Anda di halaman 1dari 31

PROSTITUSI ONLINE

MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi Dan Komunikasi pada Program
Diploma Tiga (D.III)

Dosen : Yumi Novita Dewi, S.Kom

Disusun Oleh :

Sri Wahyuni
Manzalina Rachmawati
Dina Rubianne Rustam
Hasnah Amaliah

( 11130482 )
( 11130899 )
( 11130996 )
( 11131000 )

Kelas : 11.6A.04

Jurusan Komputerisasi Akuntansi


Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Bekasi
2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi


sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru

sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada
terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
PROSTITUSI ONLINE.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari
berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah
memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar.
Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik
lagi.Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah
ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Bekasi, Maret 2016
(Penulis)

DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1....................................................................................................Latar
Belakang ................................................................................... 1
1.2....................................................................................................Maks
ud dan Tujuan ........................................................................... 2
1.3....................................................................................................Rum
BAB II

usan Masalah............................................................................. 2
LANDASAN TEORI
2.1. Definisi CyberCrime................................................................. 4

2.2. Sejarah Prostitusi....................................................................... 5


BAB III PEMBAHASAN
3.1....................................................................................................Peng
ertian Prostitusi Online ............................................................. 6
3.2. Pihak Yang Terkait Dengan Prostitusi Online .......................... 7
3.3. Faktor Penyebab Prostitusi Online ........................................... 8
3.4. Akibat Dari Prostitusi Online ................................................... 11
3.5. Contoh Kasus Prostitusi Online................................................ 12
3.6. Landasan Hukum Yang Berkaitan Dengan Prostitusi Online . . 13
3.7. Prostitusi Online Menurut Pandangan Islam............................. 22
3.8. Upaya Penanggulangan Prostitusi Online................................. 24
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan .............................................................................. 27
4.2. Saran ......................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 29

DAFTAR GAMBAR
Gambar III.1
Gambar III.2
Gambar III.3
Gambar III.4
Gambar III.5

Halaman
Prostitusi Online ....................................................................... 6
Twitter Tata Chubby ..................................................................13
Prostitusi Online Dikalangan Pelajar ........................................14
Hukum Prostitusi Online...........................................................19
Prostitusi Online Menurut Pandangan Islam ............................22

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dalam perkembangannya kehidupan manusia tidak selamanya berjalan
dengan baik sesuai yang diharapkan. Manusia dalam kehidupannya sering
menemui kendala-kendala yang membuat manusia merasa kecewa dan tidak
menemukan jalan keluar sehingga manusia memilih langkah yang kurang tepat
dalam jalan hidupnya.
Upaya mencari penghasilan untuk sekarang ini tidaklah mudah karena
lapangan kerja yang sangat terbatas disamping tingkat pendidikan yang sangat
rendah. Dengan tingkat pendidikan yang rendah dan tidak adanya ketrampilan
yang mereka miliki menyebabkan mereka mencari jenis pekerjaan yang dengan
cepat menghasilkan uang. Salah satu jalan pintas dalam perjalanan hidup seorang
perempuan akibat cobaan-cobaan hidup yang berat dirasakan, perempuan tersebut
terjun dalam dunia prostitusi.
Fenomena praktek prostitusi merupakan masalah sosial yang tidak ada
habisnya untuk diperbincangkan dan diperdebatkan. Mulai dari dahulu sampai
sekarang masalah prostitusi adalah masalah sosial yang sangat sensitif yang
menyangkut peraturan sosial, moral, etika, bahkan agama.
Prostitusi merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang sudah
dikenal sejak masa lampau dan sulit untuk dihentikan. Hal ini terbukti dengan
banyaknya catatan seputar prostitusi dari masa ke masa. Prostitusi ini selain
meresahkan masyarakat juga dapat mematikan karena akan menyebar luaskan
penyakit AIDS akibat perilaku bebas tersebut.

1.2.Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk lebih memahami tentang etika dalam penggunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi.
2. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami peranan, dampak
positif dan dampak negatif prostitusi online dalam aspek kehidupan.
3. Untuk mengatahui solusi yang tepat dalam menangani dampak negatif
prostitusi online.
Sedangkan tujuan dari pembuatan makalah ini sebagai salah satu syarat
untuk memenuhi nilai UAS mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan
Komunikasi pada Program Diploma Tiga (D.III) jurusan Komputerisasi Akuntansi
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Bekasi.
1.3.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan prostitusi online ?
2. Siapa saja yang terkait dalam prostitusi online di Indonesia ?
3. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi online di
Indonesia ?
4. Apa saja akibat dari prostitusi online ?
5. Apa saja contoh kasus prostitusi online ?
6. Apa saja landasan hukum yang terkait dengan protitusi online di
Indonesia ?
7. Bagaimana pandangan Islam tentang prostitusi ?
8. Bagaimana upaya penanggulangan prostitusi online ?

