Anda di halaman 1dari 11

KEPALA MANUSIA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM

PERANCANGAN RAGAM HIAS UNTUK KAOS

Disusun oleh :
NAMA : MOH. RIDHWAN
NIM

: 1615050123

KONSENTRASI DESAIN KRIYA TEKSTIL


TEKNIK GRAFIKA

AKADEMI KOMUNITAS NEGERI


KOTA PEKALONGAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PERANCANGAN
Tekstil yang dikenal sejak jaman Neolithikum, telah berkembang dari masa ke
masa. Semula tekstil yang dipakai digunakan untuk melindungi tubuh saja, tetapi
sekarang banyak produk-produk tekstil yang berfungsi pada kehidupan sehari-hari selain
digunakan untuk pakaian. Bidang pertekstilan adalah suatu lingkungan yang
berhubungan dengan masalah teknologi, ekonomi, kesenirupaan dan kesehatan serta
disiplin ilmu yang lain. Jadi, pengertian tekstil bukan hanya kain tenunan saja, tetapi
dapat pula dibagi menurut cara pembuatannya seperti kain rajut yaitu hasil dari merajut,
kain renda yaitu kain dari hasil merenda.
Tekstil mempunyai bagian yang disebut desain. Desain tekstil dibedakan menjadi
dua yaitu desain struktur dan desain permukaan. Desain struktur merupakan desain yang
tercipta pada saat pembuatan kain sedang berlangsung, sedangkan desain permukaan
adalah desain yang tercipta setelah kain jadi atau pemberian desain di atas permukaan
kain. Desain permukaan meliputi batik, printing dan ikat celup. Hal ini juga bertujuan
untuk mengikuti perkembangan jaman yang selalu dituntut kecepatan waktu dengan
tidak meninggalkan kesan keindahan dan keunikan tersendiri agar selalu dapat diterima
masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian kebutuhan tersebut
dirancang bukan sekedar untuk memenuhi segi fungsional saja, tetapi juga merupakan
kebutuhan estetika didalam menciptakan atau menghadirkan kesempurnaan baik segi
fisik dan psikis. Apabila kebutuhan tersebut dirancang hanya untuk memenuhi segi
fungsional saja dan secara visual tidak menarik serta cenderung membosankan, maka
perlu adanya sentuhan baru dalam menciptakan suatu produk tekstil yang diharapkan
dapat diterima oleh banyak konsumen.
Didalam berbusana, manusia selalu menambahkan pernak-pernik atau barangbarang lain yang memberikan nilai tambah. Barang-barang atau pernak-pernik tersebut
disebut pelengkap busana. Fungsi pelengkap busana yang populer pada saat ini adalah
bersifat universal, artinya penggunaan dan penerapannya tidak hanya pada kesempatan
formal saja, tetapi juga bersifat multifungsi. Salah satu contoh pelengkap busana yang
menjadi trend akhir-akhir ini adalah Kaos. Fungsi Kaos tidak hanya terbatas sebagai
pelengkap busana saja, tetapi juga biasa menjadi trend fasion anak muda di jaman
modern ini baik untuk kegiatan santai dan travelling.Melihat dari sini terdapat banyak
sekali berbagai macam desain / model kaos, Ada berbagai teknik desain yang bisa
diterapkan dalam perancangan kaos, salah satunya dengan teknik sablon. Teknik sablon
pada kaos dibedakan menjadi 2 , yaitu full body & half body.

Dalam teknik sablon, si pencipta lebih bebas menciptakan bentuk-bentuk desain


sesuai dengan desain yang diinginkan. Berangkat dari sinilah, akhirnya penulis tertarik
untuk menggunakan teknik sablon dalam perancangan Kaos.

B. MASALAH PERANCANGAN
1. Pembatasan Masalah
Supaya masalah tidak meluas diperlukan pembatasan masalah yaitu tekhnik yang
digunakan adalah sablon. Media penerapan memakai kaos dengan menggunakan bahan
cotton combed 40s dan dengan bahan pewarna tinta rubber dan tinta glow in the dark.
2.

Rumusan Masalah

Untuk masalah perancangan ragam hias menggunakan Kepala Manusia sebagai


sumber ide batik lukis memunculkan pertanyaan :
a. Bagaimana konsep perancangan ragam hias untuk pelengkap kaos dengan
bertema Kepala Manusia ?
b. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan tersebut
dengan menggunakan bahan kaos , dengan bahan pewarna tinta rubber
dan tinta glow in the dark?
c. Bagaimana visualisasi perancangan ragam hias tersebut ?

