Anda di halaman 1dari 23

PROJECT CHARTER

Nama
Deskripsi

Sponsor
Project Leader
Sumber Daya Tim

I. IDENTITAS PROYEK
Rekayasa Lalu Lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis
Penyusunan desain rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata
Parangtritis perlu dilakukan oleh seksi pengendalian dan operasional
lalu lintas dalam rangka melaksanakan salah satu tupoksinya yaitu
Membuat Rencana Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Kabupaten
dan Jalur Wisata Parangtritis. Permasalah lalu lintas yang timbul
saat ini diantaranya : kurang adanya dukungan dari masyarakat dalam
pengaturan lalu lintas, dan masih rendahnya kesadaran masyarakat
dalam etika berlalu lintas merupakan salah satu penyebab terjadinya
kecelakaan dan kemacetan lalu lintas pada titik - titik ruas jalan
tertentu. Penerapan pengaturan lalu lintas tanpa adanya desain
rekayasa lalu lintas yang telah disosialisasikan dan dibahas di forum
sering menimbulkan pertentangan pada sebagian kecil masyarakat.
Dengan adanya desain rekayasa lalu lintas yang matang, dalam tahap
sosialisasinya nanti diharapkan bias diterima oleh semua lapisan
masyarakat. Desain rekayasa lalu lintas tadi dalam implementasinya
terus ditindak lanjuti dengan pemasangan perlengkapan jalan dan
ditetapkan dengan Keputusan Bupati sebagai payung hukumnya yang
diharapkan dapat menciptakan ketertiban, kelancaran, kenyamanan,
dan keamanan berlalu lintas.
Cahya Widada, S.Sos., MH. : Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas
Perhubungan Kabupaten Bantul
Agus Jaka Sunarya, SE. : Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional
Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul
Internal
1. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan
Kabupaten Bantul selaku pengarah proyek
perubahan : Memberikan masukan dan komitmen
pelaksanaan kegiatan.
2. Staf Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu
Lintas sebagai Anggota Tim : Membantu project
leader di bidang administrasi dan pelaksanaan
kegiatan.
Eksternal

Forum lalu lintas dan angkutan jalan Kabupaten


Bantul: Sebagai wahana koordinasi antar instansi
penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan, untuk
merencanakan, membahas permasalahan lalu lintas dan
angkutan jalan yang kompleks dan memerlukan
keterpaduan dalam penyelesaiannya.

II. LATAR BELAKANG (BURNING PLATTFORM)


A. Visi Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul
Adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai
SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun
yang akan datang. Sejalan dengan visi Bupati Bantul, visi Dinas Perhubungan
Kabupaten Bantul adalah : Menjadi dinas yang unggul dalam menciptakan lalu lintas
yang tertib, lancar, aman, dan nyaman.
B. Misi Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul
Misi adalah suatu pernyataan komprehensif tentang tugas pokok dan fungsi organisasi,
serta sasaran yang hendak dicapai dalam rangka pencapaian tujuan. Dengan demikian
misi sangat diperlukan dalam organisasi untuk mengarahkan program, perencanaan,
dan pelaksanaan kegiatan, agar setiap kegiatan/ produk organisasi selalu mengarah
pada pencapaian visi. Adapun misi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul :
1. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, baik aparatur maupun
masyarakat.
2. Meningkatkan sarana prasarana penunjang ketertiban, kelancaran keamanan dan
kenyamanan lalu lintas.
3. Meningkatkan peran bidang perhubungan dalam mendukung pembangunan/
pengembangan wilayah, pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya.
4. Meningkatan peran dalam penggalian sumber pendapatan asli daerah dan sektor
perhubungan.
C. Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul
Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul sesuai dengan Peraturan
Bupati Bantul Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati
Bantul Nomor 62 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas pada Unsur Organisasi Terendah
Dinas Perhubungan adalah sebagai berikut :

D. Uraian Tugas Seksi Pengendalian Dan Operasional


Sesuai Peraturan Bupati Bantul Nomor 19A Tahun 2011 tentang Rincian Tugas,
Fungsi Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, maka uraian tugas
Seksi Pengendalian dan Operasional adalah sebagai berikut :
1. Menyusun rencana kegiatan;
2. Menyiapkan bahan kerja;
3. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan
perundang-undangan, dan kebijakan teknis yang berkaitan dengan
pengendalian dan operasi lalu lintas;