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.Definisi Cybercrime
Cybercrime adalah bentuk kejahatan yang terjadi di internet atau dunia
maya. Saat ini menjadi salah satu tempat berkembangnya suatu tindakan
kejahatan. Dimana semakin banyak kejahatan yang memanfaatkan kecepatan dari
teknologi modern yang sedang berkembang dan menawarkan untuk melakukan
kejahatan maupun kegiatan kriminal melalui media sosial maupun internet.
Seperti halnya pada serangan tertulis di media social yaitu pencemaran nama baik,
maupun serangan seperti halnya pencurian identitas, dan penipuan melalui sms.
Karena pada saat ini perkembangan teknologi informatika sudah sangat pesat dan
meng-global dan membawa dampak yang sangat signifikan di dalam kehidupan
manusia. Kejahatan sesungguhnya kini mulai tumbuh dan berkembang di dalam
masyarakat, tidak ada kejahatan tanpa masyarakat yang membuatnya. Namun
yang pasti adalah bahwa kejahatan merupakan salah satu bentuk perilaku manusia
yang terus mengalami perkembangan sejajar dengan perkembangan masyarakat
itu sendiri. Yang menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan yaitu
mengacu pada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer.
Tetapi istilah cybercrime juga dipakai dalam kegiatan kejahatan dalam dunia
nyata di mana komputer atau jaringan komputer dipakai untuk memungkinkan
3

atau mempermudah kejahatan itu bisa terjadi. Yang termasuk dalam kejahatan
dalam dunia maya yaitu pemalsuan cek, penipuan lelang secara online, confidence
fraud, penipuan kartu kredit, pornografi, dan juga penipuan identitas.
Cybercrime juga terjadi pada dunia perbankan, penyebab dari cybercrime
perbankan yaitu bermotif masalah perekonomian sasarannya adalah uang. Seiring
dengan semakin pesatnya perkembangan Teknologi informasi (TI) kejahatan
dalam dunia juga semakin banyak dan berkembang sehingga meresahkan
masyarakat, termasuk dunia perbankan.
2.2.Sejarah Prostitusi
Prostitusi sudah ada sejak jaman purba. Keberadaannya seiring mengikuti
kemajuan peradaban manusia. Kemajuan teknologi telah ikut mengubah dunia
prostitusi menjadi makin canggih. Pelanggan pun mudah mengakses dan
mendapatkan pilihan sesuai selera dengan cepat. Kini prostitusi telah menjadi
bisnis besar yang menguntungkan di Indonesia. Istilah prostitusi kuil (temple
prostitutes). Prostitusi model ini ditemukan di pada kebudayaan zaman Babilonia,
Mesir Kuna, Palestina Kuna, Yunani, dan Romawi. Para PSK ini berkeliaran di
jalan-jalan dan di kedai-kedai minuman, mencari laki-laki.
Kedudukan para PSK memang naik turun. Suatu masa, para PSK ini
ditempatkan tak lebih sebagai perbudakan. Mereka dicap sebagai masyarakat
kelas bawah. Biasanya mereka lebih banyak beroperasi di jalan-jalan. Di Yunani,
PSK jalanan disebut pornoi. Masyarakat Yunani Kuno yang merupakan salah satu
peradaban purba, jauh telah mengenal apa yang disebut prostitusi kuil sebuah
institusi purba tempat para PSK menyumbangkan uang hasil kerjanya untuk kuil
Aphrodite demi mendapatkan berkah anugerah dari para dewi. Mereka disebut
dengan nama Hierodouli.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1.Definisi Prostitusi Online
Prostitusi di Indonesia dianggap sebagai kejahatan terhadap moral atau
kesusilaan dan kegiatan prostitusi adalah sebuah kegiatan yang ilegal dan bersifat
melawan hukum. Prostitusi juga bisa disebut perdagangan perempuan dan
prostitusi

dimasukan

sebagai

bentuk

kekerasan

terhadap

perempuan.

Berkembangnya kegiatan prostitusi di Indonesia merupakan bukti bahwa kegiatan


prostitusi masih menjadi momok untuk moral masyarakat bangsa Indonesia,
sehingga sulit untuk pemerintah dalam menghapus kegiatan prostitusi.

Gambar III.1
Prostitusi Online

Pengertian prostitusi online adalah gejala kemasyarakatan dimana wanita


menjual diri, melakukan perbuatan asusila sebagai mata pencaharian dan media
sosial sebagai alat untuk membantu bernegosiasi harga dan tempat dilakukannya
prostitusi tersebut Pengertian online adalah apabila seseorang terkoneksi atau
terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar.
Tingginya angka pengguna sosial media di sejumlah kota besar Indonesia
membuat bisnis prostitusi juga semakin liar. Meski bukan lagi hal yang benarbenar baru, namun belakangan publik cukup dikejutkan dengan mudahnya akses
ke situs terlarang tersebut.
Beberapa teori lain tentang definisi prostitusi yang dikemukakan oleh para
ahli maupun Peraturan Pemerintah yaitu:
1.

Prof. W.A. Bonger dalam tulisannya Maatschappelijke Oorzaken der


aparostitutie: Prostitusi ialah gejala kemasyarakatan dimana wanita
menjual diri melakukan perbuatan-perbuatan seksual sebagai mata
pencarian.

2.

Sarjana P.J. de Bruine van Amstel: Prostitusi adalah penyerahan diri dari
wanita kepada banyak laki-laki dengan pembayaran.

3.

Dalam pasal 296 KUHP mengenai prostitusi tersebut meyatakan: Barang


siapa yang pekerjaanya atau kebiasaanya, dengan sengaja mengadakan
atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dihukum dengan
hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda
sebanyak-banyaknya Rp 15.000 ( lima belas ribu rupiah).

