Anda di halaman 1dari 8

Nama

:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

Perbandingan Produksi Varietas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Dengan


Perlakuan Pemberian Berbagai Dosis Pupuk N,P, dan K

PENDAHULUAN
Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau dikenal juga dengan istilah ketela
rambat merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman palawija,
dapat berfungsi sebagai pengganti bahan makanan pokok (beras) karena
merupakan sumber karbohidrat.. Provinsi Jawa Barat merupakan daerah sentra
dan penghasil komoditas ubi jalar terbesar di Indonesia. (Handawi, 2010). Selama
periode 2005-2009, produksi ubi jalar Jawa barat meningkat dengan rata-rata
1,90% / tahun.
Komoditas ubi jalar memegang peranan yang cukup penting karena
mempunyai banyak manfaat dan nilai tambah. Ubi jalar merupakan salah satu
penghasil karbohidrat (sebagai sumber energi) yang potensial dan dapat
digunakan sebagai sumber pangan alternatif (selain nasi), bahan pembuatan pakan
dan bahan industri. Nilai tambah dari ubi jalar cukup banyak yang dapat diperoleh
dengan cara pengolahan ubi jalar segar menjadi tepung, selai, keripik, mie, sitk
dan saos., gula permanen, obat-obatan, cuka, manisan kering, kecap, lem, dan
pakan. Varian dari tepung ubi jalar diantaranya: kue kering (cookies), kue bolu
(cake), ice cream, roti manis, juice dan bakpia.
Peranan usahatani ubi jalar memiliki prospek yang baik sebagai komoditas
pertanian unggulan tanaman palawija. Potensi produksi bisa mencapai 25 - 40
ton per hektar dan saat ini ubi jalar merupakan tanaman ubi-ubian yang paling
produktif. Menurut data BPS Indonesia (2008), luas panen dan produksi ubi jalar
Jawa Barat mencapai 28.617 ha dengan produksi 389.851 ton dan produktivitas
mencapai 136,23 kuintal/ha yang merupakan penyumbang produksi terbesar di
Indonesia. Daerah penyebaran sentra komoditas ubi jalar tiga terbesar di Provinsi
Jawa Barat, antara lain Kabupaten Garut, Tasik dan Kuningan. Kabupaten
Kuningan dengan produksi mencapai 96.857 ton merupakan kontribusi 2 produksi
tertinggi di provinsi Jawa Barat, diikuti Kabupaten Garut mencapai 90.827 ton

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

dan Kabupaten Tasik 23.338 ton. Produksi tersebut masih jauh dari potensi yang
seharusnya, potensi produksivitas ubi jalar bisa mencapai 25-40 ton/ha, meskipun
produktivitas ubi jalar Kabupaten Kuningan sudah di atas Kabupaten lain di
Propinsi Jawa Barat.
Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya
meningkatkan hasil tanaman. Pupuk yang digunakan sesuai anjuran diharapkan
dapat memberikan hasil yang secara ekonomis menguntungkan. Dengan
demikian, dampak yang diharapkan dari pemupukan tidak hanya meningkatkan
hasil per satuan luas tetapi juga efisien dalam penggunaan pupuk. Hal ini,
mengingat penggunaan pupuk di tingkat petani cukup tinggi, sehingga dapat
menimbulkan masalah terutama defisiensi unsur hara mikro, pemadatan tanah,
dan pencemaran lingkungan (Bangun et al. 2000). Agar jumlah dan bobot umbi
yang dihasilkan tinggi, maka pertumbuhan tanaman harus cepat dan baik.
Tanaman perlu pupuk NPK sebagai sumber hara untuk proses pertumbuhannya
(Gardner et al. 1985).
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N,
P dan K terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar.
Hipotesis
1. Pemberian pupuk NPK dapat meningkatkan produktivitas
2. Pemberiaan dosis yang berbeda akan mempengaharui dosis produktivitas

