Anda di halaman 1dari 21
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
MANAJEMEN KEUANGAN
MANAJEMEN KEUANGAN
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
LITERATUR :
Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred
Weston & Thomas E. Copeland
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR : Managerial Finance, 8 th Ed, J.Fred Weston & Thomas E. Copeland
SILABUS  1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL
SILABUS  1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL
SILABUS
SILABUS
SILABUS  1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL 
SILABUS  1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL 
SILABUS  1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL 
 1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI KEAUANGAN  2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN STRUKTUR MODAL 
 1. KONSEP-KONSEP DASAR DAN TEORI
KEAUANGAN
 2. KEPUTUSAN PENDANAAN DAN
STRUKTUR MODAL
 3. KEPUTUSAN INVESTASI
 4. PENGANGGARAN MODAL
 5. KEBIJAKAN DIVIDEN
 6. MANAJEMEN MODAL KERJA
MODAL  3. KEPUTUSAN INVESTASI  4. PENGANGGARAN MODAL  5. KEBIJAKAN DIVIDEN  6. MANAJEMEN
KEPUTUSAN KEUANGAN  Manajemen Keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.
KEPUTUSAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KEUANGAN  Manajemen Keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.
KEPUTUSAN KEUANGAN  Manajemen Keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.
 Manajemen Keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.  Manajemen
 Manajemen Keuangan menyangkut kegiatan
perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan
keuangan.
 Manajemen Keuangan menyangkut pengaturan
kegiatan keuangan, dimana kegiatan utamanya adalah
- Kegiatan menggunakan dana (allocation of fund)
- Mencari dana (raising of fund)
dimana kegiatan utamanya adalah - Kegiatan menggunakan dana (allocation of fund) - Mencari dana (raising of
dimana kegiatan utamanya adalah - Kegiatan menggunakan dana (allocation of fund) - Mencari dana (raising of
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a
Kegiatan utama Manajer Keuangan
Kegiatan utama Manajer Keuangan

Pasar

Keuangan

Aktiva

Perusaha

an

 

1

Manajer

4b

4b

Keuangan

4a

2

Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2

3

Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2
Kegiatan utama Manajer Keuangan Pasar Keuangan Aktiva Perusaha an   1 Manajer 4b Keuangan 4a 2
Kegiatan Pendanaan  1. Dana diperoleh dari financial market.  2. Financial Market terdiri dari
Kegiatan Pendanaan
Kegiatan Pendanaan
Kegiatan Pendanaan  1. Dana diperoleh dari financial market.  2. Financial Market terdiri dari :
Kegiatan Pendanaan  1. Dana diperoleh dari financial market.  2. Financial Market terdiri dari :
Kegiatan Pendanaan  1. Dana diperoleh dari financial market.  2. Financial Market terdiri dari :
 1. Dana diperoleh dari financial market.  2. Financial Market terdiri dari : -
 1. Dana diperoleh dari financial
market.
 2. Financial Market terdiri dari :
- Money Market
- Capital Market
3. Financial Market dapat terjadi
- di sektor formal
- di sektor informa
4. Untuk memperoleh dana diperlukan
financial asset
Market dapat terjadi - di sektor formal - di sektor informa 4. Untuk memperoleh dana diperlukan
Market dapat terjadi - di sektor formal - di sektor informa 4. Untuk memperoleh dana diperlukan
KEGIATAN INVESTASI  Dana yang diperoleh dinvestasikan pada aktiva riil (tanah, mesin, persediaan dll). 
KEGIATAN INVESTASI
KEGIATAN INVESTASI
KEGIATAN INVESTASI  Dana yang diperoleh dinvestasikan pada aktiva riil (tanah, mesin, persediaan dll).  Dari
KEGIATAN INVESTASI  Dana yang diperoleh dinvestasikan pada aktiva riil (tanah, mesin, persediaan dll).  Dari
 Dana yang diperoleh dinvestasikan pada aktiva riil (tanah, mesin, persediaan dll).  Dari kegiatan
 Dana yang diperoleh dinvestasikan
pada aktiva riil (tanah, mesin,
persediaan dll).
 Dari kegiatan investasi diharapkan
memperoleh laba.
 Laba sebagian di bagikan ke pemilik
dana dan sebagian diinvestasikan
kembali.
diharapkan memperoleh laba.  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan sebagian diinvestasikan kembali.
diharapkan memperoleh laba.  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
 Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
 Laba sebagian di bagikan ke pemilik
dana dan
 sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN LABA  Laba sebagian di bagikan ke pemilik dana dan  sebagian diinvestasikan kembali.
KEPUTUSAN KEUANGAN  Memperoleh dana dari hasil keputusan pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan
KEPUTUSAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KEUANGAN  Memperoleh dana dari hasil keputusan pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan
KEPUTUSAN KEUANGAN  Memperoleh dana dari hasil keputusan pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan
 Memperoleh dana dari hasil keputusan pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan investasi 
 Memperoleh dana dari hasil
keputusan pendanaan
 Penggunaan dana dari hasil
keputusan investasi
 Pembagian laba dari hasil kebijakan
dividen.
pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan investasi  Pembagian laba dari hasil kebijakan dividen.
pendanaan  Penggunaan dana dari hasil keputusan investasi  Pembagian laba dari hasil kebijakan dividen.
CERMINAN KEPUTUSAN KEUANGAN  Keputusan investasi tercermin pada sisi aktiva perusahaan dengan demikian akan