3.2.Pihak Yang Terkait Dengan Prostitusi Online

Skema prostitusi setidaknya melibatkan tiga pihak yaitu Mucikari, Wanita


Penyedia Jasa dan Lelaki . Karenanya untuk memberantas prostitusi, hukum harus
memberikan perhatian kepada ketiga pihak ini. Kondisi yang sekarang, hanya
memungkinkan mucikari, lebih mudah dijerat dan memiliki sanksi pidana yang
cukup menjerakan. Sementara untuk wanita penyedia jasa dan lelaki yang samasama dewasa masih sulit dijerat dengan menggunakan hukum pidana. Kecuali jika
wanita penyedia jasanya dikategorikan dibawah umur maka dapat dijerat.

3.3.Faktor Penyebab Prostitusi Online


Kejahatan sebagai fenomena sosial di pengaruhi oleh berbagai aspek
kehidupan dalam masyarakat seperti politik, ekonomi, sosial budaya dan hal-hal
yang berhubungan dengan upaya pertahanan dan keamanan negara. Gejala yang
dinamakan kejahatan pada dasarnya terjadi di dalam proses dimana ada interaksi
sosial antara bagian-bagian dalam masyarakat yang mempunyai kewenangan
untuk melakukan perumusan tentang kejahatan dengan pihak-pihak mana
melakukan kejahatan.Timbulnya kejahatan secara garis besar terdiri atas dua
bagian yaitu, faktor internal adalah faktor penyebab dari dalam diri manusia
sendiri tanpa pengaruh lingkungan sekitar seperti tingkat emosional, gangguan
kejiwaan, personality (kepribadian), kelamin, kedudukan dalam keluarga.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor penyebab dari luar si pelaku, seperti
tekanan ekonomi, lingkungan, dan lain-lain.
Faktor intern ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor intern yang
bersifat khusus dan faktor intern yang bersifat umum. Sifat khusus dari diri
individu adalah keadaan psikologis, dimana masalah kepribadian sering tertekan
perasaannya cenderung melakukan penyimpangan dan penyimpangan ini biasanya

terjadi pada sistem sosial ataupun terhadap pola-pola kebudayaan. Faktor yang
menyebabkan prostitusi online internet semakin marak terjadi dan terus
berkembang dari waktu ke waktu. Peristiwa-peristiwa tersebut memudahkan
individu menggunakan pola reaksi yang menyimpang dari norma-norma yang
berlaku. Dalam hal ini adalah prostitusi online.
Adapun beberapa faktor pendorong timbulnya prostitusi online ini antara
lain:
1. Lemahnya tingkat keimanan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pada dasarnya, keimanan adalah landasan sseorang dalam menjalani
kehidupan ini. Tiap-tiap agama mempunyai aturan sendiri-sendiri
mengenai perintah dan larangan Tuhan Y.M.E.
2. Tingginya biaya hidup sering tidak diimbangi dengan pemasukkan yang
ada. tingginya biaya tersebut menuntut pemenuhan dan bukanlah suatu
perkara mudah untuk mendapatkan pekerjaan guna pemenuhan kebutuhan
tersebut. Akhirnya diambil jalan pendek yaitu dengan cara menjual diri.
3. Adanya keinginan dan dorongan manusia untuk menyalurkan kebutuhan
biologis, khususnya di luar ikatan perkawinan.
4. Menurunnya norma-norma asusila dan keagamaan pada saat orang-orang
mengenyam kesejahteraan hidup dan ada pemutarbalikan niai-nilai
pernikahan sejati.
5. Semakin besarnya penghinaan orang terhadap martabat kaum manusia dan
hakikat manusia.
6. Bertemunya bermacam-macam kebudayaan asing dan lokal di daerahdaerah perkotaan mengakibatkan perubahan sosial yang sangat cepat dan
radikal, sehingga masyarakatnya menjadi sangat stabil. Terjadinya banyak
konflik dan kurang adanya konsensus atau persetujuan mengenai normanorma kesusilaan para anggota masyarakat.

7. Keinginan cepat kaya (materialistic), keinginan untuk memiliki materi dan


standar hidup yang lebih tinggi hal ini memicu terjadinya prostitusi. Bisnis
prostitusi online internet menjadi peluang bisnis yang menghasilkan
keuntungan besar. Aktivitas haram ini sudah menjamah lingkungan
pendidikan. Pelajar SMP, SMA, Mahasiswa banyak pula yang terjun dalam
dunia ini. Motifnya, selain faktor kemiskinan juga adanya keinginan untuk
dapat segera memenuhi kebutuhan gaya hidup yang mewah.
8. Kemiskinan, kemiskinan telah memaksa banyak keluarga

untuk

merencanakan strategi penopang kehidupan mereka termasuk menjual


moral untuk bekerja.
9. Lemahnya penegakan hukum, pejabat penegak hukum dalam mengawasi
beredarnya cyberporn. Bahkan kegiatan prostitusi dan pornografi online di
internet selalu ada dan berkembang walaupun terus diberantas.
Sebenarnya, kenyataan di masyarakat memang demikian. Akan tetapi hal
ini kembali lagi pada ketegasan aparat penegak hukum dalam memberikan
shock therapy pada pemuat situs porno tersebut. Namun walaupun telah
diundangkannya undang-undang tersebut belum berlaku efektif dalam
menjerat dan menanggulangi bisnis prostitusi melalui online internet
karena akses melalui situs facebook yang tidak dapat dikontrol dan
kurangnya perhatian juga dari facebook sendiri guna mengontrol para
pengguna situsnya. Ada banyak akun Facebook yang menawarkan dan
memasang foto-foto gadis lengkap dengan data diri dan info kontak yang
bisa setiap saat kita hubungi baik lewat HP maupun email dan secara jelas
melakukan penawaran terhadap dirinya, bahwa memang dia adalah
seorang wanita penghibur yang bisa di kontak kapan saja asalkan sesuai

harga kesepakatan. Hal ini jelas merupakan satu bentuk prostitusi yang
memanfaatkan jasa jejaring sosial facebook yang disalah gunakan secara
tidak bertanggungjawab.

