Anda di halaman 1dari 9

Fisika Dasar 3

Home exam

Oleh:

Kelas A

PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016
HOME EXAM
Fisika Dasar 3
1. Salah satu bentuk sederhana dari fluida yang tak mampu-mampat
(incompressible) non-Newtonian adalah fluida yang memenuhi hubungan
tensor stress deviatorik dan dinyatakan oleh tensor rate strain e,
seperti ungkapan

= 2 ef () dengan =
Bentuk ef yang sering dipakai adalah ef

U U
+
x x

en-1

dengan n adalah bilangan positif.


a. Tentukan apa makna n tersebut!
b. Bagaimana profil kecepatannya (bisa 2 dimensi saja, perlihatkan
persamaannya dulu)?
c. Bagaimana laju volumetrik per satuan luas?
2. Sebongkah batu dengan kandungan mineral tertentu dengan ukuran
panjang p, lebar l, dan tebal t, seperti gambar 1. Lakukanlah analisis
sehingga diperoleh informasi tentang:
a. Magnetisasi bahan, baik untuk
diamagnetisasi
yang
seragam
maupun yang tidak seragam?
b. Suseptibiltas
dan
kaitannya
dengan kurva histerisis?
c. Kemukakan langkah-langkah yang
dilakukan
dalam
melakukan
Gambar 1
eksperimennya?
3. Buatlah rancangan pembelajarannya (LKPD) untuk materi nomor 2 di atas!
4. Suatu persoalan elektrostatika berbentuk
seperti gambar 2. Sebuah muatan +Q
+Q
terletak pada jarak a dari pusat sebuah
a
kulit bola konduktor tipis berjari-jari R
dengan R>a titik. Tentukan distribusi
R
potensial elektrostatika di dalam bola
tersebut!
JAWABAN:
1. a. = 2 ef () dengan =
U U
+
x x

eff ( )
=

U U
+
x x

U
z

n1

U
z

)
1

( ) ( )f N

Untuk n = 1
Fluida
U
=
fN
z

( )

Gambar 2

( Uz ) fluida nonNewtonian

Untuk n > 1 fluida pseudoplastic, terjadi fenomena shear thining


yaitu fenomena pengecilan lapisan fluida yang terjadi
pada saat laju geseran meningkat dan terjadi
penerimaan viskositas.
Untuk n < 1 fluida dilatan, terjadi penebalan lapisan fluida pada saat
laju geseran meningkat terjadi peningkatan viskositas
(shear thickening).
2. a. Bahan diamagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis
masing-masing atom / molekulnya adalah nol, tetapi medan magnet
akibat orbit dan spin elektronnya tidak nol. Bahan diamagnetik tidak
mempunyai momen dipol magnet permanen. Jika bahan diamagnetik
diberi medan magnet luar, maka elektron-elektron dalam atom akan
mengubah gerakannya sedemikian rupa sehingga menghasilkan
resultan medan magnet atomis yang arahnya berlawanan dengan
medan magnet luar tersebut.
Sifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh gerak orbital elektron. Karena
atom mempunyai elektron orbital, maka semua bahan bersifat
diamagnetik. Suatu bahan dapat bersifat magnet apabila susunan atom
dalam bahan tersebut mempunyai spin elektron yang tidak
berpasangan. Dalam bahan diamagnetik hampir semua spin elektron
berpasangan, akibatnya bahan ini tidak menarik garis gaya.
Permeabilitas bahan ini: < dengan suseptibilitas magnetik bahan: .
Nilai bahan diamagnetik mempunyai orde -10-5m3/kg. Contoh bahan
diamagnetik yaitu: bismut, perak, emas, tembaga dan seng.
b. Suseptibilitas magnet dari bahan paramagnetik adalah positif dan
berada dalam rentang 10-5 sampai 10-3 m3/kg, sedangkan
permeabilitasnya adalah > 0.
Kurva Histeris
Magnetisasi M tidaklah berbanding lurus dgn intensitas magnet H. Hal
ini tampak dari kenyataan bahwa harga suseptibilitas magnet Xm
bergantung pada intensitas magnet H. Bentuk umum kurva induksi
magnet B sbg fungsi intensitas magnet H terlihat pada gambar 1

