Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada umumnya proses pemotongan logam oleh mesin (proses pemesinan),
dipergunakan mesin perkakas sebagai sarana terjadinya interaksi dalam bentuk
potong (cutting) dan gerak makan (feeding) antara pahat potong (tools) dengan
material benda kerja. Mesin perkakas yang baik mampu menghasilkan produk
benda kerja dalam berbagai macam bentuk yang berkualitas. Mesin Frais
merupakan penghasil sebagian besar produk industri logam yang mempergunakan
proses-proses pengerjaan tertentu. Karena mesin ini dipergunakan untuk membuat
produk, maka ketelitian produk yang dibuat sangat tergantung pada kondisi kerja
mesin itu.
Mesin frais yang telah dipakai dalam jangka waktu tertentu mengalami
keausan pada berbagai komponennya sehingga menyebabkan terjadinya
penyimpangan terhadap ketelitian semula. Besarnya penyimpangan itu tidak boleh
melewati batas yang diijinkan. Besarnya penyimpangan yang terjadi dapat
diketahui dari hasil pengujian ketelitian geometri. Untuk mesin perkakas yang
telah mengalami rekondisi ( rehabilitasi ) maka data pengujian geometric dapat
pula dijadikan ukuran keberhasilan usaha rehabilitasi tersebut. Untuk mengetahui
besarnya penyimpangan terhadap ketelitian semula perlu dilakukan pengujian.
Pengujian awal yang harus dilakukan yaitu pengujian geometri secara statik, yaitu
pengukuran ketelitian geometri suatu mesin yang dilakukan dalam keadaan diam
(tak bekerja) dan tak dibebani.
B. TUJUAN
1. Mengetahui komponen-komponen dan fungsi tiap komponen Mesin Frais.
2. Dapat mengoperasikan Mesin Frais sesuai dengan prosedur.
3. Dapat Menentukan dan menggunakan alat keselamatan kerja pelindung
tubuh sewaktu bekerja dengan mesin frais.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MESIN FRAIS
Mesin frais adalah salah satu jenis mesin perkakas yang paling mampu
untuk melakukan berbagai macam tugas dibandingkan dengan jenis mesin
perkakas lain nya. Permukaan yang datar maupun yang berlekuk/bergelombang,
dapat di proses mesin ini dengan ketelitian yang tinggi, termasuk pemotongan
sudut, celah, roda gigi dan ceruk juga dapat di proses dengan baik menggunakan
mesin ini. Bila alat pemotong dan arbor nya dilepas, maka dapat digantikan
dengan pahat gurdi, alat pembesar lubang (reamer) dan bor. Karena mesin ini
dilengkapi alat penyetel mikrometer (micrometer dial) untuk mengatur gerakan
dari meja nya, maka lubang dan pemotongan yang lain dapat diberi jarak secara
tepat.
Alat-alat potong yang umum digunakan pada operasi mesin ini adalah:
ketam, kempa gurdi, mesin pemotong roda gigi dan reamer, dan biasanya alat-alat
pemotong tersebut cukup tahan lama (tidak cepat aus).

B. JENIS-JENIS PEMOTONG MESIN FRAIS


Karena alasan alat pemotongnya yang tersedia begitu ber aneka ragam,
menjadikan mesin frais ini mampu melakukan begitu banyak tugas, oleh karena
itu, kehadiran mesin ini pada suatu bengkel (work shop) sangat penting.
Pemotongan biasanya dikelompokkan menurut:
- bentuk umum nya
- cara pemasangan nya
- bahan yang dipakai pada gigi nya
- metode yang digunakan untuk meng grinda gigi nya.

