Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

I.

Judul
Gelombang Stasioner

II.

Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara
cepat rambat gelombang dengan tegangan dawai dan kecepatan dawai dengan hukum
Melde.

III. Landasan Teori


Gelombang mekanik adalah suatu gangguan yang berjalan melalui beberapa
material atau zat (medium) untuk gelombang itu. Ketika gelombang itu berjalan melalui
medium tersebut, partikel-partikel yang membentuk medium mengalami berbagai
macam perpindahan (pergeseran). Menurut konsep fisika, cerminan gelombang
merupakan rambatan usikan, sedangkan mediumnya tetap. Jadi, gelombang merupakan
rambatan pemindahan energi tanpa diikuti pemindahan massa medium. Gelombang
membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain (dalam Halliday dan Resnick,
1987).
Semua bentuk gelombang (misal gelombang pada tali, gelombang cahaya,
gelombang bunyi), secara umum memenuhi hubungan matematis sebagai berikut:
v f .(1)

keterangan:
v = kecepatan gelombang (m/s)
= panjang gelombang (m)
f = frekuensi (Hz)
Percobaan Melde menyelidiki cepat rambat gelombang transversal pada kawat
atau dawai.

Gelombang Stasioner | 1

Ketika dua gelombang yang sama merambat pada sederetan partikel (sepanjang
dawai), akan menghasilkan gejala yang disebut gelombang stasioner. Bentuk
gelombang ini mungkin dihasilkan dari gelombang longitudinal atau gelombang
transversal.
Ketika sebuah dawai yang ringan, salah satu ujungnya dicantolkan pada sebuah
vibrator (Gambar 1) dan ujung lainnya diberi beban dan dilewatkan pada sebuah katrol,
maka gelombang merambat menuju ke katrol dan kemudian dipantulkan. Jika tegangan
dan panjang dawai diatur sedemikian rupa, maka kedua gelombang yang dihasilkan tadi
(yang berlawanan arah), dilapiskan pada setiap lintasan pada dawai memberikan
bergantian daerah tanpa getaran N dan daerah dengan getaran maksimum A. Lokasi N
dan A masing-masing disebut Nodes (simpul) dan antinodes (perut), segment di antara
dua simpul disebut satu loop. Jika salah satu berubah, misalnya tegangan dari getaran
dawai, akan menyebabkan perubahan jumlah loop itu, yang kan menghasilkan
perubahan panjang gelombang. Kita harus mengingat kemungkinan panjang gelombang
dipengaruhi oleh perubahan ukuran atau massa dawai, atau oleh perubahan panjang
dawai. Juga beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain: frekuensi dan
kecepatan gelombang yang mungkin mempunyai hubungan pada panjang gelombang.
Karena itu panjang gelombang dari gelombang yang terdiri pada kawat penggetar
mungkin merupakan fungsi dari tegangan, massa kawat, frekuensi sumber dan
kecepatan gelombang.
Bila salah satu ujung tali diikat pada suatu tumpuan yang tetap dan ujung lainnya
digetarkan secara terus-menerus, maka pada tali akan terjadi interferensi antar
gelombang datang dengan gelombang pantul, yang akhirnya menghasilkan gelombang
berdiri (standing wave). Pada titik pantul simpangannya sama dengan nol, karena
gelombang yang terpantul berbalik fase 180o, dan titik-titik simpul berikutnya terpisah
setiap , karena gelombang merambat dalam medium yang sama maka baik
gelombang datang maupun gelombang pantul atau gelombang berdiri pada tali (dawai)
merambat dengan kecepatan sebesar:
v

(2)

Keterangan:
v = cepat rambat gelombang (m/s)
Gelombang Stasioner | 2

T = gaya tegangan kawat atau dawai


= massa kawat tiap satu satuan panjang (kg/m).
Berdasarkan persamaan (1) dan (2) diperoleh harga frekuensi yang diberikan oleh
dawai sebagai berikut:

, maka f

1 T

.....(3)

