Anda di halaman 1dari 11

sentrik relasi

Oleh pu2t pada fkg. Tinggalkan sebuah Komentar


BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Pasien edentulous tidak ada bimbingan proprioseptif dari gigi mereka untuk membimbing
pergerakan mandibulaproprioseptif sumber dorongan bagi pasien edentulous ditransfer ke
gerakan rahang. hubungan centric yang memiliki fitur penting berikut. dapat dipelajari, dan
dicatat ulang, serta posisi yang tetap konstan sepanjang hidup.dokter gigi harus mengarahkan
pasien dengan sabar untuk menggerakan mandibula dari posisi sentrik relasi. Karena sentrik
relasi dapat di pelajari (bukan posisi default). (Nallaswamy, 2004)
Relasi sentrik sangat penting untuk kenyamanan gigi, periodonsium, otot penguyahan dan
nervus yang berasosiasi, banyak konsep dari oklusi berdasarkan dari ke harmonisan relasi
sentrik (Pantaleao, et all., 1993)
Relasi sentrik merupakan lokasi akhir yang baik untuk mengunyah dan nyaman posisi
normal bagi semua orang yang memiliki sendi rahang relatif sehat (Gerard, et all., 2001)
Kehilangan hubungan sentries, dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot dengan otot
meningkat, overactivity otot, kejang, dan nyeri akibat perubahan posisi condylar di fosa
(Seth, et all., 2004).
Posisi oklusi gigi-geligi berperan besar dalam keadaan fisiologis. Selain factor fisiologis,
kenyamanan merupakan factor penting lain yang menyebabkan oklusi gigi-geligi perlu
diperhatikan secara tepat dan akurat. Suatu gigi yang hilang harus segera diganti dengan gigi
tiruan agar tidak mengganggu fungsi oklusi. Pada hakikatnya penggantian gigi tiruan
berfungsi untuk pengunyahan, pengucapan, estetis, menjaga kesehatan jaringan, serta
mencegah kerusakan lebih lanjut dari struktur organ rongga mulut. Untuk menunjang fungsifungsi diatas diperlukan keseimbangan dan keharmonisan antara komponen system
pengunyahan, baik gigi-geligi, otot dan sendi temporomandibular yang semuanya berfungsi
dengan baik.
Posisi dan oklusi gigi berperan penting dalam mengunyah dan menelan. Oklusi dapat
diartikan sebagai kontak anatara gigi-geligi secara langsung yang saling berantagonis dari
satu rangkaian gerakan mandibula.
Relasi sentrik merupakan relasi retrusi mandibula terhadap maxilla. Disini mandibula telah
terdorong kebelakang dan karena itu tidak ada alasan untuk menyebut mandibula berada pada
posisi sentral. Kerancuan istilah ini makin bertambah dengan diperkenalkannya kata sifat
tegang dan tidak seorangpun yakin istilah mana yang cocok. Relasi sentrik juga disebut
sebgai posisi kondilus mandibula yang paling belakang, paling tengah dan paling atas
terhadap fossa glenoidea.

Keadaan yang sangat penting inilh yang harus dipahami oleh setiap dokter gigi untuk
menciptakan keadaan sentrik yang baik agar tidak merusak fungsi dari hubungan relasi
tersebut.
I.2. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami apa yang dimaksud dengan relasi sentrik pada pembuatan gigi tiruan lengkap
serta hal-hal lainnya yang terkait dengan relasi sentrik.
BAB II
ISI
II.1. Definisi Relasi Sentrik
Istilah relasi sentrik diartikan secara berbeda-beda dalam penerapannya pada pengembangan
restorasi dental. Tetapi untuk meningkatkan komunikasi antar bidang kedokteran gigi perlu
digunakan satu definisi yang sama.
Relasi sentrik didefinisikan sebagai (1) posisi mandibula yang sesuai dengan posisi oklusi
median, (2) posisi mandibula yang ditentukan oleh refleks neuromuskular yang dipelajari
ketika gigi-gigi sulung beroklusi, (3) posisi mandibula yang terjadi ketika pusat gerakan
vertikal dan lateral berada pada posisi engsel paling posterior, (4) hubungan mandibula
terhadap maksila saat mandibula bertahan ketika menelan, (5) posisi mandibula yang sama
dengan posisi istirahat fisiologis, (6) posisi mandibula saat menelan. Kerancuan dalam
terminologi ini diperburuk dengan adanya perbedaan pendapat tentang hubungan antara relasi
sentrik dan posisi interkuspal. Beberapa penulis menganggap bahwa ini adalah posisi
muskular berdasarkan anggapan bahwa posisi ini merupakan yang paling sering digunakan
dalam fungsi. Kedudukan ini didefinisikan sebagai posisi yang dicapai setelah mandibula
bergerak menutup secara relaks dari posisi istirahat, dan biasanya bertepatan dengan posisi
interkuspal (atau hubungan gigi-geligi) pada geligi asli. Meskipun demikian, riset
menunjukkan bahwa posisi muskular sangat bervariasi dan tidak dapat dicatat dengan
ketepatan yang sama seperti posisi retrusi.