Secara umum ada 3 (tiga) design dari alat pemotong, yakni:


- pemotong arbor
Pemotong ini mempunyai lubang pada center nya untuk pemasangan
arbor.
- pemotong tangkai
Pemotong jenis ini mempunyai tangkai yang lurus atau tirus dan di
pasangkan pada spindel nya.
- pemotong muka
Pemotong ini dibaut atau dipegangkan pada ujung arbor pendek,
umumnya untuk memfrais rata.
Umumnya alat potong mesin frais terbuat dari:
- baja karbon tinggi
- baja kecepatan tinggi
- paduan cor bukan besi atau yang ujung nya diberi karbida desinter.
Pemotong yang terbuat dari baja karbon tinggi, biasanya tidak kuat bila
dipakai pada kecepatan potong dan hantaran yang tinggi. Oleh karena itu, untuk
pemotongan serba guna, biasanya digunakan alat potong yang terbuat dari baja
kecepatan tinggi, sebab mata potong nya dapat di pertahan kan tetap tajam untuk
waktu yang lama, mampu beroperasi dengan baik pada suhu kerja mencapai 600
C. Kecepatan potong nya pun dapat mencapai 2,5 kali kecepatan potong baja
karbon tinggi, dengan hasil memuaskan. Namun untuk operasi pemotongan berat,
dianjurkan menggunakan alat potong dari logam cor bukan besi, misal nya:
Cobalt atau pun Karbida, sebab material ini mampu bertahan pada suhu operasi
yang tinggi. Mata potong bahan ini mampu beroperasi dengan baik pada
kecepatan potong sampai dengan 5 kali kecepatan potong baja kecepatan tinggi.

C. PEMOTONG DAN JENIS PEKERJAAN


Alat pemotong mesin frais, dapat juga dikelompokkan menurut bentuk
nya atau juga terhadap jenis pekerjaan nya. Alat-alat potong tersebut, dapat dilihat
pada gambar dibawah ini:

Penjelasan:
a). Pemotong Frais Biasa
Pemotong biasa adalah sebuah pemotong berbentuk piringan yang gigi-gigi
nya hanya

terdapat di sekeliling piringan nya. Bentuk gigi nya, bisa lurus

maupun heliks, bila heliks, biasanya akan terdapat takikan pada gigi-gigi nya
untuk memutuskan serpihan-serpihan dan untuk memudahkan pengeluaran
geram/serpihan.

b). Pemotong Frais Samping


Pemotong ini mirip dengan pemotong datar, bedanya ada pada gigi-gigi yang
hanya terdapat di samping. Pemotong jenis ini, bisa berbentuk lurus, heliks
maupun zig-zag.
c). Pemotong Gergaji Pembelah Logam
Pemotong nya mirip dengan pemotong frais datar, bedanya dibuat relatif tipis
( 5 mm). Pemotong jenis ini diberi pengaman dengan cara meng gerinda sisi
nya untuk menghasilkan ruang, agar memudahkan serpihan keluar.
d). Pemotong Frais Sudut
Pemotong jenis ini dapat memotong sudut tunggal, maupun jamak. Pemotong
sudut tunggal ini, mempunyai satu permukaan kerucut, sedangkan yang
jamak, mempunyai gigi-gigi pada dua permukaan kerucut. Jenis ini biasanya
digunakan untuk memotong tanggem dan pelebar lubang (berfungsi mirip
dengan reamer).
e). Pemotong Frais Bentuk
Gigi jenis pemotong ini mempunyai bentuk khusus yang dapat digunakan
untuk memotong cekung, cembung, memotong roda gigi, memotong
pembulatan pada sudut, dsb nya.
f). Pemotong Frais Ujung
Pemotong jenis ini mempunyai poros yang integral untuk menggerakkannya
dan gigi-gigi terdapat di sekitar ujung keliling nya. Pemotong frais ujung
berdimensi besar, sering juga disebut frais cangkang (lihat gambar), bagian
pemotongnya terpisah dan di ikatkan pada arbor batang.

Pemotong ini digunakan untuk proyeksi permukaan, membuat ujung benda


kerja menjadi bujur sangkar, memotong celah, dll.
g). Pemotong Celah T
Pemotong ini mirip dengan pemotong datar kecil atau frais samping yang
memiliki poros integral untuk menggerak kan nya. Guna nya untuk membuat
celah T .
h). Pemotong Gigi Sisipan
Sering dengan meningkatnya kebutuhan akan ukuran pemotong, maka untuk
alasan ekonomis, dirasa perlu untuk menyisipkan gigi yang terbuat dari bahan
yang lebih kuat (mahal) ke dalam baja yang lebih lunak (murah), sehingga bila
rusak, cukup hanya sisipan nya saja yang diganti.
Gigi Pemotong Frais
Gambar sebuah pemotong frais dengan nomenklatur nya dapat dilihat
dibawah ini.