TINJAUAN PUSTAKA
Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb) merupakan salah satu komoditi
pertanian yang mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan yang kurang
subur dan sebagai bahan olahan ataupun sebagai bahan baku industri. Menurut
sejarahnya, tanaman ubi jalar berasal dari Amerika Tengah tropis, namun ada yang
berpendapat lain yaitu dari Polinesia. Tanaman ubi jalar masuk ke Indonesia
diduga dibawa oleh para saudagar rempah-rempah (Iriani, E dan Meinarti N,
1996). Dalam budi daya dan usaha pertanian, ubi jalar tergolong tanaman

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

palawija. Tanaman ini membentuk umbi di dalam tanah. Umbi itulah yang
menjadi produk utamanya. Adapun kedudukan tanaman ubi jalar dalam tatanama
(sistematika) sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Sub-diivisio : Angiospermae (tumbuhan berbunga)
Kelas : Dicotyledoneae (berbiji belah atau berkeping dua)
Bangsa : Tubiflorae
Famili : Convolvulaceae (kangkung-kangkungan)
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas (L.) Lamb.
Famili Convolvulaceae yang sudah umum dibudidayakan selain
ubi jalar adalah kangkung air (Ipomoea aquatica) dan kangkung darat
(Ipomoea reptans). Tidak hanya itu, masih ada kangkung pagar atau
kangkung hutan (Ipomoea fistulosa), rincik bumi (Ipomoea quamoqlit),
dan Ipomoea triloba yang tumbuh liar.
Ubi jalar (Ipomoea batatas) atau ketela rambat atau sweet potato diduga
berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah
asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika Bagian
Tengah. Ubi jalar menyebar ke seluruh dunia terutama negara-negara beriklim
tropika, diperkirakan pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol dianggap berjasa
menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia terutama Filipina, Jepang dan Indonesia
(Rukmana, 1997).
Ubi jalar merupakan tanaman ubi ubian dan tergolong tanaman semusim
(berumur pendek) dengan susunan utama terdiri dari batang, ubi, daun, buah dan
biji. Tanaman ubi jalar tumbuh menjalar pada permukaan tanah dengan panjang
tanaman dapat mencapai 3 m, tergantung pada kultivarnya. Batang tanaman
berbentuk bulat, tidak berkayu, tidak berbuku-buku dan tipe pertumbuhannya
tegak atau merambat. Daun berbentuk bulat sampai lonjong dengan tepi rata atau
berlekuk dangkal sampai berlekuk dalam, sedangkan bagian ujungnya meruncing
(Rukmana, 1997). Tanaman ubi jalar yang sudah berumur kurang lebih 3 minggu
setelah tanam biasanya sudah membentuk ubi. Bentuk dan ukuran ubi

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

Bentuk ubi yang ideal 7 dan bermutu baik adalah bulat lonjong agak panjang dan
tidak banyak lekukan dengan bobot antara 200 g 250 g per ubi (Rukmana,
1997).
Ubi jalar adalah tanaman yang tumbuh baik di daerah beriklim panas dan
lembab, dengan suhu optimum 27C berkelembaban udara 50% 60% dan lama
penyinaran 11-12 jam per hari dengan curah hujan 750 mm 1500 mm per tahun.
Produksi dan pertumbuhan yang optimal untuk usaha petani ubi jalar yang cocok
adalah pada saat musim kemarau (kering). Tanaman ini dapat tumbuh sampai
ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Ubi jalar masih dapat tumbuh
dengan baik di dataran tinggi (pegunungan) tetapi umur panen menjadi panjang
dan hasil yang didapat rendah (Rukmana, 1997).
Input pupuk N, P dan K penting untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman serta hasil umbi. Unsur hara N merupakan bahan pembangun protein,
asam nukleat, enzim, nukleoprotein, dan alkaloid. Defisiensi N akan membatasi
pembelahan dan perbesaran sel (Gardner, 1985). Pupuk N dosis tinggi tidak
memberikan hasil yang signifikan terhadap produksi. Produksi meningkat hanya
32% jika pemberian pupuk N, dua kali lebih tinggi dari dosis sebelumnya. Dengan
kata lain, pemberian pupuk dosis tinggi tidak menjamin peningkatan hasil.
Sedangkan pemberian pupuk K mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif
tanaman. Selanjutnya Vidigal et al. (2002) mengatakan bahwa pertumbuhan
meningkat secara bertahap dengan meningkatnya jumlah pemberian pupuk K.