Gambar 1 Kurva induksi normal

Kurva B(H) seperti ini disebut kurva induksi normal. Tampaklah kurva
tidak berbentuk garis lurus, sehingga dikatakan hubungan B dan H tak
linier. Setelah harga intensitas magnetik tertentu. Tampak pula harga
induksi magnet tak banyak berubah lagi. Hal ini disebut saturasi dan
harga induksi magnet untuk keadaan saturasi Bs atau induksi magnet
saturasi.
Bahan yg mencapai saturasi utk H harga yg rendah disebut magnet
lunak kurva (a). Bahan C yang saturasi terjadi pada harga yang tinggi
disebut magnet keras.
Bila setelah mencapai saturasi, intensitas magnet H diperkecil, ternyata
harga B tak terletak pada kurva semula. Ini ditunjukkan pada gb.14.1.
Pada harga H = 0. Induksi magnet atau rapat fluks B mempunyai harga
Br = 0 yaitu remenensi, yg menyatakan kemagnetan remanen. Ini
berlaku selama emperatur ada dibawah temperatur curie Tc, jadi bila
arus pada toroida dimatikan (I=0) dalam bahan masih tersimpan fluks
induksi harga Br ini disebut induksi magnet remanen atau remanensi
bahan.

Gambar 2 (a) bila harga H diperkecil harga B adalah pada kurva (f)
(b) kurva histeresis bila sampai pada H = H1. H diperkecil harga B pada kurva
(g) dan Br mencapai harg Br (i) pada H=0
Bila mencapai nol harga intensitas magnet H dibuat negatif (dengan
membalik arah arus lilitan), kurva B(H) akan memotong sumbu H pada
harga Hc. Intensitas magnet Hc inilah yg diperlukan untuk membuat
agar rapat fluks B=0 atau menghilangkan fluks dalam bahan . Intensitas
magnet Hc disebut koersivitas bahan.Bila selanjutnya harga H positif
hingga saturasi lagi, kurva B(H) membentuk suatu lengkungan tertutup
yg disebut kurva histeris.
Pemakaian magnet permanen kini sangat luas konsumsi bahan magnet
permanen terbesar ialah pada pita magnetik baik utk konsumer musik
maupun utk komputer. Dalam komputer juga digunakan lapisan
magnetik pada piringan atau silinder, guna menyimpan memori
cadangan. Bahan magnetik lunak dgn koersivitas Hc rendah dan Br
tinggi mempunyai permeabilitas maksimum yang tinggi. Bahan seperti
ini terutama digunakan untuk memperbesar fluks. Dgn arus yg tak
terlalu besar, dapat dihasilkan fluks yg besar. Bahan seperti ini
digunakan untuk elektro magnet, guna keperluan generator listrik,
motor llistrik, tranformator dan induktor.
c. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan eksperimen

Pelaksanaan eksperimen penentuan kuat medan magnet kumparan


1)
Hubungan terminal output power supply dengan terminal
kumparan diperlihatkan oleh gambar 6 berikut:

2)
3)
4)
5)
6)
7)

8)
9)

Gambar Diagram Hubungan PS dengan Kumparan


Hubungkan terminal kumparan pada jumlah lilitan 1200
Set pengontrol arus pada titik terendah.
Sisipkan probe fluksmeter dan set tombol selektor rentangan
pada 0,15
Set tombol selektor Magnetisasi/Demagnetisasi pada sisi
magnetisasi
Tekan tombol ON pada power supply
Kecilkan dan yakinkan bahwa penunjuk fluksmeter berputar ke
kanan. Jika penunjuk telah bergerak dalam arah yang berlawanan,
maka ubahlah tombol selektor N/S sehingga penunjuk akan
menyimpang ke kanan
Sementara arus output nol, aturlah titik NOL dari fluksmeter
dengan seksama
Balikkan
sedikit
demi
sedikit
(perlahan-lahan)
arus
pembangkitan sehingga meningkat secara bertahap dengan
interval yang tetap, dan baca rapat fluks magnet yang
berhubungan dengan nilai arus pada fluksmeter. Setelah kenaikan
nilai arus 5 A atau lebih, kemudian turunkan nilai arus secara
bertahap dan baca rapat fluksmagnet yang terkait dengan nilai
arus yang sama seperti pada kasus arus yang naik dan ukurlah
pada nilai arus nol. Ambil rerata rapat fluks magnet yang terkait
dengan nilai awal arus antara kasus-kasus penaikan dan penurunan
arus, dan tentukan rapat fluks magnet yang terkait dengan nilai
awal arus seperti B.
Catatan 1. Timbulnya panas disebabkan oleh kumparan
pembangkit jika arus diberikan secara kontinu dalam jangka waktu
yang lama atau arus yang tinggi 6 A diumpankan pada kumparan
pembangkit. Elemen Hall dipanaskan oleh kumparan pemanas
untuk membuat kesalahan. Hubungkan eksperimen sebaik-baiknya
sehingga arus hanya terpasang pada eksperimen dan pengukuran.
Catatan 2. Ammeter dan fluksmeter adalah dua sistem yang
sejenis. Sistem ini hanya menghasilkan kesalahan pembacaan. Hal