Untuk pemotongan dengan kecepatan tinggi untuk hampir semua jenis material
benda kerja, biasanya digunakan sudut garuk positif sebesar 10 sampai 15 derajat,
namun untuk material yang lebih lunak, misal nya Aluminium, maka diberikan
sudut garuk yang lebih besar lagi.
Bila menggunakan pemotong berujung karbida dengan kecepatan potong tinggi,
maka digunakan sudut garuk negatif, baik radial maupun aksial. Bila ingin
memotong baja, maka biasanya diberikan sudut negatif sebesar 5 s/d 10.
Pada pemotongan frais, dikenal istilah sudut ruang bebas, yakni sudut
yang terdapat antara tepi dengan garis singgung pada pemotong ujung gigi. Besarkecilnya ruang bebas, tergantung dari material benda kerja, misal nya: untuk besi
cor, memerlukan ruang bebas sebesar 4 s/d 7, sedangkan untuk bahan yang lebih
lunak, seperti: Magnesium, Aluminium dan Kuningan, maka akan lebih efisien
bila sudut ruang bbebas nya 10 s/d 12.
Dari banyak penelitian dapat dibuktikan bahwa pemotong dengan gigi-gigi yang
kasar akan lebih efisien untuk menghasilkan/membuang geram, dibandingkan
gigi-gigi yang halus, karena gigi kasar akan mengambil geram lebih tebal dan
mempunyai aksi pemotongan lebih lebar serta ruang bebas lebih besar untuk
laluan dari geram. Juga terbukti bahwa gigi-gigi halus mempunyai kecendrungan
lebih besar untuk bergetar dibandingkan dengan gigi kasar, namun demikian, bila
benda kerjanya tipis, maka tetap harus menggunakan gigi-gigi tipis.

D. PENGELOMPOKAN MESIN FRAIS


Mesin frais biasanya dibuat dalam jenis dan ukuran yang sangat
beragam, penggeraknya pun bisa melalui sistem pulley atau motor tersendiri. Cara
menghantar benda kerja nya pun, bisa dilakukan secara: manual, mekanis maupun
hidraulis. Namun pengelompokan mesin frais yang umum adalah berdasarkan
design nya, yakni:
A. Jenis tiang dan kerucut:
a. Frais tangan
b. Mesin frais datar
c. Mesin frais universal
d. Mesin frais vertikal
B. Mesin frais penyerut
C. Jenis bangku tetap:
a. Mesin frais simpleks
b. Mesin frais dupleks
c. Mesin frais tripleks
D. Mesin pusat pemesinan
E. Mesin frais jenis khusus:
a. Mesin frais meja putar
b. Mesin frais planet
c. Mesin frais profil
d. Mesin frais duplikat
e. Mesin frais pantograf

Tidak semua jenis mesin-mesin frais ini akan diterangkan, dianggap cukup
menjelaskan mesin-mesin yang bercetak tebal (bold).
1. Mesin Frais Datar

Meskipun merupakan mesin serba guna, tetapi mesin ini juga dapat digunakan
untuk produksi massal (mass product). Pemotong dipasangkan pada arbor
horizontal yang ditopangkan (support) secara kaku (solid) oleh lengan yang
berada diatas.
2. Mesin Frais Penyerut
Namanya diberikan sebagai penyerut, sebab ada kemiripan nya dengan
mesin serut biasa.

Benda kerja dibawa pada meja panjang yang geraknya hanya longitudinal,
dihantarkan ke alat pemotong yang berputar dengan kecepatan yang disesuaikan,
untuk jelasnya lihat gambar:

Gerakan hantaran meja dan pemotong berputar adalah merupakan ciri utama
mesin ini dan hal ini yang membedakan nya dengan mesin frais lain nya, termasuk
gerak lintang dan vertikal mesin ini terdapat pada spindel pemotong nya. Mesin
jenis ini dirancang untuk mem frais benda-benda yang besar yang memrlukan
pemotongan geram yang lebar dan dalam.
3.

Mesin Frais Jenis Bangku Tetap


Bangkunya terbuat dari benda cor yang kaku dan berat serta diatas nya

terdapat sebuah meja kerja yang hanya memiliki gerak longitudinal.


Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah mesin frais dari jenis penyerut:

10

Nama-nama, seperti: simpleks, dupleks dan tripleks, menunjukkan secara ber


turut-turut bahwa mesin dilengkapi dengan kepala spindel satu, dua dan tiga.
Mesin ini dilengkapi dengan pengendalian secara otomatis.
4.

Mesin Pusat Pemesinan


Pusat pemesinan biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih control

numeric (CN) yang mempunyai permesinan serba guna (multi purpose machine).
Mesin jenis ini tidak hanya mampu mem frais, tapi juga menggurdi, mengebor,
meluaskan lubang, dll. Walaupun tergantung pada mesin nya, tapi pusat
pemesinan mampu melakukan starting, stopping mesin nya, memilih dan menukar
alat potong dengan cepat (sekitar 4 detik), melakukan pembentukan keliling 2D
atau 3D dengan menggunakan interpolasi linier atau yang lain nya, mendudukkan
setiap sumbu pada pergeseran dengan cepat (10 m/menit), menstart atau
menghentikan spindel pada kecepatan dan arah putaran yang terprogram,
mengarahkan meja kerja, mengalirkan dan menghentikan coolant.
5. Mesin Frais Meja Putar
Mesin frais meja putar, seperti terlihat pada gambar berikut, merupakan
modifikasi dari mesin frais vertikal yang dimaksudkan untuk kegunaan khusus.

11

Operasi mesin ini bisa berlangsung secara kontinu, namun terdapat cukup waktu
bagi operator untuk menaikkan dan menurunkan muatan mesin selama proses
frais berlangsung. Mesin ini bekerja cukup efisien dan cepat, namun terbatas
hanya untuk penge-fraisan datar saja.

E. ALAT BANTU MESIN FRAIS


Pada mesin frais banyak sekali terdapat peralatan bantu yang digunakan
untuk membuat benda kerja. Antara lain :
a) Mesin Vertical
1)) Ragum (catok)
Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit dengan
kuat agar posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan gerakannya
ragum dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
a) Ragum biasa
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya sederhana
dan biasanya hanya digunakan untuk mengefrais bidang datar saja.

12

Gambar : Ragum biasa


b) Ragum berputar
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk
sudut terhadap spindle. Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi
pada bagaian bawahnya terdapat alas yang dapat diputar 3600 .

Gambar : Ragum putar


c) Ragum universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur
letaknya secara datar dan tegak.
2)) Kepala pembagi (dividing head)
Kepala pembagi (dividing head) adalah peralatan mesin frais yang
digunakan untuk membentuk segi-segi yang beraturan pada poros yang
panjang. Pada peralatan ini biasanya dilengkapi dengan plat pembagi yang
berfungsi untuk membantu pembagian yang tidak dapat dilakukan dengan
pembagian langsung.

13

3)) Kepala lepas


Alat ini digunakan untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan
dividing head. Sehingga waktu disayat benda kerja tidak terangkat atau
tertekan ke bawah.
4)) Rotary table.
Rotary table digunakan untuk membagi segi-segi beraturan misalnya
kepala baut. Disamping itu juga dapat digunakan untuk membagi jarakjarak lubang yang berpusat pada satu titik misalnya membagi lubang baut
pengikat pada flendes.

Gambar : Rotary table


5)) Adaptor
Bagian ini adalah tempat dudukan (pengikatan) cutter sebelum
dimasukkan ke sarung tirus pada sumbu utama.

Gambar : Adaptor

14

b) Mesin horizontal
1)) Kepala pembagi
Pada mesin frais horizontal. Kepala pembagi dapat digunakan untuk
membuat benda kerja segi-segi beraturan, roda gigi, ulir cacing.
2)) Kepala lepas
Kepala lepas digunakan untuk menyokong benda kerja yang panjang dan
diproses dengan dividing head. Hal ini dimaksudkan agar benda kerja
tidak tidak tertarik atau tertekan waktu disayat (difrais).
3)) Ragum
Ragum pada mesin frais horizontal dan vertical bentuk dan fungsinya
sama catok (ragum) yang digunakan untuk mencekam benda kerja yang
akan disayat datar.
4)) Arbor beserta cincin dan dudukan penyangga
Cutter pada mesin frais horizontal dipasang pada arbor yang posisinya
diatur dengan pemasangan cincin.

