Anda di halaman 1dari 11

A.

SIKLUS CARNOT
Sejarah Penemuan Konsep
Nicolas Carnot menemukan dan merumuskan hukum kedua termodinamika dan
memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin yang mengubah energi panas
kedalam bentuk energi lain. Misalnya energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot) atau biasa
disebut mesin Carnot. Mesin Carnot adalah sebuah mesin kalor dengan cara memindahkan energi
dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah
sebagian energi menjadi usaha mekanis.
Penemuan ini berawal dari ketertarikan dari Nicolas Carnot dengan mesin uap, pada saat
Sadi Carnot menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya, Hippolyte Carnot,
tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan anaknya ini, selain melepas rindu juga
banyak berdiskusi tentang mesin uap. Mesin uap dari revolusi industri Inggris mulai
menjamur.Sepulang dari reuni ini, Sadi dengan penuh antusias berusaha mengembangkan teori
tentang mesin uap. Sesampainya di Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu memulai
mengerjakan teori tentang kalor (panas) dan membantu menjabarkan teori termodinamika
modern.
Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana merancang mesin uap dengan baik? Tenaga
Uap mempunyai banyak manfaat : mengeringkan air dalam pertambangan, mengangkat air dari
sungai untuk irigasi, menggiling biji-bijian, memintal benang tapi saat itu belum efisien. Jaman
ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris karena belum ada insinyur dan designer mesin
perancis yang memahaminya. Mesin-mesin buatan Inggris sudah dilengkapi dengan spesifiksi :
jenis/tipe mesin, mesin tekana tinggi/rendah.

Pengembangan Konsep
Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotesis yang beroperasi dalam suatu siklus reversibel

yang disebut siklus Carnot. Model dasar mesin ini dirancang oleh Nicolas Leonard Sadi Carnot,
seorang insinyur militer perancis pada tahun 1824. Model mesin Carnot kemudia dikembangkan
secara grafis oleh Emile Clapeyron, dan diuraikan secara matematis oleh Rudolf Clausiusdan
Clapeyron. Setiap system termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus
termodinamika terjadi ketika suatu system mengalami rangkaian keadaan keadaan yang

berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Dalam melalui proses siklus ini, system
tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya, sehingga disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan memindahkan energi dari daerah yang lebih panas
kedaerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha
mekanis.Sistem yang bekerja sebaliknya, dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu
mesin kalor dapat menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih
dingin kenergi panas.

Pengertian

Siklus adalah suatu rangkaian sedemikian rupa sehingga akhirnya kembali pada keadaan
semula.siklus termodinamika melibatkan proses isotermal,isobarik, isokhorik.sistem menjalani
proses isotermal dari keadaan A sampaB,kemudian menjalani proses isobarik untuk mengubah
sistem keadaan B ke keadaan
C.Akhirnya proses isokhorik
membuat sistem kembali ke
keadaan awalnya.

Apabila siklus tersebut berlangsung terus menerus,kalor yang diberikan dapat diubah menjadi
usaha mekanik.Tetapi tidak semua kalor dapat di ubah menjadi usaha .secara matemati dapat
ditulis :
W= n RT In - P (v2-v1 )

Usaha bernilai positif jika arah proses dalam siklus searah putaran jam.dan sebaliknya
.Perubahan energi dalam U untuk satu siklus dengan nol.karena keadaan awal sama dengan
keadaan akhir.
Siklus Carnot adalah siklus termodinamik ideal yang mampu-balik, yang pada mulanya
digunakan sebagai standar terhadap kemungkinan maksimum konversi energi panas ke energi
mekanik. Dalam bentuk sebaliknya, juga digunakan sebagai standar penampilan maksimum
suatu alat pendingin.

Siklus Carnot tidak mungkin diterapkan karena tidak mungkin

mendapatkan suatu siklus yang mutlak mampu-balik di alam nyata, tetapi dapat dianggap
sebagai kriteria pembatas untuk siklus-siklus lainnya.
Ciri-ciri siklus carnot
1. Setiap

proses

yang

melibatkan

perpindahan

baik pada TH maupun pada TC.


