Anda di halaman 1dari 3

Sila-sila Pancasila :

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA


Dalam sila KETUHANAN YANG MAHA ESA, terkandung nilai religious, antara lain :
a. Kepercayaan terhadap adanya Tuhan
Yang maha esa sebagai pencipta segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan
suci seperti Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Adil, Maha Bijaksana dan
sebagainya
b. Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-larangannya. Dalam memanfaatkan semua potensi
yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah manusia harus menyadari, bahwa
setiap benda dan makhluk yang ada di sekeliling manusia merupakan amanat Tuhan
yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, harus dirawat agar tidak rusak dan harus
memperhatikan kepentingan orang lain dan makhluk-makhluk Tuhan Yang Lain.
Penerapan sila ini dalam kehidupan sehari-hari yaitu :
Misalnya menyayangi binatang, menyayangi tumbuh-tumbuhan dan merawatnya,
selalu menjaga kebersihannya dan sebagainya. Lingkungan hidup Indonesia yang di
anugerahkan Tuhan Yang maha Esa kepada Rakyat dan bangsa Indonesia merupakan
karunia dan rahmat-Nya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya
agar tetap dapat menajdi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa
Indonesia serta makhluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas
hidup itu sendiri.
Kasus yang melanggar nilai-nilai religious serta solusinya :
a. Bom Bali
Jakarta, Kompas Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS)
menyatakan kesediaannya membantu Kepolisian Daerah (Polda) Bali untuk
mengungkap kasus peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali, yang
menewaskan sedikitnya 182 orang, Sabtu (12/10) malam. Bantuan serupa juga
datang dari Polisi Federal Australia (AFP). Selain kedua tim tersebut, Polda
Bali juga dibantu Polda Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menuntaskan
kasus peledakan bom di Kuta itu. Kita terbuka terhadap berbagai bentuk
kerja sama bilateral atau kolektif dengan negara lain dalam upaya memerangi
terorisme, termasuk joint investigation ataupun pertukaran informasi
intelijen, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda usai
mengadakan pertemuan dengan para perwakilan asing di Departemen Luar
Negeri, Jakarta, Senin (14/10). Perihal adanya bantuan FBI itu juga
dibenarkan Kepala Badan Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri
Inspektur Jenderal Saleh Saaf. Akan tetapi, ia belum mengetahui detail dari
bantuan tersebut. Ia mengatakan, jajaran Kepolisian Negara RI (Polri), tambah
Saleh, terbuka bagi negara mana pun yang ingin memberikan bantuan tenaga
penyidiknya. Tidak ada masalah soal itu, sebab kami pun selama ini juga
sudah memiliki hubungan Interpol. Ditegaskan, Cuma kalau mereka datang

diam-diam dan melakukan penyidikan sendiri, itu yang tidak boleh.