Kerancuan ini dapat dihilangkan dengan menerima satu definisi : Relasi sentrik ialah posisi
mandibula paling mundur terhadap maksila pada dimensi vertikal yang telah ditetapkan.
Semua posisi mandibula yang lain dalam bidang horizontal adalah eksentrik dan dapat
diberlakukan pada relasi sentrik tanpa mengubah atau mengacaukan pengertiannya.
Persaingan yang jelas antara relasi sentrik/posisi kontak mundur dan posisi muskular yang
dipakai unutuk mencatat hubungan horizontal antar-rahang supaya telah dimenangkan oleh
konsep pertama (setidak-tidaknya, menurut literatur prostodontik).
(Zarb, George, et all,2002)
II.2. Konsep dan Metode Pencatatan Relasi Sentrik
Konsep relasi sentrik :

1. Konsep pertama :
Pencatatan harus dilakukan dengan tekanan penutupan minimal sehingga jaringan yang
mendukung basis gigi tiruan tidak akan bergeser pada saat catatan diambil. Tujuan konsep ini
adalah supaya gigi geligi yang berlawanan dapat menyentuh secara merata dan serentak pada
saat terjadi kontak pertama. Kontak gigi secara merata tidak akan merangsang pasien untuk
menggertakkan giginya dan merelasikan otot-otot penutup pada periode antara pengunyahan.
1. Konsep kedua :
Pencatatan harus dilakukan dengan tekanan penutupan yang kuat sehingga jaringan dibawah
lempeng pencatat akan bergeser pada saat pencatat dilakukan. Tujuan dari konsep ini adalah
untuk menghasilkan perubahan bentuk jaringan lunakyang sama seperti yang akan terjadi bila
ada tekanan penutupan yang berat pada gigi tiruan. Jadi, tekanan-tekanan oklusal akan dibagi
sama rata pada tulang alveolar bila gigi tiruan menerima beban oklusal yang berat. Tetapi bila
pembagian tekanan di jaringan lunak tidak sama berat, gigi-geligi tidak akan berkontak
merata pada saat kontak pertama terjadi.
(Zarb dkk., 2001)
Bermacam-macam metode yang dipakai untuk mencatat relasi sentrik dapat diklasifikasikan
sebagai cara static dan cara fungsional.
1. A. CARA STATIK
Meliputi pertama menempatkan mandibula dalam hubungan relasi sentrik terhadap maksila,
kemudian mencatat hubungan kedua galengan gigit satu sama lain. Metode ini memiliki
keuntungan karena pergeseran basis pencatat terhadap tulang penghubung hanya minimal.
Pencatatan static intra-oral dilakukan dengan malam atau gips, dengan atau tanpa jarum
pencatat di tengah, serta dengan atau tanpa alat pencatat ( tracing devices) intra-oral atau
extra-oral guna menunjukkan hubungan relative antara kedua rahang.
1. B. CARA FUNGSIONAL
Melibatkan aktifitas atau gerakan fungsional mandibula pada saat dibuat pencatatan. Caracara ini mempunyai keburukan, karena menyebabkan pergeseran basis pencatat ke lateral dan
anteroposterior terhadap tulang pendukung pada saat pencatatan dilakukan. Pencatatan pada
cara fungsional meliputi bermacam-macam teknik mengunyah yang dianjurkan oleh Needles,
House, serta Essig dan Patterson. Termasuk pula cara menelan untuk menempatkan dan
mencatat posisi relative kedua rahang.
Kedua metode untuk mencatat relasi sentrik diatas, masing-masing dapat dilakukan secara
intra-oral maupun extra-oral.
a) PENCATATAN GRAFIS EXTRA-ORAL
Goreskan ujung jarum pada meja pencatat yang dilapisi oleh karbon atau malam dapat
dipakai untuk menunjukkan posisi RB relative terhadap RA pada bidang horizontal (Gbr.A).
Goresan ini berbentuk kira-kira seperti lengkung gothic sehingga diberi nama Goresan
Lengkung Gothic, atau dikenal pula sebagai goresan bertbentuk ujung anak panah.

Untuk membuat goresan berbentuk anak panah atau goresan ujung jarum, satu kondilus
bergerak ke depan dan ke dalam saat mandibula bergerak ke lateral dan kondilus yang lain
berotasi dan bergerak ke arah yang berlawanan. Gerakan-gerakan ini mendekati rotasi secara
berganti-ganti sekeliling kedua kondilus. Gerakan ini memotong garis yang terbentang ke
suatu titik yang menunjukkan posisi paling mundur dari kedua kondilus. Karena itu bila
kedua kondilus sedang beristirahat dalam posisinya yang paling mundur, ujung jarum
pencatat akan beristirahat pada puncak goresan yang terbentuk (Gbr. B). Goresan ujung jarum
pada dasarnya adalah suatu gambatran tunggal dari posisi mandibula dan gerakan-gerakannya
pada bidanag horizontal.