C. TUJUAN DAN MANFAAT


3. Tujuan

Memahami konsep perancangan ragam hias yang menggunakan


Kepala Manusia sebagai sumber ide untuk penciptaan produk
Kaos.

Memahami faktor faktor tentang perancangan ragam hias dengan


produk Kaos yang menggunakan media bahan cotton combet 40s.

Dapat menvisualisasikan ragam hias sumber ide Kepala


Manusia pada produk Kaos sesuai dengan konsep perancangan.

4. Manfaat
a. Keilmuan
Bisa dijadikan referensi ragam hias di Konsentrasi Desain Kriya
Tekstil Teknik Grafika Akademi Komunitas Negeri Kota Pekalongan
b. Pihak Terkait

Menambah pengalaman dan ilmu terutama di bidang


desain ragam hias.

Landasan untuk menciptakan ragam hias di semester


semester yang akan datang.

B.

PENDEKATAN PERANCANGAN

1. Metode pengumpulan data


-

Observasi yaitu mencari data informasi baik secara langsung maupun tidak langsung
pada lokasi pembuatan produksi Kaos dengan teknik sablon.

Melakukan wawancara secara langsung dengan orang yang bergerak di bidang tekstil
permukaan, terutama sablon dan masyarakat sebagai konsumen.

Studi pustaka dan analisa dokumen denngan mengumpulkan data - data yang
dibutuhkan.

Eksperimen yang dilakukan untuk mencari ragam hias yang sesuai dengan
perancangan.

2. Sumber data
Sumber data yang diperoleh guna mendukung pembuatan ragam hias yang
didapat dari beberapa sumber yang terkait dan mempunyai hubungan erat dengan produk
yang akan digarap. Untuk melengkapi sumber-sumber data itu maka dilakukan beberapa
teknik yang dilakukan dengan tujuan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai
segala sesuatu yang dianggap penting, sehingga dalam pembuatan ragam hias nantinya
dapat digunakan sebagai acuan. Sumber data diperoleh dalam melakukan studi pustaka.
Diantaranya :
a. internet
http://www.bisniskonfeksi.com/kain-bahan-kaos-paling-bagus/ (Kain Bahan Kaos Paling
Bagus)
https://alatsablon.wordpress.com/jenis-jenis-tinta-sablon/ (Jenis-jenis Tinta Sablon )
b.Peristiwa
Penulis menyaksikan pembuatan tekstil berupa Kaos dengan teknik Sablon yang
di peruntukan untuk produk Kaos yang sering digunakan untuk pria dan wanita. Di sana
dapat dilihat pula proses pembuatan dan berbagai bahan yang digunakan. Sedangkan
pada distro-distro pakaian yang menjual produk kaos dapat dilihat berbagai bahan-bahan
yang biasa digunakan maupun hasil jadi yang sudah siap dipakai.
c. literatur dan dokumentasi.
Sumber - sumber data pendukung perancangan yang berasal dari media seperti
internet dan buku maupun produk serta dan gambar yang berhubungan dengan proses
perancangan.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. KAJIAN PUSTAKA
1. Sablon
Sablon adalah teknik mencetak dalam berbagai media seperti kaos, kaos, plastik,
kertas, kaca, kayu dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen
sablon (atau sering juga disebut film sablon). Kegiatan menyablon sekilas tampak
mudah dan sederhana, pada prakteknya menyablon membutuhkan kemampuan
khusus untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.
2. Kaos
Kaos adalah Pakaian sederhana ringan untuk tubuh bagian atas, biasanya lengan
pendek [T - shirt disebut demikian karena bentuknya]. Sebuah T-shirt biasanya tanpa
kancing dan kerah, dengan leher bulat dan lengan pendek. Busana ini bisa dikenakan
oleh siapa saja, baik pria dan wanita, dan untuk semua kelompok umur, termasuk
bayi, remaja, dan dewasa.
3. Kepala Manusia
Kepala manusia adalah bagian tubuh di atas leher, menempati posisi paling atas. Di
dalamnya terdapat otak, pusat jaringan syaraf dan beberapa pusat indera. Oleh
karenanya kepala merupakan pusat jaringan tubuh yang di dalamnya terdapat otak
yang

dapat

memerintah

anggota

tubuh

lainnya.

