Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


ACARA I
TEKANAN DARAH DAN DENYUT JANTUNG

Disusun Oleh :
BAIQ DEVI AGUSTINA ARISKA
E1A013007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM
2016

ACARA I
TEKANAN DARAH DAN DENYUT JANTUNG
A. Pelaksanaan Praktikum
1

Tujuan praktikum

: a. Mengukur tekanan darah.


b. Mengukur/menghitung denyut jantung pada

Hari, tanggal

manusia.
: Senin, 11 April 2016

.
3

praktikum
Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi FKIP, Universitas

Mataram.

B. Landasan Teori
Tekanan darah adalah tekanan dari aliran darah dalam pembuluh nadi (arteri). Jantung
berdetak, lazimnya 60 hingga 70 kali dalam 1 menit pada kondisi istirahat

(duduk atau

berbaring), darah dipompa menuju darah melalui arteri. Tekanan darah paling tinggi terjadi
ketika jantung berdetak memompa darah, ini disebut tekanan sistolik. Tekanan darah
menurun saat jantun grelaks diantara dua denyut nadi, ini disebut tekanan diastolik. Tekanan
darah ditulis sebagai tekanan sistolik pertekanan diastolic sebagai contoh, 120/80 mmHg
(Kowalski, 2010).
Jantung adalah pompa otot beruang empat yang mendorong darah mengelilingi
sirkulasi. Jantung terutama tersusun dari jaringan otot jantung. Kedua atria mempunyai
dinding yang relatif tipis dan berfungsi sebagai ruangan penampungan bagi darah yang
kembali ke jantung, dan hanya memompa darah dalam jarak yang sangat dekat menuju
ventrikel. Ventrikel mempunyai dinding yang lebih tebal dan jauh lebih kuat dibandingkan
dengan atrium -khususnya ventrikel kiri, yang harus memompa darah keluar ke seluruh organ
tubuh melalui sirkuit sistemik. Empat katub dalam jantung berfungsi untuk mencegah aliran
balik darah (Campbell dkk, 2000:47).
Pengukuran tekanan darah merupakan pengujian klinik yang umum. Pengukuran
ini selalu diwujudkan sebagai suatu pecahan, misalnya 120/80. Angka dari pembilang
tersebut merupakan tekanan darah arteri selama sistole. Unit ukuran adalah torr, pada contoh
ini tekanan sama dengan tekanan yang dihasilkan oleh kolom air raksa dengan tinggi 120
mm. Angka sebutan merupakan tekanan selama diastole. Meskipun tekanan darah dalam
waktu yang berbeda sangat bervariasi pada orang tertentu, tekanan yang terus menerus tinggi,
mungkin suatu gejala atau sebab dari macam-macam penyakit (Kimball, 1983: 154).

C. Alat dan Bahan


1. Alat:
a.
b.
c.
d.

Stopwatch
Alat Tulis
Spygmomanometer
Stetoskop

2. Bahan:
a. Praktikan
D. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan praktikum yang akan digunakan,
2. Mengukur tekanan darah dan denyut nadi saat tidak beraktivitas menggunakan
sfigmomanometer setiap 2 menit sebanyak tiga kali,
3. Mencatat hasil pengukuran,
4. Melakukan aktivitas ringan (lari kecil) selama 2 menit,
5. Mengukur tekanan darah dan denyut nadi kemudian mencatat hasilnya,
6. Mengulangi langkah 4 dan 5 setiap 2 menithingga tiga kali,
7. Melakukan aktivitas berat (naik-turun tangga) selama 2 menit,
8. Mengukur tekanan darah dandenyut nadi kemudian mencatat hasilnya,
9. Mengulangi langkah 7 dan 8setiap 2 menit hingga tiga kali,
10. Menyajikan data kelompok dan data kelas dalam tabel hasil pengamatan.