Gambar A dan B
Banyak goresan ujung jarum tidak menunjukkan relasi sentrik yang tepat karena puncakanya
membulat. Gerakan-gerakan lateral harus dilakukan sampai diperoleh goresan dengan puncak
yang tajam, yang menunjukkan posisi mundur mandibula yang tepat. Goresan dengan ujung
yang tumpul atau membulat terjadi bila kondilus tidak mencapai posisinya yang paling
mundur dalam mangkok sendi atau bila basis pencatat bergerak dalam jaringan
pendukungnya. Puncak yang membulat dapat dibetulkan hanya dengan mengulang gerakan
mandibula dari sisi ke sisi dan dalam hubungan protrusi terhadap maksila. Alat penggores
dengan jarum ditengah-tengah mempunyai meja pencatat yang memungkinkan pasien untuk
memajukan dan memundurkan mandibula dengan mudah pada saat pencatatan.
Goresan ganda, satu di depan yang lain, juga dapat dibuat dengan menambah atau
mengurangi dimensi vertical yang digunakan untuk membuat pencatatan. Dengan pemegang
jarum pencatat di titik sentral, jarum pencatat bias dinaikkan atau diturunkan. Kedua cara
penggoresan ini memberikan gambaran yang bagus tentang posisi sentrik yang berbeda-beda
pada dimensi vertical oklusal yang berbeda-beda. Pencatat extra-oral mempunyai
perpanjangan cukup jauh dari basis pencatat, sehingga goresan yang diperoleh diperbesar dan
mudah dievaluasi. Goresan yang dilakukan di dalam mulut, atau dekat dengan galengan gigit,
sering terlihat kecil, dan sulit diperoleh puncak yang tajam. Beberapa alat pencatat
mempunyai penunjuk titik sentral yang dikombinasikan dengan jarum penggores yang
ditempatkan pada titik tersebut, dan goresan dibuat pada lempeng yang terdapat sebagai
lawannya.
Pencatat yang menggunakan penunjuk titik sentral ditempatkan dan dilekatkan pada basis
galengan gigit secara hati-hati di pusat rahang, baik dalam arah lateral maupun dalam arah
anteroposterior, hingga tekanan akan dibagikan secara sama rata dalam arah lateral maupun
dalam arah anteroposterior (Gb. C). Ini diperkirakan berdasarkan dugaan bahwa letak pusat
galengan gigit mandibula bertepatan dengan pusat galengan gigit maksila. Namun, ada suatu
rentang tertentu; jadi kesamaan tekanan dapat dicapai dengan cukup baik bila letak kedua
pusat berdekatan. Karena itu tidak dibenarkan untuk menggunakan alat pencatat dengan
penunjuk titk sentral jika hubungan antar alveolarnya tidak normal atau bila ada jaringan
lunak yang berlebihan pada proseesus alveolarisnya. Demikian pula, adanya jaringan lunak
pendukung yang berbeda-beda ketebalannya dapat menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam
arah vertikal, meskipun mandibulanya sendiri berada dalam posisi relasi sentrik horizontal
yang benar.
Gambar C

Kecuali puncaknya yang merupakan petunjuk lokasi lokasi sentrik, perlu diingat agar tidak
menerima setiap bagian goresan yang dihasilkan. Bila tekana pengunyahan pasien ringan, ia
mungkin sering menutup rahang dalam posisi eksentrik.
Pencatat ekstraoral dapat digunakan pada galangan gigit dari malam atau kompon yang
dilekatkan pada bassis sementara dikombinasikan dengan penunjuk titis sentral. Pencatat
ekstraoral yang tanpa penunjuk titik sentral dianggap kurang memuaskan karena meskipun
alat ini menunjukkan posisi mandibula yang benar dalam arah anterioposterior, namun tidak
mencata hubungan (superoinferior) maksilo mandibular yang benar. Sangat sulit untuk
mempertahankan tekanan yang sama pada balok-balok malam atau kompon; dengan
demikian mengunci hubungan rahang berpedoman pada hasil goresan tanpa penunjuk titk
sentral tidaka banyak berarti.
b) PENCATATAN RELASI SENTRIK INTRAOKLUSAL
Pencatatan intraklusal dibuat dengan menggunakan bahan pencatat yang diletakkan diantara
kedua galangan gigi, basis gigi tiruan percobaan, atau gigi tiruan lengkapnya. Bahan yang
biasa digunakan untuk ini adalah gips, malam, pasta oksida seng eugenol (OC) dan resin
akrilik polimerasi dingin. Pasien menggigit kearah bahan pencatat dengan RB pada posisi
paling mundur dan berhenti pada hubungan vertikal yang sebelumnya telah dilakukan.
