Anda di halaman 1dari 29

...

MENTERI KESEHATAN
REPUBUK INDONESIA

KEPUTUSAN

MENTERI KEsEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 374/MENKEs/SKJIII/2007
TENTANG
STAN DAR PROFESI GIZI
MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

. bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 21 Peraturan Pemerintah


Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, dipandang perlu
menetapkan Standar Profesi bag I Tenaga Gizi dengan Keputusan
Menter; Kesehatan;

Mengingat

: 1

Undang-Undang
Nomor 23 Tahun
1992 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nemer 100.
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495).

2. Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana talah diubah dengan
Undang-Undang Nomer 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Penggantl Undang-Undang
Nomor 3 Tahun 2005
tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005
Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548).
3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan
Fungsional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994
Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3547).
4. Peraturan Pemerintah Nemor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nemer
3637).
5. Peraturan Pemerlntah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagal Daerah Otonomi
(Lembaran Negara Tahun 2000 Nemer 54, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3952).

MENTRIKESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

6. Peraturan
Menteri Kesehatan
tentang Rumah Saklt.

Nomor

159b/Menkes/Per/ll/1988

7. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor


23/KEP/M.PAN/4/2001 tentang Jabatan Fungsional Nutnslonrs Dan
Angka Kreditnya.
8. Keputusan
Bersama Menteri Kesehatan
dan Kepala Badan
Kepeqawaian Negara Nomor 894/Menkes/SKBNII1/2001 dan Nomor
35 Tahun 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional
Nutrisionis dan Angka Kreditnya.
9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1306/Menkes/SKlXII/2001
tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Nutrisionls.
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 004/Menkes/SKlII2003
Kebljakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan.
11. Keputusan
Mentert Kesehatan Nomor
tentang
Standar
Pelayanan
Minimal
Kabupaten/Kota.

tentang

1457/Menkes/SKlx/2003
Bidang
Kesehatan
di

12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XII2005


tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan;

MEMUTUSKAN
Menetapkan
Kesatu
Kedua

: KEPUTUSAN
PROFESI GIZI

MENTERI

KESEHAT AN

TENTANG

STAN DAR

Ketlga

: Standar Profesi Gizl dimaksud dalam Dlktum Kesatu sebagaimana


tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

Keempat

: Standar Profesi Gizl sebagaimana dimaksud


digunakan
sebagai pedoman
bagi setiap
menjalankan tugas profesinya.

dalam Diktum Kedua


tenaga Gizi dalam

. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan
keputusan 101 dengan mengikutsertakan
organisasi profesi terkait.
sesuai tugas dan rungsi masing-masing.

UENTN KESEHATAN
REPU8UK

Kelima

&NDOHESIA

. Keputusan ini berlaku sejak tanggal dltetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pad a tang gal 27 Maret 2007


RI KESEHATAN,

MENTERIKESEHATAN
REPUBLJK

INDONESIA

Lamplran
Keputusan Menteri

Kesehatan

Nomor

: 374/MENKES/SKJII1I2007

Tanggal

: 27 Maret 2007

STAr'lDAR PROFESI GIZI

I.

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Permasalahan gizl di Indonesia semakin kompleks setrtng terjadinya transisi
epidem1ologis. Berbagai permasaLahan giz; kurang, menunjukkan angka
penurunan seperti prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) sementara ttu di
lain pihak masalah giz; lebih dan penyakit degenaratff justru menunjukkan
peningkatan bahkan dan laporan terakhir masalah gfzi kurang saat ini
cenderung tetap.
Untuk menanggulangi berbagai permasalahan gizi tersebut dibutuhkan
tenaga kesehatan dan ahli gizi serta ilmuwan yang dinarnts, rnandiri dan
menjunjung etik profesional yang tinggi sehingga dapat memberikan
kontribusi dalam upaya berbagaf pengembangan flmu dan pelayanan
kesehatan d1 berbagaf bidang termasuk bidang gizi.
Selain ttu, perkembangan globaltsasi yang ditandai dengan kesepakatan
perdagangan bebas di tingkat Asfa melaluf Asian Free Trade Aggreement
(AFTA) pada tahun 2003 dan tingkat dunia tahun 2010 (WTO) rnernungktnkan
masuknya tenaga astng dengan bebas ke Indonesia. Untuk rnengatast hal
tersebut dfperlukan tenaga gizt yang profesional dengan kemampuan
keilmuan/kompetensi
lulusan setara dengan standar profesional gizi di
tfngkat fnternasional. Disamping untuk mempertahankan dan meningkatkan
mutu pelayanan gfzt dt masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
Tenaga gizl yang ada di Indonesia saat int lebfh banyak yang berlatar
belakang pendidikan Diploma III, sedangkan pendidikan sarjana glzl baru
saja dimulai. Adanya 2 (dua) jenis tenaga gizl ini tentunya mempunyai
wewenang dan kompetensi yang berbeda. Selain tenaga gizl tersebut,
adapula tenaga kesehatan lain yang melakukan kegiatan gfzl yang sama.
Oleh karena ttu, Standar Protest Gizl dapat digunakan sebagai pedoman bagi
tenaga gi2; dengan tujuan untuk mencegah tum pang ttndth kewenangan
berbagai protest yang terkait dengan giz].

MENTERI KESEHATAN
REPUBUIC INDONESIA

Untuk itu Persatuan Ahli Gizl Indonesia (PERSAGI)harus menyikapl dan


mengantfsfpasf hal tersebut dengan menfngkatkan kual1tas sumber daya
yang ada melalui penetapan 5tandar Profes1Gizl.
B.

Tujuan
1.

Tujuan Umum
Penyusunan 5tandar Profesf Gizi sebagaf landasan pengembangan
profesi gizi di Indonesia.

2.

Tujuan Khusus
a. 5ebagai acuan bagi penyelenggaraan pendidikan gizi dl Indonesia
dalam rangka menjaga mutu gtzt.
b. 5ebagai acuan perilaku gizi dalam mendarmabaktikan dirinya di
masyarakat.
c. Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan gin yang protesional
baik untuk tndividu maupun kelompok.
d. Mencegah timbulnya malpraktek gizL

C.

Pengertian dan Ruang Lingkup


1.

Pengertian
a. Profesi Gizi adalah suatu pekerjaan di bidang giZl yang dilaksanakan
berdasarkan suatu keilmuan (body of knowledge),
memHiki
kornpetenst yang diperoleh melalui pendfdikan yang berjenjang,
memiliki kode etik dan bersffat melayani masyarakat.
b. Ahli Gizl dan Ahli Madya Gizi adalah seorang yang telah mengikuti
dan menyelesaikan pendidfkan akademik dalam bidang gizi sesuai
aturan yang berlaku, mempunyai tugas, tanggung jawab dan
wewenang secara penuh untuk melakukan kegiatan fungstonal
dalam bidang pelayanan gtzt, makanan dan dietetik baik di
masyarakat, individu atau rumah sakit.
c. 5arjana Glzi adalah seorang yang telah
mengikuti
dan
menyelesalkan minimal pendidikan formal sarjana gizi (51) yang
diakui pemerintah Republik Indonesia.
d. Ahlf Gizi-Ahli Diet Teregistrasi atau disebut Registered Dietisfen
yang disingkat RD adalah sarjana gizl yang telah mengikuti
pendidikan protest (internship) dan ujian protesf serta dinyatakan
lulus kemudfan dtbert hak untuk mengurus ijin memberikan
pelayanan dan menyelenggarakan praktek gizi.