4. Melaksanakan

pengawasan

dan

pengendalian

operasional

terhadap

penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas;


5. Melaksanakan penyidikan berdasar peraturan perundang-undangan di bidang
lalu lintas dan angkutan jalan;
6. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
mengemudi;
7. Melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian fungsi jalan, kapasitas
jalan, kelas jalan dan peruntukkannya;
8. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan parkir;
9. Melaksanakan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya;
10. Melaksanakan bimbingan teknis, pengawasan dan pengendalian pada
kegiatan yang berhubungan dengan pengendalian dan operasi lalu lintas;
11. Memberikan saran atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau
tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya;
12. Menginventarisasi, mengidentifikasi, dan menyiapkan bahan pemecahan
masalah sesuai bidang tugasnya;
13. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;
14. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.
E. Kondisi Saat Ini
Dalam melaksanakan uraian tugas Seksi Pengendalian dan Operasional, sampai
dengan saat ini keadaan yang masih membutuhkan perhatian dan perlu dilakukan
pembenahan/perubahan adalah sebagai berikut :
1. Membuat rencana rekayasa lalu lintas di Jalan Kota Bantul
Dengan semakin meningkatnya pengguna jalan di Kota Bantul , maka akan
berbanding lurus dengan kompleksitas permasalahan lalu lintas yang
ditimbulkannya. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan lalu
lintas yaitu dengan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas
yang langsung diterapkan/diimplementasikan di lapangan tanpa adanya
desain/perencanaan yang matang, tanpa adanya pemberian informasi kepada

masyarakat dan melewati pembahasan dalam forum lalu lintas dan angkutan
jalan , dalam pelaksanaan kebijakan yang akan ditetapkan sering mendapat
penolakan dan tidak mendapat dukungan dari masyarakat.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam etika berlalu lintas merupakan
salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu lintas pada
titik- titik ruas jalan tertentu.
2. Membuat rencana rekayasa lalu lintas di jalur Wisata Parangtritis
Belum tersedianya panduan atau petunjuk terkait ruas jalan alternative,ruas jalan
yang berpotensi bencana alam, serta penentuan titik-titik daerah / jalan rawan
kecelakaan lalu lintas pada titik-titik ruas jalan tertentu , akan berdampak pada
permasalahan lalu lintas. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap
meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas , kemacetan lalu lintas, pada titiktitik ruas jalan tertentu.
F. Kondisi yang Diharapkan
1. Adanya rekayasa lalu lintas pada ruas-ruas jalan tertentu di Kota Bantul dan
jalur Wisata Parangtritis.
2. Tersosialisasinya desain rekayasa lalu lintas di Kota Bantul dan jalur wisata
Parangtritis serta konsep pemasangan perlengkapan jalan.
3. Terciptanya ketertiban,kelancaran,kenyamanan, dan keamanan berlalu lintas.
G. Permasalahan Yang Akan Dilakukan Perubahan
Dari uraian tugas seksi Pengendalian dan Operasional diatas maka tugas seksi yang
mendesak segera dilaksanakan dan akan dijadikan area proyek perubahan adalah
Membuat rencana rekayasa lalu lintas di Kota Bantul dan Jalur Wisata
Parangtritis, dengan beberapa identifikasi permasalahan sebagai berikut :
1. Penerapan rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis tanpa
adanya desain/perencanaan.
2. Tidak adanya pemberian informasi kepada masyarakat dalam pelaksanaan
kebijakan yang akan ditetapkan.
3. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam etika berlalu lintas.

4. Kurangnya dukungan dari masyarakat dalam menciptakan kelancaran dan


ketertiban berlalu lintas.
Dari permasalahan di atas maka untuk menentukan prioritas dalam pelaksanaan
proyek perubahan menggunakan analisis USG yaitu Urgency/U (Kegawatan),
Seriousness/S (Mendesak), dan Gowth/G (Pertumbuhan) yang dijabarkan seperti
tabel berikut :
Tabel 1
Penentuan Prioritas Perubahan Dengan Analisis USG
No.
Masalah
U
1
Penerapan Rekayasa lalu lintas tanpa 5
adanya desain/perencanaan
2
Masih rendahnya kesadaran masyarakat 5
dalam etika berlalu lintas
3
Kurangnya dukungan dari masyarakat 5
dalam menciptakan kelancaran dan
ketertiban berlalu lintas

