Anda di halaman 1dari 13

A.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan sukrosa terhadap perubahan
panjang potongan jaringan umbi ubijalar?
2. Berapakah konsentrasi larutan sukrosa yang tidak menyebabkan
perubahan panjang irisan jaringan umbi ubijalar?
3. Berapakah nilai konsentrasi potensial air jaringan umbi ubijalar?
B. Tujuan Percobaan
1. Menjelaskan pengaruh konsentrasi larutan sukrosa terhadap perubahan
panjang potongan jaringan umbi ubijalar.
2. Mengidentifikasi konsentrasi larutan sukrosa yang tidak menyebabkan
perubahan panjang irisan jaringan umbi ubijalar.
3. Menghitung nilai potensial air jaringan tumbuhan umbi ubijalar.
C. Hipotesis
Semakin tinggi konsentrasi sukrosa, maka semakin rendah rata-rata
perubahan panjang irisan jaringan umbi ubijalar.
D. Kajian Pustaka
Sistem yang menggambarkan tingkah laku air dan pergerakan air
dalam tanah dan tubuh tumbuhan didasarkan atas suatu hubungan energy
potensial. Air mempunyai kapasitas untuk melakukan kerja, yaitu akan
bergerak dari daerah dengan energi potensial tinggi ke daerah dengan energi
potensial rendah. Energi potensial dalam sistem cairan dinyatakan dengan
cara membandingkannya dengan energi potensial air murni. Karena air dalam
tumbuhan dan tanah biasanya secara kimia tidak murni, disebabkan oleh
adanya bahan terlarut dan secara fisik dibatasi oleh berbagai gaya, seperti
gaya tarik-menarik yang berlawanan, gravitasi, dan tekanan, maka energi
potensialnya lebih kecil dari pada energi potensial air murni (Gardner, 1991).
Potensial air merupakan alat diagnosis yang memungkinkan penentuan
secara tepat keadaan status air dalam sel atau jaringan tumbuhan. Semkain
rendah potensial dari suatu sel atau jaringan tumbuhan, maka semakin besar
kemampuan tanaman untuk menyerap air dari dalam tanah. Sebaliknya,
semakin tinggi potensial air, semakin besar kemampuan jaringan untuk
memberikan air kepada sel yang mempunyai kandungan air lebih rendah
(Basahona, 2011).

Huruf yunani psi (), digunakan untuk menyatakan potensial air dari
suatu sistem, apakah system itu berupa sampel tanah tempat tumbuhan, atau
berupa suatu larutan. Potensial air dinyatakan dalam bar. Pada umumnya nilai
potensial air dalam tumbuhan mempunyai nilai yang lebih kecil dari 0 bar,
sehingga mempunyai nilai yang negative. Nilai potensial air di dalam sel dan
nilainya di sekitar sel akan mempengaruhi difusi air dari dan ke dalam sel
tumbuhan. Dalam sel tumbuhan ada tiga faktor yang menetukan nilai potensial
airnya, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam
isi sel. Hal ini menyebabkan potensial air dalam sel tumbuhan dapat dibagi
menjadi 3 komponen yaitu potensial matriks, potensial osmotik dan potensial
tekanan (Basahona, 2011). Potensial kimia air atau biasanya dinyatakan sebagai
potensial air, PA (, psi) penting untuk diketahui agar dapat dimengerti
pergerakan air di dalam sistem tumbuhan, tanah dan udara. Potensial air
biasanya dinyatakan dalam satuan bar, atm, seperti satuan tekanan. Air akan
bergerak dari PA tinggi ke PA yang lebih rendah. Jadi difusi termasuk osmosis,
terjadi sebagai akibat adanya gradient dalam energi bebas dari partikel-partikel
yang berdifusi (Ismail, 2011). Potensial air adalah suatu pernyataan dari status
energi bebas air, suatu ukuran datat yang menyebabkan air bergerak ke dalam
suatu sistem, seperti jaringan tumbuhan, tanah atau atmosfir, atau dari suatu
bagian ke bagian lain dalam suatu sistem. Potensial air mungkin merupakan
parameter yang paling bermanfaat untuk diukur dalam hubungannya dengan
sistem tanah, tanaman dan atmosfir (Ismail, 2011).
Komponen-komponen potensial air atau jaringan adalah sebagai berikut :
w = s + p + m
(PA = PO + PT + PM)
Dimana :