MENTERIKESEH~T~N
REPUBUK IHDONESIA

e. Ahli Madya Gizi Teregistrasl atau disebut Teknikal Registered


Dfetisien adalah seorang yang telah mengikutf dan menyelesaikan
pendidikan Diploma !II Gizl sesuai aturan yang bertaku, mempunyai
tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh untuk
melakukan kegtatan fungsfonat dalam bidang petayanan gizl,
makanan dan dietetik baik di masyarakat, indivtdu atau rumah
sakit.
f. Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang
makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal.
Kata "g1Z1" berasal dart bahasa Arab "ghidza" yang berarti
"makanan". 0; satu stst flmu giz; berkaitan dengan makanan dan stst
lain dengan tubuh manusia.
g. Pelayanan Gizi adalah suatu upaya memperbaiki atau meningkatkan
giZl, makanan, dietetik rnasyarakat, ketornpok, tndivtdu atau klien
yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang rnettputt
pengurnpulan,
pengolahan,
analisis,
kesimpulan,
anjuran,
implementasi dan evaluasi gtzt, makanan dan dtetetlk dalam rangka
rnencapat status kesehatan optimal dalam kondisi sehat atau saktt.
h. Standar Kompetensi Gizl adalah standar kemampuan yang menjamin
bahwa Ahl1 Glzi dan Ahli Madya Gizl dapat menyelenggarakan
praktek pelayanan gizi dalam masyarakat.
1. Standar Pendidikan Ahli Gizl adalah standar operasional ten tang
penyelenggaraan pendidikan Ahli Gizl dan Ahli Madya Gizt.
j.

Standar Pendidikan Protest adalah standar yang mengukur tentang


penyelengaraan pendidfkan profesi ahti gizl (ahli gizl-ahli diet
teregtstrasl) .

k. Standar Pendtdikan Berkelanjutan Giz; adalah


mengatur tentang pendidikan berkelanjutan.

standar yang

l. Standar Pelayanan Gizi adalah standar yang mengatur penerapan


Hmu gizl dalam memberfkan pelayanan dan asuhan gizl dengan
pendekatan manajemen kegfzian.
m. Standar Praktek Gizi adalah standar minimal yang harus dilakukan
oleh Nutrisionfs dalam mernberikan pelayanan gizl agar
pelayanannya menjamln keamanan, efektif dan etts,
2.

Ruang Ungkup
a. Gizl sebagaf Profesi
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sos1aldan
ekonomls. Sedangkan tenaga kesehatan adalah setiap orang yang

MENTERIKES~HATAN
ftEP'U8UK INDONESIA

mengabdlkan
diri
dalam
bidang
kesehatan
serta
memiliki
pengetahuan dan atau keterampilan rnelalut pendidikan dl btdang
kesehatan yang untuk jenis tertentu
memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan.
D1 Indonesia masalah gizi utama masih didominasi oleh masalah gizi
Kurang Energi Protein (KEP), masalah Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium (GAKY), dan masalah Kekurangan Vitamin (KVA) dan mula;
meningkatnya
masalah obesitas terutama
di kota-kota besar.
Dtsamping ttu, diduga ada masalah gizi mikro lainnya seperti
defisiensi zinc yang sampal saat tnt belum terungkapkan karena
adanya keterbatasan tlrnu pengetahuan dan teknologi di bidang gtzi,
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagat
bidang pembangunan
dan makin berkembangnya
paradigma
pembangunan nasional yang berwawasan sumber daya manusia
(SDM), maka upaya untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan
penanggulangan permasalahannya (masalah gtzt) rnakin mendapat
prtoritas dalam strategi pembangunan nasional. Keadaan gizi
masyarakat umum dan tndtvldu khususnya mempunyai dampak
terhadap pembangunan negara secara umum dan khusus berdampak
pada pertumbuhan ftslk, mental dan kecerdasan serta produktivitas
manusia. Oleh karena ttu, pemecahan masalah glzi ditempatkan
sebagai ujung tombak paradigma sehat untuk rnencapat Indonesia
sehat pada masa mendatang.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang

Kesehatan

Bab V, Pasal 10 menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat


kesehatan yang optimal bagi masyarakat, dfselenggarakan upaya
kesehatan
dengan
pendekatan
pemeliharaan,
peningkatan
kesehatan
(promotif),
pencegahan
(preventif),
penyembuhan
penyakit (kuratif) dan pemuUhan kesehatan (rehab1litatif)
yang
akan
dilaksanakan
secara
menyeluruh,
terpadu,
dan
berkesinambungan.
Perbaikan gizi merupakan salah satu cara
mewujudkan
derajat
kesehatan
yang
optimal
sebagaimana
tercantum dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan.
Menurut Pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan dtnyatakan bahwa perbaikan gizi diselenggarakan untuk
mewujudkan
terpenuhinya
kebutuhan glz1 dan mettputt upaya
peningkatan status dan mutu gizf, pencegahan, penyembuhan, dan
atau pemulihan aktbat gizl salah. Untuk mewujudkan hal terse but
dibutuhkan tenaga-tenaga gizi yang menguasai segala permasalahan
gizl yang dihadapi. Seorang ahli gizl diharapkan dapat menangani

MENTERIKESEHATAN
RE'UBUK INDONeSIA

permasalahan gizi pada ttngkat tinggf yang dapat dtcapat sesuai


dengan perkembangan IPTEK, sarana dan prasarana dan
kemampuan manajemen.
Mengingat dan memperhatikan hal tersebut df atas, keberadaan ahli
g1z1 dan ahl1 madya g1z1dt Indonesia sangat dfperlukan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelayanan gtzt berada
dfmana-mana dan kapan saja selama masyarakat dan fndlvfdu masih
mau untuk hfdup sehat dalam siklus kehidupan manusia.
Ada beberapa pengertfan ten tang ahli gizi. Darf berbagat pengertian
tersebut dapat disimpulkan bahwa ahli gizt adalah profesf khusus,
orang yang mengabdikan din dalam btdang gizl serta memiliki
pengetahuan dan atau keterampilan melaluf suatu pendidikan
khususnya bidang gtzt, Tugas yang diem ban oleh ahlf gizi berguna
untuk kesejahteraan manusia. Demikian juga dengan pengertfan
rnasyarakat, ada permasalahan gtzt pasti ada ahli gizi.
Pada saat int, pengertian Register Dietisien adalah seseorang
yang menyelesaikan pendfdikan akademik strata I dan pendidikan
protest gizi dalam suatu lernbaga pendidikan perguruan tinggi
yang telah dlrekomendasikan. Pelayanan gizi adalah pelayanan
profesional glzi yang merupakan bagtan integral dart pelayanan
kesehatan, yang dfberikan kepada masyarakat dalam kurun waktu
tertentu.
Sebagai profesi gizt memilikf ctri-cin sebagai
berlkut:
1.
Mengembangkan pelayanan yang unik
masyarakat.

kepada

2.

Anggota-anggotanya dlperslapkan
pendfdfkan.

meLalui suatu

3.

Memflikf serangkaian pengetahuan ilmiah.

4.

Anggota-anggotanya menjalankan tugas protesinya sesuai kode


etlk yang berlaku.

5.

Anggota-anggotanya bebas
menjalankan profesfnya.

6.

Anggota-anggotanya wajar
pelayanan yang dfberlkan.

7.

Memillki suatu organisasi profesi yang senantiasa meningkatkan


kualftas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat oleh
anggotanya.

8.

Pekerjaan/sumber utama seumur hidup.

9.

Berorientasi pada pelayanan dan kebutuhan obyektff.

mengambil
menerima

program

keputusan
tmbatan

jasa

dalam
atas

10. Otonomi dalam melakukan tindakan.


8

, 1. Melakukan ikatan protest, liscnsf jalur karir.

