Anda di halaman 1dari 31

Case Report

Fibroadenoma Mammae
Jorghi Rezkivan

Pembimbing :
dr. Achmad Haryadi Sp.B

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Nn. Sri Maryanti
Usia
: 18 th
Jenis Kelamin
: Perempuan
Pekerjaan
: Pelajar
Alamat
: Sindangkasih
Tanggal masuk
: 14 Januari 2016
No. Rekam medis : 424558

ANAMNESIS
Keluhan Utama :

Benjolan di payudara sebelah kiri sejak +


8 bulan yang lalu.

ANAMNESIS
Os datang ke RSUD ciamis dengan keluhan
benjolan di payudara kiri sejak + 8 bulan yang
lalu. Os mengatakan benjolan di payudara
awalnya
sebesar
kelereng
dan
semakin
membesar sejak 2 minggu yang lalu. Os
mengeluhkan terkadang
terasa nyeri pada
daerah benjolan. Nyeri dirasakan terutama
pada saat pasien sedang datang bulan (haid).
Riwayat haid tidak teratur. Riwayat keluar
cairan dari puting payudara kiri disangkal.
Demam(-). Tanda - tanda inflamasi (-).

RIWAYAT PENYAKIT
DAHULU
Sebelumnya Os tidak pernah
mengalami hal yang serupa seperti
sekarang. Riwayat penyakit
lainnya disangkal.

RIWAYAT
KELUARGA
Dikeluarga pasien tidak ada yang
mempunyai keluhan yang sama.

RIWAYAT
PENGOBATAN
- Os pernah berobat ke dokter
umum 3x dan diberi obat
sebelumnya tetapi tidak ada
perubahan.
- Os juga pernah mengkonsumsi
obat tradisional.

PEMERIKSAAN
FISIK
Keadaan umum : Baik
Kesadaran
: Composmentis

Vital sign
Tekanan darah :110/70 mmHg
Nadi
: 62 x/menit
Respirasi : 18 x/menit
Suhu : 36.5C

STATUS GENERALISATA
KEPALA
Bentuk kepala : Normocephali
Mata
: Conjungtiva palpebra anemis (-/-)
sklera ikterik (-/-), pupil
bulat
isokor
Telinga : Otorhea (-)
Hidung : Pernafasan cuping hidung (-),
mukosa hiperemis (-), sekret (-)
Mulut : Sianosis (-), lidah kotor (-),
mukosa kering

LEHER
JVP : tidak meningkat
Tiroid : tidak membesar
KGB : tidak teraba
THORAX
Inspeksi: Bentuk dan pergerakan dinding
dada simetris, pelebaran sela iga (-).
Palpasi : Vokal fremitus simetris ka=ki,
krepitasi (-/- )
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler breathing sound (+/
+), suara tambahan ronchi (-/-), wheezing
(-/-)

Pemeriksaan Jantung :
Inspeksi: tidak tampak iktus kordis
Palpasi : tidak teraba iktus kordis
Perkusi :
Batas jantung kanan atas : ics 2 parasternal
dextra
Batas jantung kanan bawah : ics 4
parasternal dextra
Batas jantung kiri atas : ics 2 parasternal
sinistra
Batas jantung kiri bawah : ics 4 midclavikula
sinistra
Auskultasi : bunyi jantung I-II murni reguler

Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi: simetris, datar, benjolan (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Palpasi : Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak
teraba
Perkusi : Timpani pada seluruh lapang
abdomen.
Pemeriksaan ekstremitas
Look : deformitas (-) oedem (-) sianosis (-)
Feel : nyeri tekan (-) krepitasi (-) turgor kulit
baik
Move : nyeri sumbu (-)