B. KERANGKA PIKIR
Tekstil permukaan

Pengenalan dan pendekatan masalah

Perancangan Ragam hias dengan Sumber Ide Kepala Manusia pada Teknik Sablon
Rumusan desain

Aspek bahan:

Bahan
Cotton Combed
40s

Bahan
pewarna Tinta
Rubber & Tinta
Glow in The
Dark

Aspek proses:
Teknik yang
digunakan
adalah teknik
Sablom

Aspek estetis:
Pemilihan
bahan dan
pewarna
Komposisi
motif
keseimbanga
n

Aspek fungsi:
Sebagai
Pakaian
Sehari hari yaitu
Kaos

Pra desain / sketsa


Ragam Hias dengan perancangan Kaos dengan teknik Sablon
Eksperimen bahan dan teknik
Pelaksanaan produk

Finhising

Produk jadi

Aspek
mode:
Perkemba
ngan
model model
desain
Kaos

BAB III
PROSES KREATIF
Dalam perancangan ragam hias rumput sebagai sumber ide untuk pembuatan
produk pashmina, melalui proses kreatif pencarian ragam hias yang memenuhi aspek
keselarasan, yang antara lain : proporsi, warna, komposisi dan arah pendukung. Berikut
proses kreatif pada perancangan ragam hias dengan sumber ide Kepala Manusia untuk
produk Kaos :

BAB IV
VISUALISASI KARYA
Pada sebuah perancangan ragam hias berbagai pertimbangan harus dipenuhi guna
terselesaikannya sebuah perancangan yang memenuhi kriteria konsumen dan memiliki
konsep terarah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah visualisasi karya, dimana
visualisasi ini sebagai pelengkap data pada sebuah desain yang akan diproses. Hal ini
harus sesuai dengan masalah yang relevan. Berikut adalah hasil visualisasi desain pada
perancangan ragam hias dengan sumber ide Kepala Manusia untuk produk Kaos :

BAB V
PENUTUP
Kaos oblong atau kaos polos yang biasa disebut dengan T-Shirt pada awalnya
dikenakan oleh tentara Inggris pada zaman dulu. Kaos oblong biasanya hanya memiliki
satu model saja yang hanya menutupi seluruh dada, sebagian lengan dan menutupi perut.
Umumnya kaos oblong tidak memiliki saku atau kancing seperti baju kemeja di zaman
sekarang. Sejarah kaos oblong itu sendiri pada awalnya dikenakan para pasukan militer
Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Awal mula kenapa baju tersebut
diberi nama T-Shirt karena orang beranggapan baju tersebut membentuk huruf T
sehingga di beri nama T-Shirt. Kaos juga telah menjadi bagian dari gaya berbusana,
Sebagai aksen untuk pakaian yang casual dan santai, ternyata kaos juga telah menjadi
bagian yang penting. Dengan demikian kaos yang dulu hanya bersifat untuk pakaian
santai dirumah, kini sudah untuk pakaian untuk bergaya. Telah diketahui umum, kaos
biasa dipakai untuk pakaian santai / tidak formal. Kaos juga merupakan lambang
semangat, karena saat kita memakai kaos itu kita harus menyesuaikan apa gambar/motif
dari kaos itu.terdapat model kaos saat ini misalnya: model kaos distro, kaos couple,kaos
partai/komunitas,kaos group. Berawal dari sinilah munculah berbagai kemungkinan
pemakaian kaos yang disesuaikan dengan trend sekarang.
Sumber ide Kepala Manusia yang menggambarkan manusia itu dalam segala
pemikirannya berada didalam kepalanya. Di Kepala Manusia dibagian depan disebut
wajah, kepala berisi empat indra : hidung, mata, telinga dan mulut. Kepala Manusia juga
dihubungkan dengan leher ke badan. Ini memiliki bentuk oval dan rumah bagi otak.
Dengan bantuan dari otak kita dapat bertahan hidup (melalui proses otomatis seperti
pernapasan), berpikir, cinta, membuat dan ingat. Otak terhubung ke seluruh tubuh
melalui saraf, menyusun bersama sistem saraf dan membuat organ tubuh lainnya
bertindak.
Setelah perang dunia ke-2 perkembangan teknik sablon semakin gencar. Inovasi
mengenai cetak sablon mulai modern dengan teknik cetak saring. Sekarang pada teknik
sablon sudah berkembang hingga menggunakan mesin dan printer. Banyak muncul
industri dan usaha cetak sablon. Bisnis konveksi dimana-mana dengan menghadirkan
kualitas dan pemilihan teknik yang beragam, yang membuat harga bervariasi sesuai
kerumitan gambar dan pemilihan teknik. Teknik sablon tersebut adalah manual, sablon
digital dan DTG (Direct To Garment).