada rumah pembangkit ini akan
ditempatkan peralatan elektrilkal - mekanik yang terdiri dari:
Turbin dan sistem mekanik
Generator
Panel kontrol
Halaman 32 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Ballast Load
Tempat peralatan/tools
Rumah pembangkit dilengkapi dengan pengamanan terhadap petir dan arus berlebih
(lightning arrester). Rumah pembangkit berupa pasangan bata dengan bangunan coran
bertulang pada pondasi turbin dan penampungan air di bawah turbin sebelum keluar ke tail
race.
Hal utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan rumah pembangkit adalah
aksasibilitas dan sirkulasi udara untuk melepas panas pada ballast load. Sirkulasi udara yang
baik akan menjaga temperatur kerja sekitar rumah pembangkit tidak berlebih, sehingga
temperatur kerja mesin dapat dijaga dengan baik.
Training
Training meliputi training operator dan manajerial sebagai berikut:
Pelatihan operator

Pelatihan pengelola PLTMH

DISTRIBUSI
Sistem transmisi dan distribusi perencanaan PLTMH tidak menggunakan transformer untuk
menaikkan dan menurunkan tegangan. Jarak transmisi dan distribusi s.d maksimum 3 km
masih memungkinkan tanpa transformer. Losses sepanjang transmisi dan distribusi
diasumsikan maksimum 5%. Sistem transmisi menggunakan tegangan 220 V/380 V
Untuk mencapai kondisi tersebut, maka digunakan kabel transmisi utama 3 phasa Twisted AI
4 x 70 mm2. Kabel distribusi digunakan Twisted AI 4 x 35 mm 2, dan kabel koneksi ke
konsumen menggunakan Twisted AI 2 x 10 mm 2. Setiap sambungan rumah menggunakan
pembatas arus 0,5A untuk membatasi penggunaan beban berlebih.
Untuk instalasi rumah digunakan kabel NYM 2 x 1,5 mm 2 dan NYM 3 x 1,5 mm2. Setiap
intalasi rumah dilengkapi 3 lampu, 1 saklar double, 1 saklar tunggal, dan 1 stop kontak.

ANALISA EKONOMI MIKRO HIDRO


Perhitungan Daya dan Energi Listrik
1.
Perhitungan daya listrik pada sistem PLTMH

Daya poros turbin


Pt = 9,81 x Q x H x nt

Daya yang ditransmisikan ke generator


Ptrans = 9,81 x Q x H x nt x nbelt

Daya yang dibangkitkan generator


P~ = 9.81 x Q x H x nt x nbelt x ngen
Halaman 33 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

dimana :
Q
H
nt

= debit air, m3/detik


= efektif head, m
= efisiensi turbin
= 0.74 untuk turbin crossflow T-14
= 0.75 untuk turbin propeller open flume lokal
nbelt = 0,98 untuk flat belt, 0,95 untuk V belt
ngen = efisiensi generator
Daya yang dibangkitkan generator ini yang akan disalurkan ke pengguna. Dalam
perencanaan jumlah kebutuhan daya di pusat beban harus di bawah kapasitas daya
terbangkit, sehingga tegangan listrik stabil dan sistem menjadi lebih handal (berumur
panjang)
Perhitungan dan Analisis Potensi Mikrohidro
1. Perhitungan daya listrik
Secara teoritis daya listrik yang dapat dihasilkan dari tenaga air mengikuti persamaan berikut:
Daya Teoritis (P) = Debit Air (Q) x Head (H) x konstanta gravitasi (g)
Dengan P dalam kW, Q dalam m3/s dan g = 9,81 m/s2
Atau;
P = 9,81 x Q x H (kW)
Bagaimanapun, tidak ada sistem yang sempurna sehingga selalu terjadi kehilangan energi
sewaktu energi potensial air diubah menjadi energi listrik. Besarnya energi yang hilang ini
dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
Kerugian/losses pipa pesat/penstock
- Efisiensi turbin
- Efisiensi generator
- Efisiensi trafo
- Efisiensi jaringan
- Efisiensi sistem kontrol
- Efisiensi konstruksi sipil
Sehingga persamaan di atas menjadi:
Pnetto = 9,81 x Q x H x Et (kW)
Dengan Pnetto adalah Daya listrik yang dapat dimanfaatkan, Et = Efisiensi total system .Dari
beberapa referensi dapat diketahui bahwa untuk sistem pembangkit kecil, sebagai acuan
kasar dapat digunakan harga Et = 50% Dari hasil pengukuran yang telah dilaksanakan di atas
maka dapat dihitung potensi mikrohidro yang dapat dihasilkan:
Pnetto = 9,81 x 0,574 x 3,62 x 50%
= 10,4 kW
2. Penambahan kapasitas mikrohidro

