Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar
dan penting suatu bangunan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan bangunan diindonesia. AMDAL ini
dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap
lingkungan hidup disekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup disini adalah aspek ekologi,
sosial ekonomi, dan sosial budaya. Dimana hukum yang mengatur mengenai amdal ada
beberapa dari peraturan menteri, dan salah satuh hukum pemerintah ialah peraturan pemerintah
No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Peraturan ini
mengatur tentang tata cara pelibatan masyarakat dalam proses AMDAL, dimulai dari
pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan, masyarakat mana saja yang dilibatkan dalam
proses AMDAL, penunjukkan wakil masyarakat yang terlibat dalam keanggotan Komisi Penilai
AMDAL, dan pelaksanaan konsultasi publik.
Selain itu peraturan ini juga mengatur peran masyarakat dalam proses penerbitan izin
lingkungan, dimana dalam penerbitan izin lingkungan diatur adanya pengumumam pada saat
permohonan dan pesertujuan izin lingkungan.
Kota Banjarmasin sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan memiliki fungsi strategis
sebagai pusat pertumbuhan provinsi, perdagangan, pemerintahan dan pelayanan sosial. Faktor
pendorong pesatnya pertumbuhan kota ini juga yang merangsang pertumbuhan ekonomi dan
menjadi daya tarik penduduk untuk berurbanisasi dan bekerja di kota. Berkembangnya sektor
1

ekonomi di Kota Banjarmasin ini terlihat dengan banyaknya pembangunan gedung tinggi seperti
Hotel-Hotel, Mall, dan yang saat ini sedang dalam masa pembangunan adanya.
Salah satu contoh pusat perbelanjaan di kota banjarmasin ialah Banjarmasin duta mall
adalah fasilitas kota Banjarmasin yang mampu memberikan suasana yang aman dan nyaman
dalam berbelanja maupun berekreasi meliputi Trade Center, Hotel dan Apartement, berada di
atas tanah seluas 42.000 m2.
Mall ini berada di pusat kota dan menjadi pusat perkembangan bisnis dengan akses langsung
dari Jl. A. Yani yang memudahkan potensial buyer dari dalam maupun luar kota. Kawasan ini
merupakan kawasan perdagangan dan perkantoran. Ini berarti pasar yang sangat potensial dan
strategis untuk berinvestasi. Mall ini merupakan pusat perbelanjaan modern, terbesar, terlengkap,
dan termegah di pusat kota Banjarmasin.
1.2 Rumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka kami dapat
mengambil perumusan masalah sebagai berikut:

Apa dampak akibat pembangunan banjarmasin duta mall dilihat dari aspek ekonomi,
aspek sosial, aspek budaya, aspek lingkungan masyarakat ?

Bagaimana cara mengatasi dampak lingkungan yang sudah terjadi ?

1.3 Maksud dan Tujuan


Mengidentifikasi rencana pembangunan pusat perbelanjaan yang diperkirakan dapat
menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik secara langsung atau tidak langsung serta
memperkirakan dan mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pada lingkungan serta
akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat pelaksanaan pembangunan maupun setelah
2

selesai pembangun. Salah satu contoh pusat perbelanjaan di kota Banjarmasin ialah Banjarmasin
duta mall yang berada di jalan ahmad yani. Pembangunan pusat perbelanjaan ini sangat
berpengaruh terhadap dampak lingkungan di sekitar pusat perbelanjaan. Dampak tersebut dapat
dilihat mulai dari berbagai macam aspek, diantaranya aspek ekonomi, sosial, maupun budaya
masyarakat di daerah tersebut.

BAB II
3

DATA
2.1 Duta Mall Banjarmasin
Duta mall banjarmasin dibangun diatas tanah seluas 42.000 m2 dan menjadi salah satu
pusat perbelanjaan terbesar dikota Banjarmasin, fasilitas kota Banjarmasin yang mampu
memberikan suasana yang aman dan nyaman dalam berbelanja maupun berekreasi meliputi
Trade Center, Hotel dan Apartement. Berada dijalan Ahmad yani dan belakang adalah jalan
veteran.

