Anda di halaman 1dari 82

OLEH :

DRS. PAUL MANAFE

Kupang, September 2015

PICTURE
START

DISKRIPSI MATA KULIAH


Mata Kuliah ini membahas tentang :
Rasa kebangsaan dan Cinta Tanah air;
Demokrasi yang berkeadaban;
Menjadi warga negara yang memiliki daya saing;
Berdisiplin;
Berpatisipasi aktif dalam membangun kehidupan yg damai,
berdasrkan sistem nilai Pancasila dan UUD 1945

LANDASAN, MAKSUD&TUJUAN
MATA KULIAH PKn
(KEWARGANEGARAAN)

GARUDA DI DADAKU

VISI
1)

UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional:

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk
memberdayakan semua warga negara Indonesia.
Berkembang menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

2) Pasal 1 SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No.38/DIKTI/Kep/2002:


Sumber nilai & pedoman program studi dalam mengantarkan mahasiswa
mengembangkan kepribadian.

MISI
1) UU No. 20 tahun 2003, antara lain : Meningkatkan kesiapan
masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan
pembentukan kepribadian yang bermoral.
2) Membantu mahasiswa agar dapat :
- Mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan.
- Mewujudkan kesadaran berbangsa dalam menerapkan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni yang dikuasainya
dengan rasa tanggungjawab kemanusiaan (Pasal 2)

Pengertian :
Pendidikan PKn adalah usaha dan upaya Pemerintah untuk meningkatkan
kualitas wawasan mengenai kepentingan publik dan kewarganegaraan serta
mengerti problematika kontemporer bangsa dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara di era global, sehingga para mahasiswa sebagai
calon pemimpin masa depan mampu memberikan kontribusi solusi pemecahan
masalah, bukan menjadi bagian dari problem itu sendiri.

Maksud
Terbentuknya warganegara yang memiliki wawasan, sikap dan perilaku yang
berparadigma Pancasila, nasionalisme Indonesia yang tepat, berindentitas
nasional, memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara dalam
konsep negara bangsa Indonesia.

Tujuan
Memberikan pemahaman akan sistem politik dan sistem pemerintahan
Indonesia yang konstitusional akan mampu memberikan arti penting
setiap warganegara dalam kehidupan politik dan bernegara bangsa
yang konstitusional.
Mata kuliah ini, juga diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku
yang mengerti dan menghargai Hak Asasi Manusia, dalam koridor
penunai hak dan kewajiban seseorang sebagai warganegara Indonesia
sebagai masyarakat madani (civil society) yang demokratis.
Mata Kuliah ini, juga memberikan wawasan kewilayahan negara baik
historis, yuridis maupun yurisdiksi nasional Indonesia, sekaligus
memberikan wawasan geopolitik dan geostrategi upaya pembangunan
segala bidang, serta peran Indonesia dalam ikut serta mewujudkan
perdamaian dunia atas dasar kemerdekaan.

Standar Kompetensi :
Diharapkan Mahasiswa memiliki :
Wawasan, sikap dan perilaku yang mampu
mengimplementasikan teori, konsep dan prinsipprinsip kehidupan kewarganegaraan Indonesia
berdasarkan Pancasila dan konstitusi UndangUndang Dasar 1945 yang demokratis, berjiwa
nasionalisme, cinta tanah air, cinta damai dan
berkeadaban (taat: nilai, norma, d an hukum) dan
keutuhan wilayah (yuridis yurisdiksi nasional).
Partisipatif dalam aktivitas pembangunan
masyarakat bangsa dan negara bangsa sesuai
geopolitik dan geostragi Indonesia, guna mencapai
tujuan dan cita-cita bangsa.

Gelar Budaya NTT di TMII Jakarta

To Be Continute

New Slides

FUNGSI DAN TUJUAN


PENDIDIKAN NASIONAL

Fungsi :
Mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa.