MlNTERIKESEHATAN
"EPU8LIK mOONESI...

12. Mempunyai kekuatan dan status dalam pengetahuan spesifik.


13. Alturfsm.
b. Ahli Gfzi SebagaiTenaga Kerja Profesional
Ahlf Gizl termasuk Ahlf Madya Gizt adalah pekerja profestonet,
Persyaratan sebagaf pekerja profesional telah dirntltkt oleh Ahlf Gizl
maupun Ahlf Madya Gizl tersebut. Persyaratan tersebut adalah:
1.

Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat


khusus atau spestahs.

2.

5.

Melalui jenjang
pendidikan yang menyiapkan tenaga
profesional.
Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat.
Mempunyai kewenangan yang disyahkan atau diberikan oleh
pemerintah.
Mempunyai peran dan fungsi yang jelas.

6.
7.

Mempunyai kompetenst yang jelas dan terukur,


Memlliki organlsasl pretest sebagai wadah.

8.

Memfliki etfka Ahli Gizt.

9.

Memiliki standar praktek.

3.
4.

10. Memiliki
standar
pendidikan
yang
rnendasart dan
mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
11. Memiliki standar berkelanjutan sebagai wahana pengembangan
kompetensi.
c. Prinstp-Prtnstp Kode Etik
Profesi Gizl mengabdikan dirt dalam upaya kesejahteraan dan
kecerdasan bangsa, upaya perbaikan gill,
memajukan dan
mengembangkan llmu dan teknologi gili serta ttmu-ilmu yang
berkaitan dan meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat. Sebagai
tenaga gizi profesionat, seorang ahli gilt dan ahli madya gili harus
melakukan tugas-tugasnya atas dasar :
1.
Kesadaran dan rasa tanggung jawab penuh akan kewajiban
terhadap bangsa dan negara.
2.

Keyakfnan penuh bahwa perbaikan gizi merupakan salah satu


unsur pentlng dalam upaya mencapai derajat kesehatan dan
kesejahteraan rakyat.

3.

Tekad bulat untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya


demi tercapainya masyarakat adil, makmur dan sehat sentosa.

Untuk ttu, seorang ahlf gill dan ahli madya gin dalam melakukan
tugasnya perlu senantfasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menunjukkan sikap dan perbuatan terpuji yang dilandasi oleh

MENTEAI KESEHATAN
"EPUBLIK INDONESIA

falsafah dan nilainilai Pancasila, Undang"Undang Dasar 1945 serta


Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Persatuan Ahli Gizi
Indonesia serta etik protest, bafk dalam hubungan dengan
pemerlntah bangsa, negara, masyarakat, protest maupun dengan
dtrt sendtrt.

Dengan melihat cakupan dan kade etik tersebut, dlsimpulkan bahwa


profesi gizi berperan dalam kebijakan sistem pelayanan kesehatan,
mendid1k dan rnenglntervensi tndivtdu, kelompok, masyarakat serta
meneliti dan mengembangkan demi menjaga mutu pelayanan. Oleh
karena ttu, perlu disusun standar kompetensi ahli gizl dan ahli
madya gizj Indonesia yang dtlandast dengan peran-peran ahli grzt
dan ahl1 madya gizi sebagai pelaksana, pengelola, pendidfk,
penyella, pemasar, anggota tim dan pelaku praktek kegizian yang
bekerja secara profesional dan etis.
D.

Kualifikasi Pendidikan Gizi


a.

Pendidikan Gizi
Pendidikan giz; dapat ditempuh melalui jalur akademik strata I dan
diploma. Setelah itu dilanjutkan dengan jalur protest. Jalur akademik
diawali dengan pendidikan Strata I , Strata II, dan terakhir Strata III,
sedangkan jalur diploma diawali dengan pendidikan Diploma III, dan
dilanjutkan pada program pendidikan Diploma IV. Kemampuan yang
diharapkan dar; kualifikasi pendidikan int diantaranya :
1.
Lulusan Pendidikan Giz; Profesional pada Program Diploma III
menguasai kemampuan dalam bidang kerja yang bersffat rutin,
menerapkan ilmu pengetahuan gizi untuk memberikan pelayanan
langsung yang bersifat teknls di dalam pelayanan gizt yang
terorganlslr, maupun praktek sendiri.
2. Lulusan Pendidikan Gizt Profesianal pada Program Diploma IV
menguasai kemampuan profesional
dalam
melaksanakan
pekerjaan yang kompleks, menerapkan dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan dan teknologi gizi untuk memberikan pelayanan
langsung yang bersifat keahlian di dalam pelayanan gizl yang
terorganisir maupun praktek mandiri.
3.

Lulusan Pendtdikan Gizl Akademik pada program sarjana


menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan, menerapkan ilmu
pengetahuan dan keterampilan praktek gtzt, mampu berslkap dan
berperilaku dalam membawakan diri berkarya dibidang gizi,
mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolagi
giZl serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan
taraf kehidupan masyarakat dan praktek mandfri.

10

MENTERI KESEHATAN
f'EPUBUK INDONESIA

b.

Kurikulum
Penyelenggaraan pendldikan menggunakan kurtkulum nasfonal yang
dlkeluarkan oleh lembaga yang berwenang dan dfkembangkan sesuaf
dengan falsafah dan misf darf lembaga pendidikan gizi
Kriterta :
a.

Penyelenggaraan pendfdfkan berdasarkan pada kurikulum nasional


yang dikeluarkan oleh Ofrjen Otktf OEPOIKNASdan telah dtsepakan
bersama antara organtsast protest dengan institusl pengguna
tulusan (stake holder) serta fnstitusi pendidikan tinggi glzt.

b.

Oalam pelaksanaan pendldikan kurikulum dlkembangkan sesuai


dengan falsafah dan mist dan institusi pendidikan gizl

c.

Struktur Kurikulum Inti Sarjana Gizt adalah sebagai berikut :


Bertolak dart tujuan pendidikan sarjana gizl dan orientasi
pendidikan maka disusun kurfkulum sarjana glzl (strata 1 gizt),
pengalaman belajar dan evaluasi hastt belajar peserta didik.
Kurikulum pendidikan disusun berdasarkan kompetensi lutusan
yang diinginkan dengan jumlah SKS sebesar 144-160. Kurikulum
inti digunakan sebagai kurikulum nasional pendidikan sarjana gizi
dengan beban studt 57-72 %, sedangkan kurikulum institusf dengan
beban studf 2843 % dftetapkan oleh masing-masing instltust.
Kurikulum Inti (72-112 sks)

1.

2.

Kelompok IImu-lImu Btologt &: Fis~k/Biomedtk

(16-20 sks)

a.

Pengantar Biotogi Manusia

2-3

sks

b.

Kimia Oasar (ariorgantk)

2-3

sks

c.

Kimia Organik

2-3

sks

d.

Fisika

2-3

sks

e.
f.

Anatomi

2-4

sks

Fistologt

4-6

sks

g.

Patoftstotogi Penyakit

4-6

sks

Kelompok Glzl Manusla


a. Pengantar Biokfmfa

(16-24 sks)
sks

c.

Metabollsme Energi, Zat Gizl Makro


Metabolisme Zat Gizi Mikro

2-3
2-3
2-3

sks

d.

Dasar-dasarHmu gizl

2-3

sks

e.
f.

GiZI dalam daur kehidupan

2-4

sks

Dietenka penyakit infeksi dan detisiensi

2-4

sks

b.

sks

11

MENTERIKESEHATAN
nEPUBLIK INDONESIA

3.