E. Hasil Pengamatan
1. Tekanan darah
Data kelompok
Tabel Data Kelompok
No Nama
1
2
3
4

Lailin
Ratna
Devi
nunik

Jenis
kelamin

U1

U2

Sistol
U3

P
P
P
P

111
110
115
115

105
107
189
111

98
102
113
94

U1

U2

104,6
106,3
139
320

66
73
72
62

68
65
64
64

Diastole
U3
67
63
68
68

67
67
68
64,6

Data Kelas
Tabel Data Kelas
N
O
1
2.
3
4
5
6
7
8
9
10.

Nama
Adrian
Ainun
Ari
Arya
Devi
Ema
Erika
Fitria
Hilda
Husna

Jeniskela
-min
L
P
L
L
P
P
P
P
P
P

Sistol
U1
121
115
123
108
115
109
114
105
100
119

U2
112
109
116
101
189
115
108
96
91
125

U3
114
107
98
101
113
111
107
100
97
112

Rerata
115.67
110,3
112.33
103.33
139
111
109,67
100,33
96
118,6

U1
76
71
77
69
72
75
85
65
70
76

U2
66
73
72
66
64
81
72
58
64
81

Diastol
U3
66
61
64
61
68
69
75
61
65
80

Rerata
69.33
68,3
71.00
65.33
68
75
77,33
61,33
66,3
79

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

Ida
Indah
Irwan
Isti
Kadek
Lailin
Lianto
Lili
Mogi
Nia
Nicky
Nunik
Oming
Ory
Ratna
Suci
Sulas
Susi
Us
Vina
Winda
Yani

P
P
L
P
P
P
L
P
L
P
P
P
P
L
P
P
P
P
P
P
P
P

100
106
122
115
104
111
106
126
125
115
122
115
113
119
110
108
133
108
107
95
134
128

105
107
118
91
100
105
118
112
122
108
97
111
113
111
107
99
139
106
106
95
109
104

101
128
121
91
106
98
95
112
116
112
120
94
93
120
102
94
146
101
106
98
105
97

Rerata

102
113.6
120.33
99
103,3
104,6
106,33
116
121.00
111.6
113
320
106,33
116.6
106,3
100
139
102
106
96
116
109,7
121.34

74
58
72
74
74
66
63
92
78
71
106
62
61
62
73
61
84
74
64
60
92
83

64
62
66
59
76
68
71
74
73
72
75
64
63
62
65
62
88
64
61
64
74
74
rerata

67
69
65
60
73
67
70
76
68
69
66
68
64
58
63
53
86
67
58
61
68
68

68,2
63
67.67
64,3
74,3
67
68
80
73.00
70.66
82,3
64,6
62,66
60.6
67
58
86
68,2
61
61,66
78
75
70.12

2. Denyut Jantung
Data Kelompok
Tabel Data Kelompok
No

Nam
a
Lailin
Ratna
Devi

Jenis
Kela
min
P
P
P

Denyut Jantung/Menit pada Keadaan


Normal
U1
U2
84
100
91
85
91
91

U3
92
86
90

92
87,3
90,6

Aktivitas ringan
U1
U2
U3
90
92
101
93
89
82
86
89
100

94,3
88
91,6

Aktivitas berat
U1
U2
107
124
118
120
120
143

U3
115
104
151

115,3
114
138

nunik

110

106

109

108,3

106

117

114

112,3

129

123

131

Data Kelas
Tabel Data Kelas
No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Nama

Anto
Omin
g

Jenis
Denyut Jantung/Menit pada Keadaan
Ke
la
Normal
Aktivitas ringan
miU1
U2
U3
rerat U1
U2
U3
n
a
P
94
96
92
94 94
94
94
P
86
87
91
88 95
90
91
P
113 83
83
93 83
83
83
P
85
92
86
87,6 89
91
91
P
93
89
83
88,3 93
91
91
P
94
98
87
93 99
93
82
P
70
73
69
70 85
75
77
P
90
84
77
83 140 127 132
P
121 134 131
128 82
80
83
P
97
94
84
91 44
90
93
P
103 91
96
96,7 103 98
98
P
84
83
78
81,7 71
77
86
P
83
81
81
81,7 86
87
87
P
72
104 100
92 105 95
87
98,3
L
93
102 100
3111 101 111
95,6
P
91
98
98
797
95
100