Tujuan 1 :
Pendidikan Nasional adalah Mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
terhadap Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cerdas,
kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

Lanjutan :

Tujuan 2 :
MENINGKATKAN KUALITAS MANUSIA INDONESIA
YAITU :
- MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAKWA TERHADAP TUHAN
YME.
- BERBUDI LUHUR.
- BERKEPRIBADIAN, MANDIRI, MAJU, TANGGUH,
CERDAS, KREATIF, TERAMPIL, BERDISIPLIN,
BERETOS KERJA, PROFESIONAL, BERTANGGUNG
JAWAB, PRODUKTIF, SERTA SEHAT JASMANI
DAN ROHANI

Tujuan 3 :

MENUMBUHKAN JIWA PATRIOTIK


MEMPERTEBAL RASA CINTA TANAH AIR
MENINGKATKAN SEMANGAT KEBGSAAN
MENINGKATKAN KESETIAKAWANAN SOSIAL
MENINGKATKAN KESADARAN PADA SEJARAH
MENINGKATKAN SIKAP MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWAN
BERORIENTASI KE MASA DEPAN.

Lanjutan :

Tujuan 4 :
Untuk hidup berguna & bermakna perlu memiliki :
Bekal IPTEKS berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, Keagamaan
dan Perjuangan bangsa.
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman & keyakinan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa & bernegara di Indonesia.
Menumbuhkan wawasan & kesadaran bernegara, sikap dan
perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa,
Wasantara, Tannas dalam diri individu. Kualitas warga negara
ditentukan oleh keyakinan dan sikap hidup bermasyarakat,
berbangsa & bernegara, disamping derajat penguasaan IPTEKS.

TUJUAN UMUM
PENGAJARAN PKn
Agar mahasiswa (i) mampu :
Menjelaskan JIWA PANCASILA & UUD 1945 dan mewujudkannya
dalam kehidupannya sebagai WNI
Melaksanakan HAK & KEWAJIBAN secara santun, jujur, demokratis
serta ikhlas sebagai Warga Negara terdidik dalam kehidupannya yang
bertanggungjawab
Mengerti & memahami beragam dasar kehidupan bermasyarakat,
berbangsa & bernegara
MEMUPUK SIKAP PERILAKU sesuai dengan nilai dan norma
PANCASILA sehingga mampu menanggapi perubahan yang terjadi
dalam rangka keterpaduan IPTEKS & PEMBANGUNAN

Metode Portofolio
(terpadu)

Model pembelajaran berbasis portofolio memungkinkan Mahasiswa


(i) untuk :
1. Berlatih memadukan konsep yang diberikan atau buku sebagai
referensi dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mempunyai kesempatan dan kebebasan mencari informasi di luar
kelas secara langsung melalui berbagai macam media.
3. Memiliki kemampuan dalam memutuskan sesuatu bersama temanteman sesuai dengan kemampuan yang berkaitan dengan topik yang
dipelajari.
4. Membuat alternatif untuk mengatasi masalah/objek yang dikaji.
5. Berlatih merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk
mengatasi masalah dan mencegah timbulnya masalah yang berkaitan
dengan topik yang dibahas.

PENUTUP
Hasil Pengajaran PKn:

Kompetensi mahasiswa (i) bertujuan untuk menguasai kemampuan


berpikir, bersikap rasional dan dinamis, aktif berperan dengan luas
sebagai manusia intelektual.
Materi PKn tidak cukup hanya dipelajari & diujikan dengan memberi
nilai kuantitaf, tetapi yang lebih penting adalah hasil kualitatif
(pemahaman) dalam bentuk aplikasi nilai-nilai materi pendidikan
kedalam hidup sehari-hari atau profesi masing-masing, sebagai
generasi penerus atau pemimpin bangsa masa depan.
PKn merupakan strategi dasar untuk membentuk ketahanan nasional,
dan kemampuan mengaplikasikan nilai-nilai PKn dalam pembangunan
bangsa dan negara, dapat diharapkan tercapainya keberhasilan
bangsa secara nasional.