3.4.Akibat Dari Prostitusi Online


Semua perilaku pasti memiliki efek di belakangnya, entah itu efek positif
maupun negatif Begitupun pelacuran, karena pelacuran merupakan perilaku yang
menyimpang dari norma masyarakat dan agama, maka pelacuran hanya akan
mengakibatkan efek negatif, antara lain:
1.
Menimbulkan dan menyebarkuaskan penyakit kelamin dan kulit, terutama
syphilis dan gonorrhoe.
2.
Herpes, lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis. Penyebab herpes ini
adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan
seks, baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada
3.

kelamin dan mengenai langsung bagian luka.


Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga. Suami-suami yang tergoda oleh
seorang PSK biasanya melupakan fungsinya sebagai kepala keluarga,

4.
5.

sehingga keluarga menjadi berantakkan.


Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum, dan agama.
HIV-AIDS, sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang
sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam
sistem kekebalan tubuh. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency
Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem
kekebalan tubuh. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal
terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang
tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga
mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah.

10

3.5.Lima Kasus Yang Terkait Dengan Prostitusi Online


3.5.1. Tata Chubby Yang Tewas Mengenaskan
Salah satu kasus yang sempat marak dibicarakan dimasyarakat adalah
tentang pembunuhan sadis seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bernama
Deudeuh Alfisahrin atau biasa dipanggil Tata Chubby. Tata Chubby adalah salah
satu PSK yang memanfaatkan dunia maya untuk menjalankan bisnisnya via media
sosial yaitu Twitter. Pada tanggal 11 April 2015 sekitar pukul 19.00 WIB, Tata
Chubby ditemukan tewa dengan keadaan mengenakan di kamas kosnya di Jalan
Tebet Utara 1, Tebet Timur, Jakarta Selatan.
Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sulit dengan saksi yang
minim ini hanya

membutuhkan waktu kurang dari seminggu. Ini adalah

kesuksesan yang kesekian kali dari Polda Metro Jaya yang setiap tahun mampu
mengungkap tuntas kasus pembunuhan yang menarik perhatian masyarakat.
Penyidik sudah menangkap dan menahan tersangka, seorang guru bimbingan
belajar bernama Rio Santoso. Motif pembunuhan yang dilakukan Rio ke Tata
sangat sederhana dan tak disangka-sangka, yaitu karena Tata mengatakan Rio bau
badan. Rio tersinggung karena ia sendiri tidak pernah merasa bau badan. Oleh
karena itu kemudian ia mencekik, melilitnya dengan kabel, menyumpal mulutnya
dengan kaus kaki dan Tata pun mati lemas akibat dicekik Rio dan juga akibat
menghirup bau kaus kaki dari jarak sangat dekat. Atas perbuatannya ini, Rio

11

mendapatkan

ganjaran

hukuman

16

tahun

penjara.

Gambar III.2
Twitter Tata Chubby

3.5.2. Prostitusi Online Dikalangan Pelajar


Prostitusi online yang ada di masyarakat tidak hanya terjadi di kalangan
dewasa saja, tapi juga beredar di kalangan pelajar. Miris memang rasanya melihat
kejadian ini terjadi dan bahkan sudah menjamur di kalangan masyarakat kita,
namun memang inilah kenyataan yang sebenarnya beredar di lapangan. Salah satu
pelajar yang menjadi PSK via online adalah NA yang berusia 18 tahun dan

12

berdomisili di Samarinda, Kalimantan Timur. Pada hari Senin (11/1/2016), ia


berhasil diamankan ketika terjadinya penggerebekan yang dilakukan oleh Polresta
kota Samarinda yang memang sebelumnya sudah melakukan penyelidikan terkait
rencana pembongkaran kasus Prostitusi Online yang menawarkan jasa pelajar
SMP dan SMA di sekitar Samarinda Utara. Dia bekerja pada mucikari yang
bernama WW (21) dan sudah melayani kurang lebih enam orang pria hidung
belang dalam waktu satu bulan. Alasanya menjadi seorang PSK adalah karena
faktor kebutuhan ekonominya yang terjepit dan juga didorong oleh ajakan
temannya untuk melakukan bisnis haram tersebut. Dia pernah melayani pelanggan
yang merupakan aparat DPRD setempat, bahkan kerap melayani para tamu saat
masih mengenakan pakaian seragam sekolahnya. Selain NA, masih ada RO (17)
dan CV (18) yang sama-sama masih berstatus pelajar. Untuk kasus pelajar yang
menjalani bisnis prostitusi ini biasanya mereka mempromosikan dirinya lewat
jejaring sosial, antara lain facebook dan twitter. Dan untuk imbalan atas
pekerjaannya tersebut , mereka diberi komisi oleh sang mucikari sekitar Rp. 1 juta
hingga Rp. 3 juta. Saat ini, mereka dititipkan ke panti sosial untuk mendapatkan
pembinaan. WW ditahan di Polsekta Samarinda Utara dan dikenakan pasal 2 ayat
1, Undang-Undang Perdagangan Manusia, Nomor 21, Tahun 2007, dengan
ancaman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

