Anda di halaman 1dari 16

TANAMAN KRISAN (CRHYSANTEMUM)

Kelompok 4
Berliana Yunita B-00
Abbyasa Luthfi B-00
Khumaydi B-038
Citra
Ichsan Ivanicevic B-00

Tanaman Krisan (crhysantemum) merupakan tanaman yang mempunyai potensi untuk


dikembangkan dalam skala komersial terutama sebagai tanaman hias dalam pot maupun
bunga potong. Tanaman Krisan masih tergolong ke dalam famili yang sama dengan
bunga aster dan daisy, yaitu famili Asteraceae.
Klasifikasi Tanaman Krisan

Bunga Krisan yang dikenal dengan nama crhysantemum, yaitu bahasa Yunani yang
mempunyai arti Kuning megah. Tanaman Krisan memiliki klasifikasi sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Klas : Dicotiledonae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Crhysantemum
Spesies : Crhysantemum morifolium Ramat, Crhysantemum indicium, Crhysantemum
roseum, Crhysantemum maximum, Crhysantemum coccineum, dan lain-lain.

Bentuk daun krisan seperti (Chrysantemum Morifollium), khususnya pada bagian


tepinya tampak bercelah dan bergerigi. Daun tersebut tersusun secara berselangseling pada cabang atau batangnya.
Batang Tanaman Krisan tumbuh tegak, berstruktur lunak, dan berwarna hijau.
Namun demikian, jika dibiarkan tumbuh terus maka batang pun akan menjadi keras
berkayu dan warnanya menjadi hijau kecokelat-cokelatan.
Akar dari Tanaman Krisan juga dapat menyebar ke semua arah dengan ke dalaman
30 cm hingga 40 cm. Akarnya mudah mengalami kerusakan akibat pengaruh
lingkungan yang kurang baik. Seperti, pengairan yang jelek, kandungan unsur
Aluminium dan mangan dalam tanah yang tinggi dan pH tanah rendah.

Bunga Krisan memiliki banyak variasi kelopak, yaitu tunggal dan pertumpuk
dengan ukuran kecil hingga ukuran sangat besar. Bunga Krisan tumbuh tegak pada
ujung tanamandan tersusun dalam tangkai (tandan) berukuran pendek sampai
panjang. Bunga Krisan memiliki berbagai bentuk yang menarik.
Bunganya Beraneka ragam dan dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan
sebagai berikut.
Tunggal. Pada setiap tangkai hanya memiliki satu kuntum bunga. Piringan dasar
bunganya sempit dan sususnan mahkotabunganya hanya satu lapis.
Anemone. Helai bunganya berbentuk lebar, sekilas mirip dengan bunga tunggal.
Namun, piringan dasar bunganya lebih tebal dan lebih lebar.
Besar. Di setiap tangkainya hanya terdapat satu kuntum. Tetapi ukurannya besar
yaitu dapat mencapai 10 cm.
Pompon. Karakteristik bentuk bunga pompon adalah bulat mirip bola
Dekoratif. Penampilan bunga krisan ini memang sangat dekoratif.

Berkat teknik disbudding, jumlah kuntum bunga


dibuat hanya satu yang kemudian dikenal
dengan krisan standar atau krisan tunggal.
Contohnya, krisan shamrock, dark red pompon.
Regal mistdan Borholm.
Berdasarkan kuntum bunganya, krisan pun
ternyata juga memiliki karakter masing-masing.
Antara lain sebagai berikut.
Spray. Setiap tangkai memiliki sekitar 10
hingga 20 kuntum bunga. Namun, ukuran
diameternya kecil-kecil, yaitu sekitar 2 3 cm.
Standar. Setiap tangkai memiliki 1 kuntum
bunga dan biasanya berukuran besar.

Jenis dan Varietas Tanaman Krisan


Terdapat lebih dari sekitar seribua varietas krisan yang dikenal dan tersebar di
seluruh dunia. Awalnya krisan dibudidayakan di Jepang. Bahkan menjadikan krisan
sebagai simbol kekaisaran Jepang dan disebut sebagai Queen of the East. Tanaman
Krisan baru masuk ke Indonesia pada abad ke- 17 dan baru dikembangkan pada
tahun 1940 di Cianjur, Lembang, Cisarua, Brastagi dan Bandungan. Ahli peneliti
utama pada Balai Penelitian Tanaman Hias Departemen Pertanian di Segunung,
kecamatan Pacet, Cianjur telah berhasil menemukan 19 varietas baru krisan yang
telah dikembangkan para petani.

Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida yang berasal dari
Belanda, Jepang dan Amerika Serikat. Tanaman krisan yang ditanam di Indonesia
antara lain sebagai berikut.
Krisan lokal berasal dari luar negeri, tetapi telah beradaptasi dengan lingkungan
tropis Indonesia. Ciri-cirinya anatara lain sifat hidupnya di hari netral dan siklus
hidupnya antar 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Salah satu contohnya
adalah Crhysantemum maximum.
Ciri khas Krisan Introduksi antara lain sifat hidupnya berhari pendek, siklus
hidupnya relatif singkat. Dan bersifat sebagai tanaman annual. Salah satu
contohnya adalah Chrysanthemum indicum hybr.
Krisan Produk Indonesia. yaitu varietas Balitji 27.108, 27.177, 28.7 dan 30.13A.