WAWASAN NUSANTARA
U

Pokok bahasan
1. Wawasan Nusantara
1). Pengertian, tujuan dan hubungan dengan ilmu lain;
2). Geopolitik dan geostrategi;
- Wawasan Benua, Bahari, dan dirgantara.
- Posisi silang .
3). Historis yang Yuridis formal.
- Proses gagasan Wawasan.
- Hukum laut satu aspek Wawasan Nusantara
4). Unsur Wawasan Nusantara
- Wadah.
- Isi
- Tata laku
1

Geostrategi Indonesia.
1.Pengertian Geostrategi Indonesia.
2. Peranan Geostrategi Indonesia.

Next Slides

D. Indetitas Nasional.
1. Pengertian Indetitas Nasional
2. Unsur2 Indetitas Nasional
3. Fungsi Indetitas Nasional

Marosi Sumba Barat

E. Politik dan Strategi Nasional.


1). Politik dan Strategi Nasional.
2). Pengertian Polstranas;
3). Faktor2 yg mempengaruhi Polstranas;
4). Politik Nasional dan Politik Strategi;
F. Hak dan Kewajiban Warga Negara.
1). Pengertian Hak dan Kewajiban;
2). Hak warga Negara;
3). Kewajiban Warga Negara.

G. Hak Asasi Manusia dan Rule of Law.


a. HAM
1).Pengertian HAM;
2). Azas2 Dasar HAM;
3). Kebesan Dasar Manusia;
4). Kewajiban Dasar Manusia;
5). Komisi Dasar Manusia.
b. Rule of Law.
1. Pengertian Rule of Law
2. Prinsip2 Rule of Law di Indonesia
3. Strategi pelksanaan Rule of law.

Danau Kelimutu

Next
5). Hak, Kewajiban dan Tanggungjawab
6). Kode Etik Profesi Bidan

2. Ketahanan Nasional
2.1. Konsep Ketahanan Nasional
- Pengertian
- Astagrata
- Sifat-sifat Ketanas
2. 2. Hukum timbal balik antara Gatra
2

Next
3. Politik Strategi Nasional
3.1. Pengertian polstranas
3.1. Faktor2 yg mempengaruhi polstranas
3.1. Polititk nasional dan politik strategi
4. Polstra Hankam
4.1. Polstra Hankamnas
4.2. Hub. Polstra Hankamnas dg Polstranas
4.3. Faktor2 yg mempengaruhinya
4.4. Pembangunan dan penggunaan kekuatan
2

5. Sistem Hankamnas
5.1. Sejarah Perjuangan
5.2. Hakekat Perang
5.3. Perkembangan Sishankamrata
5.4. Pola penggunanaan kekuatan Hankamrata

6. Otonomi Daerah.
6.1. Ketentuan Umum otonomi daerah
6.2. Pembagian daerah
6.3. Pembentukan dan susunan Daerah
6.4. Kewenangan Daerah
6.5. Bentuk dan susnan Pemda
6.6. Keuangan Daerah
6.7. Pembinaan dan Pengawasan

7. Hak Asasi Manusia (HAM)


7.1. Pengertian HAM
7.2. Asas-asas Dasar HAm
7.3. Kebebasan Dasar Manusia
7.4. Kewajiban Dasar Manusia
7.5. Komisi Dasar Manusia

Pengertian
Istilah Wawasan Nusantara, antara lain:
Wawasan
Wawasan berarti cara pandang, cara tinjau, cara
tanggap inderawi. Wawasan dalam penggunaan dan
perkembangannya,
menunjukkan
kegiatan
untuk
mengetahui isi, juga melukiskan cara memandang, cara
meninjau, cara tanggap dan cara menyingkapi sesuatu, baik
menyangkut bentuk maupun tata lakunya. Jadi, wawasan
dapat disimpulkan sebagai cara tanggap inderawi.
5

Kebangsaan
berasal dari kata bangsa atau nation (Inggris), yang berarti
sekelompok manusia yang ingin hidup barsama atau
bersatu karena memiliki berbagai persamaan dan
kepentingan. Kebangsaan berarti pola pikir, sikap dan pola
pelaku yang berorientasi kepada kepentingan
bersama/orang banyak (kelompok/bangsa).
National
dapat diartikan sebagai bangsa yang sudah hidup dalam
bentuk negara atau bangsa yang sudah menegara, sehingga
sering disebut negara bangsa.
6

Wawasan kebangsaan dan wawasan nasional


1. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang, sikap dan
perilaku yang mengutamakan kepentingan bangsa diatas
segala kepentingan (pribadi, kelompok dan golongan.
2. Wawasan nasional adalah cara pandang, sikap dan perilaku
sebagai bangsa yang sudah menegara yang mengutamakan
kepentingan negara.

