Anda di halaman 1dari 15

Tugas sistem penambangan

TUGAS II
AQUEOUS MINING

Dosen:
Feby Mutia, S.T., M.Sc.

Oleh :
Rian Intan Febriani (1304108010023)
Devi Pratiwi

(1304108010036)

Dora Amalia

(1304108010040)

TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya penyusun
dapat menyelesaikan tugas makalah sistem penambangan dengan judul Metode ekstraksi dengan air
(Aqueous) di Program Studi S1 Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing mata
kuliah sistem penambangan Ibu Feby Mutia, S.T., M.Sc. Dengan demikian tugas makalah ini sangat
penting artinya bagi penyusun sebagai sarana untuk menguji dan memantapkan pengetahuan
penyusun pada metode ekstraksi dengan air (Aqueous) dalam mata kulia ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat
kekurangan, maka penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua
pihak demi kesempurnaan makalah ini diwaktu yang akan datang.
Akhir kata penyusun mengucapkan terimakasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi para pembacanya.

Banda Aceh, 27 Februari 2015

Kelompok 5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................1
1.2 Tujuan..........................................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................2
2.1 Pengertian Aqueous Mining........................................................................................................2
2.1.1 Placer Mining...................................................................................................................2
2.1.1.1Hydraulicking.......................................................................................................2
2.1.1.2 Manual Mining Method.......................................................................................7
2.1.2 Solution Mining.................................................................................................................7
2.1.2.1 Borehole Extraction.............................................................................................8
2.1.2.2 Leaching..............................................................................................................8
BAB III PENUTUP.............................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan................................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertambangan merupakan salah satu kegiatan dasar manusia yang berkembang pertama kali
bersama-sama dengan pertanian. Oleh Karena itu keberadaan pertambangan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan/peradaban manusia. Pertambangan juga merupakan suatu kegiatan yang unik dimana hai
ini disebabkan karena endapan bahan galian pada umumnya tersebar secara tidak merata di dalam kulit
bumi baik jenis, jumlah, kadar (kualitas) maupun karakteristiknya.
Kegiatan pertambangan telah dimulai sejak keberadaan manusia di dunia ini. Demikian tuanya,
sehingga pertambangan (yang dilakukan dengan maksud untuk memanfaatkan sumberdaya mineral yang
terdapat di bumi demi kesejahteraan manusia) diyakini sebagai ikhtiar kedua yang dilakukan manusia,
setelah kegiatan pertanian / agrikultur.
Sebelum memulai kegiatan pertambangan, terlebih dahulu harus dilakukan telaah untuk mendapatkan
metode penambangan yang sesuai, menguntungkan dan berwawasan lingkungan. Pemilihan metode
penambangan dilakukan berdasarkan pada metode yang dapat memberikan keuntungan optimum dan
bukan pada dangkal dalamnya letak endapan bahan galian tersebut, serta mempunyai perolehan tambang
(mining recovery) yang terbaik.
Tambang terbuka merupakan salah satu dari metode penambangan yang segala aktivitas
penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat kerjanya
berhubungan langsung dengan udara bebas.
Dalam pengelompokkan metode tambang terbuka berdasarkan pada proses penambangannya,
berhubungan dengan air atau tidak maka dibagi menjadi 2, yaitu: Metode ekstraksi secara mekanik dan
Metode ekstraksi dengan air (Aqueous).
Pada makalah ini akan diisi dengan penjelasan mengenai Metode ekstraksi dengan air (Aqueous).

1.2 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah memaparkan tentang metode ekstraksi dengan air (Aqueous) secara
lebih rinci.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Aqueous Mining
Aqueous mining adalah suatu metode yang berhubungan dengan air atau cairan untuk memperoleh
mineral dari dalam bumi, baik dengan aksi hidrolik maupun dengan serangan cairan. Ada 2 (dua) jenis
penambangan dalam metode ini yaitu placer mining dan solution mining. Placer mining terdiri dari
hyraulicking dan dredging. Sedangkan solution mining terdiri dari borehole extraction dan leaching.