Mall yang berada ditengah kota Banjarmasin ini juga memiliki dampak, amdal yang
dilakukan oleh perusahaan ternyata tidak sesuai dengan dilapangan. Dimana setelah
pembangunan, pemerintah kota Banjarmasin menemukan beberapa kesalahan dilapangan.
Beberapa berita yang didapatkan mengenai duta mall mengatakan ada ditemukannya kesalahan
dilapangan bai mengenai lalu lintas, sistem drainasenya

2.2 Kasus Mengenai Pembangunan Duta Mall Banjarmasin


Pemkot Banjarmasin memiliki Perda Andalalin. Setiap bangunan, baik rumah, pusat
perbelanjaan, perkantoran dan pergudangan wajib melalui proses Andalalin.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada dampak yang ditimbulkan terhadap
kemacetan jalan setelah bangunan selesai dikerjakan. Selain tanpa IMB, kami menyakini
proyek pembangunan di Duta Mall Banjarmasin tanpa melalui proses analisis dampak lalu lintas
sebagaimana yang ditetapkan dalam Perda Andalalin, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD
Banjarmasin Muhammad Isnaini.
Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan laporan dari intansi terkait, apakah proyek
pembangunan tersebut sudah melalui proses Andalalin atau belum.
Banyak bangunan di Banjarmasin, katanya, dari awalnya tanpa melalui proses analisis
dampak lalu lintas. Mengingat, di beberapa kawasan, termasuk di sekitar Duta Mall Banjarmasin
sering terjadi kemacetan.
Dalam Perda Andalalin ada beberapa kriteria kegiatan atau usaha yang wajib
memilikinya analisis dampak lalu lintas, yakni perumahan, apartemen, toko, rumah toko, kantor,
rumah kantor, pusat perbelanjaan, pasar, perkantoran.
5

Kemudian,

hotel/penginapan,

rumah

sakit/klinik,

industri,

pergudangan,

sekolah/perguruan tinggi, tempat kursus, restoran/rumah makan, gedung pertemuan/tempat


hiburan/pusat olahraga, terminal/pool kendaraan/gedung parkir, pelabuhan atau bandara, bengkel
kendaraan bermotor, SPBU/gas. Keseluruhannya wajib melalui proses rekayasa lalulintas.
Jika tidak memiliki dokumen Andalalin, Pemkot Banjarmasin berwenang melakukan
penutupan atau mencabut izin usaha, katanya.
Sebelumnya, Walikota Banjarmasin H Muhidin telah meminta penjelasan Kepala
BP2TPM Banjarmasin M Ikhsan Alhaq terkait temuan Komisi III DPRD Banjarmasin mengenai
IMB pembangunan di Duta Mall Banjarmasin.
Kepala BP2TPM Banjarmasin Ikhsan membenarkan penambahan bangunan baru Duta
Mall itu belum mendapat IMB.
Alasannya, IMB masih ditahan karena mendapat protes dari warga dan bangunan
jembatan penghubung yang mau dibangun, terkena lahan milik Pemkot Banjarmasin. Akan
dikaji kembali atau pengukuran ulang, kata Ikhsan kepada Muhidin melalui sambungan telepon.
Mendengar penjelasan tersebut, H Muhidin langsung memerintahkan membongkar
bangunan baru itu, jika tidak sesuai aturan. Kalau tidak sesuai prosedur dibongkar saja, apalagi
sampai tekakat (mencaplok) tanah Pemkot Banjarmasin, kata H Muhidin.
Kepala BP2TPM Banjarmasin M Ikhsan Alhaq mengatakan, kepastian terkena tanah
Pemkot atau tidak masih menunggu keterangan resmi Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bukan
hanya masalah andalalin tetapi ternyata ditemukan PT Govindo Utama selaku perusahaan yang
melaksanakan pembangunan telah mengabaikan AMDAL yang direkomendasikan oleh
pemerintah daerah Banjarmasin. selaku investor pembangunan Duta Mall disemprit Komisi C
6

DPRD Kota Banjarmasin. Mereka dinilai telah mengabaikan dokumen Analisa Mengenai
Dampak Lingkungan (Amdal) yang direkomendasi oleh Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah (Bapedalda) setempat.