Pencatatan intraoklusal relative mudah dibuat tetapi hasilnya tergantung pada penilaian klinis
dokter gigi dan kerjasama antara dokter gigi dan pasien. Metode ini sederhana karena alatalat mekanik tridak dipasang dalam mulut pasien dan tidak dilekatkan pada galangan gigi.
Dalam beberapa hal, pencatatan interoklusal lebih disukai daripada pencatatan dengan
bantuan alat mekanik. Pada awalnya pencatatan relasi sentrik hanya dilakukan dengan
menggunakan lapisan malam yang tebal. Ini menghasilkan hasil pencatatan yang tidak baik
dan tidak akurat. Kendala dalam pencatatan dengan malam mencakup pelunakan malamnya
tidak dapat merata dan ketebalannya sukar dibuat sama hingga memungkinkan terjadinya
distorsi dalam hasil pencatatan. Bahan cetak gips, pasta OSE, resin akrilik, polieter, dan
silicon memberi perlawanan yang kecil saat pasien menggigit kedalamnya; perlawanannya
seragam diseluruh bahan dan setelah mengeras kekerasannya cukup hingga catatan
interoklusal yang dihasilkan tidak mudah mengalami distorsi. Dengan menambahkan sedikit
alcohol ke dalam pasta OSE, pengerasan dapat dipercepat. Hal ini menguntungkan untuk
pasien yang basis gigi tiruannya goyang.
Cara membuat pencatatan interoklusal dengan gips sangat sedarhana. Pasien didudukkan
tegak dengan nyaman diatas kursi gigi dengan kaki santai ditempat kaki. Kepala ditopang
oleh sandaran kepala agar tidak bergerak-gerak, demikian pula setiap gerakan galangan gigit
dan bahan pencatat harus dikendalikan. Ibu jari dan telunjuk atau jari tengah tangan dokter
gigi diletakkan diantara gigi geligi atau galengan gigit yang berhadapan. Tangan dibalik
untuk menutup mata pasien agar tidak merasa cemas bila pasien melihat kekecewaan dokter
sewaktu instruksinya tidak diikuti dengan baik. Jari telunjuk tangan yang lain ditempatkan
pada permukaan labial gigi-gigi anterior bawah atau pada galengan gigit untuk menahan basis
gigi tiruan di tempatnya sambil merasakan gerakan anteroposterior mandibula. Pada saat
pasien menutup mulut dalam relasi sentrik, dokter gigi menyingkirkan ibu jari dan
telunjuknya, hingga kekuatan gerakan menutup dapat menahan kedua basis gigi tiruan pada
posisisnya yang benar di atas tulang alveolar (Gb. D).
Gambar D

Cara lain, yang mirip dengan yang tersebut di atas, utuk menempatkan tangan dokter gigi
adalah sbb:
Satu tangan menahan basis gigi tiruan atas dalam posisinya, sambil tangan yang lain
mengendalikan RB. Ibu jari dan telunjuk ditempatkan pada basis bawah di bagian Molar satu
kiri dan kanan, sedang bagian tengah tangan mendorong dagu perlahanlahan ke belakang.
Jari-jari yang lain dipakai untuk memeriksa relasi otot-otot dasar mulut.
Agar dokter gigi maupun pasien terbiasa dengan gerakan menutup mulut seperti yang
diperlukan dalam pencatatan ini, dapat diberikan latihan secukupnya. Hubungan gigi-gigi
anterior atau galengan gigit yang berhadapan ketika mandibula dalam relasi sentrik pada
dimensi vertikal yang diinginkan selama latihan gerak menutup merupakan petunjuk bagi
dokter gigi tentang besar jarak antar rahang yang diperlukan bagi pencatatn inter-oklusal tsb.
Sebagian besar hasil pencatatan relasi sentrik yang tidak benar dapat dikenal pada saat
pencatatan dilaksanakan, tetapi pengecekkan selllanjutnya perlu dilakukan untuk mendeteksi
kesalahan-kesalahan kecil. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusun gigi-gigi posterior
dalam oklusi sentrik di articulator dan melihat oklusinya di dalam mulut.
CARA LAIN UNTUK MENCATAT RELASI SENTRIK
Beberapa metode lain untuk mencatat relasi sentrik memberikan berbagai macam hasil
campuran. Beberapa cara dilakukan dengan menyesuaikan galengan gigit sampai keduanya
berkontak cukup baik di dalam mulut pada relasi vertikal yang diinginkan. Selembar seluloid
atau kertas ditempatkan diantara galengan gigit dan digigit kuat-kuat. Bila kertas dapat ditarik
denga mudah, berarti tekanan di sisi tersebut lebih kecil daripada sisi yang lain. Tinggi
galengan gigit dikurangi pada tempat yang tekanannya berlebihan, atau ditambah pada tempat
yang tekanannya kurang. Prosedur semacam ini seringkali tidak memuaskan.
