Anda di halaman 1dari 3

Hortikultura merupaka sub sektor pertanian yang memegang peran penting dan

strategis karena perananya sebagai komponen utama Pola Pangan Harapan.


Komoditas holtikultura memiliki masa depan relatif cerah dilihat dari keunggulan
komparatatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian
Indonesia pada waktu mendatang. Komoditi yang termasuk holtikultura terdiri dari
kelompok tanaman sayuran, buah, tanaman berkhasiat obat, tanaman hias, termasuk
didalamnya tanaman iar, lumut, dan jamur yang dapat berfungsi sebagai sayuran,
tanaman obat atau tanaman hias (Departemen Pertanian, 2014).
Komoditas holtikultura mempunya nilai ekonomi yang tinggi, sehingga usaha
agribisnis hortikultura (buah, sayur, tanaman hias dan tanaman obat) dapat menjadi
sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil, menengah,
maupun besar, karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman
jenis, ketersediaan sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar di
dalam negri dan internasional yang terus meningkat. Pasokan produk hortikultura
nasional diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negri, baik melalui
pasar tradisonal, pasar modern, maupun pasar ekspor. (Direktorat Jendral
Hortikultura, 2012)
Pertumbuhan sub sektor hortikultura menjadi sumber kekuatan ekonomi baru sebagai
penggerak ekonomi di pedesaan dan perkotaan. Sejauh ini peran subsektor
hortikultura buah cukup signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional yang dapat
dilihat dari besarnya kontribusi pada Produk Domestik Bruto Indonesia. Diduga hal
tersebut berimplikasi pada permintaan bibit buah-buahan. Menurut Primasari 2000,
Produk Domestik Bruto merupakan pendapatan total dan pengeluaran nasional pada
output barang dan jasa. PDB sering dianggap sebagai ukuran terbaik dari kinerja
perekonomian. Kontribusi pertanian hortikultura buah terhadap nilai PDB meningkat
dari 132.01 triliun menjadi 153.69 triliun pada tahun 2012 dengan laju peningkatan
sebesar 5.63 % yang dapat dilihat dalam Tabel 1.
No

Kelompok
Komoditi

Nilai PDB (Triliun RP)


2009

2010

2011*

2012**

Rata-Rata
(%)

Pertanian
Holtikultura
Buah

132,01

125,48

148,44 153,69

5,63

Pertanian
Holtikultura
Sayuran

56,82

73,04

72,34

9,86

Pertanian
230,37
tanaman bahan
makanan lainnya

283,86

309,18 346,86

73,78

14,78

Total

419,19

482,38

529,97 574,33

10,09

Keterangan : Sumber BPS, olah Pusdatin


*) Angka Sementara
**) Angka Sangat Sementara
Bisnis Frutikultur di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan
meningkatknya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu komoditas frutikultur
yang memiliki peluang usaha yang cukup baik untuk dikembangkan adalah
pembibitan tanaman buah, respon pasar terhadap pembibitan tanaman buah
mengalami peningkatan karena sekarang banyak para hobiis dan kolektor pembibitan
tanaman buah yang semakin meningkat.
Di Indonesia secara tradisi tanaman buah diusahakan sebagai tanaman pekarangan
yang berisi berbagai tanaman tahunan, namun karena diusahakan dipekarangan, dapat
dimaklumi jika kualitas buah yang dihasilkan sangat beragam, penampilan visual
yang buruk, mudak busuk, dan berkualitas rendah.
Adanya tuntutan kualitas dari konsumen direspon oleh para pengusaha dengan
merintis pengembangan perkebunan buah skala komersial yaitu dengan pengusahaan
intesif yang didukung oleh teknologi budidaya dan panen-pasca panen yang modern.
Perkembangan tanaman holtikultura khususnya bisnis Frutikultur pembibitan
tanaman buah dipengaruhi oleh peningkatan produksi dan luas lahan tanaman
holtikultura yang dapat diusahakan. Peningkatan produksi dan luas panen komoditas
holtikultura tahun 2009-2013 dapat dilihat pada tabel 2 dan tabel 3.
Tabel 2 dan tabel 3 memperlihatkan bahwa secara keseluruhan produksi holtikultura
menunjukan adanya peningkatan. Peningkatan produksi ini terjadi sebagai akibat
penambahan luas areal tanam maupun luas area panen, berkembanganya penerapan
teknologi produksi, semakin intesifnya bimbingan dan fasilitas kepada petani dan
pelaku usaha, semakin baiknya manajemen usaha, serta adanya penguatan modal dan
kelembangaan agribisnis.
Menurut direktorat Jenderal Holtikultura 2015, berdasarkan data perkembangan
produksi (Tabel 2), tanaman buah merupakan komoditas holtikultura yang mengalami
laju pertumbuhan produksi sebesar 0.31%, Berdasarkan uraian tersebut, dapat
dikatakan bahwa pembibitan tanaman buah merupakan tanaman holtikultura yang
mampu memberikan peluang yang besar dalam memajukan pertanian agribisnis di
Indonesia.
Tabel 2. Perkembangan Produksi Komoditas Hortikultura Tahun 2009-2013
No

Kelompok
Komoditas

Sayuran

Produksi
2009

10 628 285

2010

10 706 386

2011

10 871 224

2012

11 264 972

2013

11 558 449

Laju
pertu
mbuhan
(%)
2.13

Buah

18 653 900

15 490 373

18 313 507

18 916 731

18 288 279

Florikultura

291 982 432

412 083 664

525 391 095

652 411 953

721 555 230

Tanaman Obat

472863

418684

398482

449447

541426

0.31

4.24

Sumber : Direktoral Jendral Hortikultura 2015


Tabel 3 Perkembangan Luas Panen Komoditas Hortikultura Tahun 2009-2013
No

Kelompok
Komoditas

Luas Panen (Ha)


2009

2010

2011

2012

2013

Laju
pertumbuhan
(%)

Sayuran

1 078 159

1 110 586

1 080 243

1 089 409

1 099 846

0.52

Buah

826 430

667 872

822 604

819 049

829 563

1.21

Florikultura

27 266

24 248

23 862

24 681

28 434

Tanaman Obat

23 572

20 678

20 895

21 638

25 281

2.29

Sumber : Direktoral Jendral Hortikultura 2015


Mitra Cipaku yang merupakan perusahaan yang bergerak di sub sektor pertanian
hortikultura khususnya komoditas buah-buahan dengan hasil produk berupa bibit
tanaman buah. Meskipun memiliki prospek yang cukup menjanjikan,
keberlangsungan perusahaan Mitra Cipaku sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang
mungkin memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahan atau bisa juga
menghambat pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Oleh karena itu,
perusahaan harus mengkaji lingkungan bisnis usaha pembibitan buah-buahan guna
memunculkan alternatif-alternatif strategi dan menentukan strategi yang akan diambil
perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan keragaan perusahaan.