ini penting untuk pembacaan nilai yang terkait dengan arus yang
sama oleh operasi-operasi penghubung yang serba mungkin.
10) Ubahlah tombol selektor N/S untuk membalikkan arah medan
magnet.
11) Ikuti prosedur 8 di atas.
12) Hubungkan terinal kumparan pada 1600, 1200, dan 800 lilitan
secara reguler dan lakukan langkah 8, 9, 10 untuk memperoleh
nilai-nilai pengukuran, bandingkan grafik arus/intensitas medan
magnet, dan akhirnya tentukan hubungan antara arus dan jumlah
lilitan kumparan dan antara rapat fluks magnet dengan intensitas
medan magnet untuk kumparan silinder.
Menentukan Watak Magnetisasi Bahan Ferromagnetik
Dengan menyisipkan bahan ferromagnet (besi murni, alnico atau
ferrit) pada bagian air-core dari kumparan pembangkit agar
memungkinkan terjadi perubahan medan magnet,
karakteristik
magnetisasi akan kamu pelajari dengan sendirinya dengan bahan-bahan
berikutnya.

dari kurva magnetisasi (kurva histerisis), perbedaan magnetisasi


dibuat oleh sebagian bahan ferromagnetik

kamu mungkin memiliki pengertian yang konkrit tentang besarnya


sisa pemagnetan, gaya coercive, permeabilitas, permeabilitas relatif,
dan lain sebagainya.

kamu mungkin akan sampai pada pengertian yang baik tentang ciriciri masing-masing bahan ferromagnet
Pengoperasian

Gambar Diagram Circuit Rod Connection


a) Hubungan antara kumparan magnetisasi dan peralatan pokok sama
dengan eksperimen e.1.
b) Sisipkan contoh batang bahan ferromagnet tempatnya kemudian
probe di klem pada kedua sisinya, contoh, dengan sepasang besi
murni.
c)Kemudian klem bahan tsb. Dengan circuit rod dari ke dua sisinya dan
aturlah ia dengan tanpa meninggalkan jarak ruang
Catatan 3. Probe sensor mungkin akan rusak jika demagnetisasi
dihubungkan dalam jarak sangat dekat
d) Di mana batang sampel harus senantiasa siap dimagnetisasi,
hubungan demagnetisasi terkait dengan prosedur berikut:

a)