w = potensial air suatu tumbuhan


s = potensial osmotik

p = potensial tekanan atau turgor


m = potensial matriks (Ismail, 2011)
Menurut Ismail 2011, potensial osmotik adalah potensial yang
disebabkan oleh zat-zat terlarut. Tandanya selalui negatif. Potensial tekanan
adalah potensial yang disebabkan oleh tekanan hidrostatik isi sel pada dinding
sel. Nilainya ditandai dengan bilangan positif, nol, atau dapat juga negatif.
Penambahan tekanan (terbentuknya tekanan turgor) mengakibatkan potensial
tekanan lebih positif. Potensial matriks disebabkan oleh ikatan air pada koloid
protoplasma dan permukaan (dinding sel). Potensial matriks bertanda negatif,
tetapi pada umumnya pada sel-sel bervakuola, nilainya dapat diabaikan. Oleh
karena itu, persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :
w = s + p (PA = PO + PT)
Potensial air jaringan ditentukan dengan cara merendam potongan
jaringan dalam suatu seri larutan sukrosa atau manmitol (non-elektrolit) yang
diketahui konsentrasinya (Ismail, 2011).
Analisis kuantitatif potensial air. Pengaruh gabungan dari tekanan dan
konsentrasi zat terlarut ini terhadap potensial air ditulis dalam persamaan
berikut ini :
= p + s
Dimana p adalah potensial tekanan (tekanan fisik suatu larutan) dan
s adalah potensial zat-zat terlarut, yang sebanding dengan konsentrasi zat-zat
terlarut dari suatu larutan. (s juga disebut potensial osmotik.) Tekanan pada
suatu larutan (p) bisa berupa suatu bilangan yang positif atau negatif
(tegangan, suatu tekanan negatif). Sebaliknya, potensial zat-terlarut dari suatu
larutan (s) selalu negatif, dan semakin besar konsentrasi zat-zat terlarut,
semakin tinggi nilai s (Campbell, 2004).

Dehidrasi osmosis dilakukan dengan merendam pangan di dalam larutan


dengan tekanan osmosis lebih tinggi daripada tekanan osmosis intraselular bahan
pangan tersebut. Akibatnya, air dalam bahan akan keluar melintas membran sel
menuju larutan perendam itu (Wirawan, 2006).
E. Variabel Penelitian
a. Variabel Manipulasi : Konsentrasi larutan sukrosa (0 M; 0,2 M; 0,4
M; 0,6 M; 0,8 M dan 1 M).
b. Variabel kontrol
: Jenis umbi ubi jalar, ukuran awal potongan
silinder umbi ubi jalar, volume air, alat pengebor gabus dan lama
perendaman
c. Variabel respon
: Perubahan panjang potongan umbi ubi jalar
F. Definisi Operasional Variabel
Variabel manipulasi merupakan variabel yang dibuat berbeda. Dalam
hal ini ialah konsentrasi larutan sukrosa, karena tujuan dari praktikum ini ialah
mengetahui pengaruh konsentrasi larutan sukrosa terhadap perubahan panjang
potongan jaringan tumbuhan. Variabel kontrol ialah variabel yang
perlakuannya dibuat sama, yaitu panjang awal irisan umbi ubijalar dan
volume larutan sukrosa. Sedangkan variabel respon ialah variabel yang
diamati, yaitu perubahan panjang irisan umbi ubijalar.
G. Alat dan Bahan
1. Kentang
2. Larutan sukrosa 0 M, 0,2 M, 0,4 M, 0,6 M, 0,8 M dan 1 M.
3. Gelas kimia 100 ml sebanyak 6 buah.
4. Gelas ukur 50 ml 1 buah.
5. Alat pengebor gabus.
6. Penggaris, pisau tajam, pinset, plastik dan karet gelang/tali.
H. Rancangan Percobaan
1) Mengukur dan mengidentifikasi. Isilah gelas kimia ke-1 dengan larutan
sukrosa 0 M, gelas kimia ke-2 dengan larutan sukrosa 0,2 M dan
seterusnya sampai gelas kimia ke-6, masing-masing 25 ml. beri label pada
masing-masing gelas kimia tersebut.
2) Mengerjakan praktikum. Pilih umbi ubijalar yang cukup besar dan baik,
buatlah silinder umbi dengan alat pengebor gabus. Potong-potong silinder
umbi tersebut sepanjang 2 cm.

3) Masukkan potongan umbi tersebut kedalam gelas kimia yang telah diisi
dengan larutan sukrosa pada berbagai konsentrasi, masing-masing 4
potongan. Catat waktu pada saat memasukkan potongan umbi ke dalam
gelas kimia. Bekerjalah dengan cepat untuk mengurangi penguapan, dan
tutup rapat gelas kimia selama percobaan.
4) Menghitung. Hitung nilai rata-rata pertambahan panjang mbi untuk setiap
konsentrasi larutan sukrosa.
I. Langkah Kerja

0M

0,2
M

0,4
M

0,6
M

25mL

25mL

25mL

25mL

0,8
M

1,0
M

25mL

25mL

Mengisi masing-masing gelas kimia dengan 4


potongan ubi jalar 2 cm.

