Anda di halaman 1dari 13

Catatan Dennys

Sebuah Catatan Milik Sukanda


Denny Saputra (Sukanda)//nobel dream//reader//author

Sabtu, 15 Maret 2014


INSTRUMENTASI TEKNIK AMP (AUSTIN MORE HIP PROTESE) //
ORTHOPAEDI //

4.1
4.1.1

Instrumentasi Tehnik AMP ( Austin More Hip Prostese )

Pengertian
Suatu cara melakukan instrumentasi untuk penggantian caput femur dengan protese.

4.1.2

Tujuan

1.

Mengerti Instrumentasi Tehnik Pemasangan AMP

2.

Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrument.

3.

Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo.

4.

Dapat
4.1.3

mencegah

tertinggalnya

instrument

atau

gaas

pada

Persiapan
1.

Persiapan Pasien

a. Persetujuan operasi.
b. Alat-alat dan obat-obatan
c. Puasa mulai jam 20.00
d. Lavement jam 24.00-04.00
2.

Persiapan Alat
a. Alat non steril
1)

Desinfektan (betadine 10%, Alkohol 70 % dan savlon) pada tempatnya.

lapangan

operasi.

b.
1)

2)

Cairan PZ

3)

Plat diathermi

4)

Mesin diathermi

5)

Mesin suction

6)

Meja mayo

7)

Meja Operasi

8)

Meja instrumen

9)

Tempat sampah

10)

Lampu operasi

11)

Plester polyester

12)

Gunting verban

13)

Lampu baca foto ( Screen iluminator )

Alat steril
Alat penunjang di Meja Instrumen
a)

Mess no 20

b)

Handschoen

c)

Sofratulle

d)

Gaas steril dan deppers

e)

Sikat steril

f)

Cucing

g)

Bengkok

h)

Perlak

i)

Selang suction

j)

Canule suction

k)

2)

Spuit 20 cc

l)

Senur diathermi

m)

Opsite

n)

Redown drain set

o)

Benang jahit :

Sintetis absorbable 1 - 0 dan 2 - 0 ( misalkan : Dexon / safil ).

Monofilamen absorbable (misalkan : monosyn 3/0)

Set Linen :
a)

Linen besar

3)

4)

5)

b)

Linen kecil

c)

Gaun operasi

d)

Sarung meja instrument

Set dasar / Basic set


a)

Desinfeksi klem / Sponge holding Forceps

b)

Doek klem / Towel Klem

c)

Handvat mesz / Scalpel Handel

d)

Pincet chirurgie / Tissue Forceps

e)

Pincet Anatomi / Dressing Forceps

f)

Arteri klem van pean bengkok / haemostatis Forcep

g)

Arteri klem van pean lurus

h)

Arteri klem van kocher / Haemostatis Delicate Forceps

i)

Gunting Metzenbaum / Metzenbaum dissecting scisors

j)

Gunting preparasi

k)

Gunting benang / Ligatur Scissors

l)

Nald voeder / Needler Holder ( di meja Instrument )

m)

Wound hak gigi 4 tajam dan tumpul

n)

Langenbeck

o)

Raspatorium / Chandler elevator

p)

Bone Curettage

q)

Elevator Disector

r)

Bone Rongerous / Knabel

Set Tambahan
a)

Hak femur

b)

Spreader

c)

Hoffman

d)

Bone holding forceps : Reduction, ferbuger

Set AMP
a)

Adson cerebellum retractor (spreader) large

b)

Hip retractor (hak femur)

c)

Land bone skin (sendok)

d)

Hammer + mallet

e)

Femoral head extractor ( boor ) / myoma boor

f)

Chisel box

g)

Reamer tajam dan hammer

h)

Femoral head guide ( pengukur jangka sorong )

i)

AMP dengan bermacam - macam diameternya

j)

Driver protesis ( seperti hammer alat lunak untuk palu caput )

k)
4.1.4

Bone cement cucing + pengaduk

Cara kerja

1.

Setelah pasien dilakukan anestesi, pasang volley catheter sesuai ukuran pasien.

2.

Mengatur posisi lateral dekubitus ke sisi yang sehat dengan sela kaki diletakkan bantal.

3.

Memasang plat diathermi.

4.

Sekitar daerah operasi disikat dengan savlon kemudian tutup dengan doek steril.

5.