Ada dua jenis krisan yang umum dibudidayakan oleh petani, yaitu krisan standar
dan krisan spray. Krisan standar digolonkan menjadi dua macam, yaitu :
Ciri-ciri dari krisan standar lokal antara lain:
Jumlah bunga 2 3 kuntum/ tangkai.
Diameter bunga antara 12 15 cm.
Panjang tangkai bunga antara 70 80 cm.
Mekar bunga kurang kompak.
Bunganya hanya berwarna kuning dan putih.
Tidak bebas dari serangan hama dan penyakit.
Kesegaran bunga tidak lama, yaitu hanya mencapai 5 hari.
Jenis-jenis yang merupakan jenis paling digemari Chrysanthemum maximum,
Chrysanthemum carinatum, Chrysanthemum segetum, Chrysanthemum inodorum
serta jenis-jenis krisan bercabang.

Chrysanthemum segetum. Jenis krisan ini memiliki tinggi sekitar 50 cm. Bungabunga muncul pada umu 3 bulan sesudah disemaikan. Lamanya bunga bertahan
pada pohon hingga 2 bulan. Bentuk bunganya adalah cakram dengan warna kuning
dan di tengahnya berwarna gelap. Diperbanyak melalui biji, setek batang atau
setek umbi akar.
Chrysanthemum inodorum. Jenis krisan ini mempunyai tinggi sekitar 35 cm dan
mulai bermunculan bunga pada bulan ke 3 setelah disemaikan. Lamanya berbunga
hingga 2 bulan. Jika diperbanyak melalui biji, krisan tumbuh 2 minggu setelah
disemaikan.
Chrysanthemum carinatum. Bunga Chrysanthemum carinatum berbentuk
cakram yang memiliki tiga warna melinkar dengan pusatnya berwarna gelap.
Warna bunganya beragam. Perbanyakan melalui biji.
Chrysanthemum maximum. Tinggi tanaman krisan ini mencapai 1 meter.
Bunganya bertangkai panjang dan tegas bentuk cakram berwarna putih. Tanaman
ini digunakan sebagai penghias kebun atau taman, penghias pinggiran pagar
tembok maupun sebagi bunga potong.

Jenis-Jenis Krisan Bercabang


Krisan yang mempunyai banyak cabang dan ranting. Akibatnya, akan terbentuk
rangkaian bunga yang membulat. Bunganya beraneka ragam dan berbentuk
cakram atau bersusun. Contohnya Crhysanthemum koreanum.
Beraneka ragam tanaman krisan yang lain, antara lain Chrysanthemum bloemen.
Chrysanthemum achilleifolium, Chrysanthemum coronarium, Chrysanthemum
nankinensis, Chrysanthemum leucoanthemum, Chrysanthemumpaludosum,
Chrysanthemum pacifium Nakai, Chrysanthemum japonense Nakai var. asizuriense
Kitam, Chrysanthemum oxeye daisy dan Chrysanthemum siwogiku Kitam.

Syarat Tumbuh Tanaman Krisan


Iklim
Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air
hujan. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi,
penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.
Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari
lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam
antara jam 22.3001.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m 2 dan lampu dipasang
setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase
vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.
Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C.
Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C.
Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit,
setek diperlukan 90-95%. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80%, diimbangi dengan
sirkulasi udara yang memadai.
Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara
600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah
plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

Media Tanam
Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir, subur,
gembur dan drainasenya baik, tidak mengandung hama dan penyakit.
Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5,5 - 6,7.
Ketinggian Tempat
ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 7001200 m di
atas permukaan laut

Cara Memperbanyak Tanaman Krisan


Pembibitan
Persyaratan Bibit : Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh
tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.
1. Penyiapan Bibit: Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu
dengan anakan, setek pucuk dan kultur jaringan.
Bibit asal anakan
Bibit asal stek pucuk
Penyiapan bibit dengan kultur jaringan
Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu:
Stok tanaman induk : Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak
mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal
budidaya.
Perbanyakan vegetatif tanaman induk.

Teknik Penyemaian Bibit


Penyemaian di bak. bak-bak berukuran lebar 80 cm, kedalaman 25 cm. Bak
dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Medium semai berupa pasir steril hingga
cukup penuh. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2
cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Setelah tanam pasang sungkup
plastik yang transparan di seluruh permukaan.
Penyemaian kultur jaringan : Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian
beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.

Pemeliharaan
penyiraman 2-3 kali sehari, pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif,
penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Buka
sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari, terutama pada beberapa hari
sebelum pindah ke lapangan.
Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik, setelah bibir
berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.
Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah
semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai
dan setinggi 7,5-10 cm.

Kegunaan/Fungsi TanamanKrisan
Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai tanaman hias. Manfaat lain
dari tanaman ini adalah sebagai obat tradisional dan penghasil racun serangga.