-Menutup rapat masing-masing gelas


kimia yang sudah berisi 4 potongan
ubi jalar 2 cm.
-Dibiarkan selama 1,5 jam.
J. Rancangan Tabel
Pengamatan
Potongan kentang diambil dan diukur
No

Konsentrasi

PanjangAwal

Panjang Akhir

Larutan

Panjang

Sukrosa
1
0M
25 mL

Perubahan

(cm)
2cm

2,2 cm

2 cm

2,3 cm

2 cm

2,5 cm

2cm

2,1 cm

0,28

2
0,2 M
25 mL
3
0,4 M
25 mL
4
0,6 M
25 mL
5
0,8 M
25 mL
6
1M
25 mL

2cm

2,4 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2,4 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2cm

2,3 cm

2cm

2,3 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2 cm

2cm

2,3 cm

2cm

2,2 cm

2cm

2,3 cm

2cm

2 cm

0,2

0,25

0,2

0,2

Grafik Penentuan Potensial Air Jaringan


Tumbuhan

K. Rencana Analisis Data


Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat dianalisa sebagai berikut:
- Pada konsentrasi larutan sukrosa 0 M, rata-rata pertambahan panjang
-

potongan silinder kentang sepanjang 0,28 cm.


Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,2 M, rata-rata pertambahan panjang

potongan silinder kentang sepanjang 0,2 cm.


Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,4 M, rata-rata pertambahan panjang

potongan silinder kentang sepanjang 0,25 cm.


Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,6 M, rata-rata pertambahan panjang

potongan silinder kentang sepanjang 0 cm.


Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,8 M, rata-rata pertambahan panjang

potongan silinder kentang sepanjang 0,2 cm.


Pada konsentrasi larutan sukrosa 1 M, rata-rata pertambahan panjang

potongan silinder kentang sepanjang 0,2 cm.


Berdasarkan grafik diatas, dapat diperoleh dapat dianalisa sebagai berikut:
- Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,6 M, sel umbi ubijalar tidak
mengalami pertambahan panjang.
Besarnya konsentrasi yang tidak menyebabkan perubahan panjang
juga dapat dilihat dari grafik diatas, yakni sebesar 0,6 M. Kemudian dihitung
nilai potensial air jaringan tumbuhan ubi jalar pada suhu ruang sebesar 301 K
dengan rumus;

PA = -TO
PA= -(

22,4 . M .T
273

Dengan :
M = konsentrasi larutan yang tidak menyebabkan pertambahan panjang (0,56
M)
T = suhu ruangan (293 K)
-

Dari perhitungan diatas, potensial air jaringan umbi ubi jalar sebesar

14,7 atm.
L. Hasil Analisis Data
Dari analisis data diperoleh bahwa konsentrasi larutan sukrosa
mempengaruhi perubahan panjang potongan umbi ubijalar. Pada konsentrasi 0
M, potongan umbi ubijalar mengalami rata- rata perubahan panjang lebih
besar dibanding pada potongan umbi ubijalar yang direndam larutan sukrosa
0,6 M.
Pada konsentrasi larutan sukrosa 0,6 M, rata-rata pertambahan
panjangnya 0 (nol). Hal tersebut menandakan bahwa dalam kondisi tersebut
tidak mengalami perubahan panjang, dimana dalam kondisi tersebut nilai
potential air sama dengan nilai potensial osmosis.
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini, dapat diketahui
bahwa terjadi perubahan panjang umbi ubijalar yang di rendam pada larutan
sukrosa. Untuk potensial air sel umbi ubijalar sendiri, dengan semakin
meningkatnya molaritas larutan sukrosa maka pertambahan panjang semakin
menurun.
Peningkatan panjang umbi ubijalar terjadi disebabkan oleh masuknya
air di dalam larutan sukrosa ke dalam sel umbi ubi jalar dengan cara osmosis.
Namun, perendaman umbi ubijalar dengan larutan sukrosa tidak selalu
meningkatkan panjangnya. Panjang umbi ubijalar yang telah mengalami

