Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KALKULUS LANJUT 1

INTEGRAL LIPAT DUA ATAS DAERAH


BUKAN PERSEGI PANJANG

FAKULTAS MIPA
JURUSAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS PATIMURA
AMBON
2016

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha kuasa, maka di kesempatan
ini kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Integral lipat dua atas daerah bukan
persegi panjang
Adapun penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengertian serta contoh
mengenai integral lipat dua ats daerah bukan persegi panjang.
Dalam penulisan makalah ini, berbagai hambatan telah kami alami.Oleh karena itu,
terselesaikannya makalah ini tentu saja bukan karena kemampuan kami semata-mata, Namun
karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa pengetahuan dan pengalaman kami
masih sangat terbatas.Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang
bersifat membangun dari berbagai pihak demi penyempurnaan makalah ini.Dan kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kesalahan yang kami

buat, baik sengaja maupun tidak

sengaja.
Kami berterima kasih pula kepada semua pihak yang sudah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini dengan baik.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa.khususnya
guna mengetahui integral lipat dua atas daerah bukan persegi panjang.

Ambon, April 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

. i
. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

. 1

1.2 Tujuan Penulisan

. 2

1.3Manfaat Penulisan

. 3

BAB II PEMBAHASAN

. 4

BAB IIIPENUTUP
A. Kesimpulan

. 5

B. Saran

. 6

LAMPIRAN

. 7

DAFTAR PUSTAKA

. 8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep integral tentu untuk fungsi dengan satu peubah dapat diperluas
menjadi untuk fungsi dengan banyak peubah. Integral fungsi satu peubah selanjutnya
akan dinamakan integral lipat satu, untuk membedakannya dengan integral lipat yaitu
integral untuk fungsi dengan banyak peubah. Integral lipat satu merupakan materi
pendukung untuk pembahasan dalam materi integral lipat dua.
Padamateri integral lipatsatu, fungsi yang dipakai dibatasi, yaitu fungsi tersebut
dibatasi pada selang tutup di R1. Untuk integral lipat dua dari fungsi dengan dua
peubah pembatasannya adalah bahwa fungsi dua peubah tersebut terdefinisi pada suatu
daerah tertutup di R2. Yang dimaksud daerah tertutup disini adalah daerah beserta
dengan batas-batasnya. Apabila dikatakan daerah, maka yang dimaksud adalah daerah
tertutup. Dalam tulisan ini akan disajikan materi integral lipat dua beserta contoh
soalnya.

1.2 Tujuan Penulisan


Untuk menjelaskan Integral Lipat Dua atas daerah Bukan Persegi Panjang

1.2 Manfaat Penulisan


agar mahasiswa dapat mengetahui tentang integral lipat dua atas daerah bukan persegi
panjang

BAB II
PEMBAHASAN

Integral Lipat Dua atas Daerah Bukan Persegi Panjang


Integral lipat dua dengan daerah integrasi berupa daerah persegi panjang
dapat dipandang sebagai integral satu variable yang dilakukan dua kali. Demikian juga
halnya untuk daerah integrasi bukan persegi panjang, kita terkadang harus harus
mengubah

urutan

pengintegralannya

terlebih

dahulu

untuk

mempermudah

perhitungan.
Menghitung integral lipat dua atas daerah bukan persegi panjang.
Misalkan himpunan S tertutup dan terbatas pada bidang. Misalkan terdefinisi di S.
Himpunan S terkandung dalam persegipanjang R yang sisi-sisinya sejajar dengan sumbu x dan
y. Definisikan :

Gambar 1

Gambar 2

Fungsi f dapat diintegrasikan jika ia dapat diintegrasikan pada R dan

Daerah Integrasi:
1

Integral pada Daerah y-Sederhana


Himpunan S disebut y-sederhana apabila S dapat dituliskan sebagai
S = {(x,y) : u1(x) y u2(x), a x b },dengan u1(x) dan u2(x) kontinu. Batas
daerah integrasi S adalah batas untuk x berupa konstanta sedangkan batas
untuk y berupa fungsi dalam x. Perhatikan gambar berikut, jika x digerakkan
dari a ke b maka nilai y bergerak dari fungsi bawah u1(x) ke fungsi atas u2(x).
Dalam halini, integral f

pada S dapat
dihitung sebagai;

Integral pada Daerah xSederhana


Himpunan S disebut xsederhana apabila S dapat dituliskan sebagai S = {(x
y) : v (y) x v (y), c y d} , dengan v1(y) dan v2(y) kontinu. Batas daerah
integrasi S adalah untuk y berupa konstanta sedangkan untuk x berupa fungsi
dalam y. Perhatikan bahwa apabila nilai y digerakkan dari c ke d maka peubah
x bergerak dari kurva kiri v1(y) kekurva kanan v2(y).

Dalam hal ini, integral f pada S dapat dihitung sebagai;

Gambar 4
Integral pada Daerah yang tidak x-sederhana maupun y-sederhana
Jika himpunan S bukan sederhana x maupun sederhana y (Gambar ),
biaya S dapat dipandang sebagai suatu gabungan potongan-potongan yang
mempunyai salah satu di antara sifat ini. Sebagai contoh cincin dalam Gambar
tidak sederhana dalam arah mana pun, tetapi merupakan gabungan dua
himpunan sederhana y yaiutu S1 dan S2. Integral pada potongan-potongan ini
dapat dihitung da ditambahkan bersama untuk memperoleh integral atas S.