STATUS LOKALIS
Regio Mammae sinistra
Inspeksi : warna kulit mammae sama seperti
warna kulit sekitar. Kedua payudara tampak
simetris. Tidak tampak adanya massa, tidak ada
retraksi/ cekungan pada papilla mammae. Tidak
tampak adanya cairan keluar dari papila mammae.
Palpasi : teraba 4-5 massa yang saling berhimpitan
pada kuadran superolateral, bentuk seperti nodul
memanjang ukuran 2x1 cm, permukaan licin,
konsistensi lunak kenyal, berbatas jelas, mobile,
nyeri tekan (-), tidak ada pembesaran KGB axilla

Resume
Nn. S, usia 18 tahun mengeluhkan adanya benjolan
di payudara sebelah kiri bagian samping atas 8
bulan yang lalu. Benjolan semakin membesar sejak
2 minggu yang lalu. Nyeri (+) hilang timbul, nyeri
terutama dirasakan pada saat pasien sedang haid.
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum
: Baik
Kesadaran
: Composmentis
Vital Sign
TD
: 110/70 mmHg
Nadi : 62x/i
Respirasi : 18 x/i
Suhu
: 36,5C

Status Lokalis
Regio Mammae Sinistra
Dari palpasi didapatkan adanya 4-5
massa pada payudara kiri. Massa terletak
pada kuadran superolateral, dengan bentuk
seperti nodul yang memanjang dan saling
berhimpitan, ukuran 2x1 cm pada masingmasing nodul, permukaan licin, konsistensi
lunak kenyal, mobile dan berbatas jelas.

Diagnosa kerja
Multiple Fibroadenoma Mammae
sinistra

Differential Diagnosis
Fibrokistik

Usulan Pemeriksaan
USG Mammae
Rontgen Thorax
Laboratorium
Rencana terapi
Konsul ke dokter spesialis bedah untuk
tindakan operatif

Prognosis
Ad vitam : ad bonam
Ad functionam : ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam

Tinjauan Teori

Definisi
Fibroadenoma mammae adalah neoplasma
jinak yang terdapat pada payudara wanita,
terutama dijumpai pada wanita usia muda.
Fibroadenoma teraba sebagai benjolan bulat
atau berbenjol, dengan permukaan licin,
bebas digerakkan, dan konsistensinya kenyal
padat.

Epidemiologi
Berdasarkan

laporan dari NSW Breast Cancer


Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada
wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5%
terjadi pada usia di atas 50 tahun.
Western Breast Services Alliance, fibroadenoma
terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25
tahun, dan lebih dari satu dari enam (15%) wanita
mengalami fibroadenoma dalam hidupnya. Namun,
kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita
dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah
menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang
lebih kecil

Etiologi
Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang
sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan
oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas
jaringan setempat yang berlebihan terhadap hormon
estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam
mamary displasia. Fibroadenoma biasanya ditemukan
pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas
jelas, mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya.

Klasifikasi Fibroadenoma Mammae


Secara sederhana fibroadenoma dapat diklasifikasikan menjadi
tiga macam:
Common Fibroadenoma
Common fibroadenoma memiliki ukuran 1-3 cm, disebut juga
dengan simpel fibroadenoma. Sering ditemukan pada wanita
kelompok umur muda antara 21-25 tahun. Ketika fibroadenoma
dapat dirasakan sebagai benjolan, benjolan itu biasanya
berbentuk oval atau bulat, halus, tegas, dan bergerak sangat
bebas. Sekitar 80% dari seluruh kasus fibroadenoma yang
terjadi adalah fibroadenoma tunggal.

Giant Fibroadenoma
Giant fibroadenoma adalah tumor jinak payudara yang memiliki
ukuran dengan diameter lebih dari 5 cm. Secara keseluruhan
insiden giant fibroadenoma sekitar 4% dari seluruh kasus
fibroadenoma. Giant fibroadenoma biasanya ditemui pada wanita
hamil dan menyusui. Giant fibroadenoma ditandai dengan ukuran
yang besar dan pembesaran massa enkapsulasi payudara yang
cepat. Giant fibroadenoma dapat merusak bentuk payudara dan
menyebabkan tidak simetris karena ukurannya yang besar,
sehingga perlu dilakukan pemotongan dan pengangkatan
terhadap tumor ini.