Halaman 34 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Untuk meningkatkan daya listrik yang dihasilkan PLTMH dapat digunakan tiga cara, yaitu:
Meningkatkan laju aliran (debit) air.
Meningkatkan tinggi jatuh (head).
Meningkatkan efisiensi sistem pembangkit.
Dari ketiga cara untuk meningkatkan daya output di atas, cara kedua dirasa paling
memungkinkan untuk diterapkan di lapangan.
Beberapa cara dapat digunakan untuk meningkatkan tinggi jatuh (head) ini, diantaranya
adalah dengan cara membendung hulu sungai dengan membangun suatu bendungan (dam)
kecil. Dengan cara ini tinggi jatuh (head) total sistem instalasi pembangkit dapat ditingkatkan.
Seberapa besar tinggi jatuh (head) dapat ditingkatkan tergantung dari besar dan tingginya
bendungan (dam) yang dibangun.
2.
Kebutuhan listrik masyarakat
Kebutuhan listrik masyarakat, khususnya pada program pelistrikan desa sangat dibatasi. Hal
ini didasarkan ketersediaan potensi sumber daya air, kemampuan memelihara dan
membiayai penggunaan listrik, serta besaran biaya pembangunan.
Salah satu faktor pembatas adalah. pemilihan pembatas arus terkecil di pasaran, yaitu 0,5 A,
sehingga daya yang dapat digunakan untuk setiap sambungan instalasi rumah rata-rata
sebesar 220 W. Penggunaan listrik masyarakat perdesaan dengan PLTMH ini, khusus untuk
penerangan digunakan pada malam hari dengan pertimbangan pada siang hari sebagian
besar masyarakat bekerja.
ESTIMASI BIAYA PEMBANGUNAN PLTMH
1.
Analisis Harga Satuan
Perhitungan analisis harga satuan merupakan tahapan paling terdepan dari estimasi biaya
pembangunan. Parameter perhitungan dan analisis harga satuan pekerjaan pada
perencanaan PLTMH antara lain :
Lokasi sumber material diharapkan pada jarak terdekat dengan lokasi pekerjaan

konstruksi.
Tenaga kerja yang digunakan menggunakan tenaga kerja lokal di lokasi proyek dengan

upah didasarkan pada harga satuan yang berlaku di wilayah tersebut. Penggunaan
tenaga kerja diluar lokasi, hanya pada tingkatan pengawas dan tukang untuk pekerjaan
tertentu dengan upah didasarkan pada harga yang wajar.
Harga satuan material diperoleh dari harga satuan material dan bahan yang berlaku di
wilayah rencana pembangunan PLTMH dan disesuaikan dengan faktor lokasi proyek
(penyesuaian biaya transportasi dan pengangkutan)

Secara umum komponen harga satuan yang diperhitungkan meliputi:


a.
Komponen tenaga
Koefisien komponen tenaga untuk masing-masing harga satuan diperoleh dari analisa
kebutuhan tenaga yang diperlukan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan standar yang
berlaku, khususnya dalam pekerjaan sipil.
Halaman 35 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

b.
c.

Komponen bahan dan maDalam perhitungan koefisien bahan dan material yang
akan digunakan mengacu pada analisa satuan pekerjaan yang berlaku
Komponen peralatan

