Anda di halaman 1dari 21

UNIKA

DARMA CENDIKA

AUDITING 2
Hyulda Omega

SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN RINCI


SALDO

1. PERBANDINGAN SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN


ATASRINCIAN SALDO DAN UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN
SALDODAN UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN SERTA
PENGUJIANSUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI
Perbedaan utama antara pengujian pengendalian, pengujian
substantive atas transaksi, dan pengujian atas rincian saldo terletak
pada apa yang ingin di ukur oleh auditor. Auditor melaksanakan
pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi :
Untuk menentukan apakah tingkat pengecualian populasi cukup
rendah.
Untuk mengurangi penilaian resiko pengendalian dan karenannya
mengurangipengujian atas rincian saldo.
Untuk perusahaan publik, guna menyimpulkan bahwa pengendalian
telahberoperasi secara efektif demi tujuan audit pengendalian
internal ataspelaporan keuangan

2. SAMPLING NONSTATISTIK
Ada 14 langkah yang diperlukan
dalam sampling audit untuk
pengujian atas rincian saldo

Merencanakan sampel
1. Menetapkan tujuan dari pengujian audit
2. Memutuskan apakah sampling audit dapat diterapkan
3. Merumuskan kesalahan penyajian
4. Merumuskan populasi
5. Merumuskan Unit Sampling
6. Menetapkan Kesalahan Penyajian Bisa Ditoleransi.
7. Menetapkan risiko yang dapat diterima atas kesalahan.
8. Menaksir Kesalahan Penyajian dalam populasi.
9. Menentukan Ukuran sampel awal.
Memilih sampel dan melakukan Prosedur audit
10. Memilih sampel
11. Melaksanakan prosedur audit
Mengevaluasi hasil
12. Generalisasi dari sampel ke populasi
13. Menganalisis Kesalahan Penyajian
14. Tindakan Apabila Populasi Ditolak

2.1 Menetapkan tujuan dari pengujian audit


Auditor mengambil sampel untuk pengujian atas
rincian saldo guna menentukan apakah saldo
akun yang sedang diaudit telah dinyatakan
secara wajar.
2.2 Memutuskan apakah Sampling Audit dapat
diterapkan
Sampling audit dapat diterapkan setiap kali
auditor berencana membuat kesimpulan
mengenai populas berdasarkan sampel.

3. Merumuskan kesalahan penyajian


Karena sampling audit untuk pengujian atas
rincian saldo mengukur salah saji moneter,
yaitu salah saji yang terjadi apabila item
sampel disalahsajikan
4. Merumuskan populasi
Dalam pengujian atas rincian saldo, populasi
definiskan sebagai item yang membentuk
populasi rupiah yang tercatat

4.1 Sampling Distratifikasi


Bagi kebanyakan populasi, auditor
memisahkan populasi ke dalam dua atau
lebih subpopulasi sebelum menerapkan
sampling audit. Hal ini disebut sebagai
sampling berstratifikasi, di mana setiap
subpopulasi disebutsebagai strata.
Stratifikasi memungkinan auditor untuk
menekankan item populasi tertentu dan
mengabaikan yang lain.

2.5 Merumuskan Unit


Sampling
Merumuskan Populasi dan Unit Sampling
Populasi terdiri dari kelompok transaksi
atau saldo rekening yg akan diuji. Unit
sampling dlm sampling PPU adalah
rupiah individual, dan populasi adalah
suatu angka rupiah yg sama dengan
total jumlah rupiah dari populasi.

6. Menetapkan Kesalahan Penyajian Bisa Ditoleransi.

Auditor menggunakan salah saji yang


dapat ditoleransi, untuk menentukan
ukuran sampel dan mengevaluasi
hasil sampling nonstatistik. Auditor
untukmemulainya dengan
pertimbangan pendahuluan mengenai
materialitas danmenggunakan total
tersebut untuk memutuskan salah saji
yang dpat ditoleransi bagi setiap akun

7. Menetapkan risiko yang dapat diterima atas


kesalahan
Resiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah /acceptable risk
ofincorrect acceptance/ ARIA. adalah jumlah risiko yang bersedia
ditanggung auditorkarena menerima suatu saldo sebagai benar padahal
salah saji yang sebenarnya dalam saldo tersebut melampaui salah saji
yang dapat ditoleransi. ARIA mengukurkeyakinan yang diinginkan auditor
atas suatu saldo akun. Untuk memperoleh keyakinan yang lebih besar
ketika mengaudit suatu saldo akun. Untuk memperoleh keyakinan yang
lebih besar ketika mengaudit suatu saldo, auditor akan menetapkan ARIA
yang lebih rendah. Perhatikan bahwa ARIA adalah istilah yang ekuivalen
dengan ARACR (acceptable risk of assessing control risk too low)
untuk pengujianpengendalian dan pengujian substantif atas transaksi.
Seperti ARACR, ARIA dapatditetapkan secara kualitatif seperti rendah,
sedang, atau tinggi.Ada hubungan terbalik antara ARIA dan ukuran sampel
yang diperlukan. Sebuah faktor penting yang mempengaruhi keputusan
auditor mengenai ARIA adalahpenilaian risiko pengendalian dalam model
risiko audit. Jika pengendalian internal sudah efektif, resiko pengendalian
dapat dikurangi sehingga memungkinkan auditoruntuk meningkatkan
ARIA. Pada gilirannya, hal ini akan mengurangi ukuran sampel yang
diperlukan untuk pengujian atas rincian saldo akun yang berkaitan.