Perawat instrument cuci tangan secara furbringer, memakai baju steril dan handschoen

6.

Setelah Operator dan asisten cuci tangan secara furbringer, perawat instrument memakaikan
baju operasi dan handscoen pada operator, dilakukan asisten yang sudah cuci tangan.

7.

Perawat intsrumen mengatur instrument dimeja mayo sesuai kebutuhan

8.

Perawat intrumen memberikan desinfeksi klem dan depers betadine 1 % untuk desinfeksi
lapangan operasi.

9.

Mempersempit lapangan operasi dengan doek steril ( drapping ) menyiapkan selang suction,
senur diathermi, boor 1 set di dekat lapangan operasi.
Urutan Drapping :
a. Perlak karet teril bawah kaki,
b. Doek besar memanjang,
c. Doek besar melebar,
d. Doek kecil segitiga di paha doek klem
e. Membungkus kaki bagian bawah dengan doek kecil tensokrep
( elastis bandage ),
f. Doek besar melebar di bagian atas 4 doek klem kanan + kiri,
g. Lapisi bagan atas dengan doek kecil.

10.

Selesai draping perawat instrument memakai handschoen dobel dan memakaikan


handschoan dobel pada operator dan asisten.

11.

Berikan mesz I dan pincet chirurgie pada operator untuk incisi kulit, untuk lemak, sampai
dengan fascia menggunakan mesz II, berikan arteri klem pada asisten untuk merawat
perdarahan dengan diathermi.

12.

Berikan hak tajam, tumpul, hak femur untuk membuka daerah yang telah di incisi. Untuk
explorasi otot gunakan gunting metzenbaum.

13.

Berikan spreader untuk membuka ligamen caput femur, gunakan mesz II, dilanjutkan dengan
gunting metzenbaum sampai caput femur.

14.

Berkan femoral head extraktor untuk mengangkat caput femur, bebaskan sampai terangkat.

15.

Observasi caput femur, kemudian head guide ( jangka serong ) unutk menentukan diameter
AMPnya. Meratakan bagian trochanter gunakan knabel, setelah rata untuk membuat hument
gunakan chisel box dilanjutkan dengan reamer yang bentuknya harus sama dengan AMPnya
agar femur tidak pecah, pada waktu membuat hument, reamer dipukul pelan - pelan dengan
hammer / mallet, kemudian dilepas / dicabut. Lakukan berulang-ulang sampai panjangn
sesuai AMPnya.

16.

Siapkan bone cement yang telah dicampur dengan cairannya kedalam spuit 20 cc atau
dengan cement gun, masukkan ke dalam lument yang telah dibuat. Agar tidak ada udara yang
masuk pasang drainage di dalam hument dan pada waktu Amp dimasukkan selang drainage
dicabut keluar setelah AMP terpasang, biarkan bone cement mengeras dulu. Bagian yang
tidak rata diratakan dengan bone rounger / knabel

17.

Masukkan AMP yang sudah terpasang ke dalam colum femur dengan bantuan driver
prostese.

18.

Setelah masuk cek stabilisasi dengan gerakan flexi, extensi, adduksi, abduksi, rotasi, pasang
selang drain sambung dengan blood set + botol.

19.

Berikan vicril no. 1 untuk jahit ligamen dan fascia. Lemak dengan vicril 2 / 0, kulit dengan
monocril 3 / 0.

20.

Luka operasi dibersihkan dengan kasa basah, kering, tutup sufratule, kasa, fksasi dengan
Hypafix.

21.

Operasi selesai, perawat instrumen melakukan inventarisasi alat - alat instrumen yang telah
dipakai.
Diposkan oleh Denny Saputra di 10.03
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Google+ Badge
Google+ Followers
Cari Blog Ini

Arsip Blog

2014 (2)
o Maret (2)

INSTRUMENTASI TEKNIK AMP (AUSTIN MORE HIP


PROTESE)...

TEKNIK INSTRUMENTASI NAIL PLATE FRAKTUR FEMUR //


O...

2013 (2)

2012 (5)

Kenalan
Album Foto
Yukkk...???

Denny Saputra
Hidup Harus
Kaya
Lihat profil
lengkapku

Iwak Peyek Sukanda


Ada kesalahan di dalam gadget ini

A Thausand
Years
Total
Tayangan
Laman

13795
Denny Saputra. Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.