Anda di halaman 1dari 40

Paradigma Baru

TERAPI CAIRAN

Johan Arifin, Anang Achmadi

Pendahuluan

Terapi cairan --> isu sentral sakit kritis


Koreksi, optimasi ( preload )
Dipertimbangkan dengan cermat
Kristaloid atau koloid
Keuntungan & efek samping

FUNGSI AIR
Menyerap dan mendistribusikan panas
Perlindungan dan bantalan : cairan
amnion, LCS
Pelumas : kavum serosa, sendi
Media transport

FISIOLOGI KESEIMBANGAN
CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Kandungan Cairan

Pelarut : air
Bahan terlarut :
Non-elektrolit :glukosa, lemak
Elektrolit
: garam
Massa terbanyak : non-elektrolit
Partikel terbanyak : elektrolit paling
berpengaruh pada pergeseran cairan
(osmolaritas)
5

KANDUNGAN ELEKTROLIT
CAIRAN TUBUH

Cairan
Keringat
Saliva
Cairan lambung
High acidity
Low acidity
Sekresi pankreas
Sekresi bilier
Cairan ileum
Diare

Na+
(mEq/L)
30 - 50
2 - 40

K+
(mEq/L)
5
10 - 30

Cl(mEq/L)
45 - 55
6 - 30

HCO3(mEq/L)
30

10 - 30
70 - 140
115 - 180
130 - 160
40 - 135
20 -160

5 - 40
5 - 40
5
5
5 - 30
10 - 40

80 - 150
55 - 95
55 - 95
90 - 120
20 - 90
30 - 120

5 - 25
60 110
30 - 40
20 - 30
30 - 50

TERAPI CAIRAN

Cairan Berdasarkan
Tonisitas
Cairan Isotonis
Cairan Hipertonik
Cairan Hipotonik
10

Osmolalitas :
Jumlah partikel yang osmotik aktif per liter
larutan
Osmolaritas :
Jumlah partikel yang osmotik aktif per
kilogram larutan
Tonicity :
osmolalitas serum yang effective ditentukan
oleh 2 zat terlarut : Na & Glucosa

11

Osmolalitas ( 280 - 300


mOsm/L )
mOsm/L = 2 x ( Na meq/l) +

( Glukosa mg%) / 18

+ (BUN mg%) / 2,8

90%

Tonisitas ( 275 - 290 )


12

Tonisitas
Isotonic Soln

Hypertonic Soln

Hypotonic Soln

13

Cairan Isotonik
-

Konsentrasi partilkel dlm larutan =


dibandingkan dg konsentrasi partikel di
Cairan intraselular

- Tidak menyebabkan pembengkakan /


pengerutan sel & tidak ada pergerakan
cairan melalui membran yang
semipermiabel
14

Infus Isotonik
Ringers acetate
Ringers lactate
Normal saline
Replace acute/
abnormal
loss

increases ECF

ICF

ISF

800 ml

Plasma

200 ml

15

Cairan Hipertonik:
- konsentrasi partikel dlm lar >
dibandingkan di intra sel
-Menyebabkan air dari intrasel keluar & sel akan
mengkerut
-Contoh : NaCl 3 %, Dekstrosa 50 %

16

Cairan Hipotonik
- Konsentrasi partikel dalam lar <
dibandingkan Intrasel
-Dapat menyebabkan cairan dari extrasel
masuk ke intrasel & menyebabkan
pembengkakan sel
- Contoh : NaCL 0,45 %

17

Infus Hipotonik
5% dextrose

Replace Normal
loss (IWL + urine)

increases ICF > ECF

ICF
660 ml

ISF
255 ml

Plasma
85 ml

18

Cairan Menurut Tekanan


Onkotik
KRISTALOID
KOLOID
CAMPURAN/ KOMBINASI

19

KRISTALOID
1. RINGER LAKTAT ( RL )
Paling fisiologis jika diperlukan volume
besar
Laktat oleh hati --> bikarbonat -->
u/ asidosis metabolik ringan
Baik u7 defisit CES
Kalori ( - )