8. Menaksir Kesalahan Penyajian dalam populasi

Biasanya auditor membuat estimasi ini


berdasarkan pengalaman sebelumnya
dengan klien dan dengan menilai risiko
inheren, yang mempertimbangkan
hasilpengujian pengendalian, pengujian
substantif atas transaksi, dan prosedur
analitis yang telah dilaksanakan. Ukuran
sampel yang direncanakan akan meningkat
apabilajumlah saji yang diharapkan dalam
populasi mendekati salah saji yang dapat
ditoleransi.

9.Menentukan Ukuran sampel awal.


jika menggunakan sampling
nonstatistik, auditor menetukan
ukuran sampel awal dengan
mempertimbangkan faktor"faktor
yang telah kita bahas sejauh ini.
Untukmembantu auditor membuat
keputusan menyangkut ukuran
sampel, auditor seringkali mengikuti
pedoman yang disebabkan oleh
kantor akunntannya atau beberapa

10. Memilih sampel


Untuk sampling non stistika, SA
mengijinkan auditor untuk
menggunakan salah satu dari
metoda pemilihan .
Auditor akan membuat keputusan
setelah mempertimbangkan
keuntungan dan kerugian setiap
metoda

11. Melaksanakan prosedur


audit
Untuk melaksanakan prosedur audit,
auditor menerapkan prosedur audit
yang tepat pada setiap item sampel
untuk menetukan apakah item
tersebut mengandung salah saji.
Dalam konfirmasi piutang usaha,
auditor mengirimkan sampel
konfirmasipositif. Jika terjadi
nonrespons, mereka akan
menggunakan prosedur alternatif

12. Generalisasi dari sampel ke


populasi
Auditor harus menggeneralisasi dari sampel ke populasi dengan ;
1. memproyeksikan salah saji dari hasil sampel ke populasi dan
2. mempertimbangkan kesalahan sampling serta resiko sampling
Karena itu, auditor harus memproyesikan dari sampel ke
populasi.
Langkah pertama adalah menghitung titik estimasi/ point
estimate. Titikestimasi dapat dihitung dengan berbagai cara,
tetapi pendekatan yang umum adalah mengasumsikan bahwa
salah saji populasi yang belum diaudit adalah proporsional
dengan salah saji sampel. Perhitungan tersebut harus dilakukan
untuk setiap strata dan kemudian dijumlahkan, bukan
menggabungkan total salah saji dalam sampel.

13. Menganalisis Kesalahan


Penyajian
Auditor harus mengevaluasi sifat dan penyebab
setiap salah saji yangditemukan dalam pengujian
atas rincian saldo. Auditor harus menganalisis salah
sajiuntuk memutuskan apakah setiap modifikasi
model resiko audit memang diperlukan.Dalam
paragraph sebelumnya, jika auditor menyimpulkan
bahwa kelalaian untukmencatat retur yang
disebabkan oleh lemahnya pengendalian internal,
auditormungkin perlu menilai kembali resiko
pengendalian. Hal tersebut pada gilirannyaakan
menyebabkan auditor mengurangi ARIA, yang akan
meningkatkan ukuran sampel yang direncanakan.

14. Tindakan Apabila Populasi


Ditolak
Jika auditor menyimpulkan bahwa salah saji dalam suatu
populasi mungkin lebih besar dari salah saji yang dapat
ditolerensi setelah mempertimbangkan kesalahan
sampling, populasi tidak dianggap dapat diterima. Pada
titik tersebut,auditor memiliki beberapa tindakan yang
dilakukan
Tidak mengambil tindakan apapun sampai pengujian audit
lainnya selesai dikerjakan
Memperluas pengujian audit pd bidang tertentu
Menaikan Ukuran sampel
Menyesuaikan saldo akun
Meminta klien untuk mengkoreksi Populasi
Menolak untuk memberi Opini WTP

SAMPLING UNIT MONETER


merupakanmetode sampling statistic yang
paling umum digunakan untuk pengujian atas
rinciansaldo karena memiliki kesederhanaan
statistic bagi sampling atribut serta
memberikanhasil statistic yang diekspresikan
dalam dolar atau mata uang lainnya yang
sesuai , juga disebut sebagai sampling unit
dolar, sampling jumlah moneter
kumulatif,dan sampling dengan probabilitas
yang proporsiaonal dengan ukuran.

SAMPLING VARIABEL
Sampling variable adalah metode
statistic yang digunakan oleh
auditor.sampling variable dan
sampling nonstatistik untuk
pengujian atas rincian saldo memiliki
tujuan yang sama, yaitu mengukur
salah saji dalam suatu saldo akun.
Jika auditor menentukan bahwa
jumlah salah saji melampaui jumlah
yang dapat ditoleransi, mereka akan

SEKIAN