Pasalnya, mereka tidak melaksanakan rekomendasi utama dalam Amdal yang dikeluarkan
pada Maret 2005 itu, yakni membikin drainase khusus serta tempat-tempat penampungan
lumpur. Dikhawatirkan jika kedua hal itu tidak dilaksanakan, maka limpahan air dan lumpur dari
proyek akan membanjiri kawasan pemukiman warga sekitar.
"Kenyataannya Amdal itu tidak digubris sehingga masyarakat menjadi korban. Riak-riak
pun muncul dari sekedar keluhan, protes hingga unjuk rasa ini. Investor telah mengabaikan hal
ini. Jika ini terus terjadi, bukan tidak mungkin Komisi C akan bersikap sama dengan Penjabat
Walikota yang menilai pembangunan bisa dihentikan sementara," tegas Ketua Komisi C, HM
Yusri dalam rapat kerja membahas dampak lingkungan pembangunan Duta Mall di Gedung
DPRD Banjarmasin.

Tidak hanya Yusri, sebagian besar anggota komisi yang membidangi pembangunan ini
juga menyorot ketidakpedulian perusahaan tersebut terhadap lingkungan. "Selama ini perusahaan
selalu berlindung dengan mengatakan sudah memiliki izin Amdal. Semua orang tahu, dokumen
Amdal itu baik, tetapi jika tidak dilaksanakan tidak ada artinya. Di sini kami melihat kelalaian
dari investor untuk melaksanakan Amdal itu. Belum lagi dampak-dampak lainnya seperti
getaran, kebisingan dan debu," kata Sugian Noor.

Awan Subarkah malah langsung menohok perlunya drainase khusus agar air bercampur

lumpur tidak menggenangi pemukiman warga. "Dan pembangunan drainase itu tidak bisa
dibebankan kepada pemko saja. Bagaimana juga, hal ini adalah imbas dari pembangunan Duta
Mall sehingga investor harus ikut bertanggung jawab," ujarnya.

Menanggapi ini, Direktur PT Govindo Utama Dicky Gunawan (Aseng) didampingi


kuasa hukumnya Sakerani SH berkilah dengan mengatakan pihaknya memang sudah
memprioritaskan pembangunan drainase ini. "Selama ini kita masih berkonsultasi dan
berkoordinasi dengan pemko terutama Asisten II Pembangunan. Hal ini diperlukan karena
pembangunan itu harus disesuaikan dengan tata kota terutama jalur-jalur sungainya.
Pembangunannya tidak bisa begitu saja," ujar Sakerani.

Namun demikian saat sejumlah anggota Komisi C menyentil belum adanya


penampung-penampung lumpur pengeboran, mereka tidak memberikan jawaban tegas. "Visi
pembangunan mal ini adalah memperbaiki lingkungan. Jadi kita tentunya tidak ingin merusak
lingkungan yang ada di sekitar proyek pembangunan," ucap Aseng.

Sementara itu Kabid Pengawasan Bapedalda Banjarmasin, Hamdi yang juga hadir
dalam pertemuan ini mengatakan tim bentukan pemko telah melakukan penelitian lapangan dan
pengkajian terhadap proyek mal tersebut. Rekomendasi sementara tim tersebut antara lain, harus
dibuatnya penampung lumpur di setiap titik pengeboran tiang pancang.

"Selain itu harus dibuat tanggul penahan limpahan air dan lumpur proyek ke
pemukiman warga. Selain itu juga perlu dibuat drainase khusus. Sebenarnya itu semua sudah ada

dalam rekomendasi Amdal tetapi belum dikerjakan secara optimal. Selain itu kami juga melihat
ada kecerobohan dan kelalaian di sini," ujarnya.
Disekitar duta mall Banjarmasin juga ada beberapa bangunan, yaitu :
1. RSUD ulin Banjarmasin
Merupakan fasilitas yang ada, dimana rumah sakit ini berada disebelah duta mall
Banjarmasin.

2. Universitas lambung mangkurat fakultas kedokteran


Fasilitas pendidikan yang berada tepat dibelakang duta mall Banjarmasin.

3. Hotel mercure banjarmasin

Salah satu bangunan yang menyediakan tempat untuk menginap bagi wisatawan yang datang
diprovinsi Kalimantan selatan tepatnya di kota Banjarmasin.