KLAS
TAMBANG TERBUKA

Mekanis

Aqueous

SUBKLAS
-

Placer
Mining
Solution
Mining

METODE
Open Pit Mining
Quarry
Open Cast
Auger Mining
Hydraulicking
Dredging
Manual Method
Borehole Mining
Leaching

2.1.1 Placer Mining


Placer mining menggunakan air untuk menggali, mentransportasi dan mengkonsentrasikan mineralmineral berat. Yang dimaksud endapan placer adalah endapan bahan galian atau batuan yang telah
mengalami proses pelapukan dan transportasi kemudian terendapkan ditempat yang lebih rendah. Pada
umumnya endapan ini adalah emas, intan, timah (cassiterite), titanium (rutile), platina, tungsten (sheelite),
kromit, magnetit dan phospat.
2.1.1.1Hydraulicking
Metode hidrolik yaitu cara pengambilan material dengan menggunakan tenaga hidrolik (semprotan
air) dengan menggunakan kombinasi pompa dan hydraulic/giant (monitor). Syarat utama dari metode ini
adalah tersedianya air yang cukup. Material hasil penggalian ditampung dalam suatu sumuran.
Selanjutnya dipompa ke sebuah instalasi yang disebut jig.
Metode hidrolik ini dapat diterapkan dengan syarat-syarat tertentu yaitu:
1. Tebal overburden kurang dari 10 meter
Apabila ketebalan lapisan penutup atau Overburden lebih dari 10 meter metode ini sulit diterapkan
mengingat media yg digunakan adalah media air dan tentunya lumpur pengotornya semakin banyak.
2

2. Persediaan air cukup


Karena apabila persediaan air tidak cukup akan menggangu waktu proses penyemprotan dan alangkah
baiknya lokasi penampungan air di usahakan sedekat mungkin dengan lokasi penambangan.
3. Kemiringan bed rock yang baik antara 1 - 3
Dengan kemiringan bed rock antara 1 - 3 diharapkan Lumpur hasil penyemprotan langsung menuju
ke kolam penampung sementara dan waktu membongkar bagian bawah tidak kesulitan.
Adapun alat-alat yang digunakan untuk metode ini, yaitu :
1. Monitor / Giant
Bentuknya menyerupai meriam atau canon, monitor ini dihubungkan dengan pipa tekanan tinggi
dengan penjepit, letak badan dari monitor disangga oleh kayu atau penghalang agar kedudukan
monitor tidak goyah oleh getarannya air yang bertekanan tinggi. Tekanan air dapat diatur
kecepatannya dengan melonggarkan kran penutup dan dibantu pula oleh pengaturan besar kecilnya
mulut pipa atau Nozle.
2. Pompa
Disini pompa adalah alat untuk memindahkan air dari tempat yang rendah ketempat yang lebih tinggi.
Menurut prinsipnya pompa digolongkan :
a. Pompa Tekan ialah pompa yang kerjanya memindahkan air dengan jalan ditekan.
b. Pompa Isap ialah pompa yang kerjanya memindahkan air dengan menghisap air.
3.

Pipa atau Selang


Untuk menghubungkan air dari bak penampung ke pompa isap, pompa tekan, monitor atau giant.

4.

Sluice Box
Yaitu alat mirip seperti talang yang di buat miring dan pada dasarnya terdapat Riffle yang digunakan
untuk menghanyutkan lumpur endapan placer. Prinsip kerja sluice box yaitu dengan prinsip berat
jenis, sehingga apabila mineral mineral yang terdapat dalam lumpur yang masuk ke sluice box berat
jenisnya lebih besar dari berat jenis air maka akan tertahan pada riffle tersebut sedangkan yang lebih
ringan atau sama dengan air akan terbawa aliran air yang selanjutnya dibuang sebagai tailing.

5.

