Anda di halaman 1dari 4

LAKSMITA SARI

125020305111011

KASUS 12
PENYELESAIAN PERMASALAHAN AUDIT
Pertanyaan Diskusi
1. Penyebab beberapa karyawan penting di PT Maju Makmur tidak mengetahui
secara mendetail isi PSAK adalah karena tidak adanya sosialisasi yang
dilakukan secara berkala oleh perusahaan untuk memberikan pemahaman
kepada karyawan tentang PSAK. Pada perusahaan umum dijumpai karyawan
tidak memahami dasar akuntansi yang digunakan karena bekerja sesuai
dengan kebiasaan maupun sekedar mengikuti arahan dari atasannya.
2. PSAK 16 tentang Aset Tetap menyatakan bahwa: Penyusutan adalah alokasi
sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur
manfaatnya. Pada PSAK yang sama disebutkan bahwa definisi umur manfaat
adalah periode suatu aset yang diharapkan dapat digunakan oleh entitas.
Berdasarkan kedua pengertian tersebut maka aktiva hanya dapat disusutkan
setelah umur manfaat dimulai atau saat aktiva telah digunakan. Apabila
perusahaan membebankan penyusutan atas suatu aktiva sebelum digunakan
maka akan menyalahi standar tersebut.
3. Pekerjaan menghitung bunga kapitalisasi untuk proyek konstruksi tidak
seharusnya dilakukan oleh auditor. Perhitungan bunga kapitalisasi merupakan
tanggung jawab manajemen perusahaan yang kemudian dituangkan dalam
laporan keuangan untuk dilakukan audit oleh auditor independen. Selain itu
perhitungan kapitalisasi bunga merupakan bagian dari laporan keuangan yang
berupakan bentuk tanggung jawab manajemen. Oleh karena itu hal tersebut
tidak dapat dilakukan.
4. Sewa guna usaha toko ke 7 PT Maju Makmur yang berada di kota madiun
tidak wajar apabila dilaporkan sebagai operating lease. Hal ini berdasarkan
pada kriteria dari operating lease dimana Lessee biasanya tidak mempunyai
hak membeli pada waktu kontrak sewa berakhir sehingga tidak terjadi

perpindahan hak milik barang serta kontrak sewa ini bersifat cancelable yaitu
dapat diputuskan pihak lessee sewaktu-waktu atau sebelum masa kontrak
berakhir. Dari kriteria tersebut, maka sewa guna usaha pada toko ke 7 tersebut
tidak dapat dilaporkan sebagai operating lease karena yang disewakan
merupakan aset tetap berupa bangunan yang seharusnya akan dilaporkan
sebagai sewa guna usaha dalam bentuk capital lease. Namun dari perjanjian
yang diketahui dengan Langgeng Santosa hal ini tergolong transaksi dengan
pihak istimewa (related party transactions) yang tidak seharusnya dilaporkan
sebagai operating lease. Apabila dilakukan transaksi dengan pihak istimewa,
maka seharusnya hal tersebut dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi
perusahaan induk dengan perusahaan anak.
5. Jika entitas memiliki transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dalam satu periode, maka entitas harus mengungkapkan:

Sifat dari hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan


istimewa.

Informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang


diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam
laporan keuangan.

Sekurang-kurangnya, pengungkapan meliputi:


a. nilai transaksi
b. jumlah saldo, termasuk komitmen
c. penyisihan piutang ragu-ragu terkait dengan jumlah saldo tersebut
d. beban yang diakui selama periode dalam hal piutang ragu-ragu atau
penghapusan piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.

Pengungkapan yang disyaratkan dilakukan secara terpisah untuk masingmasing kategori berikut:

Pihak yang memiliki pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh


signifikan atas entitas.

Entitas anak, joint venture, entitas asosiasi dari entitas.

Personel manajemen kunci dari entitas dan entitas induknya.

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya.

LAKSMITA SARI
125020305111011

Beberapa contoh transaksi yang diungkapkan oleh perusahaan jika terdapat


transaksi dengan pihak yang berelasi, antara lain:

Pembelian atau penjualan barang (barang jadi atau setengah jadi)

Pembelian atau penjualan properti dan aset lain

Penyediaan atau penerimaan jasa

Sewa

Pengalihan riset dan pengembangan

Pengalihan dibawah perjanjian lisensi

Pengalihan dibawah perjanjian pembiayaan (termasuk pinjaman dan


kontribusi ekuitas dalam bentuk tunai atau natura)

Komitmen untuk berbuat sesuatu jika peristiwa khusus terjadi atau tidak
terjadi di masa depan, termasuk kontrak eksekutori

Penyelesaian liabilitas atas nama entitas atau pihak berelasi.

6. Opini audit going concern adalah opini yang dikeluarkan oleh auditor untuk
mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya (IAI,2001:SA Seksi 341). Laporan
audit dengan modifikasi mengenai going concern merupakan suatu indikasi
bahwa dalam penilaian auditor terdapat risiko auditee tidak dapat bertahan
dalam bisnis. Dari sudut pandang auditor, keputusan tersebut melibatkan
beberapa tahap analisis. Auditor harus mempertimbangkan hasil dari operasi,
kondisi ekonomi yang mempengaruhi perusahaan, kemampuan membayar
hutang, dan kebutuhan likuiditas di masa yang akan datang. Dengan adanya
kondisi dimana salah satu toko PT Maju Makmur yang berlokasi di Sidoarjo
banyak memberikan kerugian bagi PT Maju Makmur, maka seharusnya KAP
AS&R sudah seharusnya menganalisis ulang mengenai keberlanjutan krisis
pada toko yang berlokasi di Sidoarjo tersebut. Jika memang harapan dalam
menghasilkan profit dari toko di Sidoarjo tersebut sangat kecil maka sudah
seharusnya auditor memberikan opini mengenai going concern dari bisnis
yang berada di Sidoarjo tersebut dengan kesangsian apabila toko tersebut
dapat melanjutkan profitabilitasnya, tidak dengan memberikan pendapat wajar
dengan pengecualian seperti auditor yang sebelumnya. Tetapi apabila memang

toko tersebut menunjukkan trend yang cukup baik dalam perkembangannya


maka opini yang wajar dapat diberikan oleh auditor pada laporan keuangan PT
Maju Makmur.
Ya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk ancaman yang diberikan kepada KAP
AS&R mengenai independensi auditor. Apabila dengan adanya ancaman tersebut
KAP AS&R terpengaruh independensinya maka hal tersebut merupakan hal yang
tidak patut dicontoh. Tapi dengan adanya ancaman tersebut, reaksi yang seharusnya
diberikan KAP AS&R adalah reaksi yang tidak takut terhadap ancaman apapun
karena independensi dari auditor eksternal merupakan kunci utama dari kemajuan
suatu KAP. Dengan adanya ancaman tersebut maka seharusnya KAP AS&R tetap
menjalankan program audit dan perikatan yang telah ditentukan sebelumnya dengan
baik dan sesuai. Apabila memang terdapat banyak kejanggalan maka sebagai auditor
yang independen, KAP AS&R wajib juga mencantumkannya dalam laporan auditor
independen dan akan mempengaruhi opini audit yang nantinya akan diberikan pada