Untuk nada dasar (n = 1), diperoleh hubungan L = atau = 2L

L
..(4)
n

Keterangan:
n = 1,2,3, dan seterusnya
L = panjang dawai.
Karakteristik dari gelombang berdiri adalah energi gelombang bergetar melalui
suatu titik, tetapi tidak ada perambatan energi (dalam Suardana, 2007).
IV. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum gelombang stasioner
adalah sebagai berikut:
A. Alat
1) Mechmical Wave Driver
2) Digital Function Generator/ amplifier
3) Sebuah katrol dengan klem meja
4) Beban-beban gantung
5) Neraca Ohaus (Nst = 0,01 gram, dengan batas ukur 0 310 gram)
6) Papan landasan vibrator
7) Kabel penghubung
8) Satu buah mistar (Nst 0,1 cm, dengan batas ukur 0 100 cm)
9) Satu buah gunting
B. Bahan
1) Tali

Gelombang Stasioner | 3

V.

Langkah-Langkah Praktikum
Adapun langkah-langkah praktikum dalam praktikum gelombang stasioner ini
adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan praktikum
gelombang stasioner
2. Melakukan kalibrasi alat yang akan digunaka untuk praktikum yaitu pada neraca
ohaus
3. Mengukur massa beban yang digunakan untuk praktikum dengan menggunakan
neraca ohaus, dalam praktikum ini menggunakan 5 buah beban dengan masingmasing massanya yaitu beban 1 massanya 50,67 gram, beban 2 massanya 60,67
gram, beban 3 massanya 70,67 gram, beban 4 massanya 80,67 gram dan beban 5
massanya 100,67 gram kemudian mencatat hasilnya .
4. Menyusun alat dan bahan seperti gambar dibawah ini

Gambar 2. Set Up Percobaan


Keterangan: 1 = tali, 2 = penjepit, 3 = vibrator, 4 = kantrol, dan 5 = beban
5. Menggunakan kerapatan kawat penghantar atau medium yang paling kecil dan
gantungkan beban 50,67 gram dan mencatat (massa persatuan panjang kawat) L
(panjang kawat dari ujung klem hingga ke katrol atau kawat yang membentuk
gelombang), dan m (massa) total gantungan.
6. Mengubah penggerak (pengatur) frekuensi untuk memperoleh paling sedikit 2 pola
gelombang berdiri (n = 2). Untuk setiap pola, mencatat n tingkat mode (nilai n =1
setiap ), kemudian mengukur frekuensi (f) dan panjang gelombang ().
7. Mengulangi langkah (6) dengan mengubah pengatur frekuensi untuk n = 2, n = 3, n
= 4, dan n = 5.
Gelombang Stasioner | 4

8. Mengulangi percobaan dan perhitungan-perhitungan pada langkah 5, 6, dan 7


dengan mengubah beban sebanyak 5 kali data. Untuk setiap perubahan catat massa
gantungan (m) dan tegangan (T).
9. Mencatat hasil pengamatan pada Tabel data pengamatan.
= ...........

L = ...............

g = 10 m/s2

No

Tabel 1. Data Hasil Percobaan


T=mg
m (gr)
n
(gram.m/s2)

f (Hz)

2
3
4
2

3
4

dst

VI. Teknik Analisis Data


Adapun teknik analisis data yang dilakukan untuk mencapai hasil yang
diinginkan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
Data yang diperoleh pada percobaan gelombang stasioner pada dawai dengan
variasi m digunakan untuk mencari hubungan antara cepat rambat v dan tegangan T.
Sebagai dasar analisis adalah persamaan (2) yang dalam bentuk lainnya adalah:
T v 2 avg .(5)

Dengan vavg meruapakan nilai rata-rata dari v. Persamaan (4) identik dengan persamaan
regresi linier sederhana:
Y = a + bX.(6)
Dengan konstanta a = 0