4.

5.

6.

7.

8.

g.

Dietettka penyakit degeneratif

h.

Penilaian Status Gizf

Ketompok tlmu Pangan

a.

Dasar-dasar Kul1narf

b.

Ilmu Bahan Makanan

c.

Analisa zat gizi

Kelompok IImu-ilmu

Sosial dan Perilaku

a.

Dasar-dasar Komunikasi

b.

Psikologi

c.

Antropologi

d.

Sosiologi

e.

Ilmu Pendidikan

Kelompok Riset

a.

Filsafat ilmu pengetahuan

b.

Matematika

c.

Statistika

d.

Metode Riset

e.

Eptdermologi

f.

Skripsi

Kelompok IImu Manajemen


a.

Dasar-dasar Manajemen

b.

Manajemen Industri Pelayanan Makanan Gizi

Kelompok Humaniora
a.

Pancasila

b.

Kewarganegaraan

c.

Agama

d.

Bloetika (Etika protest dan hukum kesehatan)

Kepaniteraan

(Internship)

a.

Bidang dietetik

b.

Bidang glzi masyarakat

2-4
2-4

sks

(5-10
2-3
2-4
2-4

sks)

(8-12
2-3
2-3
2-3
2-3
2-3

sks)

sks

sks
sks
sks

sks

sks
sks
sks
sks

(19-26 sks)
2-3
sks
sks
2-3
4-6
sks
sks
3-4
sks
2-4
6
sks
(4-6 sks)
2-3
sks
sks
2-3
(8 sks)
2
sks
2
sks
2
sks
2
sks
(6-8 sks)
3-4 sks
3-4
sks

12

~ENTEAIKES~HATAN
qEPU.UI( 'NDONESIA

Struktur

Kurlkulum

Inti Program Diploma III Glzf

Matakuliah

No

Bobot SKS

Semester 1

Pendidlkan Agama

Pendfdlkan Pancasila

Sosiologi Antropologl

Kimia Analitik

Ilmu Gizi Oasar

Ilmu Bahan Makanan (IBM) Oasar

Gizi kuliner Oasar

Komputer Oasar

Psikologi

Semester 2
10

Anatomf Fisiologi

11

Ktrnta Makanan

12

ILmu Kesehatan Masyarakat

13

Oasar Manajemen

14

Gizi Oalam Oaur Keh1dupan

15

Pendidikan Kewarganegaraan

16

Komunikasi

17

Gizi Kulfner Lanjut

18

IBM Lanjut

Semester 3

19

Bahasa lnggrts

20

Mikrabiologi Pangan

21

Epidemiologi Gizi

22

Bfokimla Glzi

23

Statistlka

24

Patologi & Gangguan Metab. Oasar

25

Komputer Terapan

26

Penyul. & Konsul.Gizi (PKG)Oasar

13

MENTERI KESEHATAN
REPUaUK INDONESIA
roo-

Semester 4

27

Metode Penel ftfan

28

PKG Lanjut

29

Oietetika Oasar

30

Mikro Ekonomi Pangan & Gizi

31

Patologi & Gang.Met. Lanjut

32

Teknologl Pangan

33

MSPM Dasar

34

Bahasa lnggrts Lanjut

35

PSG

Semester 5

36

MSPM Lanjut & K3

37

Oietetik Lanjut

38

Kewi rausahaan

"1.

39

PMM

40

PPG

41

KTIOasar

42

Etlka Profesi

43

IPTEK Mut. Pangan & Gizi

44

Bahasa Indonesta

Semester 6

45

MPGM

46

MIG

47

MAGK

48

MSPM

49

KTI Lanjut

Jumlah

111

14

UENTERIKESEHATAN
RfPUBUK INDONESIA

c.

Pendidikan Protest (Pend1dtkan Dietetics

Internship)

Inst1tust Penyelenggara adalah suatu instttusf pendidikan tlnggi baik


negeri maupun swasta dengan kaidah-katdah yang tercantum pada
Undang-UndangS1stemPendld1kanNasional.
1.

Tujuan
a. Tujuan Umum : menghasilkan tenaga protest glz1 yang
beragama dan mampu mengamalkan kemampuan profesi
secara baik dan manustawt, berdedikasi tinggi terhadap protest
dan klien, tanggap terhadap perkembangan ilmu dan teknologi
penanganan gizL
b. Tujuan Khusus:
a.
b.

2.

Menghasilkan tenaga ahlt mampu melakukan pelayananl


asuhan gizl sesuat kebutuhan.
Menghasilkan tenaga ahl1 yang menjunjung tmggl
martabat protest.

c.

Menghasilkan tenaga ahlt


martabat manusiawf klien.

yang

menjunjung

ttngg:

d.

Menghasilkan tenaga ahli yang senantiasa terbuka dalam


pengembangan ilmu dan teknologi penanganan giz].

Kompetensi dan Peserta Pendidikan Protesi


a. Kompetensf
Kompetensf gizl dibagi dalam tiga bidang mater; yaitu:
1.

Clinical nutrition

2.

Food Service and Food Production

3.

Communtty Dietetics

b. Peserta Pendfdikan Protest:


1.

Peserta pendidikan protest (dietetic internship) sesuat


ketentuan peraturan yang berlaku adalah sarjana gizt
(S.Gz) yang telah menyelesaikan pendidikan setingkat
strata I (51) dengan kurikulum yang telah direkomendasi
oleh forum komunikasl ilmu gizi. Sebutan bagi peserta
yang telah menyelesaikan pendidfkan protesi (dietetics
internship) adalah ahlf Gizl (dtetisten teregistrasi).

2.

Lulusan 03 atau 04 dengan persyaratan khusus yang akan


dlkaji tebih lanjut.

3.

Beban studt : 900 - 1000 jam setara dengan 20


SKSdengan beban stud! dan lama waktu studi akan
dipertimbangkan lebih lanjut.
15

MENTEAIKESEHATAN
AfPU"UK INDONESIA

4.

Materi
-

Bidang dietetlk:
pelayanan gizi/asuhan
giZl pada
beberapa penyakit khususnya bedah (2 rng), penyakit
dalam (4 mg), penyakit anak (2 rng), obstetri dan
ginekologi (1 mg), penyakit syarat (1 mg), ICU/ICCU (1
rng) dan kulit/mata (1 mg).

Bldang
glZt
masyarakat
meUputi
pengelolaan
permasalahan gtzt Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Bidang
penyelenggaraan
makanan
dan
produksi
makanan,
pengelolaan
sistem
penyelenggaraan
makanan di tnstitust komersial dan non komersial.

5.

Tempat: ditentukan bersama antara institusi pendidikan


gizl dengan organtsasi protest yaitu di : Rumah Saklt
(ketas A, B, dan C) baik swasta/pemerintah
yang
menyelenggarakan rmmmal 3 kegiatan pelayanan glzi
(pengadaan makanan, petayanan gizi ruang rawat inap,
dan konsuttasl glzi).

6.

Komunitas (Din as kesehatan Kabupaten/kota,


Puskesmas,
organisasi
masyarakat
misalnya
Poslantia
yang
memberikan pelayanan giz: dan kesehatan).

7.

Institusi penyelenggara makanan (hotel, katering,


Asrama, Pantt, Industri Lembaga Pemasyarakatan).

8.