Washing Plant (Mud box)


Yaitu alat yang digunakan untuk mencuci atau menghilangkan material material pengotor yang
masih menempel pada mineral yang dikehendaki.
3

Keuntungan dari metode ini adalah :


1. Tidak memerlukan alat bongkar mekanis

2. Biaya operasional lebih sedikit dibandingkan sistem yang menggunakan alat- alat
mekanis.
3. Tidak menyebabkan banyak polusi udara.
4. Tidak perlu membuat jenjang jenjang, dll.
Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah :
1. Memerlukan banyak air
2. Kerjanya tidak bisa cepat karena mengandalkan aliran lumpur secara alamiah.
3. Apabila ada salah satu pipa yang tersumbat semua proses penambangan harus berhenti, dll.

Gambar 2.1. Hydraulicking (tambang semprot di PT. Timah, Bangka).


2.1.1.2 Dredging
Metode ini merupakan cara pengambilan material dengan menggunakan peralatan yang disebut
dredge atau kapal keruk. Metode ini adalah sistem yang diterapkan di perairan. Syarat utama dari metode
ini adalah harus tersedianya cukup air untuk mengapungkan kapal keruk. Kapal keruk ini dapat
dioperasikan di lepas pantai (offshore mining) atau laut, pantai dan sungai, juga dapat dioperasikan di
daratan yang berair. Kapal keruk digunakan pada endapan placer seperti emas, timah putih dan lain-lain.
Ada beberapa jenis kapal keruk, diantaranya :
1. Kapal Keruk Pengisap / Suction Dredges

Beroperasi dengan mengisap material melalui pipa panjang seperti vacuum cleaner. Jenis ini terdiri
dari beberapa tipe, yaitu :
a. Trailing Suction Hopper Dredger
Sebuah Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) menyeret pipa pengisap ketika bekerja, dan
mengisi material yang diisap tersebut ke satu atau beberapa penampung (hopper) di dalam kapal.
Ketika penampung sudah penuh, TSHD akan berlayar ke lokasi pembuangan dan membuang
material tersebut melalui pintu yang ada di bawah kapal atau dapat pula memompa material
tersebut ke luar kapal. TSHD terbesar di dunia adalah milik perusahaan Belgia yaitu Jan De Nul.

Gambar 2.2. Trailing Suction Hopper Dredger


b. Cutter-Section Dredger
Di sebuah cutter section dredger (CSD), tabung pengisap memiliki kepala pemotong di pintu
masuk pengisap. Pemotong dapat pula digunakan untuk material keras seperti kerikil atau batu.
Material yang dikeruk biasanya diisap oleh pompa pengisap sentrifugal dan dikeluarkan melalui
pipa atau ke tongkang. Dua SCD terbesar di dunia adalah CSD milik Dredging International CSD
DArtagnan dan Jan De Nul CSD J. F. J De Nul.

Gambar 2.3. Cutter Suction Dredger


2. Bucket Dredger
Bucket dredger adalah jenis tertua dari kapal keruk. Dilengkapi dengan bucket yang bergerak secara
simultan untuk mengangkat material dari dasar air. Bucket dredger masih dipergunakan untuk
penambangan bijih timah di provinsi Bangka Belitung yang dioperasikan oleh PT Timah Tbk.
5

Gambar 2.4. Bucket Dredger


3. Backhoe/Dipper Dredger
Backhoe/dipper dredger memiliki sebuah backhoe yang diletakkan di atas kapal keruk. Biasanya
backhoe dredger ini memiliki tiga buah spudcan, yaitu tiang yang berguna sebagai pengganti jangkar
agar kapal tidak bergerak. Dua backhoe dredger terbesar di dunia adalah milik dari Bean L. L. C yaitu
TAURACAVOR dan milik dari Great Lakes Dredger & Dock Co. yaitu New York.

Gambar 2.5. Dipper Dredger


4. Water Injection Dredger
Water injection dredger menembakkan air di dalam sebuah jet kecil bertekanan rendah ke sedimen di
dasar air agar air dapat mengikat sedimen sehingga melayang di air, selanjutnya didorong oleh arus
dan gaya berat keluar dari lokasi pengerukan.