Vina

75

82

77

78 78

84

82

Erika
Fitria
Adria

P
P
L

91
70
73

91
69
73

94
71
82

92 95
70 72
76 80

100
70
80

95
71
78

Ainun
Husna
Ida
Kadek
Susi
Lili
Ema
Us
Sulas
Suci
Yani
Isti
Hilda
Nicky

17
18
19
20

rerat U1
a
94 104
92 146
83 128
90,3 131
91,6 109
91 122
79 151
133 149
81 122
75 132
99,7 135
78 146
86,7 112
95,7 123
107,
6115
97,3
3134
81,3
3109
96,6
7153
71 75
79.3 117

Aktivitas berat
U2
U3

Rerata

132
137
120
147
115
137
109
158
131
106
138
153
129
122

145
140
121
140
121
118
146
165
124
135
123
144
110
142

127
141
123
139,3
115
125
135
157
125
124
132
147,7
117
129

124

129

122,67

85

149

122,67

108

137

118

166
90
131

159
90
127

159,33
85
125.00

127,6

n
21

3
L

Ari
22

78.3
74

81

80

371

76

78

L
Arya

23

79

Irwan

77

75

79

66

66

25
26
27
28

Mogi
Lailin
Ratna
Devi
Nunik

P
P
P
P

100
84
91
91
110

99
100
85
91
106

91
92
86
90
109

29

Winda

100

106

102

P
P
L

94
89
92

97
95
84

103
95
82

Nia
Indah
Ory
Rerata

0120

148

121

129.67

7149

164

81

131.33

396

125

101

107.33

95.6

24

30
31
32

75.0

77 95
90
70.3
374
72
96.6
7102 93
92 90
92
87,3 93
89
90,6 86
89
108, 106 117
3
102. 83
92
6
98 89
95
93 78
89
86 68
75
88.2
Rerata
7

102
71.3
68
91.0
78
101
82
100
114

0158
94,3 107
88 118
91,6 120
112,3129

154
124
120
143
123

148
115
104
151
131

153.33
115,3
114
138
127,6

99

91.3 110

115

109

111.3

101
100
83

94.6 137 158


89 109 119
75.3 134 148
86.3
rerata
7

163
127
158

152.6
118.3
146.6
127.21

F.

Pembahasan
Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada seluruh permukaan
yang tertutup; yaitu, pada dinding bagian dalam jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah
berasal dari aksi pemompaan jantung memberikan tekanan yang mendorong darah melewati
pembuluh-pembuluh. Darah mengalir melalui system pembuluh tertutup karena ada
perbedaan tekanan atau gradient tekanan antara ventrikel kiri dan atrium kanan. Pengukuran
tekanan darah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.
Secara langsung dengan memasukkan kanula ke dalam pembuluh darah arteri dan dimonitor
dengan alat pendeteksi tekanan darahnya (tidak lazim dipakai). Cara tidak langsung dengan
menggunakan alat sphygmomanometer.
Tekanan darah biasanya digambarkan sebagai rasio tekanan sistolik terhadap
tekanan diastolik, dengan nilai dewasa normalnya berkisar dari 100/60 mmHg sampai
140/90 mmHg. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 mmHg. secara umum
tekanan darah yang ideal adalah 120/80 mmHg (sistolik/diastolik). Batas normal adalah bila
tekanan sistolik tidak lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik tidak lebih dari 90 mmHg.
Tekanan darah termasuk kategori tinggi jika tekanan sistolik lebih dari 160 mmHg dan
diastolik di atas 99 mmHg, dalam 3 kali pemeriksaan berturut11 turut selama selang waktu
2-8 minggu. Menurut WHO, tekanan darah dianggap normal bila kurang dari 135/85
mmHg, dikatakan hipertensi bila lebih dari 140/90 mmHg, dan diantara nilai tersebut
digolongkan normal tinggi.
Secara umum ada dua komponen tekanan darah, yaitu tekanan darah sistolik (angka
atas) yaitu tekanan yang timbul akibat pengerutan bilik jantung sehingga ia akan memompa
darah dengan tekanan terbesar, dan diastolik (angka bawah) yang merupakan kekuatan
penahan pada saat jantung mengembang antar denyut, terjadi pada saat jantung dalam
keadaan mengembang (saat beristirahat). Tekanan darah normal (normotensi) sangat
dibutuhkan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, yaitu untuk mengangkut oksigen dan
zat-zat gizi. Tekanan darah ada dalam pembuuh darah, sedangkan tekanan darah tertinggi
ada dalam arteri terbesar maka yang dimaksud dengan tekanan sistole adalah tekanan
puncak yang ditimbulkan di arteri sewaktu darah dipompa ke dalam pembuluh tersebut
selama kontraksi ventrikel, sedangkan tekanan diastole adalah tekanan terendah yang terjadi
di arteri sewaktu darah mengalir ke pembuluh hilir sewaktu relaksasi ventrikel. Selisih

