Anda di halaman 1dari 14

Tugas Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pengembangan Kemampuan Menyimak di SD

Disusun Oleh :
Kelompok 10

Ayu Puspitaningsari

(1305114884)

Nurul Hikmah S.

(1305112662)

Putri Ajeng Dwi Cahyani

(1305113025)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Riau
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya
dengan izin-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah Pengembangan
Kemampuan Menyimak di SD ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
kami miliki.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengembangan kemampuan menyimak
di SD.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapa pun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan dimasa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.
Pekanbaru, September 2015
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......... 2
2

DAFTAR ISI ..... 3


Bab I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...... 4
Bab II ISI
A. Pengertian Menyimak
6
B. Upaya Meningkatkan dan
Mengembangkan Kemampuan Menyimak .... 7
Bab III PENUTUP
A. Kesimpulan ...... 13
DAFTAR PUSTAKA ..... 14

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk memberikan pengetahuan
kebahasaan agar murid mampu menguasai bahasa Indonesia dengan sebaikbaiknya. Untuk mencapai tujuan ini maka pada dasarnya ada empat keterampilan
berbahasa yang harus dikuasai oleh murid secara baik dan benar sebagaimana
tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yaitu
keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill),
keterampilan membaca (reading skill), dan keterampilan menulis (writing skill).
Dari keempat keterampilan berbahasa (language skill) yang dikemukakan
di atas, hanya keterampilan menyimak yang akan menjadi perhatian dalam
makalah ini karena pada umumnya pengetahuan diperoleh melalui keterampilan
menyimak. Saat orang-orang mendengar berita melalui media massa maupun
informasi melalui tatap muka, saat itu berlangsung pula kegiatan menyimak. Oleh
karena itu, pengajaran menyimak mempunyai peranan yang sangat penting dalam
proses pembelajaran di Sekolah Dasar sebab kemampuan menyimak yang baik
adalah kondisi awal untuk menghasilkan prestasi belajar yang baik.
Berbagai pengalaman dalam pelaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia
mengindikasikan bahwa kemampuan menyimak murid Sekolah Dasar belum
optimal. Hal ini diketahui dari hasil penelitian Muhaimin (2006) yang menyatakan
bahwa dalam proses-belajar mengajar murid yang mampu menyimak secara baik
dan benar mempunyai persentase yang masih rendah. Indikasi yang menandakan
masih rendahnya kemampuan menyimak murid tersebut terlihat pula dalam hasil
ulangan semesternya. Daya serap semua murid pada semua mata pelajaran di
suatu kelas pun masih banyak yang berada di bawah standar. Ini berarti
penguasaan murid terhadap mata pelajaran juga masih rendah.
Setelah ditelusuri lebih jauh, hal di atas ternyata salah satunya disebabkan
oleh kurangnya kemampuan murid menyimak materi pelajaran. Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa ada kesenjangan antara hasil pengajaran menyimak dengan

target ideal, yaitu tercapainya kemampuan optimal murid dalam menyimak. Oleh
karena itulah diperlukan pembahasan tentang bagaimana cara meningkatkan dan
mengembangkan kemampuan menyimak di Sekolah Dasar.

BAB II
ISI

A. Pengertian Menyimak
Istilah mendengarkan, mendengar dan menyimak sering kita jumpai dalam
dunia pengajaran bahasa. Peristiwa mendengar biasanya terjadi secara kebetulan,
tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Karena itu kegiatan mendengar tidak
direncanakan. Jadi mendengarkan setingkat lebih tinggi tarafnya dari mendengar.
Faktor pemahaman biasanya juga tidak ada dalam mendengar karena hal itu
belum menjadi tujuan. Sedangkan mendengarkan sudah mencakup mendengar. Di
antara ketiga istilah di atas taraf tertinggi diduduki oleh istilah menyimak. Dalam
peristiwa menyimak sudah ada faktor kesengajaan. Faktor pemahaman merupakan
unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Bila mendengar sudah tercakup
dalam mendengarkan maka baik mendengar maupun mendengarkan sudah
tercakup dalam menyimak.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa Menyimak
adalah mendengarkan (mempertahankan apa yang diucapkan orang). Menyimak
adalah latihan mendengarkan baik-baik.
Sedangkan menyimak menurut Tarigan (1985) adalah suatu proses
kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian,
pemahaman,

apresiasi,

serta

interpretasi,

untuk

memperoleh

informasi,

menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh
pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Selanjutnya Tarigan menyatakan
(dalam Djuanda, 2008) bahwa menyimak adalah suatu proses yang mencakup
kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai
dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.
Jadi menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi baik
bunyi non bahasa dan bunyi bahasa dengan penuh pemahaman, perhatian,
apresiasi, serta interpretasi, dengan menggunakan aktivitas telinga dalam
menangkap pesan yang diperdengarkan untuk memperoleh informasi dan
memahami isi yang disampaikan.