2.3 Fasilitas Duta Mall Banjarmasin


Fasilitas diatas akan mengalami dampak dengan adanya pembangun duta mall/ pasar modern itu
sendiri dimana dampak yang paling mencolok ialah ekonomi dan budaya, karena pembangunan
duta mall tersebut membuat orang-orang yang berkunjung akan melihat trend terbaru yang dijual
dimall tersebut dan membuat perilaku serta pemikiran mereka akan berubah mereka untuk
berubah lebih ke arah modern. Pasar modern ini pasti juga banyak menyediakan makanan,
minuman, pakaian dan lain-lain dengan merek yang bertaraf internasional dan lokal.
Beberapa merek lokal dan internasional :

10

11

2.4 Limbah
Pada setiap pembangunan pasti ada limbah yang dihasilkan. Ada limbah padat, cair, dan gas. Dan
setiap limbah harus ada cara untuk menanganinya, agar tidak mencemari lingkuna serta
menumpuk sampah. Dimana limbah yang dihasilkan diduta mall Banjarmasin ini adalah kebanya
kannya limbah anorganik dan organik, yang mana itu sampah yang dihasilkan oleh pengunjung
yang membeli makanan dan minuman yang dijual di duta mall.
Beberapa penanganan limbah
Limbah padat

Cara menangani limbah organik, dijadikan kompos yaitu limbah organik yang dihasilkan
oleh sisa makanan pengunjung dimanfaatkan sebagai pupuk melalui proses fermentasi.
Agar mengurangi sampah.

Cara menangani limbah anoganik, yaitu dengan mengunakan cara 4R (replace, reduce,
recycle, dan reuse).

12

Replace yaitu usaha mengurangi pencemaran dengan menggunakan barang-barang


yang ramah lingkungan. Contohnya memanfaatkan daun daripada plastik sebagai
pembungkus makanan yang dijual di duta mall agar mengurangi terjadinya
penumpukan sampah akibat limbah plastik.

Reduce yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan meminimalkan


produksi sampah. Contohnya membawa tas belanja sendiri yang besar dari pada
banyak kantong plastik.

Recycle yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan mendaur ulang


sampah melalui penanganan dan teknologi khusus. Dalam hal ini pemulung berjasa
sekaligus mendapatkan keuntungan karena dengan memilah sampah yang bisa didaur
ulang bisa mendapat penghasilan.

13

Reuse yaitu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menggunakan


dan memanfaatkan kembali barang-barang yang seharusnya sudah dibuang.

Limbah cair yang dihasilkan disini seperti sisa cuci piring, sisa makanan berkuah dan lain lain.
Cara menanganinya yaitu salah satunya dengan membuat Sumur resapan, yaitu sumur yang
digunakan untuk tempat penampungan air limbah yang telah mengalami pengolahan dari sistem
lain. Air tinggal mengalami peresapan ke dalam tanah, dan sumur dibuat pada tanah porous,
diameter 1 2,5 m dan kedalaman 2,5 m. Sumur ini bisa dimanfaatkan 6 10 tahun. Supaya
tidak meluap kepemukiman masyarakat disekitar duta mall Banjarmasin,karena setelah adanya
pembangunan mall tersebut masyarakat mengeluhkan adanya air yang meluap dari saluran air ke
jalan raya.

14

2.5 Undang Undang Daerah Mengenai Pembangunan


Karena semakin meningkatnya tingkat konsumtif masyarakat terhadap barang sehingga
pembangunan pasar modern yang dilakukan secara skala besar oleh pengusaha pengusaha,
berdampak pada pedagang dipasar tradisional dan perlahan lahan menggeser gaya hidup
masyarakat untuk membeli barang barang dipasar modern. Dan dampak seperti ini membuat
persaingan untuk penjualan barang semakin meningkat maka dari pemerintah kota banjarmasin
menyusun peraturan daerah No 12 tahun 2013 tentang analisis dampak lingkungan. Dimana itu
mengenai masalah perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional, dan penataan pasar modern di
provinsi kalimantan selatan.
PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PASAR TRADISIONAL
Pasal 12
(1) Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban memberikan perlindungan
Pasar Tradisional dan pelaku usaha yang ada di dalamnya.
(2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi aspek:
a. lokasi usaha;
b. kepastian hukum; dan
c. persaingan usaha.
PENATAAN PASAR MODERN
Pasal 20
(1) Pendirian Pasar Modern harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan pasar tradisional, usaha
kecil, dan usaha menengah yang ada di wilayah yang bersangkutan;

