Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENGANGGURAN

MAKALAH
PENGANGGURAN
NAM KELOMPOK
IBNU KURNIAWAN ( 110231100073)
ADIYANTO (110231100081)
Ra.j. ZAINATUL NUR ARVIYAH (1102311000)

UNIVERSITAS TRUNOJAYO MADURA


BAB I
PENDAHULUAN
1. A.

Latar belakang

Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system sosial,
seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan
budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi
ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk
memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.Pokok pembangunan di indonesia
diantaranya dualisme peraturan, kependudukan dan kemiskinan, iklaim dan geografis, dan
pemerataan pembangunan. Negara indonesia termasuk dalam neara berkembang, oleh karena itu
masalah-masalah tersebut harus diselesaikan. Terutanma yang sangat menghambat jalannya
pembangunan di indonesia yaitu ketidak merataan penduduk persebaran penduduk yang sangat
padat. Dengan kepadatan penduduk tersebut maka persaingan untuk mencari lapangan kerja
sangat sulit, dan mengakibatkan pengangguran dan Kemiskinan.
Keterbatasan lapangan pekerjaan di indonesia khuusnya di kota-kota besar sangatlah ytinggi dari
tahun ketahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program
pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami
penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan
terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terus seperti ini di
tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan
masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dalam

mengurangi angka kemiskinan yang ada.Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini
relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap
daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini,
maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun
merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering
menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di
samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan
menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius
yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis
ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa.

1. B.

Rumusan masalah
1. dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional ?
2. cara mengantasi penggangguran di Indonesia ?
3. C.

Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk menabah pengetahuan tentang pembangunan dan
masalah masalah yang dihadapi dalam penerapannya sepeti dampak pengangguran bagi
pembangunan nasional, dan adakah cara untuk mengatasi masalah penganggura tersebut. Bagi
mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran
Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dan pemerhati masalah sosial khususnya
tentang penggauran. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.

BAB II
PEMBAHASAN
1. A.

Definisi Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan
dan belum mendapatkannya. Menurut Teori Klasik (1729-1790), pengangguran itu bersifat
sukarela, karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. Bertambahnya jumlah
pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu
pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi
pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi
sifatnya sukarela. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar
prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%

Jenis & Macam Pengangguran

1. Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan
adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka
lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia.
1. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan
tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Karena
Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan
pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya.

1. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi
jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan
seseorang harus nganggur. seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang
menanti musim durian.
1. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus
ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan
dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang
menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah
berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.

1. B.

MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup
memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar,
pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah
pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang
ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong
peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka
panjang.

Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber
daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan,
dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat
pembangunan dalam jangka panjang.Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung
pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai
ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk
mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi
kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.

Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi
kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan
kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil
yang mendukung.
Berikut adalah beberapa penyebab pengangguran yang umum terjadi di Indonesia.
1. Pendidikan rendah.
endidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di
karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.
1. Kurangnya keterampilan.

Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun
dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.

1. Kurangnya lapangan pekerjaan.


Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi.
Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di
sediakan oleh pemerintah maupun swasta.
1. Kurangnya tingkat EQ masyarakat.
Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh
terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat
lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat.
1. Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain.
Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka
menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk
pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan
bagi orang lain.
1. Tidak mau berwirausaha.
Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu
adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di
bandingkan membuat suatu usaha.

Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah


Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan
perluasan kesempatan kerja.
Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. Hal ini didasarkan bahwa
dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan
penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Tapi ini juga belum
ditangani secara serius dan terpadu.
Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik.
Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan
lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. Pengangguran
terdidik secara potensial dapat menyebabkantimbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat

