Anda di halaman 1dari 8

Human chorionic gonadotropin (hCG)

adalah hormon peptida yang diproduksi pada


masa kehamilan, yang dibuat oleh embrio
setelah pembuahan dan selanjutnya
disekresi oleh sel syncytiotrophoblast
(bagian dari plasenta).

Ada 2 cara, yaitu :


Home pregnancy test (HPT) kualitatif
Melalui tes darah kuantitatif

Home pregnanci test


atau biasa dikenal
dengan test pack.test
ini sangat mudah yitu
dengan mencelupkan
ujung alat ke dalam
urin, biasanya alat uji
ini memiliki indikator
berupa dua buah garis
(bila positive).

Pengecekan kuantitatif ini lebih akurat


karena biasanya yang diukur adalah jumlah
subunit beta hormon HCG. Pemeriksaannya
menggunakan metode enzyme-linked
immunosorbent assay (ELISA). Tes ini
lebih cepat dibandingkan dengan urin,
karena sebenarnya kadar HCG sudah ada
dalam darah sejak implantasi terjadi,
atau sejak terjadi pembuahan pada hari
ke-8 sudah terdapat beta HCG sehingga
dapat terdeteksi dalam darah.
Test ini masih jarang karena sangat mahal

Fertilisasi Proses dibuahinya ovum oleh


sperma.
Fertilisasi terjadi pada ampula tuba fallopi.
Ovum yang telah dibuahi mengalami proses
segmentasi sehingga terjadi blastomer.
Kemudian terjadi pembagian sel, sehingga ovum
sekarang terdiri dari 2 buah sel. Masing masing
sel ini membagi diri menjadi 4, 8, 16, 32, dst
yang bentuknya menyerupai buah muerbei &
disebut morula.
Morula bergerak menuju cavum uteri selama 3hr.
Dalam morula terbentuk suatu rongga yang
disebut exocoeloom.

Exocoeloom letaknya tidak ditengah tengah


tapi excentris sehingga sel morula sekarang
terbagi dalam 2 jenis :
* Trofoblast : Sel yang terletak sebelah luar
yang merupakan dinding telur mencari
makanan untuk telur.
* Nodus embrional : Sel yang terdapat
disebelah dalam yang merupakan kelompokan
sel dari sel ini bayi akan dibentuk & pada
tingkat ini disebut blastosit.

Lalu blastosit menanamkan diri pada


endometrium yang disebut nidasi. Nidasi
terjadi 6hr setelah fertilisasi.