Pembfmbing

RS,

Pemblmbing lapangan dari lahan praktek sepertt rumah


sakit, komunitas dan tnstitusl penyelenggara makanan
dalam penyelenggaraan pendidikan protest mempunyai
kualifikasf: Mempunyai sertifikat clinical instruktur yang
diselenggarakan
oleh AIPGI bekerja
sama dengan
PER5AGI; Pendidikan gizl serendah-rendahnya 52 bidang
gizt; Mempunyaf pengalaman dalam pelayanan/asuhan
gtzr/pengetotaan program gizUpendidikan gizi minimal 5
tahun; Diusulkan oleh institusi penyelenggara pendidikan
protest gizi sebagal pembimbing.
9.

Pengujl
Penguj: yang berhak melakukan evaluasi program dalam
pendidikan profesi adalah tenaga kesehatan atau gizi
yang mempunyal kualifikasi:
1)

Pendidtkan minimal
52 dengan latar belakang
pendidlkan gizi dan menguasai minimal salah satu 3
komponen yang akan diujikan (cUnicol, community
dan food service).

16

MF.NTeRI KESEHATAN
REPlJBUK INDONeSIA

II.

2)

Mempunyai
pengalaman
gizl I pengelolaan
program
minimal 5 tahun.

3)

Diusulkan instftusi penyelenggara pendidikan


giz; sebagal pengujl.

dalam
asuhan
glzi/pendfdikan
giz!

protest

STANDAR KOMPETENSI
A.

Falsafah dan Tujuan


Standar kompetensi ahlf gizi disusun berdasarkan jenis ahli glz1 yang ada
saat inf yaitu ahli gizt dan ahl1 madya giz], Keduanya mempunyai wewenang
dan tanggung jawab yang berbeda. Secara umum tujuan dtsusunnya standar
kornpetensi ini adalah sebagai landasan pengembangan protest Ahli Gizl di
Indonesia sehingga dapat mencegah tumpang tindlh kewenangan berbagai
profesf yang terkait dengan gizL Adapun tujuan secara khusus adalah
sebagai acuan bagi kurikulum pendidikan glzl dl Ir.donesfa dalam rangka
menjaga mutu Ahli Giz;, menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan gtzt
yang profeslonal balk untuk tndivtdu maupun kelompok dan mencegah
timbulnya mal-praktek gizl.

B.

Peran

1.

2.

Ahl1 Gizt
a.

Pelaku tatalaksana/asuhan/pelayanan

gizl kltmk

b.

Pengelola pelayanan gizf d! masyarakat

c.

Pengelola tatalaksana lasuhan/pelayanan

d.

Pengelola sistem penyelenggaraan makanan Institusf I masal

e.

Pendidik/Penyuluh/pelatih

f.

Pelaksana penelitian gizt.

g.

Pelaku pemasaran produk gizl dan kegiatan wirausaha.

h.

Berpartisipasi bersarna tim kesehatan dan tim lintas sektoral.

1.

Pelaku praktek kegizlan yang bekerja secara profesional dan etis.

gizl dt RS

Ikonsultan gizi

Ahlf Madya Gizt


a.

Pelaku tatalaksana/asuhan/pelayanan

gizl klinik.

b.

Pelaksana pelayanan g1z1masyarakat

c.

Penyelfa ststern penyelenggaraan makanan Institusi/massal.

d.

Pendidik/Penyuluh/pelatih/konsultan

e.

Pelaku pemasaran produk glzt dan kegtatan wfrausaha.

f.

Pelaku praktek keglztan yang bekerja secara profesional dan ens.

gizt.

17

MENTERI KESEHATAN
REPU8UK ....OONCSIA

C.

Kompetensi
Unjuk Kerja Kompetensi Nutrisionis dibedakan berdasarkan kata kerja dari 4
(empat) tlngkatan yang dfsusun secara berurutan dan dfmulaf dart tfngkatan
unjuk kerja paling rendah. Tfngkatan unjuk kerja yang lebfh tinggi
menggambarkan bahwa tingkatan unjuk kerja yang lebih rendah dianggap
telah mampu dflaksanakan.
1.

Membantu
: melakukan
kegiatan
secara independent
dibawah
pengawasan atau Berpartisfpasi (berperan serta) : mengambil bagian
kegiatan tim.

2.

Melaksanakan: mampu memulai kegiatan tanpa pengawasan langsung,


atau Melakukan : mampu melakukan kegiatan secara mandir1.

3.

Mendidik
: mampu melaksanakan fungsi-fungsi khusus yang nyata;
aktivitas yang di delegasikan yang bertujuan
untuk memperbaikf
keadaan atau pekerjaan, dll atau Menyelia/mengawasf/memantau
:
mampu mengamati kegiatan seh arl-han satu unit termasuk SDM,
penggunaan sumber daya, masalah-masalah lingkungan atau mampu
mengkoordinasf dan mengarahkan kegiatan dan pekerjaan tfm.

4.

Mengelola:
mampu merencanakan,
suatu organisasi.

mengorganfsasikan,

mengarahkan

Secara lengkap unit kompetensi Nutrisionis dan Ahli Madya Gizi dapat dilihat
sebagai berikut :
D.

.--

No

Kode

Judul Unit Kompetensi

Kes.Gz.01.01.01

Melakukan praktek kegizian sesuai dengan ntlai-ntlat


dan Kode Etik Profesi Gizi

f---

l-

L-

Kompetensf Ahli Gizi (Oasar Pendfdikan S1 Gtzi)

Kes.Gz.01.02.01

Merujuk pasien/klien kepada professional N/D atau


disiplfn lafn btla diluar kemampuan/kewenangan.

Kes.Gz.01.03.01

Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan

Kes.Gz.01.04.01

Melakukan pengkajfan diri dan berpartisipasi dalam


pengembangan
profesi
serta
pendidikan
seumur
hidup.

Kes.Gz.01.0S.01

Berpartisfpasi
dalam
penyusunan
kebijakan
pemerintah dalam bidang pangan, ketahanan pangan,
pelayanan gizi dan kesehatan.

Kes.Gz.01.06.01

Menggunakan tekonologi
komunikasl dan informasi.

Kes.Gz.02.07.01

Mengawasi

dokumentasf

protest.

mutakhir

untuk

pengkajian

dan

kegiatan
intervensi

18

MENTERIKESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
,_

giz}.

Kes.Gz.02.08.01

Memberikan pendidikan gizi dalam praktek kegizian.

Kes.Gz.02.09.01

Mengawasl konseltng, pendfdlkan, dan/atau mtervensi


lain dalam promosi kesehatan atau pencegahan
penyakft yang dtperlukan dalam terapl gfzf untuk
keadaan penyakit umum.

10

Kes.Gz.02.10.01

Mengawasf pendidlkan
dan
kelompok sasaran tertentu

11

Kes.Gz.02.11.01

Mengkaji
ulang
dan
mengembangkan
pendidikan untuk populasf sasaran

12

Kes.Gz.02.12.01

Berpartisipasi dalam penggunaan media masa untuk


promosi pangan dan gizl

13

Kes.Gz.01.13.01

Mengi nterpretasfkan
dan memadukan
ilmiah terbaru dalarn praktek kegfzian

14

Kes.Gz.01.14.01

Mengawasi perbaikan mutu pelayanan gizi


rangka meningkatkan kepuasan pelanggan

15

Kes.Gz.02.1S.01

Mengembangkan
dan
mengukur
pelayanan dan praktek kegizian

i-

16

I-

Kes.Gz.01.16.01

--

I-

--

17
18

Kes.Gz.01.17.01

Berparttsipast
dalam
perencanaan dan p ros

- -

Berpartfsipasi
dalam
rencana operasional

pelatthan

gizl

untuk
materl

pengetahuan
dalam

dampak

dan

perubahan
organtsasi,
es penentapan tujuan.

bisnis

atau

pengembangan

Kes.Gz.02.18.01

Mengawasf
pengumpulan
keuangan praktek kegizlan

19

Kes.Gz.02.19.01

Melakukan fungsl pemasaran

20

Kes.Gz.01.20.01

Berpartisfpasi
manusfa

sumber

daya

21

Kes.Gz.02.21.01

Berpartisipasi
dalam
pengelolaan
sarana
termasuk
pemilihan
peralatan
merancang/merancang ulang unit-unit kerja

fisik

i--

dalam

dan

pengolahan

pendayagunaan

data

dan

22

Kes.Gz.01.22.01

Mengawasi sumberdaya manusia, keuangan, flstk,


mater; dan pelayanan secara terpadu.