13

Gambar III.3
Prostitusi Online Dikalangan Pelajar
3.5.3. Tukang Ojek Penjerumus 'Anak SD Jadi PSK' Diancam Hukuman
Tujuh Tahun
Pada Mei lalu, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung
menemukan kasus siswi SD yang berprofesi sebagai PSK. Sejauh ini, Polrestabes
sudah mengamankan satu orang tersangka untuk diproses secara hukum.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, saat ditemui di
Mapolrestabes Bandung, Jumat (24/7). Kombes Pol Angesta Romano Yoyol
mengungkapkan kronologi awal siswi SD tersebut masuk ke dunia prostitusi
karena terjerumus oleh faktor lingkungan. Kombes Pol Angesta Romano Yoyol
menuturkan siswi SD yang bersangkutan diperkenalkan oleh temannya kepada
seorang tukang ojek. Tukang ojek ini kemudian "mengenalkan" siswi SD tersebut
kepada lelaki hidung belang.
Tukang ojek tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kombes Pol
Angesta Romano Yoyol mengatakan berkas kasus tersebut telah berstatus P21 dan
sudah dilimpahkan ke pengadilan.

14

Terkait kasus prostitusi anak ini, Yoyol mengatakan orang tua siswi SD
tersebut tidak memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut. Ia menerangkan pihak
orang tua siswi SD tersebut yang justru melakukan pelaporan karena melihat
perubahan sikap pada sang anak dan didapati sang anak memiliki uang berlebih.
pelaporan dari kasus prostitusi anak di bawah umur ini sudah dilakukan sejak
awal Mei lalu. Tersangka tukang ojek, terang Ngajib, akan dijerat dengan Pasal 81
UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak degan ancaman hukuman 7
tahun penjara.
3.5.4. Beberapa Artis Yang Terjerat Dalam Prostitusi Online
Daftar Nama Artis PSK Prostitusi Online yang melibatkan artis papan atas
yang konon katanya dibayar dengan harga yang sangat luar biasa bukan itu juga
panggung hiburan tanah air berduka atas adanya prostitusi online yang melibatkan
nama-nama artis yang terlibat dalam hubungan atau perlakuan haram tersebut.
Prostitusi Online yang dilaporkan oleh gembong artis PSK yang berinisial RA
kepada pihak kepolisian dan diantaranya ada Artis AA yang sampai sekarang
menjadi saksi dalam kasus prostitusi yang melibatkan beberapa artis. Dari info
yang beredar, sekurang-kurangnya ada 17 inisial nama artis papan atas yang
disebut-sebut sering menemani pria hidung belang. Untuk mem-booking artisartis top ini, pelanggan tidak cuma mesti membayar mahal, namun juga mesti
memenuhi prasyarat lain, salah satu diantaranya harus menjaga kerahasiaan jati
diri artis tersebut.
Berikut dibawah ini Nama Artis yang namanya di inisialkan beserta tarif
harga dan bayaran yang dikeluarkan oleh pelanggan untuk sekali kencan saja.
1.

Inisial TB Tarif : Rp 200 juta

15

2.

Inisial JD Tarif : Rp 150 juta

3.

Inisial RF Tarif : Rp 60 juta

4.

Inisial CS Tarif : Rp 60 juta

5.

Inisial MT Tarif : Rp 55 juta

6.

Inisial KA Tarif : Rp 55 juta

7.

Inisial SB Tarif : Rp 55 juta

8.

Inisial CW Tarif : Rp 50 juta

9.

Inisial PUA Tarif : Rp 45 juta

10.

Inisial NM Tarif : Rp 40 juta

11.

Inisial CT Tarif : Rp 40 juta

12.

Inisial UJ Tarif : Rp 35 juta

13.

Inisial LM Tarif : Rp 35 juta

14.

Inisial DL Tarif : Rp 30 juta

15.

Inisial BS Tarif : Rp 30 juta

16.

Inisial AA Tarif : Rp 25 juta

17.

Inisial FNP Tarif : Rp 20 juta


Terkecuali kenyataan bahwa pelaku prostitusi online yaitu artis-artis

populer tanah air, hal-hal lain yang juga cukup mengagetkan yaitu tarif yang
dipasang. Dari 17 nama yang beredar, tarif termurahnya saja dapat meraih 20 juta
untuk sekali kencan. Sudah pasti, tarif itu belum termasuk juga beberapa hal lain
seperti cost ticket ataupun hotel.