Perhitungan koefisien peralatan didasarkan pada peralatan yang digunakan dalam satuan
pekedaan, sebagaimana yang berlaku secara umum dalam pekerjaan sipillkonstruksi.
Hasil perhitungan analisis harga satuan sesuai jenis pekerjaan dapat dilihat pada lampiran
setiap lokasi rencana pembangunan PLTMH.
3.Komponen Biaya Pembangunan PLTMH
Komponen biaya pembangunan PLTMH pada studi perencanaan ini terdiri dari :
1.Engineering
Komponen engineering pada pembangunan PLTMH dialokasikan untuk kegiatan detail
desain, supervisi pembangunan, dan penyiapan dokumen teknis akhir pembangunan PLTMH.
Pada beberapa kasus kegiatan ini dapat diasumsikan terintegrasi pada pelaksana
pembangunan. Pada model pembangunan lainnya, khususnya yang melibatkan dana cukup
besar, kegiatan engineering dilaksanakan oleh konsultan teknik yang bertanggung jawab
mereview basic desain, mengawasi pelaksanaan (supervisi), menyiapkan dokumen teknis
akhir, dan melaksanakan komisioning bersama pelaksana pembangunan.
Komponen biaya engineering ini dihitung berdasarkan kebutuhan minimum penggunaan
tenaga ahli senior dan berpengalaman pada bidang pekerjaan sipil, teknik mesin atau elektro,
dan juru gambar.
2.Peralatan Elektrikal - Mekanik
Komponen peralatan elektrikal - mekanik meliputi pengadaan sarana/peralatan :
Turbin dan perlengkapannya yang terdiri dari unit turbin, sistem transmisi mekanik,
base frame, biaya instalasi dan trial run.
Generator dan base frame
Panel kontrol (switch gear dan kontrol beban) Ballast Load
Instalasi peralatan elektrikal dan sistem pengkabelan Biaya lain-lain (10%)
3.Pekerjan Sipil
Pekerjaan sipil pada pembangunan PLTMH meliputi bangunan intake-weir, saluran pembawa,
bak pengendap, bak penenang, pipa pesat, bangunan pelimpas, rumah pembangkit, pondasi
turbin (under ground), saluran pembuangan, biaya lain-lain (5%)
4.Jaringan Transmisi, Distribusi, dan Instalasi Rumah
Tiang listrik , pengadaan kabel, instalasi rumah, biaya lain-lain (5%)

Halaman 36 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

5.Komponen Lain-lain
Komponen lain-lain yang dimaksud pada bagian ini adalah alokasi untuk penggunaan alat
bantu khusus apabila harus diperlukan seperti alat berat untuk penataan lokasi, alat angkut
khusus untuk peralatan yang berat dan euntungan pelaksana pembangunan (15%)
6.Pajak
Komponen pajak dihitung terhadap total pekerjaan meliputi pekerjaan 1, 2, 3, 4 dan 5 di atas.
Pajak yang diperhitungkan pada perencanaan ini adalah PPn sebesar 10%.
7.Biaya Pengembangan (Project Development)
Biaya pengembangan dapat dikatakan sebagai indirect cost. Komponen ini diperhitungkan
sebagai akibat proses penyiapan dan perencanaan pembangunan PLTMH yang tidak mudah
dan memerlukan kegiatan pendukung. Besaran Mokasi biaya pengembangan diestimasi
berdasarkan prosentase.
Aktivitas yang berkait dengan kegiatan pengembangan ini adalah kegiatan administrasi
proyek, manajemen proyek di tingkat owner (pemilik pekerjaan), biaya legal, penyiapan dan
pelaksanaan tender, ganti rugi atas pembebasan tanah apabifa ada, monitoring dan evaluasi
proyek di tingkat owner.
Sebagai acuan, estimasi biaya pengembangan dikelompokan menjadi:

Manajemen proyek (10%) dari total biaya fisik dan pajak

Tender, kontrak dan legal (5%) dari total biaya fisik dan pajak

Ganti rugi

Referensi dari prosentase dan harga satuan orang berdasarkan standar biaya orang nasionai
(Bappenas) dan beberapa rekomendasi pada kegiatan pembangunan PLTMH seperti yang
dikeluarkan oleh J1CA dan tingkat kewajaran yang berlaku umum.
8.
Komponen Biaya Operasional
Perawatan PLTMH memegang peranan penting dalam menjaga sustainibility dan kehandalan
operasi. Pengelola harus dapat menangani kegiatan perawatan dan membiayainya. Kegiatan
perawatan ada yang bersifat periodik (penggantian oli) ada yang bersifat temporer setiap ada
kerusakan pada fasilitas bangunan sipil, peralatan elektrikal - mekanik, maupun jaringan
transmisi dan distribusi.
Sebagai gambaran kebutuhan biaya perawatan PLTMH, analisis dilakukan untuk periode
tahunan (annual cost). Besar biaya perawatan setiap lokasi akan berbeda. Estimasi biaya
operasional untuk setiap PLTMH terlampir pada laporan masing~ masing lokasi PLTMH.