B. Upaya Meningkatkan dan Mengembangkan Kemampuan Menyimak


Untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada murid sekolah sekolah
dasar, ada beberapa teknik yang perlu ditempuh (Tarigan, 1993: 61) yaitu:
a. Teknik Loci (Locy System)
b. Teknik Penggabungan
c. Teknik Fonetik
d. Teknik Pengelompokan Kategorial
e. Teknik Pemenggalan
f. Konsentrasi
Untuk lebih jelasnya mengenai teknik-teknik tersebut dapat dilihat pada
uraian berikut:
a. Teknik Loci (Loci System)
Salah satu teknik mengingat yang paling tradisional adalah teknik loci.
Teknik ini pada dasarnya memberikan cara mengingat pesan dengan
memvisualisasikan dalam benak kita materi yang harus diingat. Teknik ini
dilakukan dengan, mempelajari urutan informasi dengan informasi lain yang
serupa, dengan mempelajari lokasi-lokasi yang ada di sekitar kita dan
mencocokkan hal-hal yang akan diingat dengan lokasi-lokasi tersebut.
b. Teknik Penggabungan
Teknik yang kedua adalah teknik penggabungan (link system). Teknik ini
memberikan gagasan tentang cara mengingat, yaitu dengan menghubungkan

(menggabungkan) pesan pertama yang akan diingat dengan pesan kedua, ketiga,
dan seterusnya. Pesan berantai itu dihubungkan pula dengan imaji-imaji tertentu
yang perlu Anda visualkan secara jelas dalam pikiran. Untuk mencegah terjadinya
kelupaan pada pesan pertama (pesan yang akan dimata-rantaikan), Anda pun perlu
menghubungkan pesan pertama tersebut dengan lokasi yang akan mengingatkan
Anda pada item tadi.
c. Teknik Fonetik
Sistem lain yang lebih kompleks tetapi cukup efektif adalah teknik fonetik
atau phonetic system. Teknik ini melibatkan penggabungan angka-angka, bunyibunyi fonetis, dan kata-kata yang mewakili bilangan-bilangan tadi serta bunyibunyi, dengan pesan yang akan diingat.
d. Teknik Pengelompokan Kategorial
Pengelompokan kategorial, yakni suatu teknik pengorganisasian yang
dapat digunakan secara sistematis untuk memodifikasikan informasi baru dengan
cara memberikan struktur baru pada informasi-informasi tadi.
e. Teknik Pemenggalan
Teknik ini memberikan cara mengingat pesan dengan cara memenggal
pesan-pesan yang panjang. Contohnya, apabila mendengar orang menyebutkan
nomor telepon, misalnya 6651814, maka agar mudah mengingatnya kita
memenggal, kelompok angka itu menjadi 665-18-14, atau 66-51-814 dan
sebagainya.
f. Konsentrasi
Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicara merupakan
kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar. Karena seringnya berkomunikasi
dalam rentang waktu yang terlalu lama, sehingga keadaan seperti ini menuntutnya
untuk membagi-bagi energi untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang
dan tidak merespon pada satu rangsang saja.
Sedangkan (dalam Djuanda, 2008) menurut Tarigan terdapat tujuh cara
untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa, yaitu:
1. Simak Ulang Ucap