Gelombang Stasioner | 5

Dengan demikian, maka analisis data digunakan teknik analisis regresi linier
sederhana berdasarkan azas kuadrat terkecil sebagai hasil modifikasi dari persamaan (6)
yaitu:
Yi = bXi.(7)
Dengan Yi = T dan Xi = v2avg, masing-maisng menyatakan tegangan beban dan kuadrat
rerata kecepatan gelombang dari masing-maisng beban yang terukur. Berdasarkan
persamaan (5) dan (7), maka konstanta b memenuhi persamaan adalah b = yang
diperoleh dari

N X i Yi X i Yi
N X i2 X i

....(8)

N adalah banyaknya variasi T sebagai fungsi v2avg. Simpangan baku (b) ditentukan
dengan persamaan:

b S y

N X X i

2
i

..(9)

Sy adalah penduga terbaik untuk nilai b terhadap garis lurus Yi = bXi yang dapat
dihitung menggunakan persamaan berikut:
2
2
X i2 Yi 2 X i X i Yi Yi N X i Yi
1

2
Yi
(10)
S
2
2
N 2

N X i X i

2
y

Untuk mempermudah proses kerja dalam perhitungan nilai dari Sy, b, dan b digunakan
tabel bantuan sebagai berikut.

No.

Tabel 2. Analisi Data Hasil Percobaan


Y=T
X=
X2
Y2
(N)
2

XY

1
2
3

Gelombang Stasioner | 6

Analisis data variasi m secara ekstrapolasi grafik. Data variasi m nilai kerapatan
massa linier di samping dapat dianalisis secara regresi linier, dapat juga dianalisis
secara ekstrapolasi grafik sebagai hubungan T = f(vavg2).
VII. Data Hasil Percobaan
Adapun data hasil percobaan yang diperoleh pada saat melakukan praktikum
adalah sebagai berikut:
= 0,007 gram/cm

L = 121,5 cm = 1,215 m

g = 10 m/s2

No

Tabel 3. Data Hasil Percobaan


T=mg
m (gr)
n
(gram.m/s2)

50,67

60,67

70,67

80,67

100,67

506,7

606,7

706,7

806,7

1006,7

f (Hz)

26,7

42,2

54,9

29,7

45,6

57,5

33,7

48,1

63,4

36,2

49,1

68,9

37,6

56,3

75,9

VIII. Analisis Data


Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh dan teknik analisis data diatas
maka dapat dilakukan analisis data sebagai berikut:
Berikut disajikan tabel data cepat rambat gelombang (X) dan tegangan (Y) untuk
memudahkan dalam menghitung nilai b, Sy, dan b. Namun sebelum pada tabel
Gelombang Stasioner | 7

tersebut, terlebih dahulu kita mencari panjang gelombang () dan cepat rambat
gelombang rata-rata ( v ) yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
mtali = 0,85 gram = 0,85 x 10-3 kg
L

= 121,5 cm =121,5 x 10-2 m

= 10 m/s2

mtali 0,85 10 3 kg

7 x10 3 kg / m
L
121,5 10 2 m

Tabel 4. Analisis Data Hasil Percobaan


(m)
No

m (kg)

T = m g (N)

50,67 x 10-3

60,67 x 10

-3

70,67 x 10-3

80,67 x 10-3

100,67 x 10

-3

0,5067

0,6067

0,7067

0,8067

1,0067

f (Hz)

2
n

v = f
(m/s)

26,7

1,22

32,57

42,2

0,81

34,18

54,9

0,61

33,49

29,7

1,22

36,23

45,6

0,81

36,94

57,5

0,61

35,08

33,7

1,22

41,11

48,1

0,81

38,96

63,4

0,61

38,67

36,2

1,22

44,16

49,1

0,81

39,77

68,9

0,61

42,03

37,6

1,22

45,87

56,3

0,81

45,60

75,9

0,61

46,30

v (m/s)

33,41

36,08

39,58

41,88

45,92

Berdasarkan atas tabel tersebut di atas, maka akan diperoleh nilai seperti tabel
berikut ini.

