Anda di halaman 1dari 11

fahmibasya@biznas.

com
www.fahmibasya.biznas.com
www.12mb.com/fahmi
1
www.flyingbook.net
Seorang anak bertanya kepada ibunya:
“Mak, mengapa kita miskin mak ?”
Ibu anak itu berkata:
Hidup ini seperti jalan-jalan di dalam Supermarket.

Siapa yang membawa tiga coklat, ia akan membayar 3


coklat. Siapa yang hanya dapat satu coklat, ia
membayar satu coklat
Orang miskin tidak kebagian coklat itu nak. Sebab itu
di pintu kasir ia tidak diperiksa.

Orang miskin nanti, akan cepat pemeriksaannya di


hari kiamat Sedangkan orang kaya, akan lambat
pemeriksaannya.
“ia mak” kata anak itu, “Aku percaya”.

“Tetapi kalau kita miskin, aku kan tidak bisa


sekolah sampai perguruan tinggi.”
Berlinang air mata ibu itu mendengar keluh
anaknya. Ia palingkan wajahnya dan bertanya di
dalam hati:
Mengapa ya, kita dilahirkan sebagai orang
miskin ?
“Itu rahasia Tuhanmu. Kamu boleh berusaha
dan berdo’a untuk merubahnya.”
“Tetapi ingatlah”.

Dan apabila kami beri nikmat kepada


manusia
Ia berpaling, ia jauhkan dirinya
Dan apabila kejahatan mengenai dia,
adalah ia orang yang sangat putus asa
(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 83)
Maka apabila bahaya mengenai manusia,
ia seru kami
Kemudian apabila kami beri kepadanya
satu nikmat dari kami,
Ia berkata: “Sesungguhnya apa yang
diberikan kepada ku, lantaran kepintaran
ku”.
Bahkan nikmat itu satu percobaan, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui
(Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 49)
Manusia tidak jemu minta kebaikan.
Tetapi jika kesusahan mengenai dia
Maka ia putus asa putus harapan
(Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 49)

Apabila kami beri nikmat atas manusia


Ia berpaling dan menjauhkan diri
Tetapi apabila menggenai dia kesusahan,
maka ia mempunyai permintaan yang
panjang.
(Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 51)
“Jadi apa rahasia kehidupan itu”, kata anak
itu kepada ibunya

Kata ibunya: “Rahasia Kehidupan yang pertama, “kita


harus selalu bersyukur” Tidak membuang waktu.
Kerjakan suatu pekerjaan setelah selesai satu
pekerjaan”. “Tidak ada istilah bersantai dalam hidup
ini”. “Mereka yang bergerak, merekalah yang maju ke
muka.
“Mungkinkah kita bisa jadi orang
kaya bu, lanjut anak itu di dalam
hati”

Ibu itu berdo’a dalam hatinya


:”Ya Allah, keluarkanlah kami
dari lilitan kemiskinan ini,
kuatkanlah iman kami, dan
sejahterakanlah anak cucu kami
dunia dan akhirat.”
Lima puluh tahun kemudian,
Dialah Yang menjadikan kamu khalifah di
bumi,dan mengangkat derajat sebagian dari
kamu atas sebagaian untuk Dia menguji kamu
tentang apa yang Dia telah datangkan kepada
kamu. Sesungguhnya Tuhanmu lekas siksaan-
Nya, tetapi Dia Pengampun Yang Maha teliti.
(006,165)

fahmibasya@biznas.com
www.fahmibasya.biznas.com
www.12mb.com/fahmi
www.flyingbook.net