Gambar : Arbor

Parameter-parameter yang mempengaruhi pemotongan antara lain :


a) Bahan yang disayat.
Dengan mengetahui bahan yang akan disayat maka kita akan dapat
menentukan kecepatan potong. Kecepatan potong dari suatu bahan tidak dapat
dihitung secara matematis melainkan hanya dapat diketahui dengan melihat
pada tabel dari buku referensi bahan tersebut. Berikut ini adalah table
kecepatan potong beberapa material.

15

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Bahan Benda Kerja


Kuningan, Perunggu keras
Besi tuang
Baja >70
Baja 50-70
Baja 34-50
Tembaga, Perunggu lunak
Allumunium murni
plastik

Vc (m/menit)
30 45
14 21
10 14
14 21
20 30
40 70
300 500
40 - 60

b) Bahan cutter
Bahan cutter sangat berpengaruh terhadap kemampuan cutter dalam
menyayat benda kerja. Cutter mesin frais dibuat dari berbagai jenis bahan
antara lain :
1)) Unalloyed tool steel
Adalah baja perkakas bukan paduan dengan kadar karbon 0,5 1,5%
kekerasannya akan hilang jika suhu kerja mencapai 2500 C, oleh karena itu
material ini tidak cocok untuk kecepatan potong tinggi.
2)) Alloy tool steel
Adalah baja perkakas paduan yang mengandung karbon kromium,
vanadium, dan molybdenum. Baja ini terdiri dari baja paduan tinggi dan
paduan rendah. HSS (High Speed Steel) adalah baja paduan tinggi yang
tahan terhadap keausan sampai suhu 6000 C.
3)) Cemented Carbide
Susunan bahan ini terdiri dari tungsten atau molybdenum, cobalt serta
carbon. Cemented Carbide biasanya di buat dalam bentuk tip yang
pemasangannya dibaut pada holdernya (pemegang cutter). Pada suhu 900 0
C bahan ini masih mampu memotong dengan baik, cemented carbide
sangat cocok untuk proses pengefraisan dengan kecepatan tinggi. Dengan
demikian waktu pemotongan dapat dipersingkat dan putaran yang tinggi
dapat menghasilkan kualitas permukaan yang halus.
c) Mata potong pisau frais (geometri pisau).

16

Salah satu faktor yang menentukan baik buruknya kualitas hasil pengerjaan
proses frais adalah pengerindaan permukaan atau bidang-bidang utama dari
cutter frais. Untuk pekerjaan-pekerjaan khusus, cutter yang digunakan juga
harus dipersiapkan secara khusus pula. Permukaan cutter yang harus
diperhatikan pada waktu menggerinda adalah sudut tatal, sudut bebas sisi,
sudut bebas depan, sudut bebas mata potong, dan sudut bebas belakang.
d) Putaran sumbu utama.
Untuk mengetahui kecepatan putar spindle utama, maka kita harus mengetahui
kecepatan potong dari benda yang akan disayat. Untuk ngetahui kecepatan
putar spindle utama, dapat dihitung secara matematis dengan rumus :

n ?=

Vc .1000 Putaran
? .d
Menit

keterangan :
n

= Putaran sumbu utama (RPM)

Vc

= kecepatan potong (m/menit)

= Diameter Cutter (mm)

= konstanta (3,14)

F. LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN MESIN FRAIS


1) Langkah Pengoperasian Mesin Frais
Pengoperasian

mesin

frais

pada

dasarnya

sama

dengan

pengoperasian mesin perkakas lainnya. Mesin frais digunakan untuk


membuat benda-benda kerja dengan berbagai bentuk tertentu dengan jalan
penyayatan. Dari berbagai mesin perkakas yang ada, mesin fraislah yang
mampu digunakan untuk membuat berbagai macam bentuk komponen.
Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sistematis yang perlu
dipertimbangkan sebelum mengoperasikan mesin frais. Langkah-langkah
tersebut antara lain :