20

Ringer Laktat

Ringer Laktat
Plasma

Na

Cl

Ca

Osms

bicnat

131

111

276

29

135

105

290 +10

24

21

NaCl
Na

Cl

Osm

NaCl 0,9%

154

154

308

NaCl 0,45%

77

77

NaCl 3%

513

513

Plasma

135

108

1026
290 +10

22

PLASMA + NaCl 0.9%

Plasma

NaCl 0.9%

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID = 38 mEq/L

Na+ = 154 mEq/L


Cl- = 154 mEq/L
SID = 0 mEq/L

1 liter

1 liter

SID : 38
23

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK AKIBAT


PEMBERIAN LARUTAN Na Cl 0.9%
Plasma

Na+ = (140+154)/2 mEq/L= 147 mEq/L


Cl- = (102+ 154)/2 mEq/L= 128 mEq/L
SID = 19 mEq/L

2 liter

SID : 19 Asidosis
24

PLASMA + Larutan RINGER


LACTATE

Plasma

Ringer laktat
Laktat cepat
dimetabolisme

Na = 140 mEq/L
Cl- = 102 mEq/L
SID= 38 mEq/L
+

1 liter

Cation+ = 137 mEq/L


Cl- = 109 mEq/L
Laktat- = 28 mEq/L
SID = 0 mEq/L

1 liter

SID : 38
25

Normal pH setelah pemberian


RINGER LACTATE
Plasma

Na+ = (140+137)/2 mEq/L= 139 mEq/L


Cl- = (102+ 109)/2 mEq/L = 105 mEq/L
Laktat- (termetabolisme) = 0 mEq/L
SID = 34 mEq/L

2 liter

SID : 34 lebih alkalosis dibanding jika


diberikan NaCl 0.9%

26

Kesimpulan
0.9% saline = (Ab)normal Saline
Reid et al, Clin Sci, 2003

27

RESUSITASI CAIRAN
TUJUAN :
RESTORASI PERFUSI JARINGAN,
TRANSPORT O2

KURANGI ISKEMIA JARINGAN,


KEGAGALAN ORGAN

28

Resusitasi Cairan
Disesuaikan pada individu
pasien
Penilaian kontinyu respons
terhadap terapi
Cairan >> --> morbiditas
Cairan << --> gagal organ
Pengawasan intensip dokter &
perawat
29

Terapi Cairan Rasional


Perkiraan defisit air tiap
kompartemen cairan fisiologis
Kristaloid/ koloid yang tepat u7
resusitasi kompartemen yang
memerlukan
Pengurangan ruang
intravaskuler : laju jantung , TD
, TVS , urin .
30

DEHIDRASI ECV
DEHIDRASI ICV
PERDARAHAN BARU
PERDARAHAN LAMA

DEFEK
PRIMER
IFV
ICV
IVV
IVV + IFV

PILIHAN
CAIRAN
RL/ RA
D5W
KOLOID
KOLOID + RL

31

ATLS

Blood Loss
(mL)
Blood Loss
(%EBV)

Estimated Fluid and Blood Losses

Class I

Class II

Class III

Clas IV

Up to 750

750 - 1500

1500 - 2000

>2000

Up to 15%

15% - 30%

30% - 40%

>40%

Pulse Rate

<100

>100

>120

>140

Blood Pressure

Normal

Normal

Decreased

Decreased

Pulse Pressure
(mmHg)

Normal or
decreased

Decreased

Decreased

Decreased

Respiratory rate

14 - 20

20 - 30

30 - 4-

>35

Urine output
(mL/hr)

>30

20 - 30

5 - 15

Neglible

CNS/Mental
status

Slightly
anxious

Mildly anxious

Anxious and
confused

Confused and
lethargic

Fluid
replacement (3:1
rule)

Crystalloid

Crystalloid

Crystalloid
and blood

Crystalloid
and blood32

NaCl 0,9 %
RL
NaCl HIPERTONIK
HES NaCl 0,9 %

ICP

AIR OTAK

33

Estimasi Volume Darah/


EBV
AGE
NEONATUS
PREMATUR
FULL-TERM
INFANT
ADULT
* MALE
* FEMALE

BLOOD VOLUME
85 mL/kgBB
80 mL/kgBB
75 mL/kgBB
65 mL/kgBB

34

35

Bahaya yang berhubungan


dengan terapi cairan
intravena
Bahaya mikrobiologik
- Cairan merupakan nutrisi u7 mikroorganisme
- Kontaminasi karena :
* mikroba udara pada waktu membuka tutup
botol
* open system tanpa filter
* sentuhan
* penambahan obat
* pirogen
====>
36

Bahaya yang berhubungan


dengan terapi cairan
intravena
Penambahan obat dapat
menyebabkan
- Kontaminasi ( 8 % )
- Drug incompatibilities
- Drug bioavailability :potensi
antibiotik hilang, obat terabsorbsi ke
botol & selang infus
37

Untuk memastikan keamanan


dan efektivitas terapi cairan :

Harus tahu isi dan kandungan botol cairan

38

Awas & hati-hati !!!

39

Anang Achmadi

40