S
4

G
5

Total
14

Rangking
I

13

II

12

III

Keterangan :
1. Sangat tidak penting
2. Tidak penting
3. Cukup penting
4. Penting
5. Sangat penting
Berdasarkan hasil USG di atas maka permasalahan utama terhadap tugas pokok dan fungsi
yang harus segera ditangani sesuai urutan prioritasnya adalah penerapan rekayasa lalu lintas
tanpa adanya desain/perencanaannya. Dalam penanganan Desain Rekayasa Lalu Lintas
Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis tersebut agar dapat berjalan sebagaimana
mestinya yang bisa mewujudkan terciptanya ketertiban,kelancaran,kenyamanan , dan
keamanan berlalu lintas dapat teridentifikasi beberapa faktor sebagai berikut :
1. Adanya pemberian informasi (sosialisasi) kepada masyarakat terhadap pelaksanaan

kebijakan yang akan ditetapkan.


2. Adanya identifikasi kebutuhan perlengkapan jalan.
3. Adanya rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis.
Selanjutnya dari ketiga faktor diatas, akan dianalisa prioritas penanganannya berdasarkan
cost & benefitnya dengan menggunakan teknik analisa Coast Benefit Abalysis (CBA)
sebagai berikut :
Tabel 2
Penentuan Prioritas Penanganan Kegiatan dengan Teknik Cost Benefit Analysis
(CBA)
No.

Alternatif Cara Menangani

Menginformasikan/menganalisa
kepada
masyarakat
terhadap
pelaksanaan kebijakan yang akan
ditetapkan.
Mengidentifikasi
kebutuhan
perlengkapan jalan
Mendesain rekayasa lalu lintas Kota
Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis

2
3

B
(Benefit)
10

C
(Cost)
4

Rasio

Rangking

2.5

II

2.4

III

10

3.3

Keterangan : Rasio = Benefit : Cost ( Rasio tertinggi sebagai pilihan alternative uatama)
Berdasarkan analisis CBA di atas maka urutan prioritas penanganannya sebagai berikut :
1. Prioritas I : Mendesain rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata
Parangtritis
2. Prioritas II: Menginformasikan/menganalisa kepada masyarakat terhadap
pelaksanaan kebijakan yang akan ditetapkan.
3. Prioritas III : Mengidentifikasi kebutuhan perlengkapan jalan.
III.
TUJUAN

A. JANGKA PENDEK
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka pendek :
1. Tersedianya rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis.
2. Tersosialisasikannya rekayasa lalu lintas di Kota Bantul.
3. Tersusunnya rencana kebutuhan perlengkapan jalan.

B. JANGKA MENENGAH
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka menengah :
1. Tersusunnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) kebutuhan perlengkapan jalan.
2. Tersusunnya draf Peraturan Bupati tentang rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan
Jalur Wisata Parangtritis.
C. JANGKA PANJANG
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka panjang :
1. Terpasangnya perlengkapan jalan dan terbitnya Peraturan Bupati tentang
rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis.
IV.

MANFAAT

A. JANGKA PENDEK
Manfaat proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka pendek :
1.

Terciptanya ketertiban, kelancaran, kenyamanan, dan keamanan berlalu lintas.

2.

Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya


rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis.

3.

Mengetahui jumlah kebutuhan perlengkapan jalan.

B. JANGKA MENENGAH
Manfaat proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka menengah :
1. Terwujudnya pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat,
tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lainnya.
2. Sebagai payung hukum terkait dengan rekayasa lalu lintas Kota Bantul dan Jalur
Wisata Parangtritis.
3. Mengurangi kemacetan lalu lintas.
V.
RUANG LINGKUP
Dalam

melaksanakan

ketugasannya

Bidang

Lalu

Lintas

mempunyai

fungsi

penyelenggaraan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Pengendalian Operasional. Seksi


Pengendalian dan Operasional salah satu ketugasannya adalah membuat rencana rekayasa
lalu lintas di jalan Kabupaten. Dalam pelaksanaan tugas tersebut terdapat kendala yaitu
keterbatasan waktu, sumber daya manusia serta anggaran biaya maka area yang akan

dilaksanakan adalah sebatas wilayah Kota Bantul dan Jalur Wisata Parangtritis.
A. JANGKA PENDEK
Kegiatan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka pendek :
1. Survei terhadap kondisi ruas jalan dan pergerakan arus lalu lintasnya.
I.