17

a) Mempelajari gambar kerja untuk menentukan langkah kerja yang efektif


dan efesien.
b) Menentukan karakteristik bahan yang akan dikerjakan untuk menentukan
jenis cutter dan median pendingin yang akan digunakan.
c) Menetapkan kualitas hasil penyayatan yang diinginkan.
d) Menentukan geometri cutter yang digunakan
e) Menentukan alat bantu yang dibutuhkan didalam proses.
f) menentukan roda-roda gigi pengganti apabila dikehendaki adanya
pengerjaan-pengerjaan khusus.
g) Menentukan parameter-parameter pemotongan yang berpengaruh dalam
prosese pengerjaan (kecepatan potong, kecepatan sayat, kedalaman
pemakanan, waktu pemotongan dll).
Untuk melaksanakan langkah-langkah diatas, kita terlebih dulu
harus dapat menghidupkan mesin. Setiap mesin mempunyai bagian
sendiri-sendiri yang digunakan untuk menghidupkan mesin, sebagai
contoh pada mesin frais HMT. Untuk menghidupkan kita harus
mengaktifkan saklar aliran listrik kemudian kita menekan swit on untuk
mengalirkan arus listrik, sedangkan untuk mematikan kita cukup menekan
swit off maka dengan demikian putaran mesin akan berhenti. Sedangkan
pada mesin Bridge port peletakan handle-handle untuk menghidupkan
mesin tidak sama dengan mesin HMT. Tetapi pada prinsipnya cara
menghidupkan sama dengan mesin HMT.
2) Menentukan kecepatan penyayatan dan putaran spindle
a) Kecepatan Penyayatan
Pada saat proses pengefraisan berlangsung, cutter berputar memotong
benda kerja yang diam dan menghasilkan potongan atau sayatan yang
menyerupai chip, serpihan-serpihan tersebut dapat juga berbentuk seperti
serbuk (tergantung dari bahan). Kemampuan mesin menghasilkan panjang
sayatan tiap menit disebut kecepatan potong (sayat), yang diberi symbol
Cs (Cutting Speed). Jika cutter mempunyai ukuran diameter (mm) spindle
dengan putaran (RPM), maka kecepatan pemotonganya dapat dihitung
dengan rumus :
18

Cs ?=

? .D.n M
1000 Menit

Dimana :
Cs

: Kecepatan potong (m/menit)

: Putaran spindle utama (RPM)

: Diameter cutter (mm)

1/1000 : didapat dari 1 mm = 1/1000 m

Pada prinsipnya kecepatan pemotongan suatu material tidak dapat dihitung


secara matetatis. Karena setiap material memiliki kecepatan potong sendiri-sendiri
berdasarkan karakteristiknya dan harga kecepatan potong dari tiap material ini
dapat dilihat didalam tabel yang terdapat didalam buku atau referensi. Sehingga
rumus diatas hanya digunakan untuk menghitung kecepatan putar spindle utama
mesin frais. Untuk lebih jelasnya mengenai harga kecepatan potong dari tiap
material dapat anda lihat pada table dibawah ini :

Bahan
Baja Perkakas
Baja Karbon Rendah
Baja Karbon Menengah
Besi Cor Kelabu
Kuningan
Alumunium

Cutter HSS
Halus
Kasar
75-100
70-90
60-85
40 - 45
85 - 110
70 - 110

25-45
25-40
20-40
25 - 30
45 - 70
30 - 45

Cutter Karbida
Halus
Kasar
185-230
170-215
140 - 185
110 - 140
185 - 215
140 - 215

110-140
90-120
75 - 110
60 - 75
120 - 150
60 - 90

b) Kecepatan spindle
Kecepatan spindle utama dapat dihitung apabila kecepatan penyayatan telah
diketahui. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghitung
kecepatan spindle adalah melihat harga kecepatan potong dari bahan yang akan

19

kita sayat pada table/referensinya. Kecepatan putar sumbu utama dapat dihitung
dengan rumus :

n ?=

Vc .1000
RPM
? .D
Keterangan :
N

: kecepatan putar spindle (rpm)

Vc

: kecepatan potong (m/menit)

: konstanta (3,14)

: diameter cutter (mm)

1000

: diperoleh dari 1m = 1000 mm.