antara tekanan sistole dan diastole, ini yang disebut dengan blood pressure amplitude atau
pulse pressure.
Sphygmomanometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah
arteri. Alat ini terdiri dari sebuah manset elastis yang berisi kantong karet tiup. Ketika
manset diikatkan pada lengan, inflasi dari kantong karet memampatkan jaringan bawah
manset. Jika kantong karet membengkak untuk tekanan yang melebihi nilai puncak
gelombang nadi, arteri terus melemah dan tidak ada gelombang pulsa yang bisa teraba di
arteri perifer. Jika tekanan dalam spontan secara bertahap dikurangi, suatu titik akan tercapai
di mana terdapat gelombang pulsa sedikit melebihi tekanan pada jaringan sekitarnya dan
dalam kantong karet. Pada tingkat itu, denyut nadi menjadi teraba dan tekanan yang
ditunjukkan pada manometer air raksa adalah ukuran dari nadi puncak atau tekanan sistolik.
Mekanisme kerja alat ini adalah ketika aliran darah mengalir melalui arteri di
bawah manset dengan cepat dan

mempercepat kolom darah di cabang arteri perifer,

menghasilkan turbulensi dan suara khas, yang dapat didengar melalui stetoskop. Sebagian
tekanan dalam manset dikurangi lebih lanjut. Perbedaan antara tekanan sistolik dan tekanan
manset semakin melebar dan arteri terbuka selama beberapa waktu. Secara umum, jumlah
darah bergelombang di bawah manset juga sama meningkatnya, dan suara jantung melalui
stetoskop cenderung mengeras. Ketika tekanan dalam manset turun di bawah tekanan
minimal gelombang nadi, arteri tetap terbuka terus menerus dan suara yang dipancarkan
menjadi teredam karena darah terus mengalir dan derajat percepatan darah oleh gelombang
pulsa tiba-tiba dikurangi. Pada masih rendah manset tekanan, suara hilang sama sekali
sebagai aliran laminar

dan aliran darah menjadi normal kembali. Adapun bunyi yang

didengar saat auskultasi pemeriksaan tekanan darah disebut dengan bunyi korotkoff, yakni
bunyi yang ditimbulkan karena turbulensi aliran darah yang ditimbulkan karena oklusi
parsial dari arteri brachialis. Berbagai faktor memepengaruhi denyut nadi dan tekanan darah,
seperti halnya aktivitas hormon, rangsang saraf simpatis, jenis kelamin, umur, suhu tubuh,
termasuk juga diantaranya posisi dan aktivitas fisik.
Praktikum tekanan darah dan denyut jantung ini bertujuan untuk mengukur tekanan
darah dan mengukur/menghitung denyut jantung pada manusia. Pada praktikum ini
digunakan praktikan sebagai sampel penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan
antara akivitas fisik terhadap tekanan darah dan denyut jantung manusia. Tekanan darah