Nusantara
terdiri dari kata nusa =wilayah, kawasan,
teritoir/teritorial. Dan antara = berada di tengahtengah, diapit oleh, terletak diantara. Jadi, nusantara
dapat diartikan sebagai wilayah yang berada diantara
dua samudera (pasifik dan indonesia) dan benua (Asia
dan Australia.
Wawasan nusantara
Adalah cara pandang dari pada bangsa yang mendiami
wilayah yang berada diantara dua samudera dan dua
benua.
8

Pengertian
Wawasan Nusantara

Pengertian etimologis
wawasan nusantara adalah cara pandang, sikap, dan
perilaku bangsa yang mendiami wilayah yang berada
diantara dua samudera dan dua benua berdasarkan
nilai-nilai nasionalnya didalam menyelenggarakan
kehidupannya.

Pengertian historis
Dalam hidup bangsa Indonesia secara turun temurun,
nusantara atau tanah air Indonesia diartikan sebagai
wilayah Indonesia yang terdiri dari tanah, air, udara dan
ruang serta kekayaan alam yang terkandung
didalamnya, merupakan suatu kesatuan yang
menunggal dengan manusia Indonesia.
9

Pengertian yuridis formal


1. Rumusan Pengertian Wawasan Nusantara dalam
Ketetapan nomor IV/MPR/1973 adalah cara pandang
bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi pancasila
dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa yang
merdeka, berdaulat dan bermartabat serta menjiwai
cara hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam
mencapai tujuan perjuangan nasionalnya.
10

2. Rumusan Pengertian Wawasan Nusantara dalam


Ketetapan nomor II/MPR/1993 adalah cara
pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan lingkungannya dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan serta kesatuan wilayah
dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Indonesia yang mencakup perwujudan kepulauan
nusantara sebagai suatu kesatuan politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan.
11

Pengertian ilmiah
1.

Menurut Prof. Dr. Wan. Usman

Wawasan nusantara adalah cara pandangan bangsa Indonesia mengenai


diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan segala aspek
kehidupan yang beragam (Wan Usman, 2000; 2)

2. Menurut Kelompok Kerja Wawasan Nusantara


Lembaga Ketahanan Nasional tahun 1999.
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta
kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional (Lemhannas,
2000;76)
12

3. Wawasan pembangunan Nasional


Dalam ketetapan MPR RI Nomor : IV/MPR/1978,
II/MPR/1993, II/MPPR/1988 dinyatakan dan
ditetapkan bahwa : wawasan dalam
penyelenggaraan pembangunan nasional untuk
mencapai tujuan pembangunan nasional, adalah
wawasan nusantara, yang merupakan wawasan
nasional yang bersumber pada Pancasila dan
berdasarkan UUD 1945, TAP MPR Nomor :
II/MPR/1998.
13

Wawasan Nusantara dalam


Penyelenggaraan Pembangunan Nasional
Wawasan nusantara sebagai wawasan dalam
pembangunan nasional adalah cara pandang dan
sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya dengan mengutamakan persatuan
dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, mencakup :
14

1. Perwujudan Kepulauan Nusantara

sebagai salah satu Kesatuan Politik,


dalam arti :
Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan

kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah,


ruang hidup dan satu kesatuan matra seluruh bangsa serta
menjadi modal dan milik bersama bangsa.