Gelombang Stasioner | 8

Tabel 5. Analisis Data Hasil Percobaan


Xi = 2
Xi2
Yi2

No.

Yi = T

XiYi

0,51

1116,23

1245969,41

0,2601

569,2773

0,61

1301,77

1694605,13

0,3721

794,0797

0,71

1566,58

2454172,70

0,5041

1112,2718

0,81

1753,93

3076270,45

0,6561

1420,6833

1,01

2108,65

4446404,82

1,0201

2129,7365

3,65

7847,16

12917422,51

2,8125

6026,0486

Menentukan nilai b
=

=
=
=

5 6026 ,0486 7847 ,16

3,65

5 12917422 ,51 7847 ,16 2


30130 ,24328642 ,134
64587112 ,5561577920 ,07
1488 ,109
3009192 ,48

= 0,000494521
= 4,95 x10-4
Menentukan nilai Sy

1
2
2
=

2

2 +
2

2 =

1
12917422,51 3,65 2 2. 7847,16 6026,0486 3,65 + 5 6026,0486
2,8125
52
5(12917422,51) 7847,16 2

2 =

1
12917422,51(13,3225) 15694,32 6026,0486 3,65 + 5 36313261,73
2,8125
3
(64587112,55) (61577920,07)

Gelombang Stasioner | 9

1
172092361,39 345197782,98 + 181566308,65
2,8125
3
3009192,48
1
8460887,06
= 2,8125
3
3009192,48
1
= 2,8125 2,8116802485
3
1
= 0,0008197515
3
= 0,0002732505

2 =
2
2
2
2

= 0,0002732505
= 0,0165302904
= 0,02
Menentukan nilai simpangan baku ()
=

= 0,02

5
5(12917422,51) 7847,16

= 0,02

5
25834845,02 61577920,07

= 0,02

5
3009192,48

= 0,02 1,661 106


= 0,02(0,001288797)
= 0,257759577 104
= 0,26 104

Karena b = dan b = , maka nilai kerapatan linier pada percobaan ini adalah sebagi
berikut.
=
= 4,95 0,26 104

dengan Kesalahan Relatif (KR) hasil percobaan sebesar

Gelombang Stasioner | 10

KR

100 %

0,26 10 4
KR
100 %
4,95 10 4
KR 0,05 100 %
KR 5%
Untuk memperoleh besarnya cepat rambat dari kecepatan gelombang pada dawai,
tentunya diperoleh berdasarkan perumusan:

Untuk percobaan pertama, dengan tegangan tali 0,51 N dan massa beban 50,67 x 10-3 kg
diperoleh nilai v sebagai berikut :

Mencari nilai v

0,51
4,95 104

1030,30303

= 32,09833376
= 32,10 /

Mencari nilai ketidakpastian v ()


=

2.

2)

2.

2)

1
1 1
+

2
2
Gelombang Stasioner | 11

1
0,51
1
1
0,26 104 +
0,005
2 4,95 104 4,95 104
2 0,51 4,95 104

1
0,51
1
1
0,26 104 +
0,005
4
2
2 4,95 10 (2,22 10 )
2 2,52 104

1
0,71
1
1
4
0,26
10
+
0,005
2 10,99 106
2 1,58102

1
. 64604,19 0,26 104 + 31,65 0,005
2

= 32302,09 0,26 104 + 0,51


= 8398,54 104 + 0,15
= 0,839854 +0,15
= 0,99 /
Sehingga nilai dari cepat rambat gelombang yaitu:

v v v
v 32,10 0,99 m / s
Dengan kesalahan relatif (KR) hasil percobaan sebesar:

v
100 %
v
0,99
KR
100 %
32,10
KR 3,1%
KR

Untuk percobaan kedua, dengan tegangan tali 0,61 N dan massa beban 60,67 x 10-3 kg
diperoleh nilai v sebagai berikut :

Mencari nilai v
=

0,61
4,95 104
Gelombang Stasioner | 12

1232,323232

= 35,10446172
= 35,10 /

Mencari nilai ketidakpastian v ()


=

2.