Pada teknik ini siswa harus menyimak apa yang diucapkan guru, setelah
itu siswa harus mengucap ulang apa yang disimaknya. Model ucapan yang akan
diperdengarkan harus diucapkan secara cermat oleh guru. Isi model ucapan dapat
berupa fonem, kata, kalimat, ungkapan, kata-kata mutiara, peribahasa, dan puisipuisi pendek. Model itu dapat diucapkan langsung atau direkam.
2. Simak Tulis (Dikte)
Simak Tulis mirip dengan Simak Ulang Ucap. Siswa menyimak apa
yang dikatakan guru atau dari rekaman, kemudian siswa harus menuliskannya.
3. Simak Kerjakan
Teknik ini, mula-mula siswa menyimak apa yang diperdengarkan guru,
kemudian siswa harus mengerjakan apa yang diperintahkan atau dikatakan dalam
kegiatan menyimak tadi. Model ucapannya biasanya berupa kalimat-kalimat
perintah.
4. Simak Terka
Guru menyusun deskripsi suatu benda, mainan, atau gambar yang paling
disukai siswa tanpa menyebutkan bendanya. Deskripsi diperdengarkan kepada
siswa. Lalu siswa menyimak teks deskripsi dan harus menerkanya.
5. Memperluas Kalimat
Guru menyebutkan sebuah kalimat. Siswa mengucapkan kembali kalimat
tersebut. Kembali guru mengucapkan kalimat tadi. Kemudian guru mengucapkan
kata atau kelompok kata lain. Siswa melengkapi kalimat tadi dengan kelompok
kata yang disebutkan terakhir oleh guru. Hasilnya kalimat yang diperluas.
6. Menyelesaikan Cerita
Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok beranggotakan
3-4 orang. Guru memanggil anggota kelompok pertama maju ke depan kelas.
Yang bersangkutan disuruh bercerita, judul bebas. Saat siswa pertama sedang
berceritakira-kira seperempatnyaia dihentikan lalu siswa kedua anggota
kelompok itu harus meneruskan cerita temannya yang pertama tadi, terus sampai
anggota kelompok selesai kebagian giliran. Siswa yang belum ke depan harus
menyimak dengan baik, sebab ada kemungkinan giliran jatuh kepada orang yang
tidak menyimak. Siswa harus siap meneruskan cerita.

7. Membuat Rangkuman
Siswa menyimak cerita atau teks nonsastra yang agak panjang. Setelah itu
siswa diharuskan membuat rangkuman apa yang telah disimaknya tadi. Apa yang
disimak harus dirangkum menjadi sesingkat mungkin, tapi yang singkat itu tetap
menjelaskan yang panjang.
Ada langkah-langkah untuk meningkatkan keterampilan menyimak
menurut Mc. Cabe dan Bender, yaitu:
a. Menerima keanehan sang pembicara
Penyimak rela atau mau menerima keanehan atau keganjilan yang terdapat
pada penampilan pembicara.
b. Memperbaiki sikap
Penyimak tidak berpura-pura menyimak sementara pikirannya telah
melayang ke mana-mana.
c. Memperbaiki lingkungan
Pilihlah tempat yang memungkinkan untuk menyimak. Lebih baik jangan
memilih tempat duduk dekat pintu tempat para partisipan keluar masuk.
d. Meningkatkan pembuatan catatan
Dalam menyimak sebaiknya apa yang disimak harus dicatat inti-intinya
saja. Catatan yang baik dan bermutu tidak tergantung pada panjangnya catatan,
tetapi pada ketepatan memilih butir-butir gagasan yang penting dalam kalimat.
e. Menyaring tujuan menyimak yang spesifik
Menetapkan tujuan khusus dalam menyimak akan membantu kita
memusatkan perhatian pada kegiatan menyimak. Andaikata kita menyimak
mempunyai tujuan menangkap garis besar argumen utama sang pembicara, maka
sebaiknya kita memusatkan perhatian ke arah yang dituju.
f. Memanfaatkan waktu secara bijaksana
Kecepatan dalam menyimak jauh lebih cepat daripada kecepatan
berbicara. Oleh karena itu perlu direncanakan penggunaan waktu secara
diferensial. Arahkanlah penyimakan kepada sang pembicara dan ramalkanlah ide-

10

idenya yang baru. Gunakanlah waktu semaksimal mungkin untuk menyimak


pembicaraan yang sedang berlangsung.
g. Menyimak secara rasional
Dalam menyimak harus disadari kadangkala reaksi emosional kita dapat
mempengaruhi kegiatan menyimak. Oleh sebab itu kita harus menahan emosi
dengan cara memusatkan perhatian pada pembicaraan yang sedang berlangsung.
h. Berlatih menyimak bahan-bahan yang sulit
Dalam menyimak biasakanlah berlatih menyimak bahan atau materi sulit
yang diutarakan pembicara. Perluaslah wawasan dengan menerima tantangan
karena dengan tantangan pengetahuan akan bertambah.
Jika yang dijabarkan di atas adalah cara meningkatkan dan mengembangkan
kemampuan menyimak secara umum (sastra dan non sastra), maka untuk
kemampuan menyimak non sastra saja caranya adalah:
a. Dengan menjawab pertanyaan
Guru mempersiapkan bahan simakan. Isi bahan simakan harus disesuaikan
dengan kemampuan siswa. Kemudian siswa menjawab pertanyaan dari guru
mengenai bahan simakan.
b. Dengan permainan seperti tebak-tebakan
Guru memberikan gambaran dari bahan yang akan dijadikan simakan
siswa. Guru memberikan kata kunci mengenai bahan simakan. Setelah itu siswa
menebak apa yang dimaksudkan oleh guru.
Menurut Djuanda (2008) ada beberapa macam permainan yang dapat
digunakan untuk pembelajaran menyimak. Beberapa contoh di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Bisik Berantai.
Permainan ini dilakukan dengan cara setiap siswa harus membisikkan
suatu kata (untuk kelas rendah) atau kalimat atau cerita (untuk kelas tinggi)
kepada pemain berikutnya. Terus berurut sampai pemain terakhir. Pemain yang
terakhir harus mengatakan isi kata, kalimat atau cerita yang dibisikkan. Betul atau