OUTPUT KUNCI (KEY PROJECT DELIVERABLES)


Nama
Deskripsi

A. JANGKA PENDEK
1. Tersedianya desain pengaturan lalu Untuk
menciptakan
lintas Kota Bantul.
ketertiban,kelancaran,kenyamanan
dan
keamanan berlalu lintas, maka perlu disusun
desain pengaturan lalu lintas Kota Bantul.
2. Tersosialisasinya desain pengaturan Desain pengaturan lalu lintas Kota Wates
lalu lintas Kota Bantul.
harus disosialisasikan kepada perwakilan
masyarakat, dan Forum Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan Kabupaten Bantul agar jika
nanti diimplementasikan tidak akan
menimbulkan konflik penolakan.
3. Tersusunnya rencana kebutuhan Untuk mengetahui jumlah kebutuhan
perlengkapan jalan.
perlengkapan jalan.
B. JANGKA MENENGAH
1. Tersusunnya rencana anggaran Menyusun
rencana
anggaran
biaya
biaya kebutuhan perlengkapan kebutuhan perlengkapan jalan untuk
jalan.
diusulkan dalam rencana program dan
kegiatan dinas.
2. Tersusunnya draft Peraturan Bupati Merumuskan draft Peraturan Bupati tentang
tentang Pengaturan lalu lintas Kota pengaturan lalu lintas Kota Bantul.
Bantul.
C. JANGKA PANJANG
1. Terpasangnya perlengkapan jalan
serta terbitnya Peraturan Bupati
tentanga pengaturan lalu lintas Kota
Bantul

Dengan adanya pengaturan lalu lintas Kota


Bantul,segera dikuti dengan pemasangan
perlengkapan jalan yang diatur dalam
Peraturan Bupati sebagai paying hukumnya.

VII. PENTAHAPAN UTAMA


Tahap Utama

Waktu

A. JANGKA PENDEK
1. Milestone 1 : Persiapan
a. Konsultasi dengan Mentor terkait judul
area perubahan.

Minggu III Juni 2015

b. Koordinasi dengan tim pendukung terkait

Minggu III Juni 2015

dengan pembentukan tim dan tema area


perubahan
c. Koordinasi dengan stake holder terkait Minggu III Juni 2015
rencana proyek perubahan.
d. Penyusunan SK Tim pendukung

Minggu III Juni 2015

e. Ekspos kegiatan proyek perubahan

Minggu III Juni 2015

2. Milestone 2 : Survey terhadap kondisi


ruas jalan dan pergerakan arus lalu
lintasnya .
a. Rapat persiapan survey dan pembagian Minggu IV Juli 2015
tugas tim survey lapangan.
b. Pelaksanaan survey lapangan.

Minggu IV, V Juli 2015

c. Rapat analisa hasil survey lapangan.

Minggu I Agustus 2015

3. Milestone 3 : Penyusupan desain


Pengaturan Lalu Lintas Kota Wates
Kabupaten Kulon Progo.
a. Rapat pembahasan hasil analisa data dari Minggu II Agustus 2015
hasil survey dan pendataan di lapangan
maupun dari analisa data sekunder.
b. Penyusunan desain pengaturan lalu lintas Minggu II dan III Agustus 2015
Kota Wates.

4. Milestone 4 : Sosialisasi desain


pengaturan Lalu Lintas Kota Wates
dengan masyarakat.
a. Koordinasi internal tim dalam rangka Minggu IV Agustus 2015
persiapan pelaksanaan sosialisasi.
b. Pelaksanaan sosialisasi.

Minggu IV Agustus 2015

5. Milestone 5 : Pemaparan desain


pengaturan Lalu Lintas Kota Wates
dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Kabupaten Kulon Progo.
a. Koordinasi internal tim dalam rangka Minggu I September 2015
persiapan pelaksanaan sosialisasi.
b. Pelaksanaan sosialisasi.

Minggu I September 2015

6. Milestone 6 : Survey dan pendataan


rencana kebutuhan perlengkapan jalan.
c. Rapat persiapan dan pembagian tugas tim Minggu II September 2015
survey lapangan.
d. Pelaksanaan survey lapangan.

Minggu II September 2015

e. Rapat analisa hasil survey lapangan dan Minggu III September 2015
penyusunan
rencana
kebutuhan
perlengkapan jalan,
7. Milestone 7 : Evaluasi dan Pelaporan
a. Evaluasi terhadap rencana dan realisasi Minggu IV September 2015
kegiatan serta penyusunan pelaporan.
B. JANGKA MENENGAH (2016)
1. Menyusun rencana anggaran biaya
kebutuhan perlengkapan jalan.
Rapat penyusunan rencana anggaran
biaya kebutuhan perlengkapan jalan.