Metode lain untuk melakukan pencatatan degangan galengan gigit malam ialah dengan
memanaskan permukaan salah satu galengan gigit dan menyuruh pasien menggigit ke dalam
permukaan yang telah dilunakkan ini untuk memperoleh catatan hubungan
maksilomandibular yang baru (Gambar E). Prosedur ini tidak menghilangkan kesalahan
akibat tekanan yang tidak sama.
Gambar E
Kemajuan besar dalam metode melunakkan galengan gigit adalah melunakkan bagian
posteriornya dengan panas tinggi dan membiarkan bagian anteriornya dingin untuk
memperoleh dimensi vertical oklusal yang telah ditentukan sebelumnya. Pemanasan tinggi ini
kadangkadang disebut pooling. Pemanasan tinggi dilakukan dengan menusukkan spatel
malam yang panas ke dalam galengangigit bawah, mula mula pada situ sisi kemudian di sisi
yang lain, hingga dapat memberi waktu bagi bagian dalam malam yang panas untuk juga
melunakkan secukupnya bagian luarnva, sehingga dinding luarnya akan mudah berubah
bentuk bila tertekan waktu pasien mengigit. galengan gigit atas tidak dilunakkan, sehingga
tidak akan dipengaruhi selama berkontak dengan galengan gigit bawah yang lunak. Setelah
malam didinginkan, kelebihannya dibuang, karena bila tidak akan membimbing mandibula
kembali ke dalam hubungan yang sama ketika dilakukan gerakan menutup berikutnya.
Dengan kata lain, kelebihan malam tidak mungkin dapat digunakan untuk memeriksa atau
mengubah pencatatan relasi sentrik.

Satu metode yang lain lagi yaitu dengan menggunakan malam yang dilunakkan, yang
diletakkan di atas permukaan oklusal gi-geligi posterior bawah. Malam pencatat tidak
diletakkan diatas gigi-gigi anterior agar tidak membuat pasien terpicu memajukan
mandibulanya. Pada metode ini gigi-gigi atas menggigit ke dalam malam, dan bukan malam
berkontak dengan malam seperti pada metode-metode yang lain. Dibandingkan dengan
metode yang lain, kebaikan metode ini ialah hanya sejumlah kecil permukaan yang
berkontak, dan bukan permukaan malam yang luas. Keburukannya ialah seringkali
pencatatan dilakukan pada dimensi vertical oklusal yang meningkat untuk mencegah
berkontaknya gigi-gigi lawan.
Pencatatan relasi sentrik dengan cara menelan dan mengunyah pada galengan gigit (chew-in)
termasuk teknik fisiologis. Pada salah satu teknik, malam lunak berbentuk kerucut diletakkan
diatas basis gigi tiruan percobaan bawah. Kerucut malam ini berkontak dengan permukaan
oklusal galengan gigit atas pada saat pasien menelan. Ini menghasilkan pencatatan relasi
horizontal mandibula terhadap maksila (gambar f). Sayangnya, posisi mandibula yang
dicatatat dengan metode ini tidak selalu cocok dengan relasi sentrik dan tidak dapat diulang.
Gambar F
(Zarb, George, et all,2002)
Faktor dasar yang perlu diperhatikan dalam pencatatan relasi sentrik adalah :
1. Kestabilan
2. Hubungan horizontal antar rahang yang tetap
3. Free way space yang memadai
4. Kontak oklusi yang merata
5. Penampilan yang menyenangkan
(Basker,er all., 1994)
Menentukan Letak Hubungan Sentrik dan Vertikal
Banyak hubungan vertical dapat ditentukan antara mandibula dan maksila. Tetapi untuk tiap
hubungan vertical tertentu ada satu posisi mandibula yang paling mundur dan untuk
perubahan tiap dimensi vertical ada satu hubungan horizontal. Perubahan semacam itu terjadi
meskipun kondilus dipertahankan pada posisinya yang paling mundur. Posisi yang paling
mundur inilah relasi sentrik untuk dimensi vertical tersebut. Dimensi vertical oklusal harus
ditentukan antara kedua rahang pasien tidak bergigi untuk menyediakan jarak antar oklusal
yang cukup, dan memungkinkan otot-otot mandibula berfungsi pada panjang fisiologisnya
yang optimal.