15

b. menyediakan fasilitas yang menjamin pasar modern yang bersih, sehat, hygienis, aman, tertib
dan ruang publik yang nyaman;
c. menyediakan fasilitas tempat usaha bagi usaha kecil dan menengah, pada posisi yang saling
menguntungkan;
d. menyediakan fasilitas parkir kendaraan bermotor dan tidak bermotor yang memadai di dalam
area bangunan; dan
e. menyediakan sarana pemadam kebakaran dan jalur keselamatan bagi petugas maupun
pengguna pasar modern dan toko modern.
(2) Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pendirian Pasar Modern harus:
a. memperhatikan jarak dengan pasar tradisional dan pasar modern lainnya; dan
b. memenuhi syarat pendirian bangunan terutama berkaitan dengan lingkungan hidup.
(3) Ketentuan mengenai jarak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a diatur oleh
Bupati/Walikota.
(4) Syarat pendirian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c ditetapkan sebagai berikut:
a. perencanaan pembangunan harus didahului dengan studi mengenai dampak
lingkungan;
b. dokumen rencana rincian teknis harus mengacu pada ketentuan intensitas bangunan
sebagaimana tercantum dalam dokumen rencana umum tata ruang dan rencana detail
tata ruang kabupaten/kota;
c. mempunyai izin gangguan dari Bupati/Walikota; dan
d. selama proses pembangunan tidak menimbulkan ketertiban umum dan ketenteraman
masyarakat sekitar.
Pasal 21
16

Lokasi pendirian Pasar Modern wajib mengacu pada rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota,
dan rencana detail tata ruang kabupaten/kota, termasuk peraturan zonasinya.

17

BAB III
ANALISIS DATA
3.1 Dari data diatas memberikan gambaran bahwa pra proyek pembangunan, pasca
pembangunan dan setelahnya memiliki dampak baik positif maupun negatif terhadap
lingkungan disekitar baik sosial-budaya, ekonomi, tata kota, serta perubahan lingkungan
yang semula pemukiman padat penduduk menjadi semua bangunan yang megah.
3.2 Prakiraan Dampak Besar Dan Penting antara lain :
1) Pada saat pembangunan mengganggu aktivitas keseharian, fasilitas tranportasi, aktifitas
ekonomi, struktur penduduk terganggu. Ini akan terjadi pada fase kontruksi : mobilitas
peralatan, kebisingan, debu, gangguan kenyamanan. Fase Pra-konstruksi : adanya
pembebasan lahan, pemindahan perumahan, perubahan pekerjaan. Kendalanya lahan
yang dibebaskan harus berdasar kepemilikan pribadi masyarakat yang akan digusur,
kesulitan mencari tempat tinggal, kehilangan kerabat dan tetangganya.
2) Perubahan Sosial yang diakibatkan oleh faktor demografis seperti pola penduduk,
struktur umum, tranportasi, rasio kepemilikan lahan.
3) Pandangan masyakat membangun mall merupakan simbol dari kemajuan wilayah artinya
akan terjadi penyeragamam terhadap arsitektur kota, dimana mall saat ini menjelma
menjadi landmark kota baru yang benderang.
3.3 Dampak positif
Dampak ekonomi
Mall memberikan peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak, karena adanya
aktivitas ekonomi disana. Untuk setiap kedatangan mereka ke pusat perbelanjaan (akumulasi
18

dari parkir, belanja, makan dan minum, atau kegiatan lain). Dan setiap pendirian mall berarti
penyerapan tenaga kerja baru. Ini adalah salah satu untuk mengurangi angka pengangguran.
Pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan pemberantasan kemiskinan yang
merupakan masalah pokok, dan dihadapikan pada setiap usaha pembangunan yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak sosial budaya
Dimana ada interkasi sosial masyarakat dan perubahan ekonomi

masyarakat, juga

mendapat pengakuan kemajuan budaya. Pandangan masyakat membangun mall merupakan


simbol dari kemajuan wilayah, artinya akan terjadi Penyeragamam terhadap arsitektur
kota,atau tata kota dimana mall saat ini menjelma menjadi landmark kota baru yang
benderang, merupakan saran yang dibangun untuk menjadi daya tarik suatu daerah tersebut.
Biasanya mall itu adalah dengan mudahnya budaya itu bertukar karena disana kita akan
menjumpai orang atau pengunjung mall tersebut yang buka berasal dari daerah atau Negara
Indonesia/ bule dan itu membuat kita seolah sedang bertukar budaya yang dimana kita
melihat cara berpakaian, style, perilaku serta yang lainnya.
Dampak lingkungan
Dengan adanya pembangunan mall maka akan terjadinya keseragaman pembangunan dan
tata kota didaerah tersebut. Membuat masyarakat sadar pembangunan tidak selalu berdampak
negatif.
3.3 Dampak negatif
Dampak ekonomi
Tersingkirnya satu persatu pasar tradisional yang pada gilirannya mematikan aktifitas
pedagang tradisional. Jumlah pedagang tradisional semakin hari semakin berkurang akibat
kalah bersaing dengan pasar modern yang memberi kenyamanan yang lebih dan lebih
19