perendaman dapat pula tidak menyebabkan pertambahan panjang dari umbi


ubi jalar semula.
Umbi ubijalar bersifat hipotonik dan gula bersifat hipertonik maka air
yang berada pada ubi jalar bergerak keluar sehingga kadar air pada ubi jalar
berkurang dan semakin besar zat terlarut yang diserap oleh umbi ubi jalar,
makin besar air yang keluar dari umbi ubi jalar tersebut. Dan jika hal tersebut
terjadi pada tanaman yang masih aktif bertumbuh, maka tanaman bisa
mengalami cekaman akibat terganggunya proses absorbsi air. Ini terjadi
karena banyaknya zat terlarut di dalam sel atau jaringan tumbuhan akan
meningkatkan nilai potensial osmotik dari tumbuhan itu sendiri dan
menurunkan nilai potensial airnya.
Nilai potensial air (PA) pada potongan umbi ubi jalar adalah 14,7 atm
yang berarti pada kondisi tersebut tidak terjadi pertambahan panjang pada
konsentrasi 0,6 M.
M. Diskusi
1. Mengapa perlu dicari nilai konsentrasi larutan sukrosa yang tidak
menyebabkan pertambahan panjang potongan umbi ubi jalar dalam
menentukan potensial air (PA)?
Jawab : karena dalam menentukan PA perlu diketahui potensial tekanan
(PT) dan potensial osmosis (PO). Dalam hal ini diketahui bahwa PT = 0
karena tidak terjadi pertambahan panjang potongan silinder wortel sehingga
PA dapat diketahui sama dengan PO (PA = PO + PT PA = PO + 0 PA =
PO) yang berarti pada larutan sukrosa yang tidak menyebabkan pertambahan
panjang mempunyai nilai PO yang sama dengan PA yang dimiliki oleh
potongan silinder wortel. Sehingga wortel panjangnya tetap, yaitu tidak terjadi
keluar atau masuk air ke dalam sel.
2. Mengapa nilai potensial air sel umbi ubi jalar yang tidak berubah panjangnya
sama dengan nilai potensial osmosis larutan sukrosa yang tidak menyebabkan
pertabahan panjang potongan umbi ubi jalar tersebut ?
Jawab : karena PA = PO maka PT = 0, hal ini terjadi karena tekanan turgor
pada dinding sel terjadi dan disebabkan karena PA pada ubi jalar bernilai sama

dengan PO yang dimiliki larutan sukrosa, sehingga tidak terjadi keluar atau
masuk air ke dalam sel atau keluar sel.
N. Kesimpulan
Konsentrasi larutan sukrosa berpengaruh terhadap perubahan panjang
potongan jaringan tumbuhan, yaitu semakin tinggi konsentrasi larutan sukrosa
berbanding terbalik dengan pertambahan panjang potongan jaringan
tumbuhan yang pada kali ini kami menggunakan umbi ubijalar.
Konsentrasi yang tidak menyebabkan perubahan panjang irisan
kentang adalah ko nsentrasi sukrosa sebesar 0,6 M sehingga nilai potensial air
yang di dapat adalah sebesar 14,7 atm.
O. Daftar Pustaka
Yuliani, Yuni Sri R, dan Sari Kusuma Dewi 2016. Petunjuk Praktikum Mata
Kuliah Fisiologi Tumbuhan. Surabaya: FMIPA Unesa
Ismail dan Abd Muis. 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar, Makassar.
Choiriyah, Nuril. 2013. Laporan Praktikum Penentuan Potensial Air
Jaringan

Tumbuhan.

http://documents.tips/documents/laporan-

praktikum-penentuan-potensial-air-jaringan-tumbuhan.html

Diakses

tanggal 23 februari 2016


Sari, Putri Mayang. 2014. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan,
Penentuan

Potensial

Air

Jaringan

Tumbuhan.

http://dokumen.tips/documents/fistum-penentuan-potensial-airjaringan-tumbuhan.html Diakses tanggal 23 februari 2016


Sintia, Mega. 2014. Laporan Praktikum Anatomi Dan Fisiologi Tumbuhan,

Tekanan

Osmosis

Cairan

Sel

Dan

Potensial

Air.

https://www.academia.edu/6912394/Laporan_Tekanan_Osmosis_dan_P
otensial_air Diakses tanggal 23 februari 2016

Lampiran I
- Menghitung rata-rata pertambahan panjang potongan silinder umbi ubijalar
Konsentrasi 0 M

= 0,28 cm

Konsentrasi 0,2 M = 0,2 cm


Konsentrasi 0,4 M = 0,25 cm
Konsentrasi 0,6 M = 0
Konsentrasi 0,8 M = 0,2 cm
Konsentrasi 1 M

= 0,2 cm

- Menghitung nilai PA
Diketahui

:M

= 0,6 M

= 273 + 25 = 298 K

Ditanya

: PA ?

Jawab

PA

= PO + PT PT = 0

PA

= PO PO = -TO

PA

==-

22,4 xMxT
273

22,4 x 0,6 x 298


273

= -14,7 atm
Jadi, PA = -14,7 atm

LAMPIRAN II

Larutan Sukrosa dengan berbagai konsentrasi

Perendaman ubi jalar selama 1,5 jam