CERMINAN KEPUTUSAN KEUANGAN

 Keputusan investasi tercermin pada sisi aktiva perusahaan dengan demikian akan mempengaruhi struktur kekayaan
 Keputusan investasi tercermin pada sisi
aktiva perusahaan dengan demikian akan
mempengaruhi struktur kekayaan
perusahaan
 Struktur Kekayan perusahaan yaitu
perbandingan antara aktiva lancar dengan
aktiva tetap
 Keputusan pendanaan dan kebijakan
dividen tercermin pada sisi pasiva
perusahaan
 Dana yang tertanam dalam jangka waktu
lama disebut struktur modal
 Dana yang tertanam dalam jangka pendek
dan jangka panjang disebut struktur
financial
TUJUAN KEPUTUSAN KEUANGAN  Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. 
TUJUAN KEPUTUSAN KEUANGAN  Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. 
TUJUAN KEPUTUSAN KEUANGAN
 Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan.
 Nilai Perusahaan merupakan harga yang bersedia
dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan dijual.
 Nilai Perusahaan terbentuk akibat sinergi dari
kekayaan yang dimiliki perusahaan.
 Memaksimumkan nilai perusahaan tidak identik
dengan memaksimumkan laba.
 Memaksimumkan nilai perusahaan identik dengan
memaksimumkan laba dalam pengertian ekonomi
 Laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan
yang dapat dikonsumsi tanpa pemilik kekayaan
menjadi miskin.
ekonomi  Laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang dapat dikonsumsi tanpa pemilik kekayaan menjadi miskin.
INFORMASI KEUANGAN  Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun menurut prinsip-prinsip
INFORMASI KEUANGAN
INFORMASI KEUANGAN
INFORMASI KEUANGAN  Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun menurut prinsip-prinsip
INFORMASI KEUANGAN  Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun menurut prinsip-prinsip
 Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi digunakan
 Informasi keuangan yang terdapat dalam
laporan keuangan yang disusun menurut
prinsip-prinsip akuntansi digunakan dasar
dalam pengambilan keputusan keuangan.
 Laporan keuangan yang pokok terdiri dari
neraca dan laporan rugi laba.
dasar dalam pengambilan keputusan keuangan.  Laporan keuangan yang pokok terdiri dari neraca dan laporan rugi
dasar dalam pengambilan keputusan keuangan.  Laporan keuangan yang pokok terdiri dari neraca dan laporan rugi
NERACA PT. GALUH NERACA 31-12-2004 ----------------------------------------------------------------------------- Kas
NERACA
NERACA
NERACA PT. GALUH NERACA 31-12-2004 ----------------------------------------------------------------------------- Kas
NERACA PT. GALUH NERACA 31-12-2004 ----------------------------------------------------------------------------- Kas
NERACA PT. GALUH NERACA 31-12-2004 ----------------------------------------------------------------------------- Kas
PT. GALUH NERACA 31-12-2004 ----------------------------------------------------------------------------- Kas 400.000
PT. GALUH
NERACA
31-12-2004
-----------------------------------------------------------------------------
Kas
400.000
Hutang Usaha
1.600.000
1.200.000
1.600.000
Modal Sendiri :
(Modal Saham)
Aktiva Lancar Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap 4.000.000 Akum Penyusut (800.000) 3.200.000 Total 4.800.000
Aktiva Lancar
Total Aktiva Lancar
Aktiva
Tetap
4.000.000
Akum
Penyusut
(800.000)
3.200.000
Total
4.800.000