23

Kes.Gz.02.23.01

Mengawasf produksi makanan yang sesuai


pedoman gizt, biaya dan daya terima klien

._
24

dengan

Kes.Gz.02.24.01

Mengawasf
pengembangan
resep/formula

dan

atau

modifikasi

19

UENTERIKESEHATAN
REPUBLIK INOONtSIA
~,

25
1-.

Kes.Gz.02.2S.01
~

-~

kebutuhan gizl
Mengawasf penerjemahan
menu makanan untuk kelompok sasaran

menjadi

Kes.Gz.02.26.01

Mengawasf rancangan menu sesuai dengan kebutuhan


dan status kesehatan klfen

Kes.Gz.02.27.01

Berpartfsfpasi
(organoleptik)

28

Kes.Gz.02.28.01

Mengawasi
sfstem
pelayanan makanan

29

Kes.Gz.02.29.01

Mengelola keamanan dan santtasi

30

Kes.Gz.02.30.01

Mengawasi
kelornpok

31

Kes.Gz.02.31.01

gl21 klien
dengan
Mengawasi Pemlatan
kesehatan Umum. (Obesttas, hfpertensi dll)

32

Kes.Gz.02.32.01

MenHai status gizi individu dengan kondisf kesehatan


kompleks (Ginjal, gizi buruk, dU)

33

Kes.Gz.02.33.01

Merancang dan menerapkan reneana pelayanan giz!


sesuai dengan keadaan kesehatan klien

34

Kes.Gz.02.34.01

Mengelola pemantauan asupan makanan dan gizi kUen

35

Kes.Gz.02.3S.01

MemHih,
menerapkan
dan mengevaluasi
standar
makanan enteral
dan parentral
untuk memenuhi
kebutuhan
giZI yang dianjurkan termasuk zat gm
makro.

36

Kes.Gz.02.36.01

Mengembangkan dan menerapkan reneana pemberian


makanan perallhan.

Kes.Gz.01.37.01

Mengkoordinasikan
dan
memodffikasi
pelayanan glzl dfantara pemberi pelayanan.

38

Kes.Gz.02.38.01

Melakukan komponen pelayanan glzl dalam forum


diskusi tfm rnedts untuk tindakan dan rencana rawat
jalan pasfen.

39

Kes.Gz.01.39.01

Merujuk
kllen
kepada
pelayanan
kesehatan
masyarakat yang lebih sesuaf dengan kesehatan umum
dan gizL

40

Kes.Gz.02.40.01

Mengawasi penapisan status giz1 kelompok masyarakat

41

Kes.Gz.02.41.01

Melakukan pentlaian status gizl kelompok masyarakat.

42

Kes.Gz.01.42.01

Melakukan

26
I--

27

dalam melakukan penilalan


makanan dan produk gizl

efta rasa

I--

f--

l-

37
f---

penapisan

distribusi

pengadaan,

glz1

dan

makanan

untuk

individu

..

dan
kondisi

.-

kegiatan

pelayan gizl pada berbagai kelompok


masyarakat sesuaf dengan buda~a, asama dalam dau!:_

a.IENTERI KESEHATAN
REPOBLIK INDONCSIA

43

Kes.Gz.01.43.01
-

kehidupan.

Melakuk;ln program prornost kesehatan atau program


pencegahan penyakit.

,-

--

dalam pengembangan
Berpartisipasl
program pangan dan glzi masyarakat.

evaluasi

dan

44

Ke~.Gz.01.44.01

45

Kes.Gz.01.45.01

Mengawasl pangan dan program gizi masyarakat.

46

Kes.Gz.01.46.01

Berpartisipasf
dalam
pelayanan keglzlan.

E.

penetapan

Kompetensi Ahli Madya Gizi (Oasar Pendidikan

biaya

praktek

0 III Gjzi)

Judul Unit Kompetensi

No

Kode

Kes.AG.01.01.01

Berpenampilan
protest gizi.

Kes.AG_01.02.01

Merujuk kUen/pasien kepada ahU lain


situasfnya berada di luar kompetensinya.

Kes.AG.01.03.01

Ikut aktif dalam kegiatan kegiatan profesi gizi

Kes.AG.01.04.01

Melakukan pengkajian
dirt menyiapkan portofolio
untuk pengembangan protest dan ikut berpartisipasi
dalam kegtatan pendidikan berkelanjutan.

Kes.AG.01.0S.01

Berpartisfpasi dalam proses kebfjakan legfslat1f dan


kebijakan publik yang berdampak pada pangan, giz;
dan pelayanan kcsehatan.

Kes.AG.01.06.01

Menggunakan
teknologi
fnformas! dan komunikasi.

Kes.AG.02.07.01

Mendokumentasikan

Kes.AG.02.0B.01

Melakukan pendldikan
tersupervisi.

Kes.AG.02.09.01

Mendldik
pasien/klien
dalam
rangka
promosi
kesehatan, pencegahan penyakit dan terapi gizi untuk
kondisi tanpa komplikasi.

10

Kes.AG.02.10.01

11

Kes.AG.02.11.01

--

--

12

Kes.AG.02.12.01

(Unjuk Kerja) sesuai dengan kode etik

pad a saat

dalam

kegiatan

kegiatan pelayanan gizL


gizl dalam

Melaksanakan pendidikan
kelompok sasaran.
Ikut

terbaru

kegiatan

dan pelatlhan

--

praktek

gizl untuk

serta

dakam pengkajian dan pengembangan


bahan pendidikan untuk kelompok sasaran.

Menerapkan pengetahuan dan ketrampilan

baru dalam

21

"'ENT'[RI KESEHATAN
REPUaUK IHDONESIA
-

kegtatan pelayanan gtzt.

13

Kes.AG.01.13.01

Ikut serta dalam peningkatan kualitas pelayanan atau


praktek dtetettk untuk kepuasan konsumen.

14

Kes.AG.01.14.01

Berpartisfpasf dalam pengembangan


kinerja dalam pelayanan gizf

dan pengukuran

15

Kes.AG.01.15.01

Berpatisipasi
dalam
pengembangan organlsasi

penataan

16

Kes.AG.02.16.01

Ikut serta dalam penyusunan rencana operasional dan


anggaran institusi.