Juvenile Fibroadenoma
Juvenile fibroadenoma biasa terjadi pada remaja perempuan, dengan
insiden 0,5-2% dari seluruh kasus fibroadenoma. Sekitar 10-25%
pasien dengan juvenile fibroadenoma memiliki lesi yang multiple atau
bilateral. Tumor jenis ini lebih banyak ditemukan pada orang Afrika
dan India Barat dibandingkan pada orang Kaukasia.

Fibroadenoma mammae juga dapat dibedakan secara histologi


antara lain:
a. Fibroadenoma Pericanaliculare
Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel
selapis atau beberapa lapis.
b. Fibroadenoma intracanaliculare
Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak
sehingga kelenjar berbentuk panjang-panjang (tidak teratur)
dengan lumen yang sempit atau menghilang.
Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran
sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi.

Gejala Klinis
Gejala klinis yang sering terjadi pada fibroadenoma mammae
adalah adanya bagian yang menonjol pada permukaan
payudara, benjolan memiliki batas yang tegas dengan
konsistensi padat dan kenyal. Ukuran diameter benjolan yang
sering terjadi sekitar 1-4 cm, namun kadang dapat tumbuh dan
berkembang
dengan
cepat
dengan
ukuran
benjolan
berdiameter lebih dari 5 cm. Benjolan yang tumbuh dapat
diraba dan digerakkan dengan bebas. Umumnya fibroadenoma
tidak menimbulkan rasa nyeri atau tidak sakit.

Faktor resiko
Umur
Paritas dan riwayat menyusui anak
Penggunaan hormon
Obesitas
Riwayat keluarga

Pencegahan
Cara yang dilakukan adalah dengan menghindari faktor-faktor tertentu yang

dapat merangsang pertumbuhan sel-sel tumor antara lain:


a. Mencegah terpaparnya dengan zat atau bahan yang dapat memicu
berkembangnya sel-sel tumor fibroadenoma, seperti mengkonsumsi makanan
yang terkontaminasi dengan bahan atau zat-zat hormonal, menghindari
pemakaian pil kontrasepsi dengan komponen utama estrogen. Penggunaan zat
tersebut jika dipakai terus menerus akan menyebabkan terjadinya perubahan
jaringan pada payudara yang meningkatkan angka kejadian FAM.
b. Menggunakan atau mengkonsumsi zat dan bahan yang dapat menurunkan
kejadian FAM antara lain dengan mengkonsumsi buah dan sayuran.
Penggunaan alat kontrasepsi oral juga dapat menurunkan risiko terjadinya FAM.
c. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Pemeriksaan terhadap payudara sendiri dilakukan setiap bulan secara teratur.
Dengan melakukan pemeriksaan sendiri secara teratur maka kesempatan
untuk menemukan tumor dalam ukuran kecil lebih besar, sehingga dapat
dengan cepat dilakukan tindakan pengobatan.

c. Penatalaksanaan Medis
Terapi untuk fibroadenoma tergantung dari beberapa hal sebagai berikut:3
1. Ukuran
2. Terdapat rasa nyeri atau tidak
3. Usia pasien
4. Hasil biopsi
Karena fibroadenoma mammae adalah tumor jinak maka yang perlu
diperhatikan adalah bentuk dan ukurannya. Pengangkatan tumor ini harus
memperhatikan beberapa faktor yaitu faktor fisik dan psikologi pasien.
Apabila ukuran dan lokasi tumor tersebut menyebabkan rasa sakit dan tidak
nyaman pada pasien maka diperlukan pengangkatan.
Terapi pengangkatan tumor ini disebut dengan biopsi eksisi yaitu
pembedahan dengan mengangkat seluruh jaringan tumor beserta sedikit
jaringan sehat disekitarnya Terapi dengan operasi pengangkatan tumor ini
tidak akan merubah bentuk payudara tetapi hanya akan meninggalkan
jaringan parut yang akan digantikan jaringan normal secara perlahan