Anda di halaman 1dari 27

TONSILITIS

Pendamping :
dr. Saidi MG
dr. Pipin Andriani

BY : dr. Agus Jefri Tarigan

TONSILITIS

dr. Agus jefri tarigan

Tonsilitis: peradangan pada


tonsila palatina yang biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri,
virus & beberapa
faktor predisposisi lain
Tonsilitis:
Tonsilitis akut
Tonsilitis membranosa
Tonsilitis kronik

Tonsilitis akut
Bacterial

Virus
Etiologi: Epstein
Barr
Gejala: mirip
common cold
disertai dengan nyeri
tenggorok
Terapi: bad rest,
minum, analgetik
dan antivirus jika
gejala berat

Etiologi: streptokokus
betahemolitikus grup A,
pneumokokus viridan, streptokokus
piogen
gejala dan tanda:
1. Nyeri tenggorok
2. Nyeri menelan
3. Febris
4. Nyeri alih di telinga
5. Tonsil membesar & hiperemis,
detritus (+)
6. KGB submandibula besar &
nyeri tekan
. Terapi: antibiotik spektrum
luas, antipiretik
. Komplikasi: OMA, sinusitis,
abses peritonsil, miokarditis,
GNA, Obstructive Sleep
Apnoe Syndrome (OSAS)

Tonsilitis membranosa

Tonsilitis difteri
Etiologi: Coryne bacterium
diphteriae
Biasanya menginfeksi sal.napas atas,
dan tergantung dari titer antitoksin
Gejala & tanda:

Umum

Lokal

eksotoksin

Subfebris

Tonsil membesar

Miokarditis

Nyeri kepala

Ditutupi bercak putih kotor


membentuk membran semu yang
semakin meluas

Kelumpuhan otot
palatum &
pernapasan

Lemah letih
lesu

Mudah berdarah

Nyeri menelan

KGB leher membengkak (bulls

Terapi: isolasi pasien


neck)
Anti Difteri Serum
Antibiotik : penisilin atau eritromisin
Kortikosteroid
antipiretik

albuminuria

Tonsilitis septik
Etiologi: Streptokokus hemolitikus pada susu sapi
Angina Plaut Vincent
Etiologi: bakteri spirochaeta/triponema pada orang yg

hygine mulut buruk dan defisiensi Vit.C

Gejala & tanda:

Demam tinggi
Nyeri mulut
Gang.pencernaan
Hipersalivasi
Gigi & gusi mudah berdarah
Mukosa mulut & faring hiperemis
Membran putih di uvula, dinding faring
Foeter ex ore
KGB submandibula membesar
Terapi : antibiotik spektrum kuas, perbaiki hygine mulut,
Vit.C & Vit. B kompleks

Tonsilitis kronik

Rangsangan menahun dari rokok, makanan, higiene


mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik,
pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.
Gejala:

Tonsil membesar
Permukaan tidak rata
Kripti melebar terisi detritus
Rasa mengganjal ditenggorok
Rasa kering di tenggorok
Napas berbau

Terapi: lokal perbaiki higiene mulut

Patogenesis
proses
radang
berulang

Kripta
terisi oleh
detritus

Proses
meluas

Epitel
mukosa
dan
jaringan
limfoid
terkikis

Kripta
melebar

Menembu
s kapsul
tonsil

Jar.limfoid
diganti
jaringan
parut

Jaringan
akan
mengerut

Perlengket
an di fosa
tonsilaris

Komplikasi tonsilitis kronis


Rhinitis kronik
Sinusitis atau otitis media secara
perkontinuitatum
Hematogen & limfogen :
Endokarditis, artritis, miositis, nefritis,
uveitis, dermatitis, pruritus, urtikaria dan
furunkulosis

Indikasi tonsilektomi pada


tonsilitis

Serangan tonsilitis lebih dari 3x dalam setahun walaupun


telah dapat terapi adekuat

Hipertrofi tonsil menimbulkan maloklusi gigi dan


gang.pertumbuhan orofasial

Sumbatan jalan napas, gang.menelan, gang.bicara, sleep


apnea, cor pulmonal

Napas bau

Hipertrofi tonsil curiga keganasan

Data
Pasien

Kasus

Seorang anak umur 11 tahun datang


dengan keluhan demam yang dialami
3 hari sebelum masuk Rumah Sakit.
Muntah
(+),
mual
(-).
Os
juga
mengeluhkan
nyeri
didaerah
tenggorokan. Amandel (+), Nafsu makan
menurun, Batuk (+)