9.
Analisis Finansial Skema On Grid
Pada pembangunan PLTMH dengan skerna On-Grid System dilakukan perhitungan
kelayakan secara ekonomis. Aspek penilaian kelayakan dilakukan dengan kriteria :

Halaman 37 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pay back periods atau pengembalian investasi maksimum 213 dari umur ekonomis
proyek.
NPV (net present value) investasi > 0
IRR (internal rate of return) > discount rate
Profitability Indeks > 1
Parameter atau asumsi yang digunakan pada perhitungan cash flow ditetapkan sebagai
berikut:

Kenaikan biaya OM (operasi dan maintenance) setiap tahun sebesar 4%

Suku bunga pinjaman kornersial 17%-18%

Suku bunga deposito 10%

Tingkat resiko penggunaan equity 5%

Penyesuaian tarif jual listrik ke PLN setiap tahun 2,5%

Skemna investasi 100% equity, dan equito : loan (60% : 40%)

Depresiasi 10 tahun

Grace periods pengembalian pinjaman 2 tahun

Jangka waktu pengembalian pinjaman 10 tahun

Berdasarkan hasil analisa kelayakan dapat disimpulkan bahwa faktor tarif menjadi kunci
menarik tidaknya investasi pada pembangunan PLTMH. Investasi pembangunan PLTMH
akan menarik untuk kapasitas pembangkitan skala mini hidro, > 100 kW. Pada skala
minihidro ini biaya pembangunan per kW daya terpasang.cukup kecil, < Rp 10 juta per kW,
energi listrik yang dijual cukup besar, pendapatan penjualan energi listrik lebih besar,
sehingga tingkat pengembalian investasi lebih baik. Analisa kelayakan ekonomi pada skema
on - grid ini dapat dilihat pada laporan lokasi potensi pembangunan PLTMH (site report).
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL
Asumsi
Suku Bunga Bank Diasumsikan BI rate sebesar 8,00%
Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Pendapatan kotor
Apabila PLTMH direncanakan dengan kapasitas 100 kVA, cos phi 0.91, harga jual listrik
sebesar Rp.600,00 per kWh dan mesin dioperasikan dengan Capacity Factor sebesar 70%,
maka besarnya pendapatan kotor selama 1 tahun adalah:
Jual
= 0.7 x 0.91 x 100 kVA x 8760 jam/tahun x Rp.600/kWh
= Rp. 334.807.200,00
Biaya operasional
Apabila untuk pengoperasian PLTMH untuk kapasitas 100 kVA tersebut diasumsikan
diperlukan 1 (satu) orang supervisor dan 2 (dua) orang operator untuk kegiatan operasional
dan maintenance, maka besarnya upah untuk 1 tahun adalah:
Halaman 38 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Upah
= 12 x ((1 x Rp. 1.500.000,00) + (2 x Rp. 1.000.000,00))
= Rp. 42.000.000,00 per tahun
Biaya pemeliharaan
Apabila besarnya ongkos pemeliharaan/maintenance sebesar 20% dari pendapatan, maka:
Mntc
= 0.20 x Rp. 334..000,00
= Rp. 66.961.440,00,00 per tahun
Sehingga total biaya operasi dan pemeliharaan selama 1 tahun adalah:
Biaya
= Rp. 42.000.000,00 + Rp. 66.961.440,00
= Rp. 108.961.440,00 per tahun
Untuk berbagai skema harga Capacity Factor lain diuraikan pada pembahasan selanjutnya.
Kurs / Nilai Tukar Mata Uang
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, diasumsikan nilai tukar mata uang US $ (DOLLAR)
untuk 1 Rupiah nya adalah:
Kurs Jual : 9.736
Kurs Beli
: 8.736
Sehingga Kurs Tengah 1 US $ = Rp. 9.236
Pendekatan Analisis
Cost adalah terdiri atas Capital Cost (Componen A), Fuel Cost (Componen C) dan O&M Cost
(Componen B dan D).
Energy sales adalah Energy production dikurang rugi-rugi jaringan dan pemakaian sendiri
(PS) dari energi produksi yang tidak terjual
Dalam hal ini, dalam hal ini perhitungan untuk PS diabaikan karena jumlah energi untuk
pemakaian sendiri dianggap kecil.
Hasil Analisis
Bagi proyek pembangunan yang bersifat kompleks dan melibatkan dana yang besar
diperlukan analisis dan pengkajian aspek-aspek ekonomi dengan metode tertentu sebelum
diambil keputusan lebih lanjut. Beberapa metode yang dikenal luas pemakaiannya
diantaranya adalah Pay Back Period, ROR dan IRR.
a. Pay Back Period (Periode Pengembalian)
Periode pengembalian suatu investasi adalah periode dimana jumlah keuntungan yang
didapat dari suatu proyek sama dengan investasi total yang ditanamkan. Investasi
mempunyai prestasi baik bila periode pengembaliannya pendek. Kekurangan metode ini
adalah tidak mempertimbangkannya pemasukan pada waktu periode pengembalian yang
telah terlampaui, dan nilai waktu dari uang.
Pay Back Period dirumuskan dengan:
PB = I/Laba Tahunan
Dimana:
PB = Pay Back Period
I
= Biaya Investasi
Halaman 39 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