Gambar 2.6. Water Injection Dredger

2.1.1.3 Manual Mining Method


Cara penambangan ini sangat sederhana dengan menggunakan tenaga manusia dan hampir tidak
memakai alat mekanis. Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau oleh kontraktorkontraktor kecil. Biasanya endapan yang ditambang bentuknya :

Ukuran atau jumlah cadangannya kecil


Letaknya tersebar dan terpencil
Endapannya cukup kaya

Alat yang biasa dipakai adalah:

Pahat dan palu

Linggis, belincong, cangkul, sekop

Bakul dan kerekal

Pan (dulang) dan sluice box

2.1.2 Solution Mining


Bila produksi bijih konvensional menjadi lebih sulit dan lebih mahal, maka daya tarik solution
mining sebagai metoda eksploitasi meningkat. Solution mining adalah
ekstraksi

aqueous

dimana

mineral

salah

satu

metode

biasanya diperoleh ditempat dengan dilarutkan, dicairkan,

diluluhkan atau slurrying meskipun didahului dengan beberapa persiapan atau eksploitasi di bawah
tanah, tetapi hampir semua operasi dilakukan di permukaan.

2.1.2.1 Borehole Extraction


Pada borehole mining, air diinjeksi melalui lubang bor ke dalam formasi mineral yang kemudian
dilarutkan atau dicairkan sehingga menjadi slurries mineral berharga dan dipompa ke permukaan
7

melalui lubang bor. Kadang-kadang suatu reagen ditambahkan ke air, yang membentuk leaching
kimia.
Mineral yang dapat dieksploitasi dengan borehole adalah evaporites (garam, potash, dan trona
dengan dissolusi, belerang dengan melting (frasch process), phospat, kaolin, oil sand, batubara,
gilsonite, uranium dengan slurrying (percobaan) dan uranium dan liquite dengan leaching kimia.

Gambar 2.7. Boreholes Extraction (Hartman, 1987).


2.1.2.2 Leaching
Leaching adalah ekstraksi kimia untuk logam atau mineral dari ikatan suatu cadangan bijih atau
dari material yang telah digali dan ditambang (Schlitt, 1982). Proses ini pada dasarnya adalah kimiawi
tetapi dapat juga proses bakteri (beberapa bakteri beraksi sebagai katalis untuk mempercepat reaksi
pada leaching kontrol.
Jika ekstraksi dilakukan di tempat mineral tersebut berada maka dinamakan leaching insitu, dan bila
dilakukan di tempat penimbunan disebut leaching timbunan (heap leaching). Leaching pada saat
ini adalah proses kombinasi, karena ditambahkan dengan proses ekstraksi, hal itu dilengkapi
beneficiation dalam tahap awal dari pengolahan mineral (Lastra dan Chase, 1984).
A. Leaching In-situ
Leaching in-situ adalah proses untuk memperoleh mineral dan logam secara langsung dari bawah
tanah dengan melibatkan proses pelarutan deposit ore di bawah tanah (cenderung dekat permukaan)
untuk mengambil mineral yang diinginkan. Aplikasi dari leaching insitu sejauh ini masih terbatas
pada tembaga dan uranium. Studi percobaan mengindikasikan bahwa banyak logam seperti mangan,
8

emas-perak, aluminium, dan kobalt-nikel, adalah kandidat utama untuk leaching insitu (Porter et. Al.,
1982). Leaching insitu dari lignite juga sedang diteliti (Sadler dan Huang, 1981). Keuntungan

leaching in-situ:

Tidak ada limbah padat.


Limbah cair yang konsentrasinya rendah dan tidak bernilai ekonomis dapat

kembali disuntikkan ke material yang sedang tercuci.