17

Kes.AG.02.17.01

Berpartisipasi dalam penetapan biaya pelayanan gizi

18

Kes.AG.02.18.01

Ikut serta dalam pemasaran produk pelayanan gizt

19

Kes.AG.01.19.01

Ikut serta dalam pendayagunaan dan pembinaan SDM


dalam pelayanan glZ1

20

Kes.AG.02.20.01

Ikut serta dalam manajemen


pelayanan Gizi

21

Kes.AG.01.21.01

Menyelia sumberdaya dalam unit pelayanan gizi


meliputi keuangan, sumber daya manusia, sarana
prasarana dan pelayanan gizi

22

Kes.AG.02.22.01

Menyelia
produksi
makanan
yang
kecukupan gizi, biaya dan daya tertrna

23

Kes.AG.02.23.01

Mengembangkan
dan
atau
resep/formuta
(mengembangkan dan
mutu resep daan makanan formula

\,

proses

dan

sarana dan prasarana

memenuhi
memodifikasi
menfngkatkan

._

24

Kes.AG.02.24.01

Menyusun
standar
kebutuhan giz1 ke
kelompok sasaran

25

Kes.AG.02.25.01

Menyusun menu untuk kelompok sasaran

26

Kes.AG.02.26.01

Melakukan uji citarasa/uji

27

Kes.AG.02.27.01

Menyelia pengadaan dan distribust


serta transportasi makanan

28

Kes.AG.02.28.01

Mengawasflmenyelia masalah keamanan dan santtasi


dalam penyelenggaraan makanan (industri pangan)

f--

I-

29

Kes.AG.02.29.01

30

Kes.AG.02.30.01

makanan
(menerjemahkan
bahan makanan I menu) untuk

organoleptik

Melakukan penapisan gizl (nutrition


klien/pasien secara fndividu

makanan
bahan makanan

screen ins) pada

Metakukan pengkajfan gizi (nutritional


assessment)
pasien tanpa komplikasi (dengan kondtsl kesehata n

._
22

f,.ENTERI KESEHATAN
REPUBUK INDONESIA

umum, mfsalnya htpertenst, jentung, obesftas)

31

Kes.AG.02.31.01

giz! (nutritional
Membantu
dalam
pengkajian
assessment) pad a pasien dengan kornpltkast
(kondisf
kesehatan yang kompleks, misalnya penyakit ginjal,
rnultr-sistem organ failure, trauma).

32

Kes.AG.02.32.01

Membantu merencanakan dan mengimplementasikan


rencana asuhan gizl pasien

33

Kes.AG.02.33.01

Melakukan monitoring
pasien

34

Kes.AG.02.34.01

Berpartisipasf dalam pemilihan formula


monitoring dan evaluasi penyediaannya

35

Kes.AG.02.35.01

Melakukan rencana perubahan diit

36

Kes.AG.01.36.01

Berpartisipasi dalam konferensi tim kesehatan untuk


mendiskusi kan terapi
dan
rencana
pemulangan
klien/pasfen

37

Kes.AG.01.37.01

Merujuk
lain

38

Kes.AG.02.38.01

Melaksanakan penapisan gizi / screening


populasi dan atau kelompok masyarakat

39

Kes.AG.02.39.01

Membantu menilai status


kelompok masyarakat

40

Kes.AG.02,40.01

Melaksanakan
asuhan glZ1 untuk
klien
sesuai
kebudayaan dan kepercayaan dart berbagai golongan
umur (tergantung level asuhan giZl kelompok umur)

41

Kes.AG.01,41.01

Berpartisfpasl
dalam
program
prornost
kesehatan/pencegahan penyakit df masyarakat

42

Kes.AG.01,42.01

Berpartisipasf
dalam pengembangan
program pangan dan glzl dl masyarakat

43

Kes.AG.02,43.01

Melaksanakan dan mempertahankan


program pangan dan gizl masyarakat

44

Kes.AG.01.44.01

Berpartisipasi dalam penetapan biaya pelayanan gizl.

pasien/klien

dan evaluasi asupan gizl/makan

enteral

ke pusat pelayanan

gin

serta

kesehatan
status

gizi

populast dan/atau

..

dan

evaluasi

kelangsungan

23

MEUTeR'
"epUBUK

III.

KESEHATAN
INDONESIA

KODEETIK AHLI GIZI


Mukadimah
Ahll G1zt yang melaksanakan protest glzl mengabdikan dtrt dalam upaya
memelfhara dan memperbaiki keadaan glz], kesehatan, kecerdasan dan
kesejahteraan rakyat melalui upaya perbaikan grzt,
pendfdlkan gizl,
pengembangan flmu dan teknologi gizt, serta ilmu-ilmu terkait. Ahli Gizi dalam
menjalankan profesfnya harus senanttasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menunjukkan stkap dan perbuatan terpuji yang dilandasi oleh falsafah dan nitainilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 serta Anggaran Oasar dan Anggc.ran
RumahTangga Persatuan Ahli Gizi Indonesia serta etik profesinya.
A.

B.

KEWAJIBANUMUM
1.

Ahli Gizi berperan meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan serta


berperan dalam meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat

2.

Ahli Gizi berkewajiban menjunjung tinggi nama balk profesi gizl


\
dengan menunjukkan sikap, perilaku, dan bud! luhur serta tidak
mementingkan dtrt sendtri

3.

AhU Gizi berkewajiban senanliasa menjalankan profeslnya menurut


standar protest yang telah ditetapkan.

4.

Ahli Gtzt berkewajiban senantiasa menjalankan profesinya bersikap


jujur, tulus dan adfl.

S.

Ahlf Gizt berkewajiban menjalankan profesinya berdasarkan pnnslp


kellmuan, lnformasf terkint, dan dalam menginterpretasfkan informasi
hendaknya objektif
tanpa membedakan individu dan dapat
menunjukkan sumber rujukan yang benar.

6.

Ahh Gizi berkewajiban senanliasa mengenal dan memahami


keterbatasannya sehingga dapat bekerjasama dengan fihak lain atau
membuat rujukan bila diperlukan.

7.

Ahli GiZl dalam melakukan profesinya mengutamakan kepentingan


masyarakat dan berkewajiban senantiasa berusaha menjadi pendidrk
dan pengabdi rnasyarakat yang sebenarnya.

8.

Ahli Gizi dalam berkerjasama dengan para profesional lain di bidang


kesehatan maupun lainnya berkewajiban senantiasa memelihara
pengertfan yang sebaik-batknya.

KEWAJIBANTERHADAPKliEN
1.

Ahl1 Gizl berkewajiban sepanjang waktu senannasa


berusaha
memeUhara dan meningkatkan status gizl klien balk dalam lingkup
tnstitusi pelayanan gizi atau di masyarakat umum.

2.

Ahli Gizi berkewajiban senantiasa menjaga kerahasiaan klien atau


masyarakat yang dilayaninya balk pada saat klfen masih atau sudah

24

t.leNTS:AI

KESEHATAN

AE.. U8UK IHOOHtSIA

III.

KOOEETIK AHLI GIZI


Mukadimah
Ahll Gizl yang melaksanakan protest glzi mengabdtkan dirt dalam upaya
memelihara dan memperbaiki keadaan gizl, kesehatan, kecerdasan dan
kesejahteraan rakyat melaluf upaya perbalkan glzl, pendidfkan gm,
pengembangan Hmu dan teknologl glzl, serta Ilmu-flmu terkaft. Ahli Glzi dalam
menjalankan profesfnya harus senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menunjukkan sikap dan perbuatan terpuj! yang dilandasi oleh falsafah dan ntlatnilat Pancasila, Undang-Undang Oasar 1945 serta Anggaran Oasar dan Anggaran
RumahTangga Persatuan Ahll Gizi Indonesia serta etik profesinya.
A.

B.

KEWAJIBANUMUM
1.

Ahli Gizi berperan menfngkatkan keadaan gizl dan kesehatan serta


berperan dalam meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat

2.

Ahli Gizi berkewajiban rnenjunjung tinggi nama baik protest gizl


dengan rnenunjukkan
sikap, perilaku, dan budi luhur serta ndak
mementingkan dtn sendin

3.

Ahli G1z1berkewajiban senantfasa menjalankan prafesinya menurut


standar pratesi yang telah ditetapkan.