2. Setiap
proses
yang
mengalami

perubahan

panas

haruslah

suhu

isotermal

tidak

terjadi

perpindahan panas (proses adiabatik)


3. Siklus carnot terdiri dari dua proses isotermal reversibel dan dua proses adiabatik
reversible

Kelemahan siklus carnot

Meskipun siklus Carnot sangat efisien bekerja di antara dua sumber panas tertentu dan sangat
berguna sebagai kriteria bagi siklus yang bekerja secara sempurna, terdapat kelemahan yang
sangat jelas jika gas digunakan sebagai refrigeran. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain
adalah :
1. Terjadinya tekanan yang sangat tinggi dan volume yang sangat besar karena kenaikan
tekanan terjadi saat berlangsungnya kompresi isentropik serta saat proses pelepasan panas
secara isotermal.
2. Proses pindah panas dengan menggunakan gas, yaitu media yang mempunyai kapasitas
panas tertentu, tidak mungkin diperoleh di dalam praktek.
3. Diagram p-v siklus yang bekerja dengan menggunakan gas sangat sempit sehingga
sedikit ke-tak-mampubalikan di dalam proses tertentu akan mengakibatkan peningkatan

kerja yang dilakukan yang sangat besar dan merupakan bagian terbesar kerja bersih siklus
tersebut.

Teorema Carnot
Teorema Carnot adalah pernyataan formal dari fakta bahwa: Tidak mungkin ada

mesin yang beroperasi di antara dua reservoir panas yang lebih efisien daripada sebuah mesin
Carnot yang beroperasi pada dua reservoir yang sama. Artinya, efisiensi maksimum yang
dimungkinkan untuk sebuah mesin yang menggunakan temperatur tertentu diberikan oleh
efisiensi mesin Carnot,

W
Tc
=1
QH
Th
Implikasi lain dari teorema Carnot adalah mesin reversibel yang beroperasi antara dua

reservoir panas yang sama memiliki efisiensi yang sama pula.


Efisiensi maksimum yang dinyatakan pada persamaan diatas dapat diperoleh jika dan
hanya jika tidak ada entropi yang diciptakan dalam siklus tersebut. Jika ada, maka karena entropi
adalah fungsi keadaan, untuk membuang kelebihan entropi agar dapat kembali ke keadaan
semula akan melibatkan pembuangan kalor ke lingkungan, yang merupakan proses irreversibel
dan akan menyebabkan turunnya efisiensi. Jadi persamaan di atas hanya memberikan efisiensi
dari sebuah mesin kalor reversibel.
Theorema Carnot berbunyi : Tak ada sebuah mesin yang bekerja antara dua reservoir
tertentu dapat lebih effisien daripada mesin Carnot yang bekerja antara kedua reservoir
Bukti:
Misalkan sebuah mesin Carnot (R) dan suatu mesin lain (I) bekerja diantara dua reservoir
yang samadan diatur demikian sehingga keduanya melakukan usaha yang sama yaitu W.

Mesin Carnot R
1.
2.
3.
4.

Menghisap kalor reservoir panas.


Melakukan usaha W.
Mengeluarkan kalor Q1-W kepada reservoir dingin
Daya Guna .R=W.Q1

Mesin Lain I
1.
2.
3.
4.

Menghisap kalor Q, dari reservoir panas.


Melakukan usaha W
Mengeluarkan kalor Q1'-W kepada reservoir dingin
Daya guna 1=WQ'

Misalkan bahwa daya guna mesin I lebih besar dari R


I>R
WQ,>WQ1
Q1>Q'
Misalkan sekarang bahwamesin I menjalankan mesin Carnot R yang bekerja sebagai
mesin pendingin. Pada peristiwa ini secara simbolikditunjukkan sebagai gambar

Karena seluruh usaha adalah untuk kepentingan bersama maka mesin kalor dan mesin
pendingin ini dapat digabungkan sehingga keseluruhannya merupakan alat yang bekerja sendiri.
Kalor bersih yang diserap dari reservoir dingin adalah:
Q1-W-Q1-W=Q1-Q1'
Harga ini adalah positif. Kalor bersih yang dikeluarkan kepada reservoir panas juga =Q1-Q1'
Jadi kesimpulannya alat yang bekerja sendiri ini memudahkan kalor sebesar Q1-Q1, dari
reservoir dingin ke reservoir panas. Hal ini bertentangan dengan hukum II Termodinamika (Azas
Clausius).
Hal ini berarti bahwa pengandaian I>R salah. Maka seharusnya adalah:

IR
Dari Theorema Carnot dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Semua mesin Carnot yang bekerja antara dua reservoir yang tertentu daya gunanya sama.