2)

2.

2)

1
1 1
+

2
2

1
0,61
1
1
0,26 104 +
0,005
2 4,95 104 4,95 104
2 0,61 4,95 104

1
0,61
1
1
4
0,26

10
+
0,005
2 4,95 104 (2,22 102 )
2 3,02 104

1
0,78
1
1
0,26 104 +
0,005
6
2 10,99 10
2 1,74102

1
. 70973,61 0,26 104 + 28,74 0,005
2

= 35486,81 0,26 104 + 0,14


= 9226,57 104 + 0,14
= 0,922657 +0,15
= 1,07 /
Sehingga nilai dari cepat rambat gelombang yaitu:

v v v
v 35,10 1,07 m / s
Dengan kesalahan relatif (KR) hasil percobaan sebesar:
Gelombang Stasioner | 13

v
100 %
v
1,07
KR
100 %
35,10
KR 3,0%
KR

Untuk percobaan ketiga dengan tegangan tali 0,71 N dan massa beban 70,67 x 10-3 kg
diperoleh nilai v sebagai berikut :

Mencari nilai v
=

0,71
4,95 104

1434,343434

= 37,87272679
= 37,87 /

Mencari nilai ketidakpastian v ()


=

2.

2)

2.

2)

1
1 1
+

2
2

1
0,71
1
1
0,26 104 +
0,005
2 4,95 104 4,95 104
2 0,71 4,95 104

1
0,71
1
1
0,26 104 +
0,005
4
2
2 4,95 10 (2,22 10 )
2 3,51 104

1
0,84
1
1
4
0,26
10
+
0,005
2 10,99 106
2 1,87102

Gelombang Stasioner | 14

1
. 76433,12 0,26 104 + 26,74 0,005
2

= 38216,56 0,26 104 + 0,13


= 9936,31 104 + 0,14
= 0,993631 +0,14
= 1,13 /
Sehingga nilai dari cepat rambat gelombang yaitu:

v v v
v 37,87 1,13 m / s
Dengan kesalahan relatif (KR) hasil percobaan sebesar:

v
100 %
v
1,13
KR
100 %
37,87
KR 3,0%
KR

Untuk percobaan keempat dengan tegangan tali 0,81 N dan massa beban 80,67 x 10-3 kg
diperoleh nilai v sebagai berikut :

Mencari nilai v
=

0,81
4,95 104

1636,363636

= 40,45199175
= 40,45 /

Mencari nilai ketidakpastian v ()


=

Gelombang Stasioner | 15

2.

2)

2.

2)

1
1 1
+

2
2

1
0,81
1
1
0,26 104 +
0,005
2 4,95 104 4,95 104
2 0,81 4,95 104

1
0,81
1
1
0,26 104 +
0,005
4
2
2 4,95 10 (2,22 10 )
2 4,01 104

1
0,90
1
1
4
0,26
10
+
0,005
2 10,99 106
2 2,00102

1
. 81892,62 0,26 104 + 25,00 0,005
2

= 40946,31 0,26 104 + 0,13


= 10646,04 104 + 0,13
= 1,064604 +0,13
= 1,19 /
Sehingga nilai dari cepat rambat gelombang yaitu:

v v v
v 40,45 1,19 m / s
Dengan kesalahan relatif (KR) hasil percobaan sebesar:

v
100 %
v
1,19
KR
100 %
40,45
KR 2,9%
KR

Untuk percobaan kelima dengan tegangan tali 1,01 N dan massa beban 100,67 x 10-3 kg
diperoleh nilai v sebagai berikut :
Gelombang Stasioner | 16

Mencari nilai v
=

1,01
4,95 104

2040,40404

= 45,17083174
= 45,17 /

Mencari nilai ketidakpastian v ()


=

2.

2)

2.