Set
tombol
selektor
magnetisasi/demagnetisasi
pada
demagnetisasi
b)
hubungkan kumparan pembangkit pada 800 lilitan
c)
Set pada nilai tertinggi. Lampu demagnetisasi akan menyala.
d)
putar perlahan ke arah berlawanan jarum jam menuju 0
e)
pastikan penunjuk fluksmeter menunjukkan titik 0
f)
tinggalkan peralatan sebagaimana terdahulu. 30 detik kemudian
set tombol selektor pada magnetisasi
g)
hubungkan kumparan pembangkit pada 2000 lilitan
Catatan 4. terjadinya impedansi yang tinggi membuat arus AC
mengalir
melalui
kumparan
pembangkit,
sebuah
gaya
demagnetisasi tidak dihasilkan kecuali kalau jumlah lilitan dipasang
pada 800.
Catatan 5. Jika tombol selektor di set pada magnetisasi segera
setelah pen-demagnetisasi-an, sampel dimagnetisasi oleh arus
yang mengalir melewati kumparan pembangkit. Mengakibatkan
kapasitor dalam peralatan termuati/terisi muatan. Ubahlah tombol
selektor
pada
magnetisasi
setelah
selesai
pengisian
kapasitor( tinggalkan ia kira-kira 30 detik).
h)
Nol-kan penunjuk fluksmeter
i)
Putar perlahan dan baca rapat fluks magnet ketika batang
sampel di-magnetisasi oleh arus pembangkit mula-mula dan ambil
pembacaan-pembacaan pada catatan dalam urutan (order)
j)
Naikkan arus kumparan pembangkit. Perlahan secara bertahap
dari 0 tidak searah(dalam arah positip) s/d nilai kritis positip ( 5A
atau sedemikian hingga panas kumparan dapat dicegah).
Kemudian turunkan perlahan dan tidak searah. Ketika arus sampai
pada 0, turunkan tombol selektor N/S pada sisi berlawanan untuk
menurunkan arus secara bertahap pada arah negatif dan ketika
nilai kritis arus negatif teramati, ubah arus untuk memvariasi pada
arah berlawanan, dinamai arah positip untuk mengukur arus s/d
nilai kritis positip. Dengan pengukuran ini rapat fluks magnet yang
terkait dengan 1 arus pusaran diperkirakan terukur.
Catatan 6. Pada saat kenaikan arus tajam, ambil tindakan
pencegahan lagi untuk menghindari pemanasan kumparan seperti
ditunjukkan oleh Catatan 1. arus 4 A s/d 5 A sesuai dengan sampel
besi murni dan ferrit. Akibat gaya coercive yang besar pada kasus
alnico, medan pengimbas yang sesuai tidak ditemukan kecuali
kalau arus 6,5 A di pasang pada jumlah lilitan kumparan 2000.
Pada kasus ini, teruskan dengan mengoperasikan tanpa terputus
pada 5 A dan di atasnya dan tahan untuk tidak memakai arus besar
beberapa saat. Turunkan arus untuk pengukuran pada perubahan
yang sebanding dengan besar perubahan mendekati 0 s/d 1 A.
k)
Berdasarkan hasil pada tabel di atas, dapat digambarkan grafik
watak magnetisasi dari intensitas medan magnet (H) sebagai absis
dan rapat fluks magnet sebagai ordinatnya.
l)
Kurva watak magnetisasi dari bahan yang lain dapat diperoleh
dengan cara yang sama dengan cara di atas.
m) Dengan pengesetan jumlah lilitan kumparan pada 1600 lilitan
dan 2000 lilitan, dapat dibuat kurva magnetisasi dengan operasi
yang sama seperti di atas.

3. LKPD
Mendesain eksperimen
1) Alat dan Bahan
a) Power supply
: 1 unit
Pembangkit arus : 0 s/d 7 ADC
Ammeter
: skala maksimal 10 A
Fluksmeter
: 2 rentangan 0,15 T; 1,5 T
Demagnetisasi arus :
0 s/d 7 AAC (dengan lampu penunjuk)
REC OUT terminal : terminal monitor fluksmeter(skala maksimal 1
V)
Ukuran (mm)
: panjang 320 x lebar 240 x tinggi 130
Berat
: 8 kg
b) Kumparan
Jumlah lilitan (terminal warna) : merah (0 lilitan), hitam (800 lilitan),
hitam (1200 lilitan), hitam (1600
lilitan), hitam (2000 lilitan)
Ukuran (mm)
: panjang 260 x lebar 160 x tinggi 126
Berat
: 6 kg
c) Probe
: 1 pc ,tipe elemen Hall (In-Sb)
d) Batang besi murni
: 2 pcs, 8mm x 60 mm
e) Batang Alnico
: 2 pcs, 8mm x 60 mm
f) Batang Ferrite
: 2 pcs, 8mm x 60 mm
g) Batang sirkuit magnet : bentuk U besi murni, 2 pcs
h) Coupling Sleeve
: 1 pc
i) Lead wire
: dengan penyumbat, merah dan hitam
masing-masing sebuah

Gambar Konfigurasi Peralatan


Penentuan kuat medan magnet kumparan
a.
Sediakan arus pembangkitan I yang bervariasi untuk penentuan
hubungan rapat fluks magnetik B dan siapkan kertas grafik B-I
(atau H-I) untuk memeriksa hubungan antara I dan B.

b.

Ubahlah terminal hubungan kumparan untuk merubah jumlah


lilitan kumparan N dan memeriksa hubungan antara N dan I.
c.
Nilai k dan k diturunkan juga dengan mengintroduksi fakta
B kNI
H k ' NI
hubungan
(atau
) sebagai efek dari pengukuran 1
dan 2 di atas. Dengan k dan k masing-masing adalah tetapan
kumparan.
Pelaksanaan eksperimennya dilakukan seperti bagian 1.c langkahlangkah penentuan kuat medan magnet kumparan.
4. Besar potensial didalam bola akan sama dengan besar potensial
dipermukaan bola. Hal ini karena konduktor bersifat equipotensial yaitu
mempunyai potensial yang sama di setiap titiknya.
v A =v B=k

q
r