Tahun 2016

2. Menyusun draft Peraturan Bupati


tentang pengaturan lalu lintas Kota
Wates.
b. Rapat koordinasi penyusunan draft
Peraturan Bupati tentang pengaturan lalu
lintas.
C. JANGKA PANJANG (2017 - 2018)
a. Rapat Pra Konstruksi atau
Construction Meeting (PCM).

Tahun 2017 - 2018


Pre

b. Pembahasan draft Peraturan Bupati


tentang pengaturan lalu lintas Kota Wates
menjadi Peraturan Bupati.
Tabel 3 Matrik Pelaksanaan
N
o

Uraian Kegiatan

I JANGKA PENDEK.
A JANGKA PENDEK
1 Milestone 1 : Persiapan
a. Konsultasi dengan
Mentor terkait judul area
perubahan.
b. Koordinasi dengan tim
pendukung terkait
dengan pembetukan tim
dan tema area
perubahan.
c. Koordinasi dengan stake
holder terkait rencana
proyek perubahan.
d. Penyusunan Sk Tim
pendukung.
e. Ekspos kegiatan proyek
perubahan.

Waktu Pelaksanaan
2015
Juni
Juli
Agustus
Septembe
3 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 r3 4 5

20
16

201
7
s.d.
201

Milestone 2 : Survey
terhadap kondisi ruas
2
jalan dan pergerakan arus
lalu lintasnya.

a. Rapat persiapan survey


dan pembagian tugas tim
survey lapangan .
b. Pelaksanaan survey
lapangan.
c. Rapat analisa hasil
survey lapangan.
Milestone 3 : Penyusunan
desain Pengaturan Lalu
3
Lintas Kota Wates
Kabupaten Kupon Progo.
a. Rapat pembahasan hasil
analisa data dari hasil
survey dan pendataan di
lapangan maupun dari
analisa data sekunder.
b. Penyusunan gambar
konsep penataan lalu
lintas Kota Wates.
Milestone 4 : Sosialisasi
desain pengaturan Lalu
4
Lintas Kota Wates dengan
Masyarakat.
a. Koordinasi internal tim
dalam rangka persiapan
pelaksanaan sosialisasi.
b. Pelaksanaan sosialisasi.
Milestone 5 : Pemaparan
desain pengaturan Lalu
Lintas Kota Wates dengan
5
Forum Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan
Kabupaten Kulon Progo.

a. Koordinasi internal tim


dalam rangka persiapan
pelaksanaan sosialisasi.
b. Pelaksanaan sosialisasi.
Milestone 6 : Survey dan
pendataan rencana
6
kebutuhan perlengkapan
jalan.
a. Rapat persiapan dan
pembagian tugas tim
servey lapangan.
b. Pelaksanaan survey
lapnagan.
c. Rapat analisa hasil
survey lapangan dan
penyusunan rencana
kebutuhan perlengkapan
jalan.
7

Milestone 7 : Evaluasi dan


Pelaporan.
a. Evaluasi terhadap
rencana dan realisasi
kegiatan serta
penyusunan pelaporan.

JANGKA MENENGAH
(2016)
1. Menyusun rencana
anggaran biaya
kebutuhan
perlengkapan jalan.
Rapat penyusunan
rencana anggaran biaya
kebutuhan perlengkapan
jalan.

2. Menyusun draft
Peraturan Bupati
tentang pengaturan

lalu lintas Kota Wates.


Rapat koordinasi
penyusunan draft
Peraturan Bupati tentang
pengaturan lalu lintas.
C

JANGKA PANJANG
(2017 - 2018)
1. Terpasangnya
perlengkapan jalan
serta terbitnya
Peraturan Bupati
tentang lalu lintas Kota
Wates.
a. Rapat Pra Konstruksi
atau PCM.
b. Pembahasan draft
Perbub tentang
pengaturan lalu lintas
Kota Wates menjadi
Peraturan Bupati.