2)

1
1 1
+

2
2

1
1,01
1
1
0,26 104 +
0,005
2 4,95 104 4,95 104
2 1,01 4,95 104

1
1,01
1
1
0,26 104 +
0,005
4
2
2 4,95 10 (2,22 10 )
2 5,00 104

1
1,00
1
1
0,26 104 +
0,005
6
2 10,99 10
2 2,23102

1
. 90991,81 0,26 104 + 22,42 0,005
2

= 45495,91 0,26 104 + 0,11


= 11828,94 104 + 0,11
= 1,182894 +0,11

Gelombang Stasioner | 17

= 1,29 /
Sehingga nilai dari cepat rambat gelombang yaitu:

v v v
v 45,17 1,29 m / s
Dengan kesalahan relatif (KR) hasil percobaan sebesar:

v
100 %
v
1,29
KR
100 %
45,17
KR 2,9%
KR

Selain itu, jika digambarkan dalam bentuk grafik hubungan antara besarnya cepat
rambat pada tali dengan tegangan akan diperoleh grafik sebagai berikut.
1,2
1

T (N)

0,8
0,6
0,4
0,2
0
32,1

35,1

37,87

40,45

45,17 V (m/s)

Gambar 3. Grafik Hubungan T V


Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa besarnya cepat rambat dipengaruhi oleh
besarnya tegangan tali. Semakin besar tegangan maka cepat rambat gelombang semakin
besar. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa tegangan tali
mempengaruhi kecepatan dari tali tersebut. Garis yang menghubungkan antara titiktitik kordinat tersebut merupakan nilai dari rapat massa tali yang diperoleh
Gelombang Stasioner | 18

IX. Hasil dan Pembahasan


9.1

Hasil
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diatas maka diperoleh hasil
sebagai berikut:
1) Beban pada percobaan pertama massa beban 50,67 x 10-3 kg dan tegangan tali
0,51 N diperoleh v 32,10 0,99 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,1% .
2) Beban pada percobaan pertama massa beban 60,67 x 10-3kg dan tegangan tali
0,61 N diperoleh v 35,10 1,07 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,0% .
3) Beban pada percobaan pertama massa beban 70,67 x 10-3 dan tegangan tali
0,71 N diperoleh v 37,87 1,13 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,0% .
4) Beban pada percobaan pertama massa beban 80,67 x 10-3 dan tegangan tali
0,81 N diperoleh v 40,45 1,19 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 2,9% .
5) Beban pada percobaan pertama massa beban 100,67 x 10-3 dan tegangan tali
1,01 N diperoleh v 45,17 1,29 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 2,9% .

9.2

Pembahasan
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat dilihat untuk kelima
percobaan yang dilakukan kesalahan relatif yang diperoleh dari masing-masing
percobaan kurang dari 10% sehingga hasil percobaan yang diperoleh dapat
diterima.
Adapun kesalahan-kesalahan yang terjadi pada saat melakukan praktikum
gelombang stasioner ini adalah sebagai berikut:
1.

Kesalahan umum adalah kesalahan yang terjadi diakibatkan oleh kekeliruan


manusia (praktikan). Pada praktikum ini kesalahan berupa kesalahan pada
saat membaca massa beban dengan menggunakan neraca ohaus dan pada
pembacaan panjang tali menggunakan penggaris.

Gelombang Stasioner | 19

2.

Kesalahan sistematis adalah kesalahan yang terjadi diakibatkan oleh


instrumen. Pada praktikum ini neraca yang digunakan sedikit bermasalah
sehingga sulit digunakan untuk mengukur massa secara tepat, selain itu
klem katrol yang digunakan pada saat praktikum bergerak-gerak sehingga
berpengaruh pada bentuk gelombang yang dihasilkan.

3.

Kesalahan acak adalah kesalahan yang tidak diketahui secara pasti


penyebabnya namun mempengaruhi hasil dari percobaan yang dilakukan.
Selain

kesalahan-kesalahan

tersebut,

selama

praktikum

praktikan

mengalami beberapa kesulitan pada saat pengambilan data. Adapun kendalakendala yang dialami praktikan adalah:
1.