Gambar 5

Contoh 1
Hitung integral berulang
2

5 x

( 4 x +10 y ) dy dx
3 x

Peyelesaian :
2

5 x

( 4 x +10 y ) dy dx
3 x

[ 4 xy+ 5 y 2 ]x dx
[ ( 4 x 3+ 5 x 4 )(4 x 2+5 x 2 ) ] dx
3

( 5 x 4 + 4 x 3x 2 ) dx

x
x +x
3

55 +53

(3125+125 1253 )( 243+99)

(3250 1253 )( 243)

= 3007

3 5

)(

5
3
3 5+ 33
3
3

125
3

Contoh 2
Gunakan pengintegralan ganda untuk mencari volume tetrahedron yang dibatasi
oleh bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 6y + 4z -12 = 0
Penyelesaian :
Nyatakan daerah segitiga di bidang xy yang membentuk alas tetrahedron sebagai
S (Gambar 9). Kita mencari volume benda pejal di bawah permukaan z =

3
4 (4

x 2y) dan di atas daerah S.

Bidang yag diberikan memotong bidang xy di garis x + 2y 4 = 0, yang ruasnya


termasuk batas daerah dari S. Oleh karena persamaan ini dapatkan dituliskan
sebagai y = 2 x/2 dan x = 4 2y, maka S dapat dipikirkan sebagai
himpunan sederhana y

S=

{( x , y ) :0 x 4, 0 y 2 2x }

Atau sebagai himpunan sederhana x


S=

{ ( x , y ) :0 x 42 y , 0 y 2 }

Kita akan memperlakukan S sebagai suatu himpunan sederhana y; hasil akhir akan
sama dengan cara yang satunya.

Volume benda pejal adalah


V=

4 ( 4x2 y ) dA

Dalam menuliskan ini sebagai sebuah integral berulang, kita membuat x tetap dan
integralkan sepanjang garis (Gambar 9) mulai dari y = 0 ke y = 2
kemudian integralkan hasil tersebut dari x = 0 ke x = 4. Jadi,
4 2 x/2

V=

V=

3
4

3
( 4x2 y ) dy dx
4

2 x/2

( 4x2 y ) dy dx

V=

34 [ 4 yxy y 2 ]0

V=

3 (
168 x+ x 2 ) dx
16 0

V=

3
x
16 x4 x 2+
16
3

2 x/2

=4

3 4

dx

x
,
2

Anda ingat kembali bahwa volume tetrahedron adalah sepertiga luas kali tinggi.
Dalam kasus yang sedang ditangani, V =

1
( 4 )( 3 )=4
3

Contoh 3
Carilah volume benda pejal di oktan pertama
oleh parabolid lingkaran z =

x +y

, tabung

( x 0, y 0, z 0 )
2

x +y

yang dibatasi

= 4, dan bidang-bidang

koordinat (Gambar..)

Penyelesaian :
Daerah S di kuadran pertama dari bidang xy dibatasi oleh seperempat lingkaran
2

x +y

= 4 dan garis-garis x = 0 dan y = 0. Walaupun S dapat dipandang

sebagai suatu daerah sederhana y atau sederhana x, kita akan memperlakukan S


sebagai sederhana x dan menuliskan kurva-kurva batasnya sebagai x =
x=0, dan y=0 . Jadi,
S=

{( x , y ) :0 x 4 y 2 , 0 y 2 }

4 y 2

Sasaran kita adalah menghitung

( x2 + y 2 ) dA

V=

Menggunakan integral berulang. Kali ini, pertama kita buat y tetap dan integralkan
sepanjang suatu garis (Gambar ..) mulai dari x = 0 ke x =

4 y 2

, kemudian

integralkan hasilnya mulai dari y = 0 ke y = 2.

( x + y ) dA
2

V=

4 y2

( x 2 + y 2 ) dx dy

3 /2
1(
4 y 2 ) + y 2 4 y 2 dy
3

Dengan substitusi trigonometri y = 2 sin , integral yang terakhir dapat di tulis


ulang sebagai
/2

8
c os 3 + 8 sin 2 cos 2cos d
3
/2

16
cos 4 +16 sin 2 cos2 d
3

1sin 2 cos 2
cos 2 () d
=

/2

16

3 0

/2

16
3

/2

16
3

( cos2 + 12 sin2 ) d
0

2 1cos 4
+
( 1+cos
) d=2
2
4
0

Jawaban ini dikatakan benar jika sesuai rumus volume tabung lengkap adalah
1 2
1
r h= ( 22 ) ( 4 )
4
4

=4

dan setengah bilangan ini tentu saja suatu nilai

yang wajar untuk volume yang diminta.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Himpunan dengan batas-batas melengkung dapat menjadi sangat rumit. Untuk keperluan
kita, sudah cukup untuk meninjau apa yang disebut himpunan sederhana x dan himpunan
sederhana y (dan gabungan terhingga himpunan yang demikian). Suatu himpunan S adalah
sederhana y jika S sederhana dalam arah y, bermakna bahwa suatu garis dalam arah ini
memotong S dalam selang tunggal (atau titik atau tidak sama sekali). Jadi suatu himpunan S
adalah sederhana Y.
S=

{( x , y ) :u1 }

Himpunan S adalah sederhana x jika terdapat fungsi-fungsi 1 dan 2 pada [c,d] sedemikian
sehingga
S = {(x,y): 1 (y) x 2 (y), c y d}

3.2 SARAN
Saran dari penulis kepada pembaca agar dapat mencari referensi yang lainnya untuk
pengembangan materi ini kedepan.

DAFTAR PUSTAKA

Anton, Howard.2010.Dasar Dasar Aljabar Linier Jilid Satu.Tangerang :


Binarupa Aksara
Purcell, Edwin J dan Dale Varberg.2010.Kalkulus Jilid Satu.Tangerang : Binarupa
Aksara
Purcell, Edwin J dan Dale Varberg.2010.Kalkulus Jilid Dua.Tangerang : Binarupa
Aksara