Anda di halaman 1dari 7

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

MENGELOLA EMOSI
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Praktikum Bimbingan dan Konseling Pribadi
Dosen Pengampu : Dra. Salmah lilik, M.Si

Disusun oleh :
Nama

: Hafidh Rizal Fauzi

Nim

: K3114021

Kelas

: 4A

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Judul Layanan

: Mengelola Emosi

B. Bidang bimbingan

: Bimbingan Pribadi

C. Jenis Layanan

: Layanan Informasi

D. Fungsi Layanan

: Fungsi pemahaman

E. Kompetensi Dasar

: Siswa mampu mengelola emosi dengan


baik

F. Indikator

1. Siswa mampu memahami tentang emosi


2. Siswa mampu mengetahui jenis jenis emosi
3. Siswa mampu menerapkan cara mengelola emosi
G. Strategi

:Tanya Jawab dan Ceramah

H. Deskripsi materi

1. Pengertian emosi
2. Jenis jenis emosi
3. Cara mengelola emosi
I. Sasaran Layanan

: Siswa SMA kelas X

J. Tempat Penyelenggara

: Ruang kelas

K.Waktu / tanggal

: 45 menit / 03 Februari 2016

L. Semester

:1

L. Penyelenggara Layanan

: Guru Pembimbing

M. Uraian Kegiatan

1. Pendahuluan
a. Salam pembuka dan good rapport
b. Absen kehadiran siswa, pengecekkan siswa, maupun keadaan fisik
kelas
c. Ice breaking
d. Apersepsi, apakah siswa sudah mengetahui tentang emosi

2. Inti
a. Guru menjelaskan tentang pengertian emosi
b. Guru menjelaskan tentang jenis jenis emosi
c. Guru menjelaskan tentang cara mengelola emosi
d. Tanya Jawab
3. Penutup
a. Guru menyimpulkan materi yang telah di sampaikan
b. Guru memberikan saran saran dan mengutarakan harapan
harapan agar siswa lebih baik ke depannya
c. Guru menutup pertemuan
N. Media

: LCD, Laptop, ppt, materi

O. Rencana Penilaian

1. Penilaian segera

: mengamati keaktifan siswa dalam


mengikuti layanan

2. Penilaian Jangka Pendek

: mengamati pemahaman siswa


terhadap cara mengelola emosi

3. Penilaian jangka panjang

:mengamati perkembangan atau

perubahan perilaku siswa dalam mengelola emosi yang dimilikinya


dalam kehidupan sehari - hari
P. Keterkaitan Layanan

1. Sebagai titik tolak pelaksanaan layanan dan selanjutnya sesuai


dengan jenis layanan yang ada
2. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam layanan
konseling perorangan
Q. Catatan Khusus

siswa memiliki persepsi positif


terhadap pentingnya mengelola
emosi

MENGELOLA EMOSI

A. Pengertian
Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, dapat berupa perasaan
senang atau tidak senag, perasaan baik atau buruk. Goleman menyatakan bahwa
emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran pikiran khasnya, suatu keadaan
biologis dan psikologis serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi
adalah kekuatan terpendam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap
orang. Emosi bias mempengaruhi pikiran, sebaliknya pikiran juga bias
mempengaruhi emosi. Yang pasti pikiran maupun emosi membentuk sikap.
Selanjutnya sikap akan membentuk perilaku atau tindakan.
B. Jenis Jenis Emosi
1. Gembira
Setiap orang pada berbagai usia pasti mengenal perasaan yang
menyenngkan. Pada umumnya perasaan gembira dan senang diekspresikan
dengan tersenyum atau tertawa. Ini merupakan jenis emosi yang positif.
2. Marah
Emosi marah terjadi pada saat individu merasa dihambat, frustasi karena
tidak mencapai apa yang diinginka, dicerca orang, diganggu atau dihadapkan pada
suatu tuntutan yang berlawanan dengan keinginannya.
3. Takut
Perasaan takut merupakan bentuk emosi yang menunjukkan adanya
bahaya. Perasaan takut ditandai oleh perubahan fisiologis seperti mata melebar,
berhati hati, berhenti bergerak, badan gemetar, menangis, bersembunyi,
melarikan diri.
4. Sedih
Perasaan terasing, ditinggalkan, ditolak atau tidak diperhatikan dapat
membuat individu bersedih. Perasaan sedih juga muncul karena kegagalan atau
ketidakberhasilan yang menimpanya.