3) Memahami metode pemotongan


Metode pemotongan pada kerja frais dibagi menjadi 3, antara lain :
a) Pemotongan searah jarum jam
Yaitu : pemotongan yang datangnya benda kerja seiring dengan putaran
sisi potong cutter.
Pada pemotongan ini hasilnya kurang baik karena meja (benda kerja)
cenderung tertarik oleh cutter.

Gambar : Pemotongan searah dengan jarum jam


b) Pemotongan berlawanan arah jarum jam
Yaitu : pemotongan yang datangnya benda kerja berlawanan dengan
putaran sisi potong cutter.

20

Pada pemotongan ini hasilnya dapat maksimal karena meja (benda kerja)
tidak tertarik oleh cutter.

Gambar : Pemotongan berlawanan arah jarum jam


c) Pemotongan netral.
Yaitu : pemotongan yang terjadi apabila lebar benda yang disayat lebih
kecil dari ukuran diameter cutter.
Pemotongan jenis ini hanya berlakuk untuk mesin frais vertical.
4) Memahami alat Bantu yang digunakan.
a) Dividing head.
Dividing head adalah peralatan mesin frais yang terdiri dari 2 bagian
utama yaitu : roda gigi cacing dan ulir cacing. Perbandingan antara jumlah
gigi cacing dengan ulir cacing nya disebut ratio. Ratio dividing head ada
dua jenis 1 : 40 dan 1 : 60, tetapi yang paling banyak dipakai adalah 1 : 40.
Posisi kedudukan dividing head dapat diputar 900 sehingga dividing head
juga dapat berfungsi sebagai rotary table.
Dalam pelaksanaannya untuk membuat segi-segi ke-n, jika tidak dapat
digunakan pembagian langsung, pembagiannya ini menggunakan bantuan
plat pembagi.

b) Rotary table.
Rotary table adalah suatu alat yang digunakan untuk membagi jarak suatu
bentuk benda dalam satuan derajat sampai ketelitian detik.
21

G. BAGIAN-BAGIAN MESIN FRAIS


1. Spindle utama
Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat. Untuk mencekam
alat potong.
2. Meja / table
Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda kerja.
3. Motor drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin
yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin (cooling ).
4. Tranmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang
digerakkan.
5. Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian ini
terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).
6. Column / tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin yang
lain.
7. Base / dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan /
tiang. Tempat cairan pendingin.
8. Control
Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak.

22

Gambar : Bagian-bagian mesin frais

H. BAGIAN-BAGIAN MESIN FRAIS DAN KEGUNAANNYA


Mesin frais horizontal terdiri dari komponen atau bagian, sebagai berikut:
A. Lengan, untuk memindahkan arbor.
B. Penyokong arbor.
C. Tuas, untuk menggerakkan meja secara otomatis.
D. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakkan otomatis.
E. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan mesin.
F. Engkol, untuk menggerakkan meja dalam arah memaniang.
G. Tuas pengunci meja.
H. Baut penyetel, untuk menghilangkan getaran meja.
I. Engkol, untuk menggerakkan meja dalam arah melintang.
J. Engkol, untuk menggerakkan lutut dalam arah tegak.
K. Tuas untuk mengunci meja.
L. Tabung pendukung dengan gang berulir, untuk mengatur tingginya meja.
M. Lutut, tempat untuk kedudukkan alas meja.
N. Tuas, untuk mengunci sadel.
O. Alas meja, tempat kedudukkan untuk alas meja.
P. Tuas untuk merubah kecepatan motor listrik.
23

Q. Engkol meja.
R. Tuas untuk mengatur angka kecepatan spindle dan pisau frais.
S. Tiang untuk mengatur turun-naiknya meja.
T. Spindle, untuk memutar arbor dan pisau frais.
U. Tuas untuk menjalankan mesin.

Gambar : Mesin frais

I. PENERAPAN K3
Untuk menjaga keselamatan kita pada waktu bekerja dengan mesin frais
maka kita harus benar-benar dapat memilih alat keselamatan kerja tersebut. Alat
keselamatan kerja yang kita pakai harus benar-benar mampu melindungi kita dari
semua bahaya yang terjadi walaupun itu tidak dapat berjalan 100 %. Cara memilih
alat keselamatan kerja harus sesuai dengan syarat utama yang harus dimiliki oleh
tiap-tiap alat tersebut. Antara lain :
1) Pakaian kerja

Tidak merasa panas jika dipakai.