11

salah? Bila salah, dicari di manakah atau siapa yang melakukan kesalahan.
Permainan ini dapat dilombakan dengan cara berkelompok.
2. Kim Lihat (Lihat Katakan).
Sediakan beberapa benda, atau sayuran, atau buah-buahan dalam suatu
kotak tertutup. Permainan ini dilakukan secara berkelompok. Seorang siswa
dalam suatu kelompok harus melihat satu benda yang ada di dalam kotak. Setelah
dilihat dengan jelas, siswa tersebut harus menjelaskan sejelas-jelasnya kepada
kelompoknya baik ciri-cirinya, rasanya, warnanya atau apa saja yang dapat
dilihatnya. Anggota kelompok yang lain harus mengambil benda yang dijelaskan
oleh siswa yang melihat tadi. Kelompok yang paling banyak mengambil benda
dalam kotak, itulah yang menang.
3. Cerita berantai.
Permainan ini dilakukan berkelompok dengan jumlah anggota dua orang.
Setiap kelompok harus melanjutkan cerita yang diucapkan kelompok lain. Cerita
dimulai dari guru. Anggota kelompok yang satu sebagai pembicara melanjutkan
cerita, yang seorang lagi mencatat kalimat yang diucapkan setiap kelompok dan
membacakannya setelah cerita selesai.
4. Siap Laksanakan Perintah.
Permainan ini dimainkan lewat lagu. Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok harus mengganti lirik lagu Suka Hati dengan
perintah yang harus dikerjakan oleh kelompok lain.

BAB III

12

PENUTUP

A. Kesimpulan
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi baik bunyi
non bahasa dan bunyi bahasa dengan penuh pemahaman, perhatian, apresiasi,
serta interpretasi, dengan menggunakan aktivitas telinga dalam menangkap pesan
yang diperdengarkan untuk memperoleh informasi dan memahami isi yang
disampaikan. Menyimak berbeda dengan mendengar maupun mendengarkan
karena dalam menyimak terlibat unsur kesengajaan dan pemahaman.
Ada

beberapa

upaya

untuk

meningkatkan

dan

mengembangkan

kemampuan menyimak. Teknik-teknik tersebut adalah teknik loci, teknik


penggabungan, teknik fonetik, teknik pengelompokan kategorial, teknik
pemenggalan, dan konsentrasi. Sementara cara-caranya berupa simak ulang
ucap, simak tulis (dikte), simak kerjakan, simak terka, memperluas kalimat,
menyelesaikan cerita, dan membuat rangkuman. Di samping itu terdapat pula
beberapa langkah yang dapat diterapkan di antaranya adalah menerima keanehan
sang pembicara, memperbaiki sikap, memperbaiki lingkungan, meningkatkan
pembuatan catatan, menyaring tujuan menyimak yang spesifik, memanfaatkan
waktu secara sederhana, menyimak secara rasional, serta berlatih menyimak
bahan-bahan yang sulit.

DAFTAR PUSTAKA

13

Rofiuddin, Ahmad, dan Darmiyati Zuhdi. 1998/1999. Pendidikan Bahasa dan


Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Jakarta: Depdikbud.
http://yurishandcraft.blogspot.co.id/2013/12/kemampuan-menyimak-di
sd_15.html
http://gumawangcity.blogspot.co.id/2007/04/hakikat-menyimak.html
http://bagazz1995.blogspot.co.id/2015/03/makalah-strategi-pembelajaranmenyimak.html
http://aristhaserenade.blogspot.co.id/p/keterampilan-menyimak.html
http://lenterastkippgribl.blogspot.co.id/2013/02/pembelajaran-bahasa-danktsp.html
http://jupriyantojbu.blogspot.co.id/2009/02/pemb.html

14