Pencatatan relasi sentrik harus dibuat pada dimensi vertical oklusal yang telah ditentukan bila
digunakan busur wajah tipe rata-rata untuk emendapatkan model terhadap sumbu buka
articulator. Hal ini perlu karena sumbu gerakan rotasi buka tutup articulator akan akan sama
dengan sumbu gerakan yang sama pada pasien hanya bila model dipasang pada sumbu engsel
transversal fisiologis yang ditempatkan dengan benar. Bila digunakan sumbu engsel yang
ditentukan secara kira-kira, jumlah kesalahan yang terjadi pada penambahan atau penurunan
dimensi vertical oklusal di articulator tergantung pada hubungan antara lokasi sumbu yang
ditetapkan secar kira-kira terhadap sumbu engsel yang sesungguhnya dan besarnya dimensi
vertical di articulator. Jadi bila pencatatan relasi sentrik dibuat tepat paa atau mendekati

dimensi vertical oklusal yang diingiknan, maka perubahan dimensi vertical di articulator
tidak perlu dilakukan dan kemungkinan terjadinya keslahan-kesalahn oleh penyebab ini akan
sangat dikurangi
(Zarb, George, et all,1990)
II.3. Fungsi Relasi Sentrik
1. Agar gigi posterior dapat mencapai hubungan antar tonjol yang sangat tepat sehingga
penyimpangan dalam mulut mudah dideteksi. Gigi dengan kemiringan tonjol 30o
dapat lebih efektif untuk memeriksa kecermatan hubungan rahang dibandingkan gigi
dengan kemiringan tonjol 20o atau 0o. tonjol dengan kemiringan 30o memperbesar
kemungkinan kesalahan oklusi.
2. Merupakan salah satu persyaratan fisiologis untuk memperoleh kenyamanan stabilitas
dan efisiensi di dalam rongga mulut.
3. Agar beberapa tahap prosedur restorasi gigi geligi dapat dipindahkan ke laboratorium.
Keakuratan pencatatan interoklusi tergantung dari metode dan bahan yang dipakai
(Yudith, 2003).
II.4. Keserasian Antara Relasi Sentrik dan Oklusi Sentrik
Pemahaman relasi sentrik dipersulit oleh kegagalan untuk membedakan antara relasi sentrik
dan oklusi sentrik. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam pemakaian kata sentrik, baik dalam
relasi sentrik maupun oklusi sentrik. Sentrik adalah kata sifat dan harus digunakan dengan
relasi atau oklusi untuk memberikan arti yang spesifik. Relasi sentrik adalah hubungan antara
tulang dan tulang, sedang oklusi sentrik merupakan hubungan antara gigi geligi atas dan
bawah. Setelah relasi sentrik ditentukan, oklusi sentrik dapat dibentuk bertepatan dengan
relasi sentrik atau dengan memberikan daerah kontak gigi yang luas dalam posisi ini (yang
disebut kebebsasan sentrik/freedom in centric).
Kerancuan juga disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak orang oklusi sentrik gigi geligi asli
tidak bertepatan dengan relasi sentrik. Pada gigi geligi asli oklusi sentrik biasanya terletak di
sebelah anterior dari relasi sentrik, dengan jarak rata-rata 0,5-1 mm. pada orang tak bergigi,
tiadanya gigi geligi, dan dengan sendirinya juga tidak ada oklusi sentry, membuat perlunya
relasi sentrik digunakan sebagi acuan posisi ini harus bertepatan atau tidak.
Benturan-benturan antara gigi asli pada relasi sentril menimbulkan rangsangan dan respons
yang mengarahkan mandibula untuk menjauhi hambatan tersebut dalam perjalanannya
mencapai oklusi sentrik. Rangsangan yang diciptakan oleh berkontaknya gigi geligi mencapai
oklusi sentrik membentuk pola memori yang memungkinkan mandibula kembali ke posisi
ini, biasanya tanpa benturan-benturan gigi.
Bila gigi dicabut, banyak reseptor yang memicu rangsang untuk mengatur posisi mandibula
menjadi hilang atau rusak. Karena pasien yang sudah tidak bergigi tidak dapat mengendalikan
gerakkan-gerakkan mendibula atau menghindari kontak-kontak oklusal yang membelokkan
dalam mencapai relasi sentrik seperti halnya pasien yang masih memilki gigi. Kontak oklusal
yang membelokkan mandibula dalam mencapai relasi sentrik menyebabkan bergeraknya

basis gigi tiruan dan mengubah bentuk jaringan pendukung atau mendorong mandibula untuk
menjauhi hubungan ini. Karena itu bagi pasien-pasien yang tidak bergigi, relasi sentrik harus
dicari agar ooklusi sentrik dapat dibentuk serasi dengan relasi tersebut. Hal ini biasanya dapat
dilakukan dengan membentuk oklusi sentrik bertepatan dengan relasi sentrik. Namun, pada
beberapa pasien perlu ada suatu daerah yang lebih lebar untuk tercapainya kontak stabil di
dekat relasi sentrik yang disebut kebebasan dalam sentrik atau sentrik panjang.
(Zarb, George, et all,1990).