yang diukur pada praktikum ini adalah tekanan darah sistole dan diastole. Pada praktikum
ini dilakukan tiga aktivitas fisik sebagai perbandingan yaitu aktivitas normal, aktivitas
ringan berupa jalan ditempat selama 2 menit, dan aktivitas berat yaitu naik turun tangga
selama 2 menit.
Berdasarkan data kelas dapat diketahui bahwa tekanan rata-rata sistol pada aktivitas
normal sebesar 121.34 mmHg dan rata-rata tekanan diastol pada aktivitas normal sebesar
70.12 mmHg. Sedangkan pada banyaknya denyut nadi pada aktivitas normal rata-rata
denyut nadi adalah 88.27 detak/menit, pada aktivits ringan sebanyak 86.37 detak/menit dan
aktivits berat sebanyak 127.21 detak/menit. Pada data ini meunjukkan bahwa aktivitas
mempengaruhi besarnya tekanan sistol, diastol, dan denyut nadi. Dimana semakin berat
aktivitas yang dilakukan maka semakin besar pula tekanan jantung yang akan dihasilkan dan
denyut nadi yang dihasilkan. Begitu pula pada data kelas secara umum memnggambarkan
adanya perbedaan tekanan darah dan denyut nadi pada beberapa aktivitas yang dilakukan.
G.

Kesimpulan dan Saran


1.

Kesimpulan
Berdasarkan tujuan, hasil pengamatan, dan pembahasan, dapatdisimpulkan

bahwa:
a. Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada seluruh permukaan
yang tertutup; yaitu, pada dinding bagian dalam jantung dan pembuluh darah
b. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 mmHg. secara umum tekanan
darah yang ideal adalah 120/80 mmHg (sistolik/diastolik).
c. Alat
yang
digunakan
untuk
mengukur
tekanan

darah

arteri

adalahsphygmomanometer.
d. Secara umum ada dua komponen tekanan darah, yaitu tekanan darah sistolik dan
diastolik.
e. Tekanan sistol rata-rata praktikan pada akativitas normal adalah 120,33 mmHg,
pada aktivitas ringan adalah 120 mmHg, sedangkan pada aktivitas berat adalah
sebesar 140 mmHg, tekanan diastol pada aktivitas normal sebesar 67.67 mmHg,
aktivitas ringan sebesar 67.67 mmHg, dan aktivitas berat sebesar 78.67 mmHg,
sedangkan denyut jantung pada aktivitas normal terdapat 70.33 denyut/menit,

pada aktivitas ringan terdapat 71.33 denyut/menit, sedangkan pada aktivitas berat
terdapat 107.33 denyut/menit.
f. Rata-ratatekanansistoldari data kelas pada aktivitas normal sebesar 121.34 mmHg
dandiastol pada aktivitas normal sebesar 70.12 mmHg, denyut nadi pada aktivitas
normal rata-rata adalah 88.27 detak/menit, pada aktivits ringan sebanyak 86.37
detak/menit dan aktivits berat sebanyak 127.21 detak/menit.
g. Besarnya tekanan sistol, diastol, dan denyut jantungdapatdipengaruhiolehaktivitas
dimana semakin berat aktivitas yang dilakukan maka semakin besar pula tekanan
jantung yang akan dihasilkan.
2.

Saran
-

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., Reece, J.B., & Mitchell, L.G. 2000. Biologi, EdisiKelima-Jilid 3. Jakarta:
Erlangga.
Kimbal.1983.Biologi.Jakarta: erlangga.
Kowalski, Robert E. 2010.Terapi hipertensi: program 8
minggumenurunkantekanandarahtinggidanmengurangirisikoseranganjantungdan
stroke s e c a r a a l a m i . Bandung: Qanita.