15

Bahwa pancasila adalah satu-satunya falsafah


dan idiologi negara bangsa yang melandasi,
membimbing dan mengarahkan bangsa menuju
tujuan.
Bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah
nusantara merupakan satu kesatuan politik,
yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945.
16

Bahwa seluruh kepulauan nusantara merupakan


satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa
hanya ada satu sistem hukum nasional yang
mengabdi kepada kepentingan nasional.
Bahwa bangsa Indonesia yang hidup
berdampingan dengan bangsa lain ikut
menciptakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan ,perdamaian abadi dan keadilan
sosial melalui poloitik luar negeri bebas aktif serta
diabadikan pada kepentingan nasional.
17

Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan


berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan
meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap TYME
harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti
yang seluas-luasnya.

Bahwa secara psikologis, bangsa indonesia harus merasa


satu,senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air,serta
mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bansa

18

Perwujudan
kepulauan Nusantara
sebagai satu kesatuan ekonomi :
Bahwa kekayaan wilayah nusantara baik potensial
maupun efektif adalah modal dan milik bersama
bangsa Indonesia dan bahwa keperluan hidup seharihari harus tersedia merata di seluruh tanah air.
Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan
seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri
khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan
kehidupan ekonominya.
Kehidupan perekonomian diseluruh wilayah nusantara
merupakan satu kesatuan ekonomi yang
diselenggrakan sebagai usaha bersama atas asas
kekeluargaan dan ditujukan sebesar-besarnya bagi
kemakmuran rakyat.
19

3. Perwujudan kepulauan
Nusantara sebagai
kesatuan
sosial
budaya
Bahwasatu
masyarakat
Indonesia
adalah
satu,
perikehidupan bangsa harus merupakan
perikehidupan yang serasi dengan terdapatnya
tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata
dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan
yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.

Bahwa budaya Indonesia pada hakekatnya satu,


sedangkan corak ragam budaya yang ada
menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang
menjadi modal dan landasan pengembangan
budaya bangsa seluruh nya dengan tidak menolak
nilai-nilai budaya bangsa lain yang hasilnya dapat
dinikmati oleh bangsa Indonesia.
20

4. Perwujudan kepulauan Nusantara


sebagai satu
kesatuan pertahanan keamanan
Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau daerah
pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap
seluruh bangsa dan negara
Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan
kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara
dan bangsa ( lemhannas dan Dikti, 1997:16-17).

21

Wawasan Nusantara
sebagai Wawasan Kekuatan
Wawasan nasional universal termasuk wawasan
nusantara ikut mengilhami kekuatan bersenjata pada
tiap negara termasuk kekuatan bersenjata di Indonesia.
Sampai dengan tahun 1965, kekuatan bersenjata di
Indonesia yang terdiri dari ADRI, ALRI, AURI dan POLRI,
masing-masing mengembangkan Matra dan
wawasannya dengan doktrinnya sendiri demikian :
a. Angkatan Darat menganut wawasan benua, yg
dirumuskan dalam doktrin TRI UBAYA CAKTI.
22

5. b. Angkatan laut, menganut wawasan Bahari, yg dirumuskan dlm


doktrin JALES VEVA JAYA MAHE atau EKA SASANA JAYA
c.

Angkatan Udara menganut wawasan Dirgantara/wawasan Buana,


yang dirumuskan dlm doktrin SWA BUANA PANCA

d.

Angkatan Kepolisian, menganut wawasan gabungan yang


dirumuskan dalam doktrin TATA TENTRAM KERTA RAHARDJA

22

5. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan


Ketatanegaraan.
Semula
merupakan

Wawasan
Nusantara
wawasan
Nasional/Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI),

lalu ditingkatkan,
dikembangkan dan
dikukuhkan
menjadi

penghayatan hidup
masyarakat, bangsa
dan Negara
Indonesia

dirumuskan secara
eksplisit, sistematis
dan konseptual

23

maka bangsa Indonesia memiliki organisasi


kenegaraan yang merupakan wadah berbagai
kegiatan kenegaraan dalam wujud supra
struktur politik, dan wadah dalam kehidupan
bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan
dalam wujud infra struktur politik.