II.5. Alat Pengukur Relasi Sentrik
Alat Pencatat ekstra-oral dapat digunakan galengan gigit dari malam atau kompon yang
diletakkan pada basis sementara dikombinasikan dengan penujuk titik sentral. Pencatat
ekstra-oral yang tanpa penunjuk titik sentral dianggap kurang memuaskan karena meskipun
alat ini menunjukkan posisi mandibula yang benar dalam arah antero-posterior, namun tidak
mencatat hubungan (superoinferior) maksilomandibular yang benar. Sangat sulit untuk
mempertahankan tekanan yang sama pada balok-balok malam atau kompon dengan demikian
mengunci hubungan rahang berpedoman pada hasil goresan tanpa penunjuk titik sentral tidak
banyak berarti.
Alat-alat pencatat intra-oral. Alat pencatat intra-oral merupakan jarum pencatat yang
dipasang di dalam mulut, yang sekaligus bertindak sebagai penunjuk titik sentral. Penunjuk
titik sentralnya berujung runcing, dan membuat goresan pada lempeng pencatat yang
berhadapan. Lempeng pencatat dapat dilubangi pada ujung goresan anak panah yang
diperoleh di dalam mulut, atau dapat pula digunakan sebuah lempengan plastic pada puncak
panah tersebut. Lubang tersebut digunakan untuk menahan rahang asien pada posisi mundur
saat posisi mandibula difiksasi dengan gips atau bahan lain.
(Zarb, George, et all,1994)
II.6. Keterlibatan Otot Dalam Relasi Sentrik
Relasi sentrik bukan posisi istirahat atau posisi postural mandibula. Guna menggerakkan dan
menghentikan mandibula pada posisi tersebut diperlukan kontraksi otot-otot. Namun
demikian, aktivitas neuromuscular ini tidak mempengaruhi definisinya.
Perlekatan anatomis dari bagian belakang dan tengah otot-otot temporalis dan suprahioid
(terutama glenoideus dan digastrikus), diperkuat dengan penelitian EMG, menunjukkan
bahwa otot-otot ini menggerakkan dan menghentikan mandibula dalam posisinya yang paling
mundur terhadap maksila. Otot-otot temporalis, maseter dan pterigoideus medial mengangkat
mandibula ke posisi vertical tertentu terhadap maksila. Otot pterigoideus lateral hanya
menunjukkan sedikit aktivitas bila mendibula berada pada relasi sentrik.
(Zarb, George, et all,1990)
II.7. Hambatan dalam pengukuran Relasi Sentrik
Relasi sentrik telah didefinisikan sebagai posisi kondilus paling mundur di dalam fosa
glenoid pada jarak buka tertentu tanpa ketegangan otot-otot. Definisi ini sering disalah

artikan karena kata tidak tegang diartikan sebagai tidak adanya tegangan anteroposterior.
Sedang seharusnya termasuk pula tidak ada tegangan superoposterior.
Struktur sendi TMJ sedemikian rupa sehingga memungkinkan sendi yang satu bergeser ke
bawah oleh tekanan yang tidak sama rata ketika dilakukan pencatatan, walaupun kondilus itu
masih tetap berada dalam posisi paling mundur. Keadaan ini tidak dapat terjadi di articulator,
sehingga kontak oklusal yang mendorong mandibula untuk menyimpang dari pola geraknya
yang normal merupakan sumber ketidakstabilan, rasa nyeri, dan resorpsi meskipun
hubungan-hubungan yang lain benar. Bila rahang bergerak sebagai engsel, hubungan
maksilomandibular akan tercatat dengan tepat secara otomatis. Tetapi kondilus bukan engsel,
dan mudah bergeser posisinya, hingga dapat terjadi kesulitan. Jaringan pendukung bagi basis
gigi tiruan yang dihasilkan dari cetakan yang terbaik pun tidak mungkin menghalangi
kerusakan akibat kesalahan relasi sentrik oleh sebab apapun.
Pencatatan-pencatatan sentrik lebih jauh dipersulit oleh kenyataan bahwa jaringan lunak
berbeda-beda kekerasannya. Kekenyalan jaringan ini sebagai realeff yang merupakan
akronim dari efek kekenyalan dan kemampuan kembali ke bentuk asal. Kekenyalan ini
terdapat pada mukosa dan sendi TM. Karena itu tekanan yang berlebihan pada waktu
menetapkan hubungan antar rahang harus dihindari, agar tidak menghasilkan pergeseran
jaringan lunak secara berlebihan.
Meskipun pencatatan telah dilakukan dengan tekanan seimbang dan sama rata, sering hal ini
hilang ketika model dipasang di articulator atau saat gigi tiruan diproses. Beberapa perubahan
tidak dapat dihindarkan karena adanya perubahan dalam bahan basis gigi tiruan selama
diproses. Karena alasan ini, perlu dicari kembali ke relasi sentrik yang sama dengan cermat
setelah gigi tiruan diselesaikan.