Keadaan Umum : Compos mentis

Vital sign :
HR = 88 x/i
RR = 20 x/i
T = 36,5O C

Status Generalis

Kepala
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
Leher : TVJ 5+2 cmH20, Pembesaran KGB
Tonsil : T3-T3 hiperemis
Lidah : Beslag (+)

Pulmo
Inspeksi
: pergerakan dada simetris, ketinggalan pernafasan
(-), retraksi
dinding dada (-)
Palpasi
: stem fremitus kiri=kanan
Perkusi
: sonor dikedua lapang paru
Auskultasi : suara nafas vesikuler (+), ronki -/-, wheezing -/-

Cor
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: iktus cordis tidak terlihat


: iktus cordis tidak teraba
: batas jantung dalam batas normal
: S1 S2 reguler, gallop (-), murmur (-)

Abdomen
Inspeksi
(-), caput
Palpasi
Auskultasi
Perkusi

: simetris, spider nevi (-), venektasi


medusa (-)
: Soepel, hepar dan lien tidak teraba
: Bising usus (+) normal, undulasi (-)
: timpani, shifting dullness (-)

Ekstremitas
Akral hangat, oedem tungkai -/-, deformitas (-)

Tanggal 08 April 2016


Pemeriksaan

Unit

Hasil

Normal

HB

gr %

13,1

13-18

Eritrosit

10/mm3

5,51

4-5,5

Leukosit

10/mm3

4.900

4-11

Ht

42,0

35-47

MCV

Fl

76,4

82-95

MCH

Ng

23,7

27-31

MCHC

31,1

32-36

Trombosit

10/mm3

249.000

150-400

KGD Ad Random

mg/dl

105

Pemeriksaan Serologis
Widal test

1/160

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella typhi

1/160

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi A-O

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi B-O

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi C-O

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella typhi

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi A-O

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi B-H

1/80

Pengenceran <1/160

Antigen O Salmonella Paratyphi C-H

1/80

Pengenceran <1/160

Diagnosis

Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan


fisik
dan
pemeriksaan
penunjang
diagnosis kasus ini adalah: Tonsilitis

Penatalaksanaan

Medikamentosa

Pemasangan Infus
IVFD Futrolite 60 gtt/ mikro
Cefotacime 1 gr/12 jam (Skin test)
Ranitidine 1 ml/12 jam
Novalgin 300 mg/ 8 jam (k/p)
PCT syr 3 x 2 cth
Ambroxol 3 x 1 cth
Diet MII

Konsul Dr. Sp. A dan Sp. THT

FOLLOW UP TANGGAL 09 APRIL 2016


S : Sakit tenggorokan (+)
O : T3-T3 Hiperemis
A : Tonsilitis
P :

IVFD Futrolite 60 gtt/ mikro


Cefotacime 1 gr/12 jam (Skin test)
Ranitidine 1 ml/12 jam
Novalgin 300 mg/ 8 jam (k/p)
PCT syr 3 x 2 cth
Ambroxol 3 x 1 cth
Asam mefenamat 3 x
Metilprednisolon 3x1/2
Diet MII

FOLLOW UP TANGGAL 10 APRIL 2016


S : sakit tenggorokan (+)
O : T3-T3 Hiperemis
A : Tonsilitis
P :

IVFD Futrolite 60 gtt/ mikro


Cefotacime 1 gr/12 jam (Skin test)
Ranitidine 1 ml/12 jam
Novalgin 300 mg/ 8 jam (k/p)
PCT syr 3 x 2 cth (K/P)
Ambroxol 3 x 1 cth
Asam mefenamat 3 x
Metilprednisolon 3x1/2
Diet MII

FOLLOW UP TANGGAL 11 APRIL 2016


S : Sakit menelan (+)
O : T2-T2 Hiperemis
A : Tonsilitis
P :

IVFD Futrolite 60 gtt/ mikro


Cefotacime 1 gr/12 jam (Skin test)
Ranitidine 1 ml/12 jam
Novalgin 300 mg/ 8 jam (k/p)
PCT syr 3 x 2 cth (k/p)
Ambroxol 3 x 1 cth
Asam mefenamat 3 x
Metilprednisolon 3x1/2
Diet MII

FOLLOW UP TANGGAL 12 APRIL 2016


S : Sakit menelan (+)
O : T1-T1 Hiperemis
A : Tonsilitis
P :

IVFD Futrolite 60 gtt/ mikro


Cefotacime 1 gr/12 jam (Skin test)
Ranitidine 1 ml/12 jam
Novalgin 300 mg/ 8 jam (k/p)
PCT syr 3 x 2 cth (k/p)
Ambroxol 3 x 1 cth
Asam mefenamat 3 x
Metilprednisolon 3x1/2

Diet MII

terimakasih