=======

Total
Total
3.200.000
3.200.000
. 4.800.000
.
4.800.000

======

Tetap 4.000.000 Akum Penyusut (800.000) 3.200.000 Total 4.800.000 ======= Total 3.200.000 . 4.800.000 ======
LAPORAN RUGI LABA PT. GALUH LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA UNTUK PERIODE SATU TAHUN 1-1-2005 s.d
LAPORAN RUGI LABA PT. GALUH LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA UNTUK PERIODE SATU TAHUN 1-1-2005 s.d
LAPORAN RUGI LABA PT. GALUH LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA UNTUK PERIODE SATU TAHUN 1-1-2005 s.d
LAPORAN RUGI LABA
LAPORAN RUGI LABA
PT. GALUH LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA UNTUK PERIODE SATU TAHUN 1-1-2005 s.d 31-12-2005
PT. GALUH
LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA
UNTUK PERIODE SATU TAHUN 1-1-2005 s.d 31-12-2005
---------------------------------------------------------------------------
Pendapatan Penjualan
Beban Tunai
Beban Penyusutan
10.000.000
7.200.000
800.000
8.000.000
Laba Operasi ……………………………………………………………….
Bunga ………………………………………………………………………….
2.000.000
240.000
Laba sebelum pajak
1.760.000
Pajak
Laba setelah pajak
560.000
1.200.000
======
2.000.000 240.000 Laba sebelum pajak 1.760.000 Pajak Laba setelah pajak 560.000 1.200.000 ======
2.000.000 240.000 Laba sebelum pajak 1.760.000 Pajak Laba setelah pajak 560.000 1.200.000 ======
Bila Laporan Perhitungan Rugi Laba disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi maka dana (kas) dari hasil operasi
Bila Laporan Perhitungan Rugi Laba disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi
maka dana (kas) dari hasil operasi ( Internal Financing) =
Laba setelah pajak + Beban Penyusutan = 1.200.000 + 800.000 = 2.000.000
pajak + Beban Penyusutan = 1.200.000 + 800.000 = 2.000.000 Dengan asumsi, perusahaan tidak menambah dana
Dengan asumsi, perusahaan tidak menambah dana dari lauar tidak menambah aktiva lancar dan aktiva tetap
Dengan asumsi, perusahaan tidak menambah dana dari lauar tidak
menambah aktiva lancar dan aktiva tetap serta tidak membagi
laba maka neraca perusahaan pada 31-12-2005 sbb :
PT. GALUH
NERACA
31-12-2005
-----------------------------------------------------------------------------
Kas
Aktiva Lancar
Total Aktiva Lancar
Aktiva
2.400.000
Hutang Usaha
1.600.000
1.200.000
3.600.000
Modal Sendiri :
(Modal Saham)
3.200.000
Tetap
4.000.000
Laba Ditahan
1.200.000
Saham) 3.200.000 Tetap 4.000.000 Laba Ditahan 1.200.000 Akum Penyusut (1.6 00.000 ) 2.400.000 6.000.000 Total Total

Akum Penyusut (1.600.000)

2.400.000 6.000.000
2.400.000
6.000.000
Total
Total
Total
Total
. 6.000.000
.
6.000.000