(Zarb, George, et all,2002)
Memundurkan Mandibula ke Relasi Sentrik
Salah satu tahap yang paling sulit dan paling penting adalah memundurkan mandibula ke
relasi sentriknya. Beberapa kesulitan yang dihadapi adalah biologik, beberapa fisiologik, dan
beberapa mekanik. Metode yang digunakan untuk memundurkan mandibula ini dapat
digolongkan sebagai cara pasif dan aktif. Pada cara pasif, pasien harus serelaks mungkin dan
dokter gigi membimbing mandibula dalam gerakan buka-tutup kecil (gerakan engsel
terminal), atau dengan hati-hati mendorong dagu ke posisi mundur. Pada cara aktif, pasien
secara aktif memundurkan mandibulanya mengikuti instruksi.
Kesulitan biologis timbul akibat kurangnya koordinasi dalam kelompok otot yang
berlawanan ketika pasien diminta untuk menggigit dalam posisi mundur. Tidak sinkronnya
otot-otot yang memajukan dan yang memundurkan rahang mungkin disebabkan oleh posisi
eksentrik yang telah biasa diduduki oleh rahang sesuai dengan maloklusi yang ada.
Kesulitan psikologis melibatkan dokter gigi maupun pasien. Makin kuat dokter gigi maupun
pasien. Makin kuat dokter gigi berupaya mengatasi ketidakmampuan pasien untuk
memundurkan mandibulanya, pasien akan makin bingung dan makin sulit mengikuti instruksi
yang diberikan oleh dokter gigi. Dokter gigi harus menyediakan cukup waktu untuk
melakukan pencatatan relasi sentrik.

Kesulitan mekanis yang dihadapi dalam melakukan pencatatan relasi sentrik disebabkan
oleh kurang cekatnya basis galengan gigit yang digunakan dalam pencatatan ini. Basis
galengan gigit yang digunakan dalam pencatatan relasi sentrik harus cekat dan tidak
berbenturan satu sama lain. Tekanan yang diberikan oleh pasien pada saat mencatat relasi
sentrik sulit dikendalikan. Sebaiknya dilakukan dengan tekanan minimal untuk sejauh
mungkin mencegah perubahan bentuk jaringan lunak. Hal ini tampaknya sulit dilakukan. Bila
diberikan tekanan minimal pada saat pencatatan, hubungan rahang akan dicatat dengan
perubahan jaringan yang minimal dan gigi tiruan akan beroklusi secara bersamaan setelah
kontak pertama terjadi.
(Zarb, George, et all,2002)
BAB III
KESIMPULAN
1. Relasi sentrik ialah posisi mandibula paling mundur terhadap maksila pada dimensi
vertikal yang telah ditetapkan.
2. Bermacam-macam metode yang dipakai untuk mencatat relasi sentrik dapat
diklasifikasikan sebagai cara static dan cara fungsional. Kedua metode untuk
mencatat relasi sentrik tersebut, masing-masing dapat dilakukan secara intra-oral
maupun extra-oral.
3. Faktor dasar yang perlu diperhatikan dalam pencatatan relasi sentrik adalah :
Kestabilan, Hubungan horizontal antar rahang yang teta, Free way space yang
memadai, Kontak oklusi yang merata, dan Penampilan yang menyenangkan.
4. Fungsi pencatatan relasi sentrik adalah : agar gigi posterior dapat mencapai hubungan
antar tonjol yang sangat tepat sehingga penyimpangan dalam mulut mudah dideteksi,
merupakan salah satu persyaratan fisiologis untuk memperoleh kenyamanan stabilitas
dan efisiensi di dalam rongga mulut, dan agar beberapa tahap prosedur restorasi gigi
geligi dapat dipindahkan ke laboratorium.
5. Pada gigi geligi asli oklusi sentrik biasanya terletak di sebelah anterior dari relasi
sentrik, dengan jarak rata-rata 0,5-1 mm. pada orang tak bergigi, tiadanya gigi geligi,
dan dengan sendirinya juga tidak ada oklusi sentry, membuat perlunya relasi sentrik
digunakan sebagi acuan posisi ini harus bertepatan atau tidak.
6. Hambatan pada pencatatan relasi sentrik adalah : Struktur sendi TMJ sedemikian rupa
sehingga memungkinkan sendi yang satu bergeser ke bawah oleh tekanan yang tidak
sama rata ketika dilakukan pencatatan, walaupun kondilus itu masih tetap berada
dalam posisi paling mundur. Keadaan ini tidak dapat terjadi di articulator, sehingga
kontak oklusal yang mendorong mandibula untuk menyimpang dari pola geraknya
yang normal merupakan sumber ketidakstabilan, rasa nyeri, dan resorpsi meskipun
hubungan-hubungan yang lain benar, jaringan lunak berbeda-beda kekerasannya dan
memundurkan mandibula ke relasi sentriknya.