Anda di halaman 1dari 1

SELEKSI OBAT HIGH ALERT

NO. DOKUMEN
MED-2.1/1.1.2013.001

PROSEDUR
TETAP

TANGGAL TERBIT

NO. REVISI
A

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN
Direktur RS St Vincentius,

6 Maret 2013
dr. Husin Basir M.Sc., M.Kes.

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

SOP Seleksi obat High alert

Seleksi obat high alert adalah pemilihan obat-obat high alert yang harus tersedia
untuk praktisi pelayanan kesehatan untuk rumah sakit Santo Vincentius sesuai
dengan formularium yang ada atau kebutuhan pasien.
Obat high alert adalah obat-obat yang persentasinya tinggi dalam menyebabkan
terjadinya kesalahan/eror dan/atau kejadian sentinel, obat yang beresiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome), termasuk pula
obat-obat yang tampak mirip/ucapan mirip (nama obat,rupa dan ucapan
mirip/NORUM, atau look alike sound alike/LASA).
Tujuan Umum: Meningkatkan mutu pelayanan farmasi dan keselamatan pasien
Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang
Tujuan Khusus:
1. Adanya panduan untuk melakukan seleksi obat-obat high alert dalam rangka
melayani resep obat pasien di Rumah Sakit dan kebutuhan obat di ruang
perawatan.
2. Menentukan apakah perbekalan farmasi benar-benar diperlukan sesuai dengan
kebutuhan rumah sakit yang tercermin dari jumlah pasien/kunjungan dan pola
penyakit di rumah sakit.
1.Seleksi obat high alert dilaksanakan dengan mengacu kepada buku saku
tanggung jawab apoteker terhadap keselamatan pasien (patient safety) terbitan
DirJen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
2.Seleksi obat high alert dilaksanakan dengan mengacu kepada Pedoman
Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit terbitan DirJen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI tahun 2010.
1.
Pemilihan obat high alert di rumah sakit merujuk kepada Daftar Esensial
Obat Nasional (DOEN) sesuai dengan kelas rumah sakit, Formularium Rumah
Sakit, Daftar Plafon Harga Obat Askes Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan Daftar
Obat High alert WHO.
2. Obat-obat dalam formularium rumah sakit yang mempunyai nama obat, rupa dan
ucapan mirip dimasukkan ke dalam daftar obat NORUM.
3. Obat-obat dalam formularium rumah sakit yang dapat menyebabkan kantuk
dimasukkan ke dalam daftar obat yang menyebabkan kantuk.
4. Obat-obat dalam formularium rumah sakit yang merupakan elektrolit konsentrat
dimasukkan ke dalam daftar elektrolit konsentrat.
Farmasi
Medis