Anda di halaman 1dari 2

Cara Vaksinasi/Imunisasi Vaksin DPT, DT, TT dan Polio

Tujuan dari vaksinasi atau imunisasi DPT adalah untuk mencegah penyakit Difteri, Pertussis
dan Tetanus, Vaksinasi DT untuk mencegah penyakit Difteri Tetanus dan Vaksinasi TT untuk
mencegah Tetanus serta Vaksinasi Polio untuk mencegah penyakit Polio. Berikut ini cara
pemberian vaksinasi tersebut.
Cara Memberikan vaksin DPT, DT, TT:

Kocok flakon sehingga endapan vaksin tercampur dengan sempuma dan dosisnya
tepat.

Buka tutup metalnya.

Ambil semprit 2 ml yang steril dengan pinset.

Pasang jarum DPT/DT/TT.

Usaplah karet penutup flakon dengan kapas alkohol (tunggu sampai kering).

Sedot 0,6 cc vaksin ke dalam spuit.

Cabut jarum dari flakon, semprit ditegakluruskan ke atas untuk melihat gelembung
udara.

Bila ada gelembung udara, ketuklah pelan-pelan supaya gelembung naik ke atas, lalu
doronglah udara tadi, dengan piston hingga gelembung udara tadi ke luar.

Cara menyuntikan vaksin intramuskular/subkutis. Tepatnya ialah di bagian tengah


pangkal paha luar atau bokong harus hati-hati banyak syaraf (untuk DPT), sedangkan
untuk TT biasanya subkutan pada pangkal lengan. Bersihkan kulit yang akan disuntik
dengan kapas lembab oleh air bersih. Letakan ibu jari dan telunjuk pada sisi yang
akan disuntik dan renggangkan kulitnya. Intramuskular, tusukan jarum tegak lurus
melalui kulit diantara jari anda sampai masuk ke dalam otot. Subkutan, tusukan jarum
membentuk sudut 45 pada tempat yang akan disuntik melalui kulit hingga di bawah
kulit. Tarik piston sedikit untuk meyakinkan bahwa jarum tidak mengenai pembuluh
darah. Dorong piston dengan ibu jari untuk memasukan vaksin, kemudian cabutlah
bila vaksin sudah masuk semua. Menyiapkan vaksin Polio:

Buka tutup metal dan tutup karet dengan menggunakan gergaji ampul yaitu angkat
tutup metal bagian tengah dari tutup metal dan bengkokan.

Ambil pipet dari kantongnya pasang pada bibir flakon tangan anda jangan menyentuh
bibir flakon. Dan sisa vaksin yang sudah terbuka harus dibuang.

Cara pemberian vaksin Polio:

Dosis: 2 tetes, 3x pemberian, interval waktu 4 minggu.

Atur posisi bayi sehingga mulut bayi terbuka, andaikan bayi tidak mau membuka
mulut, dapat diatasi dengan cara tekan dagu bayi kebawah sehingga mulutnya terbuka
kemudian teteskan vaksin polio di atas lidah bayi sebanyak 2 tetes tanpa menyentuh
bibir bayi.

Menyiapkan dan memberikan vaksin campak:

Ambil semprit 2 ml dan jarum no. 22 memakai pinset.

Bersihkan karet flakon pelarut vaksin, masukan pada flakon vaksin campak, kocok
hingga larut benar, kemudian hisap 0,6 ml vaksin kedalam semprit.

Kontrol gelembung udara dengan cara semprit ditegakluruskan.

Bila ada gelembung udara diketuk-ketuk pelan agar gelembung udara naik ke atas dan
ke luar.

Bersihkan kulit yang akan disuntik, kemudian direnggangkan dengan ibu jari dan
telunjuk.

Vaksin disuntikan sampai subkutan dengan sudut 45 dengan dosis 0,5 cc.

Setelah vaksinnya masuk semua, jarum diangkat.