Kesulitan pada saat mengukur beban karena neraca ohaus yang digunakan
agak sedikit bermasalah.

2.

Kesulitan pada saat menentukan frekuensi karena terdapat beberapa


gelombang dengan jumlah n yang sama pada frekuensi yang berbeda.

3.

Kesulitan pada saat mengukur panjang gelombang karena bentuk


gelombang yang berubah-ubah.

X.

Jawaban Pertanyaan
1. Tentukan besar cepat rambat gelombang stasioner pada dawai dan lakukan analisis
sederhana terhadap hasil yang anda peroleh!
Jawab:
Besar cepat rambat gelombang stasioner pada dawai adalah sebagai berikut:
1)

Beban pada percobaan pertama massa beban 50,67 x 10-3 kg dan tegangan tali
0,51 N diperoleh v 32,10 0,99 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,1% .

2)

Beban pada percobaan pertama massa beban 60,67 x 10-3kg dan tegangan tali
0,61 N diperoleh v 35,10 1,07 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,0% .

3)

Beban pada percobaan pertama massa beban 70,67 x 10-3 dan tegangan tali
0,71 N diperoleh v 37,87 1,13 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 3,0% .

Gelombang Stasioner | 20

4)

Beban pada percobaan pertama massa beban 80,67 x 10-3 dan tegangan tali
0,81 N diperoleh v 40,45 1,19 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 2,9% .

5)

Beban pada percobaan pertama massa beban 100,67 x 10-3 dan tegangan tali
1,01 N diperoleh v 45,17 1,29 m / s . Dengan kesalahan relatif hasil
percobaan sebesar KR 2,9% .
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat dilihat untuk kelima

percobaan yang dilakukan kesalahan relatif yang diperoleh dari masing-masing


percobaan kurang dari 10% sehingga hasil percobaan yang diperoleh dapat
diterima.
2. Sebutkan kendala-kendala yang anda temukan selama proses pengambilan data dan
tunjukkan cara mengatasinya!
Jawab:
Adapun kendala-kendala yang ditemukan selama proses pengambilan data adalah
sebagai berikut:
1.

Kesulitan pada saat mengukur beban karena neraca ohaus yang digunakan
agak sedikit bermasalah. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan
kalibrasi setiap akan mengukur beban yang berbeda, mengukur dengan teliti,
dan berulang agar data yang dihasilkan lebih akurat.

2.

Kesulitan pada saat menentukan frekuensi karena terdapat beberapa


gelombang dengan jumlah n yang sama pada frekuensi yang berbeda. Cara
mengatasinya adalah dengan menggunakan frekuensi gelombang yang
memiliki bentuk paling jelas.

3.

Kesulitan pada saat mengukur panjang gelombang karena bentuk gelombang


yang berubah-ubah. Cara mengatasinya adalah dengan lebih meningkatkan
ketelitian dalam praktikum.

3. Simpulkan hasil percobaan anda!


Jawab:
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan tegangan tali, dimana semakin
besar tegangan tali maka cepat rambat gelombang akan membesar dan apabila

Gelombang Stasioner | 21

tegangan tali diperkecil maka cepat rambat gelombang yang dihasilkan juga
semakin kecil.

XI. Kesimpulan dan Saran


11.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan tegangan tali,
dimana semakin besar tegangan tali maka cepat rambat gelombang akan
membesar dan apabila tegangan tali diperkecil maka cepat rambat gelombang
yang dihasilkan juga semakin kecil.
11.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan untuk percobaan selanjutnya yaitu:
1. Untuk praktikan agar lebih teliti lagi saat melakukan praktikum agar nantinya
data yang diambil mendapatkan nilai yang lebih akurat.
2. Untuk laboran agar mengecek kembali alat-alat yang akan digunakan saat
praktikum, sehingga nantinya alat-alat layak untuk digunakan.

Gelombang Stasioner | 22