Effisiensi Carnot
Hukum kedua termodinamika menempatkan batasan fundamental dalam efisiensi panas

dari semua mesin kalor. Dalam keadaan ideal, mesin yang memiliki friksi kecil tidak dapat
mengkonversi mendekati 100% dalam mengubah panas menjadi kerja atau usaha. Faktor
batasannya adalah temperature dimana panas masuk ke mesin, TH, dan temperature lingkungan
ke dalam dimana mesin membuang panas buangannya,TC, dihitung dalam skala absolut, seperti
Kelvin atau Rankine. Dari teorema carnot, untuk mesin apapun yang bekerja antara dua
temperature ini adalah :
th 1

atau

Q1
Q2

Sehingga dapat ditulis :


th=

Q 1 Tc
=
Q2 T H

Nilai batasan disebut effisiensi siklus carnot karena nilai ini adalah effisiensi dari sebuah
mesin ketidakcapaian,ideal, siklus reversible yang disebut siklus Carnot. Tidak ada mesin yang
mengkonversi ke dalam energy mekanik bisa melebihi efisiensi ini.

Siklus Carnot

Ada sebuah mesin seperti gambar diatas. Sisi dan atas silinder ditutup sehingga panas
tidak dapat mengalir masuk atau keluar system. Bagian bawah dibuat konduktor ideal sehingga
panas dapat mengalir masuk maupun keluar dari system melewati bagian bawah silinder. Tiga
berdiri bisa untuk penempatan silinder; stand panas, stand dingin dan stand insulator sempurna.
Dapat dilihat bagaimana siklus bekerja.
Langkah 1:

Ekspansi Isothermal.

Silinder ditempatkan pada panas temperature

tinggin yaitu. TH. Panas dikonduksi melewati bagian bawah silinder dan gas diserap panas. Kita
menyebut panas ini,Qin. Sebagai akibat penambahan panas, gas berekspansi, menekan piston
keatas. Langkah ini melakukan beberapa kerja. Kita menyebut langkah ini ekspansi isothermal
karena temperature tetap konstan dan volume meningkat. Usaha yang dilakukan sama untuk
P V. Langkah ini ditunjukan sebagai kurva AB dalam PV diagram dibawah.
Langkah 2: Ekspansi Adiabatik. Silinder tiba-tiba bergerak dari stand panas ke stand
insulated. Sekali ia ditempatkan di stand insulated, panas bisa mengalir ke dalam system (keluar
system). Gas melanjut ke ekspansi, tapi karena panas tidak lama yang masuk atau keluar, ini
terjadi ekspansi adiabatic. Tekanan di dalam silinder menekan ke nilai terendahnya. Ini diwakili
oleh kurva BC dalam diagram PV. Uasaha dilanjutkan bekerja oleh system selama langkah ini.
Langkah 3: Kompressi Isotermal: Silinder tiba-tiba ditempatkan ke temperature rendah.
Panas , yang mana kita sebut Qout, mengalir dari silinder ke dalam panas buangan. Sistem
kehilangan panas, volume menurun, dan gas dikompres secara isothermal. Ini ditunjukkan oleh
kurva CD dalamPV diagram
Langkah 4:

Kompresi Adiabatik. Silinder ditempatkan kembali ke stand insulated.

Panas tidak bisa masuk atau keluar, sehinngga system mengalami kompressi adiabatic kembali
ke bagian awal pada kurva AD.