5. Cemburu
Perasaan cemburu muncul karena takut kehilangan atau merasa tersaingi dalam
memperoleh perhatian dan kasih saying dari orang yang dicintainya. Cemburu
adalah bentuk lain dari marah yang menimbulkan rasa kesal atau benci terhadap
orang yang disayang maupun terhadap saingannya.
6. Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan emosi positif yang sangat penting keberadaannya, ia
menjadi dasar berbagai macam perilaku emosi. Adanya perasaan kasih sayang
dapat menumbuhkan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, kemauan untuk
membantu, dan bersikap sopan terhadap orang lain, tumbuhnya sikap rela
berkorban dan kesediaan untuk mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.
C. Cara Mengelola Emosi
1. Mengubah fokus pikiran
Ketika emosi kamu sedang negative, seperti marah, kecewa, takut dll.
Maka kamu perlu menelusuri pikiranmu terlebih dahulu. Ide ide dalam
pikiran apa yang menyebabkan timbul emosi negative itu. Pikiran, emosi
dan tubuh kita merupakan satu kesatuan. Emosi negative yang sedang
kamu alami sesungguhnya timbul dari ide ide tertentu baik pengalaman
masa lalu, kejadian atau sesuatu yang negative. Misalnya, kamu sedih
karena pacarmu atau alah satu anggota keluargamu meninggal dunia. Agar
tidak sedih terus menerus, ubahlah focus pikiranmu. Gantilah focus
pikiran negative tadi ke focus pikiran / ide ide yang positif. Misalnya,
ingatlah pengalaman pengalaman yang menarik yang membuatmu
bahagia.
2. Mengubah sikap
Misalnya, cara bernafas, cara berdiri, ekspresi wajah. Emosi negative
mempengaruhi pernapasan. Pada saat marah, nafas menjadi pendek,
lambat dan tidak teratur. Dengan mengatur cara bernafas menjadi panjang,
dalam, dan teratur maka perasaan akan menjadi lebih tenang.

Cara berdiri / duduk juga bias mempengaruhi emosi. Kalau posisi duduk
menggambarkan pundak tertarik ke bawah dan kepala menggantung ke
bawah, nafas pendek dan lambat, mata ke bawah dan tidak focus, mulut
tertutup rapat dan tertarik ke bawah, maka postur seperti ini mudah
mengundang pikiran dan emosi yang negative seperti bosan, lelah.
Ubahlah posisi tersebut yaitu pundak di tarik ke belakang, mata terbuka
lebar dan fokus, nafas cepat dan dalam, serta mulut tertarik ke atas.
Dengan postur yang seperti ini bias mengubah emosi negative menjadi
positif.
3. Pandanglah emosi itu sebagai salah satu jalur untuk mengenali dan
memperbaiki diri sendiri dan membantu orang lain,
4. Emosi jangan disimpan sendiri tetapi ungkapkanlah kepada orang-orang
terdekat untuk berbagi simpati dan empati,
5. Emosi, khususnya yang bersifat negatif, jangan didiamkan apalagi
dipelihara tetapi diolah menjadi potensi kekuatan untuk mengembangkan
diri.
6. Belajarlah untuk mendengarkan. Pernahkah kita meluangkan waktu untuk
mendengarkan orang lain? Bukan sekadar mendengar, tapi menyimak
dengan saksama. Karena sewaktu kita mendengarkan orang lain, kita juga
sedang belajar untuk menguasai dan menetralkan emosi. Beberapa orang
mungkin tidak cukup sabar untuk mendengarkan orang lain. Mereka lebih
senang didengarkan daripada mendengarkan. Padahal dalam proses
mendengarkan itulah, kita dapat melatih penguasaan diri.
7. Sikap lapang hati yang melegakan. Kelapangan hati dapat muncul ketika
kesesakan melanda hidup kita. Menyimpan kerikil-kerikil tajam atau
melepaskan semua beban berat yang mengganjal di hati adalah suatu
pilihan. Dan pilihan kita akan menentukan apakah kita dapat berdamai
dengan emosi atau tidak. Mengembangkan kekuatan penguasaan diri
melalui sikap empati dan lapang hati akan memberikan kelegaan yang
besar untuk berdamai dengan emosi.
8. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman

Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai
dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman,
pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang
cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk
penyegaran diri sangat dibutuhkan.
9. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi
Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber
permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara
terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang
pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kirakira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik
dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan
secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.
10. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah
dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan.
Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan
langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah
sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan
disepelekan.