Anda di halaman 1dari 5

A. Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

Kolesterol

merupakan

salah

satu

komponen

zat

berlemak

yang

diproduksikan

oleh

hati.

Kolesterol

dapat

ditemukan

di

seluruh

tubuh

dan

berperan penting terhadap fungsi tubuh seharihari. Jika kadar berbagai jenis

kolesterol dalam tidak normal, hal tersebut dapat mempengaruhi kerja jantung dan

sistem

sirkulasi

(peredaran

darah),

sehingga

dapat

menimbulkan

berbagai

penyakit berbahaya, bahkan kematian (Prakoso, 2012). Oleh karena itu, sangat

penting bahwa peran keluarga peduli kepada lansia dengan penyakit kolesterol

yang tinggi. Namun kenyataannya masih banyak lansia yang mengalami penyakit

kolesterol yang bisa mengakibatkan penyakit jantung, penyakit stroke, penyakit

hipertensi (Bull, 2005).

Diperkirakan

pada tahun

2020

usia

harapan

hidup

di

Indonesia

akan

mencapai 71 tahun dan jumlah penduduk lansia diperkirakan sebanyak 28 juta

jiwa. Sementara itu,

angka kematian yang disebabkan oleh serangan jantung di

Indonesia telah mencapai 26 30%. Bahkan untuk kota besar seperti DKI Jakarta,

bisa mencapai

42,9% (Prakoso, 2012). Penderita penyakit jantung yang disertai

kolesterol diperkirakan mencapai 20 juta atau sekitar 10% dari jumlah penduduk

di Indonesia. Peningkatan kasus penyakit gagal jantung ini pada tahun 2009

adalah 248 kasus, kemudian melaju dengan pesat hingga mencapai puncak pada

tahun 2011 dengan 532 kasus. Penderita penyakit stroke yang disertai kolesterol

1

2

diperkirakan jumlah penderita stroke di Indonesia mencapai 500.000 orang dan

sekitar 125.000 diantaranya meninggal atau cacat seumur hidup. Data stroke yang

dikeluarkan oleh Yayasan Stroke Indonesia menyatakan bahwa penderita stroke di

Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2004

jumlah stroke sekitar 23.000 orang, Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang

terkena stoke. Sekitar 28,5% penderita stroke di Indonesia meninggal dunia

(Unsoed, 2013). Penderita penyakit hipertensi yang disertai kolesterol, menurut

profil kesehatan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010, dan jumlah penderita

hipertensi yang diperoleh dari dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur terdapat

275.000 jiwa penderita hipertensi. Dari hasil survey tentang penyakit terbanyak di

rumah sakit di Provinsi Jawa Timur, jumlah penderita hipertensi sebesar, 4,89%

pada hipertensi essensial dan 1,08% pada hipertensi sekunder.

Berdasarkan studi pendahuluan di RT 05 Tegal Sari Surabaya jumlah lansia

sebanyak 30 lansia, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 13 bulan Januari

2014 dari 10 lansia didapatkan penderita kadar kolesterol sebanyak 4 orang

(40%), penderita penyakit jantung sebanyak 2 orang (20%), penderita penyakit

stroke sebanyak 2 orang (20%), sedangkan penderita penyakit hipertensi sebanyak

2 orang (20%).

Faktorfaktor yang menyebabkan kolesterol adalah pola makan yang tidak

seimbang, umur dan jenis kelamin, merokok, riwayat keluarga, faktor keturunan,

kurang olahraga, kelebihan berat badan, dan peran keluarga (Muhammad, 2009).

Fungsi peran keluarga terhadap seorang lansia yaitu untuk memberikan edukasi

maupun menjaga pola makan dan daya hidup bagi lansia. Hal ini penting

3

dilakukan, sebab kolesterol dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit

jantung, penyakit stroke, dan penyakit hipertensi, gangguan fungsi hati, obesitas,

diabetes

dan

penyakit

lainnya

yang

berpeluang

hingga

pada

kematian

(Muhammad,

2009).

Selain

itu

kolesterol

juga

mengakibatkan

terjadinya

inflamasi kronis, yaitu imflamasi yang terjadi sudah berlangsung lama dalam

permasalahan

kolesterol

memiliki

aterosklerosis (Muhammad, 2009).

kecenderungan

untuk

mengakibatkan

Upaya

pencegahan

kolesterol

pada

lansia

dapat

dilakukan

dengan

memberikan

pendidikan

kesehatan

seperti

melakukan

aktifitas

secara

rutin,

mengontrol pola makan yang mengandung kolesterol dan peran keluarga terhadap

lansia sangat diharapkan, sebab kemandirian lansia sudah mengalami penurunan.

Dengan membantu lansia dalam penurunan kolesterol, berarti telah membantu

kesuksessan program pemerintah Indonesia Sehat. Bagi perawat untuk keluarga

melakukan edukasi dan pentingnya pola hidup sehat, memberkan sarana dan

prasarana melalui puskesmas. Bagi keluarga untuk lansia mengkonsumsi makanan

yang sehat, melakukan cek kesehatan secara rutin, menjaga dan mengontrol

untuk

melakukan

puskesmas.

pola

hidup

B. Batasan Masalah

sehat,

mendampingi

untuk

cek

kolesterol

di

Berhubungan faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya kolesterol pada

lansia beragam, diantaranya pola makan yang tidak sehat, umur, merokok, riwayat

keluarga, faktor keturunan, jenis kelamin, kurang olahraga, kelebihan berat badan

4

dan peran keluarga, maka dalam penelitian ini hanya membatasi pada hubungan

peran keluarga dengan kadar kolesterol pada lansia di RT 05 Tegal Sari Surabaya.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan

uraian

latar

belakang

di

atas,

maka

dirumuskan

permasalahannya sebagai berikut : “Adakah hubungan peran keluarga dengan

kadar kolesterol pada lansia di RT 05 Tegal Sari Surabaya“.

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan peran keluarga dengan kadar kolesterol pada lansia di

RT 05 Tegal Sari Surabaya.

2.

Tujuan Khusus

a.

Mengidentifikasi peran keluarga pada lansia di RT 05 Tegal Sari Surabaya.

b.

Mengidentifikasi kadar kolesterol pada lansia di RT 05 Tegal Sari Surabaya.

c.

Menganalisis hubungan peran keluarga dengan kadar kolesterol pada lansia di

RT 05 Tegal Sari Surabaya.

E.

Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang

terkait antara lain :

1. Manfaat Teoritis

a. Bagi Instituti

Sebagai bahan bacaan atau kajian pustaka untuk meningkat kadar tentang

kolesterol.

5

b. Bagi peneliti

Menambah wawasan peneliti sehingga dapat menerapkan teori dan dijadikan

patokan bagi peneliti selanjutnya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Masyarakat

Diharapkan dari penelitian ini dapat menambah wawasan serta meningkatkan

pengetahuan lansia khususnya tentang kolesterol dan diaplikasikan dalam

kehidupan seharihari dengan cara menghindari makanan yang mengandung

kolesterol.