mudahnya dalam menentukan barang yang dibeli ketika sudah dipasar modern.
Dampak sosial budaya
Dengan adanya pembangunan mall menjadikan masyarakat lebih konsumtif, dimana
setiap individu untuk terus berbelanja karena melihat keunikan atau keindahan suatu barang
dan menghabiskan waktunya dimall. Perlahan-lahan menggeser pasar tradisional yang ada.
Pola konsumtif dapat berupa membeli pakaian, perabotan, alat-alat kecantikan, elektronik,
dan lain sebagainya. Perpindahan tempat tinggal juga berdampak akibat adanya
pembangunan ini, kepemilikan lahan pun akan beralih.
Dampak lingkungan

Menghambat gerakan angin, sehingga sirkulasi angin tidak stabil.

Kebisingan oleh mesin-mesin bermotor dan alat-alat berat pada pada saat pembangunan
proyek.

Mengakibatkan debu-debu bertebaran bila musim panas dan banjir lumpur bila musim
hujan terjadi.

Kurangnya daerah resapan air

Besarnya pengaruh perubahan, akibat adanya pembangunan Mall tersebut :


1) Berapa banyak jumlah masyarakat yang terkena dampak. Dampaknya tidak hanya dirasakan
untuk masyarakat sekitar tetapi membangun bangunan yang Multisektor itu juga
berpengaruh pada daerah atau wilayah banjarmasin.
2) Jangka waktu terjadinya dampak pembangunan tersebut. Dampaknya bisa dalam jangka
waktu panjang, misalnya ada dampak sosial, budaya, ekonomi yang telah dibahas. Dampak
ini terjadi secara signifikant artinya aktifitas proyek akan menggangu aktifitas masyarakat
sekitar.
3) Intensitas dampak Perubahan sosial, sifat fisik, konflik pro dan kontra, susunan lingkungan
20

sekitar berubah.Masyarakat di wilayah studi AMDAL pasti terkena dampak lingkungan


pembangunan. Tetapi beberapa masyarakat diantaranya bisa merasakan manfaat dari
pembangunan itu. Jumlah yang sama atau lebih yang bisa dirasakan manfaatnya akan
mendukung proses terjadinya pelaksanaan pembangunan itu.

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Setiap pembangunan memberikan bahwa pra proyek pembangunan, pasca pembangunan

21

dan setelahnya memiliki dampak baik positif maupun negatif terhadap lingkungan disekitar baik
sosial-budaya, ekonomi, tata kota, serta perubahan lingkungan yang semula pemukiman padat
penduduk menjadi semua bangunan yang megah.

4.2 SARAN
Setiap

pembangunan

seharusnya

memiliki

izin

AMDAL

agar

tidak

terjadi

penyalahgunaan lingkungan, setidaknya meminimalkan dampak negatif yang terjadi. Dan


perbaikan saluran pembuangan air bekas

DAFTAR PUSTAKA
http://mediakalimantan.com/artikel-7296-wajib-miliki-dokumen-andalalin.html
#ixzz3wSof4WnI
http://www.ampl.or.id/digilib/read/segera-bikin-drainase-/43110

22

http://kalsel.antaranews.com/berita/30276/dprd--duta-mal-harus-hentikan-kegiatan
http://kalteng.tribunnews.com/2013/01/13/keluhan-warga-veteran-soal-limbah-ditindaklanjuti
http://jdih.kalselprov.go.id/peraturan/PERDA%20NO%2015%20TH%202007%20TTG%20PPM
%20BPD.pdf
http://jdih.kalselprov.go.id/peraturan/PERGUB%20037%20thn%202012.pdf
http://www.apbi-icma.org/wp-content/uploads/2013/11/perda-prov-kalsel-no-2-th-2009.pdf

23