=======

======

Laba Ditahan 1.200.000 Akum Penyusut (1.6 00.000 ) 2.400.000 6.000.000 Total Total . 6.000.000 ======= ======
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK KEPERLUAN ANALISIS Untuk mengetahui posisi relatif suatu akun dalam laporan keuangan
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK KEPERLUAN ANALISIS
Untuk mengetahui posisi relatif suatu akun dalam laporan keuangan dapat
dilakukan dengan menggunakan 1). Analisis common size, 2) Analisis index
1. Analisis Common Size
PT. Galuh
Neraca Common Size per 31-12-2004 dan 31-12-2005
-----------------------------------------------------------------------------
2004
2005
Kas …………………………………………………………….
Aktiva lancar lainnya ………………………………
8,3 %
40
%
25
%
20
%
Jumlah Aktiva Lancar …………………………
33,3%
60
%
Aktiva Tetap ………………………………………………
Akumulasi Penyusutan …………………………….
Aktiva Tetap (neto) ………………………………
83,3%
66,7%
16,6%
26,7%
66,7%
40
%
Jumlah Aktiva ………………………………………
100%
.
100 %
100% . 100 % Hutang Usaha
Hutang Usaha ………………………………………… Modal Saham
Hutang Usaha …………………………………………
Modal Saham ……………………………………………
Laba Ditahan ……………………………………………
Jumlah Kewajiban dan Modal Sendiri
33,3% 26,7% 66,7% 53,3% - 20 % 100 % . 100 %
33,3%
26,7%
66,7%
53,3%
-
20
%
100 %
.
100 %
PT. Galuh Laporan Laba Rugi Common Size Untuk periode tahun 2005
PT. Galuh Laporan Laba Rugi Common Size Untuk periode tahun 2005
PT. Galuh Laporan Laba Rugi Common Size Untuk periode tahun 2005
PT. Galuh Laporan Laba Rugi Common Size Untuk periode tahun 2005
PT. Galuh
Laporan Laba Rugi Common Size
Untuk periode tahun 2005
-----------------------------------------------------------------------------
Penjualan …………………………………………………………………….
100 %
Beban Usaha ……………………………………………………………….
80 %
Laba Operasi ……………………………………………………………….
Bunga ………………………………………………………………………….
Laba sebelum pajak …………………………………………………
20 %
2,4%
17,6%
Pajak …………………………………………………………………………
5,6%
Laba setelah pajak …………………………………………………….
12 %
5,6% Laba setelah pajak ……………………………………………………. 12 %
5,6% Laba setelah pajak ……………………………………………………. 12 %
2. Analisis Index Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi
2. Analisis Index
Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada
tahun dasar menjadi 100
PT. Galuh Neraca Analisis Index per 31-12-2004 dan 31-12-2005
PT. Galuh
Neraca Analisis Index per 31-12-2004 dan 31-12-2005
-----------------------------------------------------------------------------
2004
2005
Kas …………………………………………………………
Aktiva Lancar ………………………………………
Total Aktiva Lancar ………………………….
Aktiva Tetap ………………………………………….
Akumulasi Penyusutan …………………………
Aktiva Tetap (neto) ……………………….
100%
600%
100%
100%
100%
225%
100%
100%
100%
200%
100%
75%
Total Aktiva …………………………………….
100%
125%
Hutang …………………………………………………. Modal Sendiri (Modal saham+Laba ditahan)
Hutang ………………………………………………….
Modal Sendiri (Modal saham+Laba ditahan)
Modal Sendiri (Modal saham+Laba ditahan) 100% 100% 100% 137,5%
100% 100%
100%
100%
100% 137,5%
100%
137,5%
Modal Sendiri (Modal saham+Laba ditahan) 100% 100% 100% 137,5%
NILAI YANG TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN
NILAI YANG TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN
NILAI YANG TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan disebut Nilai buku yang
NILAI YANG TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan disebut Nilai buku yang
NILAI YANG TERCANTUM DALAM LAPORAN KEUANGAN Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan disebut Nilai buku yang
Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan disebut Nilai buku yang dicatat pada harga perolehan. Misal:
Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan disebut Nilai buku
yang dicatat pada harga perolehan.
Misal:
Suatu perusahaan pada tahun 2000 membeli tanah
Rp 50.000.000,00.
Pada neraca 31-12-2005 nilai tanah tersebut masih dicatat
sebesar Rp 50.000.000,00 sebesar harga perolehannya. Padahal
kalau kita beli tanah yang sama pada tahun 2005, mungkin kita
harus membayar RP 4.000.000.000,00. Nilai ini disebut nilai
pengganti ( replacement cost).
Apakah replacement cost sama dengan market value tanah
tersebut. Bila hanya tanah saja yang kita nilai maka
replacement cost = market value.
Tetapi bila tanah itu sebagai aktiva perusahaan secara
keseluruhan maka kemungkinan replacement cost tidak sama
dengan market value.
tanah itu sebagai aktiva perusahaan secara keseluruhan maka kemungkinan replacement cost tidak sama dengan market value.
Misalkan suatu perusahaan melakukan investasi dalam usaha foto copy dan mengeluarkan dana untuk membeli peralatan
Misalkan suatu perusahaan melakukan investasi dalam usaha foto
copy dan mengeluarkan dana untuk membeli peralatan Foto copy
dengan harga Rp 40.000.000,00, dan membeli berbagai bahan
habispakai Rp 5.000.000,00 dan membeli gedung berikut
tanahnya Rp 455.000.000,00 (harga gedung Rp 300.000.000,00
dan tanah Rp 155.000.000,00). Dengan demikian dalam neraca
pada sisi Aktiva tampak sebagai berikut :
Persediaan ……………………………………………………. Rp
5.000.000,00
Aktiva Tetap (selain Tanah) …………………………
Tanah …………………………………………………………….
Jumlah …………………………………………………………
340.000.000,00
155.000.000,00
Rp 500.000.000,00
==========
Usaha tersebut menghasilkan laba bersih Rp 500.000,00. per hari. Misakan setahun perusahaan bekerja 350 hari.
Usaha tersebut menghasilkan laba bersih Rp 500.000,00. per hari.
Misakan setahun perusahaan bekerja 350 hari.
Arus kas masuk setahun = 350 x Rp 500.000,00 = Rp
175.000.000,00. Tingkat keuntungan yang dipandang layak 20%.
Dengan demikian nilai perusahaan akan sebesar =
Rp 175.000.000/0,20 = Rp 875.000.000,00.
yang dipandang layak 20%. Dengan demikian nilai perusahaan akan sebesar = Rp 175.000.000/0,20 = Rp 875.000.000,00.
yang dipandang layak 20%. Dengan demikian nilai perusahaan akan sebesar = Rp 175.000.000/0,20 = Rp 875.000.000,00.
Apa arti perhitungan tersebut ?  Kalau kita nilai secara individual mengatakan bahwa nilai pasarnya
Apa arti perhitungan tersebut ?
Apa arti perhitungan tersebut ?
Apa arti perhitungan tersebut ?  Kalau kita nilai secara individual mengatakan bahwa nilai pasarnya Rp
Apa arti perhitungan tersebut ?  Kalau kita nilai secara individual mengatakan bahwa nilai pasarnya Rp
Apa arti perhitungan tersebut ?  Kalau kita nilai secara individual mengatakan bahwa nilai pasarnya Rp
 Kalau kita nilai secara individual mengatakan bahwa nilai pasarnya Rp 500.000.000,00. Tetapi pada waktu
 Kalau kita nilai secara individual
mengatakan bahwa nilai pasarnya Rp
500.000.000,00. Tetapi pada waktu kita
nilai secara keseluruhan Rp
875.000.000,00.
 Nilai pasar menjadi lebih besar karena
memberikan tambahan manfaat
 Tambahan manfaat tersebut disebut Net
Present Value dalam teori keuangan.
 Dalam akuntansi menyebutnya Goodwill
 Dalam bahasa manajemen disebut efek
sinergi
Value dalam teori keuangan.  Dalam akuntansi menyebutnya Goodwill  Dalam bahasa manajemen disebut efek sinergi