B. MESIN KALOR CARNOT


Ketika system dalam suatu mesin menjalani sebagian daurnya, sejumlah kalor
diserap dari reservoir panas, pada bagian lain dari daur itu kalor yang jumlahnya lebih
sedikit dibuang ke reservoir yang lebih dingin. Jadi boleh dikatakan bahwa mesin bekerja

diantara sepasang reservoir ini. Menurut kenyataannya sejumlah kalor selalu dibuang ke
reservoir yang lebih dingin, sehingga efisiensi mesin tidak akan pernah mencapai 100%.
Ada 3 hal yang penting mengenai mesin.
1. Berapa daya guna maksimum yang dapat dicapai oleh suatu mesin yang bekerja antara kedua
reservoir itu.
2. Bagaimana karakteristik mesin.
3. Apa pengaruh sifat zat kerja.
Untuk menjawab pertanyaan ini Nicelai Leonard Sadi Carnot (1824) seorang
insinyur ulung bangsa perancis memikirkan sebuah siklis ideal yang sekarang terkenal
dengan siklus Carnot. Siklus carnot terdiri atas dua proses isothermal reversible dan dua
proses adiabatic reversible.
Siklus Carnot terdiri dari 4 proses sebagai berikut:
1. Proses adiabatic reversible dalam arah sedemikian sehingga suhu naik sampai suhu
T1dari reservoir panas.
2. Zat kerja tetap berhubungan dengan reservoir dengan suhu T1 dan menjalani proses
isotermik reversible dalam arah dan waktu sedemikian sehingga jumlah kalor Q1 diserap
dari reservoir tersebut, (Penyerapan kalor terjadi pada suhu konstan yaitu suhu dari
reservoir panas).
3. Proses adiabatic reversible dalam arah berlawanan dengan proses pertama sehingga suhu
turun sampai suhu T2 dari reservoir dingin.
4. Zat kerja tetap berhubungan dengan reservoir pada T2 dan mengalami proses isothermik
reversible dalam arah belawanan dengan proses kedua sampai zat kerja mencapai
keadaan mula-mula. Selama proses ini kalor Q2 diberikan kepada reservoir dingin
(Pengeluaran kalor terjadi pada suhu konstan yaitu suhu dari reservoir dingin)
Suatu mesin yang menjalani siklus carnot disebut mesin carnot. Sedangkan mesin
kalor carnot adalah suatu mesin yang mengubah energy kalor menjadi energy mekanik.
Karena keempat proses dari siklus tersebut reversible maka siklus carnot adalah siklus
reversible.
Q2= Kalor masuk
W= Usaha yang dihasilkan
Q1= Kalor yang keluar atau energy kalor yang tidak terpakai atau terbuang
Q2 dari reservoir panas, Q1 dari reservoir dingin.
Usaha W=Q2-Q1

Efisiensi mesin kalor :

Diagram Mesin Carnot

Usaha 1-2 ( Ekspansi isothermik)

Usaha 2-3 ( Ekspansi adiabatic)

Usaha 3-4 ( Kompresi isothermik)

Usaha 4-1 (Kompresi adiabatic)

Usaha Total

Diagram modern
Dibawah ini adalah diagram mesin Carnot sebagaimana biasanya dimodelkan dalam

pembahasan modern

Diagram mesin Carnot (modern) - kalor mengalir dari reservoir bersuhu tinggi TH melalui
"fluida kerja", menuju reservoir dingin ,TC, dan menyebabkan fluida kerja memberikan usaha
mekanis kepada lingkungan, melalui siklus penyusutan (kontraksi) dan pemuaian (ekspansi).
Dalam

diagram

benda fluida atau uap apapun

tersebut,
yang

dapat

sistem

("fluida

menerima

dan

kerja"),

dapat

memancarkan kalor Q,

berupa
untuk

menghasilkan usaha. Carnot mengusulkan bahwa fluida ini dapat berupa zat apapun yang dapat
mengalami ekspansi, seperti uap air, uap alkohol, uap raksa, gas permanen, udara, dll. Sekalipun
begitu, pada tahun-tahun awal, mesin-mesin kalor biasanya memiliki beberapa konfigurasi
khusus, yaitu ,QH, disuplai oleh pendidih, di mana air didihkan pada sebuah tungku, QC, biasanya
adalah aliran air dingin dalam bentuk embun yang terletak di berbagai bagian mesin. Usaha
keluaran ,W ,biasanya adalah gerakan piston yang digunakan untuk memutar sebuah engkol,
yang selanjutnya digunakan untuk memutar sebuah katrol. Penggunaannya biasanya untuk
mengangkut air dari sebuah pertambangan garam. Carnot sendiri mendefinisikan "usaha" sebagai
"berat yang diangkat melalui sebuah ketinggian".

C. APLIKASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN MESIN CARNOT

Refrigerator Kompresi Uap