Harga lebih rendah daripada tambang bawah tanah
Penggunaan potensial bagi bijih yang memiliki grade rendah
Lingkungan kerja lebih aman, karena bahaya dari kecelakaan, debu dan radiasi

masih rendah
Tidak ada deposit ore terbuang
Kerugian leaching in-situ:
Sedikit Iontrol dari bawah tanah dan kesulitan dalam memastikan uranium pada proses

leaching tidak berpindah dari daerah pencucian sehingga terkontaminasi dengan air tanah.
Resiko penambangan deposit uranium yang radioaktif
Upaya merestorasi air tanah kurang memungkinkan setelah proses leaching operation dilakukan
Aplikasi terbatas untuk mineral tertentu
Gambar 2.8. Leaching In-Situ

B. Heap Leaching
Aplikasi dari h e a p leaching adalah pada emas dan perak. Heap leaching adalah metode yang
dikembangkan oleh Henin dan Lindstrom untuk mengolah bijih berkadar rendah skala besar dengan cost
production kecil sehingga kadar di bawah cut of grade masih bisa ekonomis. Heap leaching ini adalah
proses pelindihan batuan emas kadar rendah yang ditimbun, kemudian larutan berisi partikel logam
disaring dan dipisahkan dengan elektrolisa. Heap leaching dilakukan berulang-ulang dan dalam skala
besar. Di Indonesia, heap leach ini dilakukan di PT. Newmont Minahasa Raya di Sulawesi Utara.
Keuntungan heap Leaching:
Modal dan biaya rendah
Tidak memerlukan penggilingan
Dapat mengolah bijih kelas rendah
Relatif ramah lingkungan, karena larutan dapat digunakan berualang kali
Kerugian heap leaching:

Tumpukan harus memiliki pori-pori yang cukup untuk mengalirkan larutan


Untuk daerah yang curah hujan tinggi, air hujan dapat mengganggu konsentrasi larutan

Gambar 2.9. Heap Leachin

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Aqueous mining merupakan suatu metode yang berhubungan dengan air atau cairan untuk
memperoleh mineral dari dalam bumi, baik dengan aksi hidrolik maupun dengan serangan cairan. Ada 2
jenis penambangan dalam metode ini yaitu placer mining dan solution mining.
Placer mining merupakan metode yang menggunakan air untuk menggali, mentransportasi dan
mengkonsentrasikan mineral-mineral berat.
Placer mining terdiri dari :

Hydraulicking
Metode hidrolik yaitu cara pengambilan material dengan menggunakan tenaga hidrolik (semprotan
air) dengan menggunakan kombinasi pompa dan hydraulic/giant (monitor).
Dreging
Metode pengambilan material dengan menggunakan dredge atau kapal keruk. Metode ini diterapkan
di perairan, syarat utama dari metode ini adalah harus tersedianya cukup air untuk mengapungkan
kapal keruk. Jenis kapal keruk : bucket dredger, kapal keruk pengisap/suction dredges,

backhoe/dipper dredger, water injection dredger.


Manual Mining Method
Cara penambangan ini sangat sederhana yaitu hanya dengan menggunakan tenaga manusia dan
hampir tidak memakai alat mekanis. Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau oleh
kontraktor-kontraktor kecil.

Solution mining adalah

salah

satu

metode

ekstraksi

aqueous

dimana

mineral

biasanya

diperoleh ditempat dengan dilarutkan, dicairkan, diluluhkan atau slurrying meskipun didahului dengan
10

beberapa persiapan atau eksploitasi di bawah tanah, tetapi hampir semua operasi dilakukan di
permukaan.
Solution mining terdiri dari:

Borehole Extraction
Pada borehole mining, air diinjeksi melalui lubang bor ke dalam formasi mineral yang kemudian
dilarutkan atau dicairkan sehingga menjadi slurries mineral berharga dan dipompa ke permukaan

melalui lubang bor.


Leaching
Leaching adalah ekstraksi kimia untuk logam atau mineral dari ikatan suatu cadangan bijih atau dari
material yang telah digali dan ditambang (Schlitt, 1982).
Leaching In-situ
: metode untuk memperoleh mineral dan logam secara langsung dari
bawah tanah dengan melibatkan proses pelarutan deposit ore di bawah
Heap Leaching

tanah.
: metode pengolahan biji berkadar renda skala besar dengan cost
production kecil seingga kadar COG masi bias ekonomis.

11

DAFTAR PUSTAKA

Hartman, H.L., 1987, Introductory Mining Engineering, John Wiley and Sons, New York
Irwandy Arief, Tambang Terbuka, Teknik Pertambangan ITB, Bandung

12