4.

Ahl1 Gizi berkewajiban senantiasa menjalankan prafesinya bersikap


jujur, tulus dan adil.

5.

Ahll Gizi berkewajlban menjalankan profesfnya berdasarkan prinsip


kellmuan, tnformast terkinl, dan dalam menginterpretaslkan intarmasi
hendaknya objektif
tanpa membedakan individu
dan dapat
menunjukkan sumber rujukan yang benar.

6.

Ahll GlzI berkewajiban senantiasa mengenal dan memahami


keterbatasannya sehlngga dapat bekerjasama dengan fihak lain atau
membuat rujukan bila diperlukan.

7.

Ahli Gizi dalam melakukan protesinya mengutamakan kepentingan


masyarakat dan berkewajiban senantiasa berusaha menjadi pendidik
dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya.

8.

Ahli Gizl dalam berkerjasama dengan para profesional lain di bidang


kesehatan maupun lainnya berkewajiban senantlasa memelihara
pengertian yang sebaik-batknya.

KEWAJIBANTERHAOAPKLIEN
1.

Ahli Gizi berkewajtban sepanjang waktu senantiasa berusaha


memelihara dan meningkatkan status glzt klien balk dalam lingkup
lnstttusl pelayanan gizi atau di masyarakat umum.

2.

Ahli Gizl berkewajiban senantiasa menjaga kerahastaan klten atau


masyarakat yang dHayaninya balk pada saat khen maslh atau sudah

24

MENTERI KESEHATAN
REPUBUK INDONESIA

ttdak dalam pelayanannya, bahkan

juga setelah klien mentnggat dunia


kecual1 bila dlperlukan untuk keperluan kesaksian hukum.
3.

Ahli Gizi dalam menjatankan profesinya senantiasa menghormati dan


menghargai
kebutuhan unik setiap khen yang dilayani dan peka
terhadap perbedaan budaya, dan tidak melakukan dtskrirninasl dalam
hal suku, agama, ras, status sosfal, jenis kelamfn, usia dan tidak
menunjukkan pelecehan seksual.

C.

4.

Ahli Gizl berkewajiban


cepat, dan akurat.

senantiasa memberikan

pelayanan gizi prima,

5.

Ahli Gizl berkewajibar. memberikan informasi kepada klien dengan


tepat dan jelas, sehlngga memungkfnkan klien mengerti dan mau
memutuskan sendiri berdasarkan informasi tersebut.

6.

Ahli Gizi dalam melakukan tugasnya, apabHa mengalami keraguan


dalarn memberikan pelayanan berkewajiban senantiasa berkonsultasi
dan merujuk kepada ahlf gizf lain yang mempunyaf keahlian.

KEWAJIBAN TERHADAP MASYARAKAT


1.

Ahli Gizl berkewajiban


tentang penyalahgunaan

meUndungi masyarakat
umum khususnya
pelayanan, informasi yang salah dan praktek

yang tidak etis berkaitan dengan gizt, pangan termasuk makanan dan
terapi
gtzt I diet.
ahli
giZl hendaknya
senantlasa
memberlkan
pelayanannya sesuai dengan tnforrnasi faktual,
akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2.

Ahli Gtzi senantiasa melakukan kegiatan pengawasan pangan dan gizi


sehingga dapat rnencegah masalah glzi di masyarakat.

3.

Ahll GiZI berkewajiban senanttasa peka terhadap status gizi masyarakat


untuk mencegah terjadinya
masalah gizl dan meningkatkan status gizi
masyarakat.

4.

Ahli Gizi berkewajiban


memberi contoh hidup sehat dengan pola
makan dan aktifitas fisik yang seimbang sesuai dengan nita; paktek gizl
individu yang baik.

5.

Dalam bekerja sarna dengan profesional lain di masyarakat, Ahl1 Gfzi


berkewajiban hendaknya senantfasa berusaha memberikan dorongan,
dukungan, inisiatif, dan bantuan lain dengan sungguh-sungguh derm
tercapafnya status gizi dan kesehatan optimal di masyarakat.

6.

Ahli Gfzl dalam mempromoslkan atau mengesahkan produk makanan


tertentu berkewajiban senantfasa tidak dengan cara yang salah atau,
menyebabkan salah fnterpretasf atau menyesatkan masyarakat

25

D.

E.

F.

KEWAJIBAN TERHADAP TEMAN SEPROFESIDAN MITRA KERJA

1.

Ahll Gizl dalam bekerja melakukan promosf gizl, memelihara dan


meningkatkan status gizi masyarakat secara optimal, berkewajiban
senantlasa bekerjasarna
dan menghargal berbagaf dtslplln 1lmu
sebagaf mitre kerja di masyarakat.

2.

Ahli GiZl berkewajlban senantiasa memellhara hubungan persahabatan


yang harmonfs dengan semua organisasi atau dtsiplln ilmu/protesional
yang terkalt dalam upaya meningkatkan status gizl, kesehatan,
kecerdasan dan kesejahteraan rakyat.

3.

Ahli Gizf berkewajiban selalu menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan


keterampilan terbaru kepada sesamaprotest dan mitra kerja.

KEWAJIBAN TERHADAP PROFESI DAN DIRI SENDIRI

1.

Ahli Gizi berkewajiban mentaati, melindungi dan menjunjung tinggi


ketentuan yang dicanangkan oleh protest.

2.

Ahli GiZI berkewajiban senantiasa memajukan dan memperkaya


pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dalam menjalankan
protesinya sesuai perkembangan ilmu dan teknologf terkinf serta peka
terhadap perubahan lingkungan.

3.

Ahli Gizl harus menunjukan sikap percaya dirt, berpengetahuan luas,


dan berani mengemukakan pendapat serta senantfasa menunjukan
kerendahan hati dan mau menerima pendapat orang lain yang benar.

4.

Ahli Gizl dalam menjaLankan profesinya berkewajiban untuk ndak


boleh dipengaruhf oleh kepentingan pribadf termasuk menerlma uang
selain fmbalan yang layak sesuai dengan jasanya, meskfpun dengan
pengetahuan
klien/masyarakat
(tempat
dim ana
ahli
gizi
di perkerjakan).

5.

Ahli Gizl berkewajiban tidak melakukan perbuatan yang melawan


hukum, dan memaksa orang lain untuk melawan hukum.

6.

Ahli Gizi berkewajiban memelihara kesehatan dan keadaan gizinya agar


dapat bekerja dengan balk.

7.

Ahl1 Gizt berkewajiban melayani masyarakat umum tanpa memandang


keuntungan perseorangan atau kebesaran seseorang.

8.

Ahli Gizl berkewajiban selalu menjaga nama balk protest dan


mengharumkan organfsasi profesi.

PENETAPAN PELANGGARAN

Pelanggaran terhadap ketentuan kode etik in1 diatur tersendiri dalam


Majelis Kode Etik Persatuan Ahli Glzi Indonesia

26

MENTeRI KESI!HATAN
REPU8UK INDONESIA

G.

KEKUATAN KOOE ETIK

Kode etik Ahlf G12i ini dibuat atas prlnsip bahwa organisasi protest
bertanggung jawab terhadap klprah anggotanya dalam menjalankan praktek
protesfnya.
Kode ettk tni berlaku setelah hari dart disahkannya kode etfk int oleh sidang
tert1nggl protest sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga profesi gi21.
IV.

PENUTUP

Demikian Standar Profesi ini disusun, standar Ini diharapkan menjadi acuan
dalam melaksanakan dan mengembangkan praktek g1z1di Indonesia.

27