Sedangkan Pemerintah Australia maupun Inggris sejauh ini, menurut Saleh,
baru menyampaikan kesediaan mereka untuk memberi bantuan kemanusiaan.
Seperti Australia, selain memberi bantuan tenaga medis, bahkan mereka juga
sudah mengevakuasi 41 warga negaranya yang menjadi korban dalam ledakan
tersebut, ujarnya.
b. Bom Bunuh Diri di Solo
Juru bicara Jamaah Anshorut Tauhid Jawa Timur Zulkarnain menduga
bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh di Kepunton, Solo, Jawa
Tengah, berkaitan langsung dengan gejolak yang terjadi di Ambon beberapa
waktu lalu. Pemerintah harus waspada, gejolak seperti di Ambon sudah
menjalar dan tidak hanya terjadi di Ambon, kata Zulkarnain kepada Tempo,
Ahad 25 September 2011. Bom bunuh diri di Solo sendiri, tambah dia,
merupakan imbas dari ketidakseriusan pemerintah dalam menuntaskan kasus
Ambon.
Konflik yang terjadi di Ambon, tambah dia, telah menyulut banyak
kelompok yang bersiap jihad ke Ambon. Hanya, pengetatan pintu-pintu masuk
ke Ambon membuat banyak kelompok yang akhirnya memutuskan untuk
menyalurkan
niatan
jihadnya
di
luar
Ambon.
Ini sebab-akibat, di Ambon, polisi tidak tegas dan terkesan diskriminatif,
kata Zulkarnain sembari mencontohkan tidak transparannya polisi dalam
mengungkap kasus kematian seorang tukang ojek di Ambon.
Kami tahunya si tukang ojek di Ambon itu tidak diotopsi. Jadi jangan heran
kalau ada yang marah, ujar dia. Tak hanya itu, polisi dalam kerusuhan di
Ambon dinilai juga tidak transparan dalam menjelaskan terkait isu
penembakan
oleh
sniper.
Zulkarnain melihat, selama pemerintah ataupun penegak hukum tidak tegas
dan transparan dalam menyikapi kasus Ambon, selama itu pula aksi-aksi
seperti yang terjadi di Solo akan terus terulang.
Dari kedua kasus tersebut diatas menandakan bahwa sudah tidak
relevannya warga indonesia dengan nilai pancasila khususnya pada sila
pertama. Dari kasus pertama dikatakan bahwa pelaku melakukan hal tersebut
dengan alasan jihad, sedangkan pada kasus kedua yaitu menunjukkan bahwa
adanya pendangkalan iman seseorang. Hal tersebut jelas sangat bertentangan
dengan nilai pada sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu
menghilangkan nyawa seseorang sekalipun alasannya adalah berjihad dan
membela agama islam. Belajar dari kasus pengeboman yang sering terjadi di
berbagai daerah seharusnya pemerintah mengadakan tindakan yang tegas
kepada pelaku bom, memberikan hukuman kepada pelaku. Pada kasus
pengeboman yang semakin marak ini terlihat pemerintah yang seolah jalan
ditempat,tidak adanya tindakan yang pasti. Tindakan dari pemerintah sangat
diperlukan untuk menghindari terjadinya bentuk tindakan provokasi terhadap
kerukunan umat beragama. Banyaknya kasus bom menunjukkan kegagalan

pemerintah dalam memayungi keamanan pada masyarakat, kegagalan dalam


menjaga kerukunan umat beragama yang notabennya indonesia terdiri dari
beragam agama
- Pendapat : kalau menurut pendapat saya tidak perlu memakai acara
kasus pengeboman yang merugikan diri sendiri seharusnya itu kita
harus memikirkan keadaan orang lain juga.
- Solusi : seharusnya pemerintah dapat melakukan hal yang lebih
meminimalisasi kejadian itu terulang kembali, contohnya selalu
mengadakan razia terhadap tempat yang dicurigai sebagai markas
orang tersebut serta selalu mengadakan razia terhadap penggunaan
senjata api dan beredarnya bahan pembuat bom di pasaran.

Sumber : https://www.google.co.uk/search?sclient=psyab&biw=1536&bih=765&q=kasus+yang+melanggar+nilai+religius&oq=kasus+yang+melan
ggar+nilai+religius&gs_l=serp.3...813710.1562199.1.1562477.47.34.0.0.0.0.0.0..0.0....0...1c.1.
64.serp..47.0.0.WSKkfw5qzQ0&psj=1&bav=on.2,or.r_cp.&bvm=bv.119745492,d.d2s&dpr=1.2
5&ech=1&psi=Kh8VV7W1DtDzsAHm6Ly4BQ.1461003102298.8&ei=WiIVVTlGMbgaZrGtqgF&emsg=NCSR&noj=1
http://fiscasaptiyaniutami.blogspot.co.uk/2015/04/contoh-contoh-berita-yangbertentangan.html
http://pancasila.weebly.com/penerapan-sila-dalam-kehidupan.html