Tidak mengganggu gerakan tubuh.

2) Sepatu kerja

Tidak licin waktu dipakai


24

Mampu melindungi kaki dari chip yang jatuh dan benda-benda yang lain.
Alas kaki tidak mudah rusak karena berinteraksi dengan minyak pelumas.

3) Kaca mata

Tidak menggu penglihatan jika dipakai.


Mempunyai lubang sirkulasi udara.

1. Kacamata
Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari chip-chip yang
berterbangan pada saat kerja di mesin frais. Oleh karena itu kaca mata yang
dipakai oleh operator harus memenuhi syarat-syarat berikut :

Mampu menutup seluruh bagian-bagian mata dari kemungkinan

terkena chip.
Tidak mengganggu penglihatan operator dan
Memiliki lubang sebagai sirkulasi udara kemata.

Gambar : Kacamata
2. Pakaian Kerja
Pakaian kerja yang dipakai operator harus mempunyai syarat-syarat
sebagai berikut :

Tidak mengganggu pergerakan tubuh operator.


Tidak terasa panas waktu dipakai.
Karena di negara kita beriklim tropis maka disarankan untuk pakaian

kerja terbuat dari bahan Cotton.

25

Gambar: Pakaian Kerja


3. Sepatu Kerja
Sepatu harus benar-benar dapat memberikan perlindungan terhadap
kaki kita. Berdasarkan standart yang telah ditentukan, sepatu kerja terbuat
dari bahan kulit, sedangkan alas terbuat dari karet yang elastis tetapi tidak
mudah rusak karena berinteraksi dengan minyak pelumas (oli). Untuk bagian
ujung sepatu masih dilapisi dengan pelat besi yang digunakan untuk
melindungi kaki jika terjatuh oleh benda-benda yang berat.

Gambar : Sepatu Kerja

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

26

Sebelum kita bekerja dengan mesin frais, maka kita harus menyiapkan
beberapa peralatan yang akan kita gunakan nantinya. Disamping itu
pemilihan alat bantu juga banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari
bahan benda kerja, cara pembuatan, ketelitian dan mesin yang akan dipakai
untuk proses. Alat bantu yang digunakan pada mesin frais vertikal dan
horizontal tidak jauh berbeda, oleh karena itu biasanya peralatan ini dapat
digunakan untuk mesin hiorizontal dan vertikal. Sedangkan untuk
menentukan parameter pemotongan tergantung pada : bahan yang disayat,
bahan alat potong, geometri cutter dan putaran spindle. Karena tiap-tiap
cutter mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Maka dari itu pada saat
menggunakan

suatu

cutter

kita

harus

benar-benar

mengetahui

karakteristiknya jika cutter tersebut tidak ingin rusak. Setelah semua alat
bantu dan cutter tersebut terkumpul maka kita harus mensetting semua
peralatan tersebut dengan benar. Jika pemasangannya sudah benar maka
dapat digunakan untuk mengerjakan benda kerja.
B. Saran
Setelah mengetahui apa itu mesin frais serta fungsi dari setiap komponen
mesin frais itu sendiri, di harapkan nantinya kita dapat menjalankan mesin
frais dengan benar sesuai dengaan prosedur yang telah di tetapkan, serta
tetap menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dan kepada teman-teman mahasiswa, di anjurkan bisa serius mengikuti
perkuliahan baik itu saat pemberian teori maupun pada saat diskusi
berlaangsung dan di kegiatan praktek nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

PriambodoBambang,dkk,1998.Teknologi Mekanik Jilid II. PP UNHAS.Makassar.

27

Daryanto.Drs,2002. Mesin Perkakas Bengkel.CV.Rineka Cipta.Malang


Elias,R. Rahmad M. 1978.Petunjuk Kerja MesinBubut, Sekrap Dan Frais Jilid 1.
Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
http://joe-proudly-present.blogspot.com/2012/01/sekilas-tentang-mesin-mesin
frais.htm
http://tarmizithayib.blogspot.com/2012/12/mesin-frais.html
http://andryanto86.wordpress.com/artikel/bagian-utama-mesin-milling

28