VIII. TIM PROYEK PERUBAHAN


Struktur

Deskrepsi

STRUKTUR TIM PROYEK PERUBAHAN


PENGARAH
Kepala Dishubkominfo

SPONSOR
Kabid. Lalu Lintas

PROJECT LEADER
Kasi Manajemen Lalu Lintas

COACH

FORUM LLAJ

Anggota Tim I
Kasi Rekayasa
LL

Anggota Tim II
Staf Manajemen LL

Keterangan :
Garis Komando
Garis Koordinasi
FORUM LLAJ (Kepts. Bupati Kulon Progo No. 227
Tahun 2013 beranggotakan ;
A. Kelompok Pengarah :
I. Ketua
II. Wakil Ketua

: Bupati Kulon Progo


: Wakil Bupati Kulon Progo

III. Anggota

: 1. Sekretaris Daerah Kab. Kulon


Progo
2. Kepala Kepolisian Resort Kulon

1. Kepala
DishubKominfo
Kab. Kulon Progo selaku
Pengarah Proyek Perubahan
; mem berikan masukan dan
komitmen
terhadap
pelaksanaan
proyek
perubahan.
2. Kepala Bidang Lalu Lintas,
sebagai
Sponsor
;
memberikan
bimbingan
pengawasan, dan dukungan
penuh kepada peserta diklat
dalam
mengimplementasikan.
Proyek Perubahan.
3. Coach
;
membimbing,
memberikan
pengarahan,
dan memonitor pelaksanaan
proyek perubahan.
4. Stakeholder ( Forum Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan
Kab. Kulon Progo ) ;
Sebagai wahana koordinasi
antar instansi penyelenggara
lalu lintas dan angkutan
jalan, untuk merencanakan,
membahas
permasalahan
lalu lintas dan angkutan
jalan yang kompleks dan
memerlukan
ketepaduan
dalam penyelesainanya.
5. Kepala Seksi Manajemen
Lalu Lintas, sebagai Project
Leader ; Memimpin dan
mengendalikan pelaksanaan
setiap
tahapan
dalam
mengimplemetasikan
Proyek Perubahan.

Progo
3. Asisten Perekonomian,
pembangunan, dan SDA Setda
Kab. Kulon Progo
B. Kelompok Pelaksana :
I. Ketua I
: Kepala Dishubkominfo Kab. Kulon
Progo
II. Ketua II
: Kepala Satuan Lalu Lintas
Kepolisian Resort Kulon Progo
III. Sekretaris
: 1. Kabid. LL Dishubkominfo Kab
Kulon Progo
2. Kabid. Dalops Dishubkominfo
Kab. Kulon Progo
3. Kabid. ATP Dishubkominfo Kab.
Kulon Progo
IV. Anggota
: 1. Kepala DPU Kab. Kulon Progo
2. Kepala Indag ESDM Kab. Kulon
Progo
3. Kepala Beppeda Kab. Kulon
Progo
4. Kepala Organda Kab. Kulon
Progo
5. Tenaga Ahli Bidang LLAJ
6. Unsur dari Universitas Negeri
Yogyakarta
7. Unsur dari LSM di Bidang LLAJ
8. unsure dari Pemerhati LLAJ
V. Staf

: 1. Kasi Manajemen Lalu Lintas


Dishubkominfo Kab. Kulon Progo
2. Kasi Angkutan Dishubkominfo
Kab. Kulon Progo
3. Kasi Opsdal Dishubkominfo Kab.
Kulon Progo
4. Staf Seksi Manajemen Lalu Lintas
Dishubkominfo Kab. Kulon Progo
5. Staf Seksi Angkutan
Dishubkominfo Kab. Kulon Progo

6. Kepala Seksi Rekayasa Lalu


Lintas sebagai anggota tim ;
Membantu Project Leader
di bidang administrasi dan
pelaksanaan kegiatan.
7. Staf Seksi Manajemen Lalu
Lintas sebagai anggota tim ;
membantu Project Leader di
bidang administrasi dan
pelaksanaan kegiatan.

IX. ANGGARAN

NAMA KEGIATAN
JANGKA PENDEK
1

Ekspos kegiatan proyek perubahan.

Survey terhadap kondisi ruas jalan dan


pergerakan ruas lalu lintasnya.
a. Rapat persiapan survey dan pembagian
tugas tim survey.

b. Pelaksanaan survey lapangan.


c. Rapat analisa hasil survey.
3

JUMLAH

DESKRIPSI

5,225,000
70,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

915,000
70,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

775,000
70,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

Penyusunan Desain Pengaturan Lalu Lintas


Kota Wates.