3.5.5. Mucikari Mahasiswa Di Pekanbaru Yang Teringkus Oleh Aparat


Kepolisian

16

Aparat Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil


meringkus DN alias DL (30) yang merupakan mucikari para mahasiswi. Saat
diinterogasi, tersangka mengaku kerap melancarkan transaksi seks, dan juga
menawarkan gadis-gadis pada banyak pelanggan melalui media sosial secara
online. Mucikari tersebut diamankan saat berada di kamar sebuah hotel di
Pekanbaru, ketika dirinya sedang menunggu calon pelanggan untuk wanita
mahasiswi yang kerap dipamerkannya dalam sosial media. Dengan bahasa halus
dan gemetar mucikari ini DL yang ditemui di kantor polisi menjelaskan, bahwa
usahanya itu telah berlangsung cukup lama, tidak jelas dimulai kapan namun
sudah lebih setahun.
Selama itu, DL mengaku telah berhasil mengumpulkan puluhan wanita
rata-rata adalah gadis mahasiswi di universitas dalam kota dan luar kota. Ada 50an mahasiswi yang diperlihatkan fotonya, dikirim lewat BBM, pelangganya ada
pengusaha, polisi daln lain-lain dengan modus menemani karaoke, kemudian bisa
dibawa ke hotel. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat
dengan pasal 12 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Perdagangan
Manusia dengan ancaman kurungan paling 15 tahun.
3.6.Landasan Hukum Yang Terkait Dengan Prostitusi Online
Teknologi informasi saaat ini menjadi pedang bermata dua karena selain
memberi kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban
manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.
3.6.1. Prostitusi Dalam KUHP
Dalam merespon prostitusi ini hukum diberbagai Negara berbeda-beda,
ada yang mengkategorikan sebagai delik (tindak pidana), ada pula yang bersikap
diam dengan beberapa pengecualian, Indonesia termasuk yang bersikapn diam

17

dengan pengecualian. Pangkal hukum pidana Indonesia adalah Kitab Undangundang Hukum Pidana (KUHP) sebagai apa yang disebut sebagai hukum pidana
umum. Di samping itu terdapat pula hukum pidana khusus sebagaimana yang
tersebar di berbagai perundang-ungan lainnya.
Berkaitan dengan prostitusi KUHP mengaturnya dalam dua pasal, yaitu
pasal 296 dan pasal 506. Pasal 296 menyatakan Barang siapa dengan sengaja
menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain, dan
menjadkannya sebagai pencaharian atau kebiasaan, diancam dengan pidana
penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak Rp 15.000
(lima belas ribu rupiah). Sedangkan pasal 506 menyatakan Barang siapa sebagai
mucikari (souteneur) mengambil untung dari PSK perempuan, dihukum kurungan
selama-lamanya tiga bulan.
Dari situlah kita dapat tahu bahwa hukum pidana hanya mengkategorikan
prostitusi sebagai suatu delik terhadap pihak perantaranya. Dengan realitas seperti
itu aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian hanya mempunyai ruang
gerak untuk melakukan tindakan hukum terhadap perantara, bilamana terdapat
perantara, untuk menyingkap hal itu Kepolisian harus proaktif dengan
menggunakan personilnya untuk melakukan penyelidikan melalui tugas-tugas
intelejen yang telah merupakan lembaga tersendiri di bagian POLRI.

Gambar III.4
Hukum Prostitusi Online

18

3.6.2. Prostitusi Dalam Hukum Pidana Khusus


Ketentuan lain yang mungkin dapat digunakan dalam menjerat praktek
prostitusi adalah Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Undang-undang Nomor 23 Tahun
2002, tentang Perlindungan Anak, yaitu manakala melibatkan anak, atau
perundangan lain yang terkait dengan perundangan pidana. Adapun yang
dikategorikan anak adalah mereka yang berumur di bawah delapan belas tahun,
maka batas umur dalam pasal 287 KUHP harus ditafsir dengan didasarkan pada
undang-undang yang baru, yaitu di bawah umur delapan belas tahun, penafsiran
semacam ini masuk dalam kategori penafsiran sistematik.
Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, bahwa undang-undang ini
mengacu pada pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, yang di
dalamnya termasuk juga dalam hal prostitusi.
Berikut landasan hukum tambahan yang lainnya:
1. Pasal 27 ayat (1) UU ITE
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau
mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik
atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar
kesusilaan. Hal tersebut juga selaras dengan pasal 23 Undang-Undang
Nomor 39 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa:
a. Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan
politiknya.
b. Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebar
luaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan
melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai-

19

nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan


Negara.
2. Pasal 297 KUHP menyatakan bahwa:
Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum cukup
3.

umur, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.


Pasal 506 yang menyatakan bahwa :
Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita
dan menjadikan sebagai pencarian, diancam dengan kurungan paling lama
satu tahun.
4. Pasal 45 menyatakan bahwa :
Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27
ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00
(satu miliar rupiah).
Menurut data statistik yang yang diambil dari laman website

http://www.tegalkab.go.id perkembangan prostitusi di daerah Tegal hal tersebut


juga Hal tersebut juga terjadi pada jumlah Wanita Tuna Susila atau Pekerja Seks
Komersial (PSK) yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat dari
tahun 2011-2014 jumlahnya meningkat, dari 456 orang menjadi 462, 472, 498
orang. Banyaknya jumlah PSK tersebut terkait dengan besaran jumlah kasus
HIV/AIDS, sebagaimana tercatat dalam data 2011-2014 yaitu: 100 orang di tahun
2011; 118 orang tahun 2012 dan tahun 2013 dan di tahun 2015 mengalami
penurunan menjadi 74. Sebagai upaya dalam penanganan masalah sosial tersebut,
Pemerintah