METODE
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan leuwikopo, Darmaga, Bogor,
yang terletak pada ketinggian 250 meter diatas permukaan laut dengan jenis tanah
Latosol. Penelitian dilakukan mulai Januari 2017 sampai Mei 2017

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

Bahan dan Alat


Bahan tanaman yang digunakan adalah ubi jalar varietas Beta 1, Antin 1,
dan Sukuh. Pupuk yang digunakan sebagai perlakuan urea, SP 36, dan KCl. Alat
alat yang digunakan adalah alat pertanian yang digunakan untuk bercocok
tanam, oven pengeringan, kantong kertas, dan timbangan analitik untuk
menghitung bobot.

Metode Penelitian
Penelitian mengunakan rancangan perlakuan faktorial dalam rancangan
lingkungan kelompok lengkap teracak, yang terdiri dari tiga faktor. Faktor
pertama adalah tiga varietas ubi jalar, yaitu Beta 1 (A), Antin 1 (B), Sukuh (C).
Faktor kedua adalah taraf pemberian dosis pupuk, yaitu N1 Urea 200 kg/ha, N2
SP 36 200 kg/ha, N3 KCl 100 kg/ha dan N4 diberikan semua jenis pupuk.
Faktor ketiga adalah dua jenis jarak tanam yaitu 100 x 30 cm dan 100 x 20 cm.
Setiap percobaan diulang tiga kali sehingga dengan 24 kombinasi perlakuan
diperoleh 72 satuan percobaan
Model matematik yang digunakan sebagai rancangan percobaan adalah
sebagai berikut :
Yijkl = + Ai + Bj + Ck + (AB)ij + (AC)ik + (BC)jk +(ABC)ijk + Dl + ijkl
Yijkl = nilai pengamatan dari faktor varietas ke-i, faktor perlakuan ke-j, faktor
jarak tanam ke-k dan faktor kelompok l.

= nilai tengah populasi

Ai

= pengaruh tungal faktor varietas ke-i

Bj

= pengaruh tungal faktor perlakuan ke-j

Ck

= pengaruh tungal faktor jarak tanam ke-k

(AB)ij = pengaruh interaksi antara faktor varietas ke-i dan faktor perlakuan ke-j
(AC)ik = pengaruh interaksi antara faktor varietas ke-i dan faktor jarak tanam ke-k

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

(BC)jk = pengaruh interaksi antara faktor perlakuan ke-j dan faktor jarak tanam kek
(ABC)ijk = pengaruh interaksi antara faktor varietas ke-i dan faktor perlakuan ke-j
dan faktor jarak tanam ke-k
Dl = pengaruh kelompok ke-l

ijkl = galat percobaan dari pengaruh interaksi antara faktor varietas ke-i dan faktor
perlakuan ke-j dan faktor jarak tanam ke-k

Pelaksanaan
Sebelum penanaman lahan diolah terlebih dahulu sampai kondisi siap
tanam dan dibuat petakan 5m x 5m sebanyak 72 petak yang terbagi atas tiga
kelompok. Jarak antarpetak pada satu kelompok adalah 40 cm. Benih ubi jalar
ditanam mengunakan metode tugal dengan dua pola jarak tanam sesuai percobaan
yaitu 100cm x 30cm dan 100cm x 20cm.
Setelah tanaman tumbuh maka akan diberikan perlakuan pupuk sesuai
dengan dosisnya N1, N2, N3, dan N4. Perlakuan pupuk akan dilakukan sebanyak
dua kali yaitu saat tanaman berusia 2 minggu dan tanaman 4 minggu .
Pemeliharaan sendiri meliputi penguludan dan penyiangan tanaman , sedangkan
pengendalian hama dan penyakit akan dilakukan secara kimiawi sesuai
kebutuhan.