250,000

Rapat pembahasan hasil analisa data dari hasil


survey dan pendataan di lapangan maupun dari
analisa data sekunder.

250,000

Sosialisasi desain pengaturan Lalu Lintas


Kota Wates dengan masyarakat.

875,000

Koordinasi internal tim dalam rangka persiapan


pelaksanaan sosialisasi.

250,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

Pelaksanaan sosialisasi.

875,000

Untuk jamuan Rapat perwakilan


dari masyarakat/tokoh masyarakat
& Tim Proyek Perubahan.

Pemaparan desain pengaturan Lalu Lintas


Kota Wates dengan Forum Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan Kabupaten Kulon Progo.

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

1,000,000

Koordinasi internal tim dalam rangka persiapan


pelaksanaan sosialisasi.

250,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.

Pelaksanaan sosialisasi.

750,000

Untuk jamuan rapat anggota Forum


LLAJ Kab. Kulon Progo.

Suervey dan pendataan rencana kebutuhan


perlengkapan jalan.

915,000

a. Rapat persiapan dan pembagian tugas tim

70,000

survey lapangan.
b. Pelaksanaan survey lapangan.

c. Rapat analisa hasil survey lapangan dan


penyusunan rencana kebutuhan

775,000

70,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan.
Operasional tim yang melaksanakan
survey lapangan (peralatan, ATK, &
konsumsi).
Untuk jamuan rapat Tim Proyek
Perubahan.

Evaluasi dan Pelaporan

1,200,000

Untuk jamuan rapat Tim Proyek


Perubahan, ATK penyusunan
laporan.

600,000

JANGKA MENENGAH
Menyusun rencana anggaran biaya
kebutuhan perlengkapan jalan.

X. IDENTIFIKASI STAKEHOLDERS

Rapat penyusunan
rencana
anggaran
biayaProyek Perubahan Desain
Untuk jamuan
rapat Tim
Proyek
Stakeholder
yang ikut
berperan
dalam
Pengaturan
Lalu
Lintas
300,000
kebutuhan perlengkapan jalan.
Perubahan.
Kota Wates Kebupaten Kulon Progo adalah sebagai berikut:
2

Menyusun draft Peraturan Bupati tentang

1. Stakeholders
Internal
pengaturan lalu
lintas:Kota Wates.
a. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
koordinasi penyusunan draft Peraturan
Untuk jamuan rapat Tim Proyek
b.Rapat
Kepala
Bidang Manajemen Lalu Lintas.
300,000
Bupati tentang pengaturan lalu lintas.
Perubahan.
c. Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas.
d. Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas.
1,500,000
JANGKA PANJANG
e. Staf Manajemen Lalu Lintas.
1

2.

Terpasangnya perlengkapan jalan serta


terbitnya Peraturan Bupati tentang
Stakeholders
Eksternal
: Wates.
pengaturan lalu
lintas Kota

Forum Lalu Lintas Kabupaten Kulon Progo


a Rapat Pra Konstruksi atau Pre Construction
Meeting (PCM)

No

Stakeholder

600,000

Pengaruh
Kepentingan
Kecil
Kecil
900,000 Besar

b Pembahasan draft Peraturan Bupati tentang


Besar
pengaturan lalu lintas Kota Wates menjadi

Katrgori
Stakeholder
Promoter

Kepala Dinas Perhubungan


Komunikasi dan Informatika

Kepala Bidang Lalu Lintas

Promoter

Kepala Seksi Manajemen Lalu


Lintas

Promoter

Kepala Seksi Rekayasa Lalu


Lintas

Defender

Staf Manajemen Lalu Lintas

Forum LLAJ Kab. Kulon Progo

Apathetic

Lateni

Pengelompokan Stakeholder ke dalam 4 kategori :

PROMOTERS
1. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi
dan Informatika.
2. Kepala Bidang Lalu Lintas
3. Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas
APATHETICS
Staf Manajemen Lalu Lintas

DEFENDERS
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas

Keterangan Pengaruh Stakeholders tergambar dalam Net Mapping Stakeholders sebagai


berikut :
Kepala
Dishubkominfo

Desain
Pengaturan

Kasie Rekayasa

Lalu Lintas

Lalu Lintas

Kota Wates
Kabupaten
Kulon Progo

Keterangan :
0

Faktor Internal Promoters


Faktor Eksternal Latents
Faktor Internal Defenders
Menggambarkan Hubungan Koneksitas

Kepala Bidang LL