Daerah

bekerja

sama

dengan

masyarakat

(lembaga

sosial

kemasyarakatan) berusaha memfasilitasi prasarana berupa panti asuhan, tercatat


jumlah panti asuhan tahun 2011 adalah 18 unit dengan kapasitas penghuni sampai

20

dengan 455 jiwa, hingga tahun 2015 menjadi 20 unit dengan jumlah penghuni
sebanyak 652 jiwa.
3.7.Prostitusi Menurut Pandangan Islam
Dalam agama Islam, prostitusi merupakan salah satu perbuatan zina.
Pandangan hukum Islam tentang perzinaan jauh berbeda dengan konsep hukum
konvensional, karena dalam hukum Islam, setiap hubungan seksual tanpa ikatan
pernikahan (yang diharamkan) seperti prostitusi masuk kedalam kategori
perzinaan yang harus diberikan sanksi hukum kepadanya, baik itu dalam tujuan
komersil ataupun tidak, baik yang dilakukan oleh yang sudah berkeluarga ataupun
belum.

Gambar III.5
Prostitusi Menurut Pandangan Islam

Para PSK yang rutinitasnya identik dengan perzinaan merupakan bentuk


lain dari penyimpangan tindak asusila dimana terjadi hubungan seksual antara
laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan pada ikatan tali perkawinan. Penduduk

21

masa jahiliyah mewajibkan kepada hamba sahaya perempuan kepunyaannya,


berupa pembayaran harian yang mesti dibayar penuh kepada tuannya, biar didapat
dengan jalan bagaimanapun. Diantara hamba sahaya itu ada yang terpaksa
melakukan prostitusi, supaya memenuhi pembayaran yang diwajibkan kepadanya.
Setelah datang agama Islam, dilarangnya putera dan putrinya mengerjakan
pekerjaan yang hina itu. Dan diperingatkan kepada siapa saja yang mempunyai
hamba sahaya perempuan, supaya jangan menyuruhnya hidup melacur.
Menurut hukum Islam, Zina secara harfiah berarti Fahisyah, yaitu
perbuatan keji. Zina dalam pengertian istilah adalah hubungan seksual antara
seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat
dalam hubungan perkawinan. Islam melarang dengan tegas perbuatan zina karena
perbuatan tersebut adalah kotor dan keji. Allah berfirman: Dan janganlah kamu
mendekati perbuatan zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan
suatu jalan yang buruk, (QS. Al-Isra: 32). Allah Swt telah mengategorikan zina
sebagai perbuatan keji dan kotor. Artinya, zina dianggap keji menurut syara, akal
dan fitrah karena merupakan pelanggaran terhadap hak Allah, hak istri, hak
keluarganya atau suaminya, merusak kesucian pernikahan, mengacaukan garis
keturunan, dan melanggar tatanan lainnya.
Oleh karena itu, Islam telah menetapkan hukuman yang tegas bagi pelaku
zina dengan hukuman cambuk seratus kali bagi yang belum nikah dan hukuman
rajam sampai mati bagi orang yang menikah. Di samping hukuman fisik tersebut,
hukuman moral atau sosial juga diberikan bagi mereka yaitu berupa
diumumkannya aibnya, diasingkan (taghrib), tidak boleh dinikahi dan ditolak
persaksiannya. Hukuman ini sebenarnya lebih bersifat preventif (pencegahan) dan

22

pelajaran berharga bagi orang lain. Hal ini mengingat dampak zina yang sangat
berbahaya bagi kehidupan manusia, baik dalam konteks tatanan kehidupan
individu, keluarga (nasab) maupun masyarakat.
3.8.Upaya Penanggulangan Prostitusi Online
Upaya penanggulangan dari sruktur hukumnya adalah dengan kerjasama
Depkominfo dengan polisi bagian cybercrime baik dari Bareskrim dan Direktorat
Reskrim Polda. Polisi Cyber untuk mengontrol penyimpangan aktivitas di dunia
maya, misalnya dengan Patroli Cyber yang dilakukan secara rutin di internet.
Bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan LSM untuk mensosialisasikan
peraturan yang mengatur tata tertib penggunaan internet, implementasi UndangUndang-Undang ITE dengan sanksi yang tegas. Pemerintah melalui Komisi
Informasi juga perlu menjadi penengah dan jembatan bagi penyedia layanan
internet dan pengguna.Prostitusi sebagai masalah sosial yang sejak dulu sampai
sekarang belum juga dapat dihapuskan. Usaha menanggulangi prostitusi online ini
sangat sulit dan membutuhkan waktu yang relatif lama serta membutuhkan
pembiayaan yang besar.
Beberapa alternatif solusi untuk mengatasi masalah sosial ini adalah
sebagai berikut:
1.
Intensifikasi pendidikan keagamaan dan kerohanian, untuk menginsafkan
kembali dan memperkuat iman terhadap nilai religius serta norma
2.
3.

kesusilaan.
Penyempurnaan undang-undang tentang larangan atau pengaturan
penyelenggaraan prostitusi online.
Penutupan lokalisasi tetap perlu dilakukan. Kecenderungan untuk selalu
bernegosiasi dengan para germo dan alasan perut, tidak akan pernah
menyelesaikan, karena selalu berujung sia-sia.

23

4.

Melakukan bimbingan bahwa perilaku hubungan seks yang berganti-ganti


pasangan bisa menyebabkan penularan penyakit seks seperti HIV/AIDS,

5.

herpes, dan lainnya.