Pengamatan
Dalam mendapatkan hasil dari pengaruh dari varietas , perlakuan pupuk,
dan jarak tanam serta interaksinya terhadap massa kering ubi jalar, dilakukan
pengamatan berupa berikut :
1. Bobot kering vegetatif tanaman ( daun, batang dan akar) pada saat
tanaman sudah berumur 2 mst dan setiap minggu setelah 4 mst
2. Bobot kering umbi setelah tanaman sudah siap panen.

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

3. Presentase akumulasi bahan kering pada tiap bagian tanaman, dihitung


dengan membagi bobot kering bagian tanaman dengan bobot kering total
per tanaman
Selain pengamatan diatas dialakukan pengamatan untuk mengetahui fase
fase pertumbuhan tanaman. Pengamatan jumlah daun pada 2 mst, warna daun,
bentuk daun dan jumlah populasi. Pada saat tanaman sudah memasuki masa panen
akan dilakukan pengamatan volume umbi, bentuk umbi, warna umbi dan bobot
basah umbi.
Analisis Data
Analisis data digunakan untuk mengetahui pengaruh dari setiap perlakuan
dan interaksinya digunakan uji F pada taraf 0,05 dan 0,01. Apabila terdapat
pengaruh ntyata terhadap peubah yang diamati, setiap perlakuan dibandingkan
dengan mengunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf
galat 5%.

DAFTAR PUSTAKA
Bangun, E., M. Nur, H.I., F.H. Silalahi, dan J. Ali. 2000. Pengkajian Teknologi
Pemupukan Bawang Merah di Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional
Teknologi Spesifik Lokasi Menuju Desentralisasi Pembangunan Pertanian.
13-14 Maret 2000. Medan. Hlm. 338-342..
BPS. 2008. Statistik Indonesia 2007 (Produksi Umbi-umbian di Indonesia).
Jakarta.
Gardner, F. P., R. B. Pearce, and R. L. Mitchell. 1985. Physiology of Crop Plants.
The Iowa State University Press. Ames, Iowa 50010. USA. p. 82-84.
Handawi, P.S. 2010. Kajian Keterkaitan Produksi, Perdagangan dan Konsumsi
Ubi Jalar untuk Meningkatkan 30% Partisipasi Konsumsi Mendukung Proses
Keanekaragaman

Pangan

dan

Gizi.

Seminar

Nasional.

http//www

anneahira.com/Artikel Umum/Agribisnis.htm. Kantor Deputi Menegristek.


Ubi Jalar/Ketela rambat (Ipomoea batatas L)

Nama
:Eko Saputra
Parlindungan
NRP
:A24130136
Kelompok
:3
No. Tugas
:1
Senin, 28 maret 2016

Iriani, Endang dan Meinarti N. 1996. Seri Usaha Tani Lahan KeringUbi jalar.
Deptan Balai Penghijauan Teknologi Pertanian. Ungaran.
Iversen, C.K. 1999. Black Currant Nectar: Effect of Processing and Storage on
Anthocyanin and Ascorbic Acid Content. Jurnal of Food Science volume:
64, No. 1, 1999, hal. 37-41.
Rukmana, R. 1997. Ubi Jalar Budidaya dan Pasca panen. Kanisius. Yogyakarta.
Suda, I., T. Oki, M. Masuda, M. Kobayashi, Y. Nishiba, and S. Furuta. 2003.
Physiological Functionality of Purplefleshed Sweet Potatoes Containing
Anthocyanins and Their Utilization in Foods. JARQ 37(3): 167-173.
Subhan. 1982. Pengaruh Macam dan Dosis Pupuk terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Kentang Varietas Cosima. Bul. Penel. Hort. IX(1):29-32
Vidigal S. M., Sediyama , M.A.N., Garcia N.C.P ., Matos A.T. 2002. Lettuce
production cultivated with different organic compounds and pig manure.
Brazilian horticulture, Braslia, v.15 , n.1, p.35-39 , 1997 .