23

Yang terdiri dari :


1. Isi (Content) :
Sesuai tercantum dalam Pembukaan UUD 1945
(Preambule) :
Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama
bagi perwujudan/pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa.
Persatuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinekaan yang
meliputi semua aspek kehidupan Nasional.

24

2. Tata Laku (Conduct).


Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yan terdiri
dari Tata laku bathiniah dan Tata laku lahiriah :
a. Tata laku bathiniah yang mencerminkan jiwa, semangat dan
mentalitas bathiniah yang baik dari bangsa Indonesia.
b. Tata laku lahiriah, mencerminkan tindakan, perbuatan dan prilaku
bangsa Indonesia.
c. Tata laku bathiniah dan Tata laku lahiriah, mencerminkan
identitas, jati diri/kepribadian dari Bangsa Indonesia, berdasarkan
kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta
tanah air, bangsa dan negara, sehingga membutuhkan ketulusan
yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasionalisme.
24

3.Wadah
WILAYAH

Negara kesatuan Republik Indonesia Wadah


NKRI

KONSTELASI & POSISI


GEOGRAFI
NUSA ANTARA
PERJUANGAN HUKUM
MENYATUKAN WILAYAH
NASIONAL
PERUBAHAN PRINSIP
PENARIKAN GARIS

25

PETA
KEDAULATAN
RI RI
PETAWILAYAH
WILAYAH
KEDAULATAN
STATUS
STATUS1717AGUSTUS
AGUSTUS1945
1945- -1313DESEMBER
DESEMBER1957
1957
DASAR
DASARHUKUM
HUKUM: TZMKO
: TZMKO1939.
1939.NO.442
NO.442

U
U
KmKm
0 0 250250 500500

3 3MIL
MIL

PETA WILAYAH KEDAULATAN RI


STATUS 13 DESEMBER 1957 - 17 FEBRUARI 1969
DASAR HUKUM : DEKLARASI JUANDA 1957, UU NO. 4 PRP 1960

U
Km

12 MIL
DARATAN NUSANTARA
PERAIRAN NUSANTARA
LAUTAN TERITORIAL

250

500

PETA WILAYAH KEDAULATAN RI


STATUS 17 FEBRUARI 1969 - 19 DESEMBER 1999
DASAR HUKUM : UU.NO.1 TH,1973; UU NO.17 TH 1985; UU NO.6/1996.
UNCLOS 1982

U
Km
0

DARATAN NUSANTARA
PERAIRAN NUSANTARA
LAUTAN TERITORIAL
LAUT ZONA EKONOMI EKSKLUSI F
200 MIL

250

500

PETA WILAYAH

N.K.R.I

STATUS 17 FEBRUARI 1969 - SEKARANG


DASAR HUKUM : TAP MPR NO. V/1999 TANGGAL.19 OKTOBER 1999

U
Km
0

DARATAN NUSANTARA
PERAIRAN NUSANTARA
LAUTAN TERITORIAL
LAUT ZONA EKONOMI EKSKLUSI F
200 MIL

250

500

PETA ALUR LAUT KEPULAUAN


INDONESIA
U

250

500

Km

KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA


RUMUSAN-2 PENGERTIAN
UNSUR-UNSUR

PANCASILA & UUD 1945


PERSAT & KESAT BGS & KESAT WIL.
KEPENTINGAN CAPAI TUJ & CITA-2 NAS
CARA PANDANG & SIKAP BGS
KESADARAN & PEMAHAMAN THD
DIRI & LINGK YG TERUS BERUBAH

PENGERTIAN WASANTARA ( SBG PEDOM


.. Dst.