Melakukan pemberdayaan pada PSK, yaitu membuka kursus keterampilan

6.

singkat bagi para penghuni lokalisasi.


Perlunya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anaknya dalam
menggunakan sarana internet dan perlunya orang tua ikut berpartisipasi
dan mengetaui sarana facebook, twitter dan media sosial sehngga dapat
mengontol dan mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan facebook dan

7.

media sosial yang lainnya.


Pemblokiran terhadap data-data pribadi yang mengandung unsur
penawaran prostitusi dan foto-foto terkait dengan foto-foto porno dalam

8.

data pribadi pengguna situs internet.


Pengadaan acara bimbingan rohani untuk memperbaiki keimanan dan

9.

keyakinan mereka.
Memperluas lapangan kerja bagi kaum wanita disesuaikan dengan
kodratnya dan bakatnya, serta memberikan gaji yang memadahi dan dapat

10.

untuk membiayai kebutuhan hidup.


Pembentukan team koordinasi yang terdiri dari beberapa instansi dan
mengikutsertakan masyarakat lokal dalam rangka penanggulangan
prostitusi.

24

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Di dunia ini banyak hal yang memiliki dualisme yang kedua sisinya saling
berlawanan. Seperti teknologi informasi dan komunikasi, hal ini diyakini sebagai
hasil karya cipta peradaban manusia tertinggi pada zaman ini. Namun karena
keberadaannya yang bagai memiliki dua mata pisau yang saling berlawanan, satu
mata pisau dapat menjadi manfaat bagi banyak orang, sedangkan mata pisau
lainnya dapat menjadi sumber kerugian bagi yang lain
Sebagai manusia yang beradab, dalam menyikapi dan menggunakan
teknologi ini, mestinya kita dapat memilah mana yang baik, benar dan bermanfaat
bagi sesama, kemudian mengambilnya sebagai penyambung mata rantai kebaikan

25

terhadap sesama, juga mesti pandai melihat mana yang buruk dan merugikan bagi
orang lain untuk selanjutnya menghindari
Penyebab utama adanya prostitusi online adalah desakan kebutuhan
ekonomi. Tingginya biaya hidup sering tidak diimbangi dengan pemasukan.
Ketidakseimbangan tersebut menuntut kebutuhan yang terus meningkat. Dan
bukanlah perkara mudah untuk mendapatkan pekerjaan guna memenuhi
kebutuhan tersebut. Akhirnya diambil jalan pendek yaitu dengan menjual diri baik
secara langsung amaupun melalui dunia teknologi.
Prostitusi online dapat dihapus apabila ada kerjasama yang baik dari
semua pihak yangg terkait yaitu pelaku prostitusi, pemerintah, dan masyarakat
umum. Anggota masyarakat harus mau untuk menerima eks-PSK dan sebaliknya
PSK-pun harus mau meninggalkan pekerjaan kotornya tersebut dan mau untuk
diberdayakan sehingga dapat bekerja secara layak.

4.2.

Saran
Adapun saran dari makalah ini adalah bila pemerintah tidak mampu

sepenuhnya menghapuskan kegiatan prostitusi online tersebut, ada beberapa saran


yang dapat dilakukan untuk mengurangi kegiatan tersebut dan usaha menyehatkan
kembali moral bangsa terutama generasi muda yang produktif, saran tersebut
antara

lain

penyempurnaan

perundang-undangan

mengenai

prostitusi,

perlindungan kaum wanita tuna asusila, memberikan penyuluhan secara benar,


penyediaan lapangan kerja, penyitaan sarana sarana berbau porno, mengadakan
kegiatan rehabilitasi dan resosialisasi pada tuna asusila tersebut. Perlu lebih
kontrol dan pengawasan pemerintah dan aparat menegak hukum terhadap situs-

26

situs di internet dan penggunaannya dan pemblokiran terhadap data-data pribadi


yang mengandung unsur penawaran prostitusi dan foto-foto terkait dengan fotofoto porno dalam data pribadi pengguna situs internet. Dan diatas semua saran
tersebut, yang terpenting adalah mensejahterakan kehidupan rakyat.

DAFTAR PUSTAKA
Raharjo, Agus. 2002. Cybercrime Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejahatan
Berteknologi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
http://usm.ptsb.edu.my/index.php/contact-us/keselamatan/28-pengertian-etika
dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi
http://www.negarahukum.com/hukum/dilema-menjerat-prostitusi-online.html
http://www.tribunnews.com/topics/prostitusi-online
http://tugasiptekdevytitin.blogspot.co.id/
http://news.detik.com/berita/2898237/prostitusi-online-menjamur-karena-adademand-dan-sikap-permisif
http://www.temukanpengertian.com/2013/02/pengertian-cybercrime.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/16/14000071/Prostitusi.Online.di.M
ata.Penulis.Jakarta.Undercover.
http://news.liputan6.com/read/2333330/suara-yang-terdengar-di-malam-tatachubby-terbunuh

27

http://www.kompasiana.com/pakde_kartono/pelajaran-dari-pembunuhan-alfi-tatachubby-prostitusi-online_5535b0936ea8343d22da42e9
http://www.tribunnews.com/regional/2016/01/11/praktik-prostitusi-online-disamarinda-berhasil-dibongkar?page=2

28