- Perhitungan Biaya Investasi (I)


Merupakan perkiraan detil dari biaya investasi untuk proyek yang terdiri dari :
a. Biaya engineering design dan manajemen
b. Biaya pekerjaan sipil
c. Biaya transmisi
d. Biaya peralatan elektro mekanik
Seluruh komponen biaya yang terlibat dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Engineering design dan pengawasan pembangunan
Kegiatan tersebut dalam proyek PLTMH meliputi:
Studi kelayakan

Detil enjiniring desain

Pengawas pembangunan di lokasi

Commissioning

- Perhitungan Laba Tahunan

Berikut ini diajukan 4 (empat) skema operasi PLTMH Rantau Balai yang berkapasitas

100 kVA dengan berbagai pola operasi: dengan harga Capacity Factor 40%, 50%, 60%
dan 70%.
Hasil simulasi untuk perhitungan laba tahunan yang diperoleh tiap tahunnya disajikan
dalam tabel dibawah ini:

Sehingga harga Pay Back Period (PBP) didapat sebesar:

Artinya, sebagai contoh, investasi yang ditanamkan sebesar Rp.2.000.000.000,00

akan kembali selama 10,66 tahun untuk PLTMH berkapasitas 100 kVA yang
dioperasikan dengan CF sebesar 60%.
Rate of Return (ROR)

ROR menunjukan perbandingan laba tahunan terhadap investasi. Dengan demikian

merupakan cara sederhana untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. Bank Dunia
menetapkan suatu proyek dianggap layak jika mempunyai ROR lebih dari 8%.
Kelemahan kriteria ini tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang.
ROR dirumuskan dengan:

ROR = Laba Tahunan/Investasi Awal * 100%


Halaman 40 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Dari perhitungan sebelumnya (poin a) dan dengan menggunakan persamaan di atas


maka harga ROR dapat dihitung sebagai berikut:

Berdasarkan data dari Bank Dunia yang menetapkan batas minimum harga ROR

sebesar 8,0% dianggap layak, maka proyek PLTMH untuk skema 3 dan 4 dianggap
layak/feasible.
c. Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return

Metode ini memperhitungkan nilai waktu dari uang dengan analisis compound interest
rate. Rumus yang dipakai adalah :

Dimana :

NPV = Net Present Value (nilai sekarang)

At

= Laba pada tahun ke- t

= umur proyek (dalam tahun)

= interest (suku bunga)

= Investasi

Persamaan di atas memperlihatkan bahwa untuk umur proyek tertentu besar NPV
sangat dipengaruhi oleh besarnya harga bunga ( r ). Dengan mengubah-ubah besar
harga r, akan diperoleh suatu keadaan dimana NPV sama besar dengan I. Harga
bunga yang didapat pada keadaan ini disebut dengan Interrnal Rate of Return (IRR).
Makna r dalam kriteria ini adalah besar suku bunga pinjaman komersial maksimal yang
dijinkan agar BEP tercapai pada akhir umur proyek yang direncanakan.
Konsekuensinya adalah jika besar suku bunga pinjaman sama dengan besarnya IRR
maka pemasukan dari proyek tersebut akan habis hanya untuk membayar hutang
pokok dan bunganya saja. Laba akan diperoleh jika harga IRR berada diatas suku
bunga pinjaman.