DIMENSI PEMIKIRAN
REALITA YG DITERIMA
SBG KARUNIA TUHAN YME

D. KEWILAYAHAN
D. KEHIDUPAN
BER M-B-N

SATU PERSEPSI
( CARA PANDANG )

FENOMENA SOSIAL
INTERAKSI SOSIAL ANTAR KOMP.
& PROSES AKOMODASI SGL ASPIRASI
SATU TUJUAN :

MOTIVE
&
DRIVE

CITA-CITA
NASIONAL

CITA-2
NASIONAL

HAN EKSISTENSI BGS INDONESIA

SANGAT IDEAL & SULIT DIUKUR


PERLU DIJABARKAN :
* LEBIH KONKRIT
* TKT KEBERHASILAN PENCAPAIAN
YANG TERUKUR

KONSEP-KONSEP PEMBANGUNAN

LANDASAN
VISIONAL
WAWASAN NUSANTARA

CITA-2
NASIONAL

INTERPRETASI
MERDEKA
BERSATU
BERDAULAT
ADIL
MAKMUR
KEHIDUPAN YANG BEBAS

TUJUAN
NASIONAL

MISI
NEGARA

MELINDUNGI ----- KAM


MEMAJUKAN ---- JAH
IKUT MELAKS --- PEM
LIN
SEMANGAT
KEBHINEKAAN

ASAS

KEPENTINGAN BERSAMA
KEADILAN
KESETIAAN THD IKRAR BERSAMA

ARAH
PANDANG

KE DALAM : PERSAT & KESAT


KE LUAR

* AMANKAN KEPENT.NAS
* DAYA SAING

KEDUDUKAN

FUNGSI

TUJUAN

LANDASAN VISIONAL
( DALAM PARADIGMA NASIONAL)

MOTIVE & DRIVE (bentuk/model)


RAMBU PEDOMAN

TUMBUHKEMBANGKAN RASA DAN


SIKAP NAS.
* SENASIB SEPENANGGUNGAN
* SEBANGSA SETANAH AIR
* SEMANGAT BERKORBAN.

HUBUNGAN DGN KEPENTINGAN NASIONAL


KEPENTINGAN
NASIONAL

KAM
JAH

WAWASAN
NUSANTARA

PERSAT & KESAT BG


KESAT WILAYAH

WASANTARA DLM KEHIDUPAN NASIONAL


AKTUALISASI

KEHIDUPAN
KEHIDUPAN
KEHIDUPAN
KEHIDUPAN

POLITIK
EKONOMI
SOSIAL BUDAYA
HANKAM

MEMBANGUN KERANGKA
BATIN & PIKIR

SOSIALISASI

PAHAMI & HORMATI KERAGAMAN


SBG REALITAS KEHIDUPAN.
MENERIMA KERAGAMAN :

SALING MENERIMA, MELENGKAPI &


MENGUATKAN.
KEUTUHAN YANG TERPADU.

PELAKSANAAN

MENCINTAI BANGSA & TANAH AIR.

LETAKKAN KERANGKA SIKAP BATIN & PIKIR DALAM SANUBARI


TIAP WARGA.
KESELARASAN POLA PIKIR, SIKAP, TINDAK.
PERHATIKAN :
> SUBYEK & OBYEK
> SIFAT & METODA
> LINGKUP : TANGGUNGJAWAB KELEMBAGAAN
- FORMAL
- NON FORMAL

IMPLIKASI
THD RAH FRONTIR
DI BID. POLITIK & HANKAM
= PENGUASAAN LAUT PEDALAMAN >< HLI
HAK & KEWAJIBAN INDONESIA
= PEMANFAATAN R.DIRGANTARA NASIONAL

PENUTUP

KESIMPULAN
SETIAP BGS MENEGARA PERLU WAWASAN
NAS

PERJELAS ARAH & PEDOMAN


CAPAI TUNAS
INDONESIA : WAWASAN NUSANTARA
SELALU AKTUAL SESUAI
PERKEMB.LINGK.

WAWASAN NUSANTARA

AKHIRNYA

PERLU DIPAHAMI & DITERIMA SCR SADAR SBG


KEBUTUHAN
IDENTITAS & MARTABAT SBG BANGSA YG
MERDEKA & BERDAULAT.

TINGKAT KEBERHASILAN AKTUALISASI


KONSEPSI WAWASAN NUSANTARA SANGAT
TERGANTUNG KEPADA KESADARAN
DAN KEMAUAN SELURUH RAKYAT,
UTAMANYA PARA PENYELENGGARA NEGARA

SELESAI