rawan yang lebih tinggi, menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan, menurunkan
apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.
Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di , ditandai oleh:
1. berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).
2. meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.
3. rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD
meneruskan ke SMP).
4. meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.
5. Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional
Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat
pendapatan masyarakat akan merosot. Sehingga menghambat beberapa faktor pembangunan
nasional, seperti :
1. Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.
Upah merupakan salah satu komponen dalam penghitungan pendapatan nasional. Apabila tingkat
pengangguran semakin tinggi, maka nilai komponen upah akan semakin kecil. Dengan demikian,
nilai pendapatan nasional pun akan semakin kecil.Pendapatan per kapita adalah pendapatan
nasional dibagi jumlah penduduk. Oleh karna itu, nilai pendapatan nasional yang semakin kecil
akibat pengangguran akan menurunkan nilai pendapatan per kapita.
1. Beban psikologis
Semakin lama seseorang menganggur, semakin besar beban psikologis yang harus ditanggung.
Secara psikologis, orang yang menganggur mempunyai perasaan tertekan, sehingga berpengaruh
terhadap berbagai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak psikologis ini mempunyai
efek domino di mana secara sosial, orang menganggur akan merasa minder karena status sosial
yang tidak atau belum jelas.
1. Biaya sosial
Dengan semakin besarnya jumlah pengangguran, semakin besar pula biaya sosial yang harus
dikeluarkan. Biaya sosial itu mencakup biaya atas peningkatan tugas-tugas medis, biaya
keamanan, dan biaya proses peradilan sebagai akibat meningkatnya tindak kejahatan.
1. Penerimaan negara
Salah satu sumber penerimaan negara adalah pajak, khususnya pajak penghasilan. Pajak
penghasilan diwajibkan bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan. Apabila tingkat

pengangguran meningkat, maka jumlah orang yang membayar pajak penghasilan berkurang.
Akibatnya penerimaan negara pun berkurang.Beberapa faktor di atas dapat menghambat
pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Baik berupa
penbangunan sistem sosial, politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan
teknologi, kelembagaan, dan budaya.
1. Cara mengatasi pengangguran di Indonesia
Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah
pengangguran di Indonesia, namun masih saja pengangguran tidak berkurang bahkan lebih
bertambah setiap tahunnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan
pekerjaan.
Menurut Paul A. Samuelson dan Wiliam D. Nurdhaous dalam bukunya Ekonomi mengemukakan
cara-cara mengatasi pengangguran yaitu sebagai berikut:
1. Memperbaiki pasar tenaga kerja
2. Menyediakan program pelatihan
3. Menciptakan program padat karya
Selain hal tersebut di atas, sesuai dengan GBHN 1999, pemerintah Indonesia hendaknya:
Mengembangkan tenaga kerja secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan
kompetensi dan kemandirian tenaga kerja peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan,
perlindungan kerja dan kebebasab berserikat, dan
Meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan
memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang di kelola secara
terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja.

Ada berbagai cara dalam mengatasi pengangguran,yaitu :

Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Modal

Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja

Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja

Menggalakkan program transmigrasi

Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan

Mengintensifkan program keluarga berencana

Menekan impor dan memperbanyak ekspor

Hal hal di atas adalah beberapa cara yang dapat di gunakan pemerintah dalam mengurangi
pengangguran di Indonesia dan dapat memperkuat ekonomi Indonesia. Namun pemerintah tidak
akan bisa menjalankan program program tersebut jika tanpa adanya kerjasama dengan pihak
swasta dan masyarakat.
1. E.

Kesimpulan

Pengangguran merupakan faktor penting dalam pembangunan nasional baik jangka panjang
maupun jangka pendek. Pengangguran harus segera di atasi agar ekonomi indonesia bisa lebih
baik dan mampu bersaing dengan luar negeri. Pemerintah diharapakan dapat mengatasi
pengangguran dengan menyediankan lapangan pekerjaan atau program-program bina usaha
untuk masyarakat kecil.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah
lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja
tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para
pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan
artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua
masyarakat Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi
komitmen nasional.
Untuk itu diperlukan dua kebijakan, yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Kebijakan
makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran, antara lain kebijakan makro ekonomi
seperti moneter berupa uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang melibatkan
Bank Indonesia (Bank Sentral), fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Dampak Pengangguran Terhadap Pembangunan Nasional. Diakses dari
http://aniatih.blogspot.com/2012/09/dampak-pengangguran-terhadap.html
http://laillamardianti.wordpress.com/2011/04/17/pengangguran-dan-cara-mengatasinya/.