Anda di halaman 1dari 3

Cheilitis Glandularis

Definisi
CG adalah kelainan inflamasi kronis yang menyerang glandula saliva
minor dan duktusnya sehingga mensekresikan saliva kental. 1 CG merupakan
diagnosis klinis yang mengarah ke kelainan inflamasi bibir yang kurang dipahami
dan tidak umum terjadi.2
Etiologi
Etiologi CG masih belum ditentukan, tetapi disarankan akibat penyakit
herediter autosomal dominan. Faktor eksternal (terutama sinar UV) memiliki
implikasi sebagai kondisi yang terjadi lebih sering pada orang dewasa berkulit
putih cerah dan pada pasien albino. CG kebanyakan terjadi pada usia pertengahan
dan pria tua daripada wanita dan anak-anak.1
Faktor Predisposisi1
1.
2.
3.
4.

OH buruk
Paparan kronis dari matahari
Merokok
Immunocompromised

Tampilan Klinis
CG hadir dengan saliva kental yang disekresikan dari ostia yang
berdilatasi dari glandula saliva minor di labial yang membengkak. Saliva kental
ini terkadang melekat ke vermilion, sehingga pasien merasa tidak nyaman. Edema
dan ulserasi juga dapat hadir. CG utamanya mengenai bibir bawah, tapi ada
laporan pada bibir atas dan bahkat dengan keterlibatan palatum. Beberapa
melaporkan perkembangan SCC dapat terjadi di daerah yang terkena CG,
sehingga menyebutnya sebagai lesi premaligna.1
Secara historis, CG disubklasifikasikan menjadi 3 tipe klinis:
1. Simpel lesi multipel, tidak sakit, dilatasi ujung duktus, nodul-nodul
kecil yang dapat dipalpasi, tidak ada inflamasi, tapi meterial mucinous
dapt keluar saat dilakukan penekanan pada bibir. Infeksi simpel dapat
berkembang menjadi tipe superfacial suputarif atau deep supuratif.1

2. Superfacial supuratif adanya ulserasi superfacial, krusta yang tidak


sakit, penmbengkakan, dan indurasi bibir; eksudat mucinous terlihat pada
ujung duktus.1
3. Deep supuratif infeksi jaringan yang lebih dalam dikaitkan dengan
pembentukan abses dan fistula.1
Diagnosis
Ciri dari tampilan klinis dan biopsi dapat digunakan untuk menegakkan
diagnosis CG. Pada ciri histopatologis CG biasanya tidak spesifik, ada dilatasi dan
lekukan-lekukan pada duktus glandula saliva minor yang bervariasi, akumulasi
mukus pada duktuss lamina, dan sialadenitis kronis.1
DD
Cheilitis granulomatosa3
-

Persamaan: Sama-sama tidak sakit, pembengkakan pada bibir, kemerahan.


Perbedaan: Cheilitis granulomatosa bisa pada kedua bibir, persisten, dan
merupakan

monosimptomatik

dari

sindrom

Melkerson

Rosenthal

(dicirikan dengan cheilitis granulomatosa, paralisis fasial, lidah berfisur,


dan edema fasial dan intraoral).

Gambar 2.x. A. Cheilitis Glandularis, B. Cheilitis Granulomatosa. 3

Penanganan1
1. Eliminasi faktor predisposisi yang potensial dan disarankan penggunaan
lip balm, pelembab, dan sunscreen jika terpapar matahari.
2. Perawatan
konservatif
CG
melibatkan
penggunaan

steroid

topikal/intralesi/ sistemik, anticholinergict sistemik, antihistamin sistemik,


dan atau antibiotik.
3. Pada kasus yang sulit sembuh, dibutuhkan intervensi bedah seperti
cryosurgery, vermilionektomi, dan atau stripping mukosa labial.
4. Pada pasien dengan tipe deep, pertimbangkan untuk eksisi bedah.

Sumber:
1. Glick M, et al. Burkets oral medicine. 12th ed. Shelton: PMPH-USA, 2015;
238-9
2. Shafer WG, Hine MK, Levy BM. Shafers textbook of oral pathology. 7th ed.
New Delhi: Elsevier, 2012; 21.
3. Laskaris G. Pocket atlas of oral diseases. 2nd ed. New York: Thieme; 2006;
344-5.

Anda mungkin juga menyukai