Ringkasan hasil simulasi yang telah dilakukan disajikan dalam tabel berikut:

Ringkasan hasil simulasi analisis NPV untuk bunga


majemuk r = 8%
CF
Periode
No.
(%)
(tahun)
1
40
>24
2
50
>24
3
60
24
Halaman 41 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

70
16
Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa apabila suku bunga pinjaman yang diambil

sebesar 8,00% untuk proyek PLTMH Rantau Balai berkapasitas 100 kVA dan
dioperasikan dengan CF 60%, proyek akan feasibel apabila umur proyek minimal 24
tahun. Apabila dioperasikan dengan CF 70% maka proyek akan feasibel apabila umur
proyek minimal 16 tahun.
Kemudian berdasar hasil simulasi di atas dibuat satu buah simulasi lagi sebagai

pembanding. Dari hasil simulasi diketahui bahwa untuk periode proyek selama 17
tahun dan PLTMH Rantau Balai dioperasikan dengan CF 70% maka suku bunga
pinjaman yang boleh diambil adalah maksimal 8,45% .
Dibuat satu buah simulasi untuk berbagai kapasitas rencana untuk PLTMH Rantau
Balai untuk melihat berbagai aspek ekonominya. Analisis dilakukan dengan metode
PBP, ROR dan NPV&IRR dengan suku bunga r=8%. Hasil simulasi disajikan dalam
tabel berikut ini:

Untuk keperluan pembangunan PLTMH perlu dilakukan study kelayakan yang lebih
mendalam, menyangkut kajian teknis, ekonomi dan lingkungan.

10.
PENUTUP
Investasi pembangunan PLTMH relatif besar sekitar Rp 20 juta / kW terbangkit dengan tidak
memasukkan biaya perencanaan dan pengembangan proyek pemerintah. Biaya
pembangunan ini semakin besar untuk kapasitas pembangkitan yang kecil, yaitu berkisar Rp
26 juta per kW untuk kapasitas 20 - 30 kW. Semakin besar kapasitas pembangkitan maka
biaya pembangunan per kW akan menurun, berkisar Rp 16 - 17 juta untuk kapasitas 40 - 50
kW dan di bawah Rp 10 juta per kW untuk skala mini hidro, > 100 kW. Hal ini dapat menjadi
acuan apabila pembangunan dilakukan oleh swasta dengan sumber pembiayaan di luar
APBD atau APBN.
Besamya biaya pembangunan ini tentunya diharapkan dapat diimbangi oleh kemampuan
masyarakat dalam mengoperasikan, mengelola dan mengembangkan PLTMH sebagai motor
penggerak kegiatan ekonomi pedesaan dan kegiatan produktif kelompok masyarakat.
Identifikasi potensi pengembangan kegiatan ekonomi produktif seperti agro processing, home
industri dan agro, industri sangat penting dilakukan baik oleh masyarakat maupun pemerintah
dan pihak-pihak yang interest dalam pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat untuk
mengoptimalkan fungsi PLTMH selain untuk penerangan.
Halaman 42 dari 44

BAHAN DISKUSI KULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


SEMESTER III

Pada saatnva, realisasi pelaksanaan pembangunan PLTMH memerlukan kompetensi dari


pelaku atau pelaksana pembangunan. Hal ini disebabkan sifat pembangunan PLTMH yang
khas sebagai bagian kegiatan pengembangan masyarakat (community development).
Pada skema pembangunan PLTMH sebagai unit usaha (on grid system) maka idealnya biaya
pembangunan paling efisien dan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi yang akan
menarik investor/swasta. Dalam hal ini pembangkitan skala mini hidro dapat memberikan
kelayakan finansial yang baik dan menarik untuk distudi lebih jauh sebagaimana dapat dilihat
pada laporan setiap lokasi, khususnya untuk skema on grid.
Tugas !
a. Dari skhema Survei anda Tentukan Titik Power house sesuai dengan debit dan
Head , agar pembangkitan daya Maks
b. Bila anda Study ekskursi Ke PLTMH: Buat Tabel data apa yang perlu anda isi
dalam:
1. Data visual/Photo
2. Data interview
3. Data Teknik spesifikasi alat
4. Data operasi
5. Data Produksi
6. Data umum yang menggambarkan PLTMH
7. Data investasi
c. Cari di Internet modal Investasi membangun Pltmh dengan daya 1KW sd 1 MW
Tugas dikumpul pada minggu ke XVII

Halaman 43 dari 44