Anda di halaman 1dari 8

KULIAH P TROPIS

KOLERA
Penyakit kolera tercatat dalam sejarah sebagai penyakit berbahaya dan termasuk dalam tujuh
pandemi yang membunuh jutaan manusia di tahun 1861 dan awal tahun 60an. Penyakit yang
memiliki istilah lain sebagai penyakit infeksi saluran usus bersifat akut ini disebabkan bakteri
Vibrio cholerae. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang
terkontaminasi.
Penyakit kolera adalah penyakit yang menginfeksi saluran usus bersifat akut yang
disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui
makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin
(racunnya) pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan
hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh
dan masuk pada kondisi dehidrasi.
Jika dehidrasi tidak segera ditangani atau mendapatkan penanganan yang tepat dapat berlanjut
ke arah hipovolemik dan asidosis metabolik sampai akhirnya menyebabkan kematian.
Hipovolemik merupakan kondisi medis atau bedah di mana terjadi kehilangan cairan dengan
cepat yang berakhir pada kegagalan beberapa organ. Sedangkan asidosis metabolik adalah
keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam
darah.
Apabila dehidrasi tidak segera ditangani, maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan
asidosis metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila
penanganan tidak akurat. Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu, Penderita
(pasien) kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau
bentuk cairan infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline).
Sebenarnya Kolera adalah penyakit yang dapat diobati dengan mudah, Kebersihan dan menjaga
kebersihan sangat diperlukan. Karena hal ini terutama yang menonjol di negara-negara miskin,

mendidik orang di negara-negara berkembang tentang kebersihan jalan akan ikut dalam
pengendalian dan pemberantasan penyakit ini.
penyebab Penyakit Kolera
Paparan kebersihan yang buruk
Makan makanan mentah atau kerang
Kekurangan asam klorida dapat meningkatkan kerentanan
Faktor-faktor penyebab Penyakit Kolera
penyebab Penyakit KoleraBahaya nyata adalah setelah bencana seperti perang, kelaparan,
atau banjir, yang menciptakan tekanan pada air dan makanan tersedia sumber daya. Pipa air
minum bisa terkontaminasi akibat kebocoran. Kelangkaan kebutuhan dasar ini membuat hidup
sulit dan otoritas sipil tidak dapat dibenarkan situasi dengan cepat. Hal lepas kendali dan orangorang yang terkena dan terinfeksi mungkin tidak bisa diidentifikasi dengan cepat dan dipisahkan
dari seluruh penduduk.
Vibrio cholerae adalah nama ilmiah untuk kolera. Ada dua jenis umum Vibro cholerae:
Vibrio cholerae serogrup O1 dan Vibrio cholerae serogrup non-O1. Seseorang dapat terkena
kolera dengan minum air atau makan makanan tercemar dengan Vibrio cholerae.
Sebuah Pengantar Nama Ilmiah Kolera
Nama ilmiah kolera adalah Vibrio cholerae. Vibrio cholerae adalah jenis bakteri, ketika
infeksi terjadi, dapat mengakibatkan penyakit diare akut yang dapat menyebabkan dehidrasi yang
parah dan bahkan kematian dalam hitungan jam (kolera).Vibrio cholerae adalah batang gram
negatif. Mereka adalah fakultatif anaerob, yang berarti mereka dapat bertahan hidup baik dengan
atau tanpa oksigen.
Jenis jenis dan macam macam Vibrio cholerae
Ada dua jenis umum Vibrio cholerae:

1. Vibrio cholera serogrup O1 non-bakteri


2. Vibrio cholera serogrup O1.
Dalam kebanyakan kasus, Vibrio cholerae serogrup O1 adalah jenis Vibrio cholerae yang
menyebabkan kolera. Vibrio cholera serogrup O139, sebuah Vibrio cholerae serogrup O1 nonbakteri, adalah penyebab lain dari kolera. Ada sekitar 70 spesies lain dari Vibrio cholera serogrup
O1 non-bakteri, namun spesies lainnya jarang menyebabkan diare.
Penularan Vibrio cholerae
1. Seseorang bisa mendapatkan kolera dengan minum air atau makan makanan tercemar dengan
Vibrio cholerae. Sumber kontaminasi cholerae Vibrio, selama epidemi, biasanya tinja orang yang
terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat di daerah dengan pengobatan yang tidak
memadai limbah dan air minum.
2. Vibrio cholerae juga dapat hidup dalam lingkungan payau (air asin) sungai dan perairan
pesisir. Ketika dimakan mentah, kerang telah menjadi sumber bakteri Vibrio cholerae, dan
beberapa orang di Amerika Serikat terjangkit kolera setelah makan kerang mentah atau kurang
matang dari Teluk Meksiko.
3. Karena Vibrio cholerae tidak mungkin menyebar langsung dari satu orang ke orang lain,
kontak biasa dengan penderita tidak risiko untuk menjadi sakit.
4. Setelah Vibrio cholerae yang tertelan, bakteri perjalanan ke usus kecil di mana mereka mulai
berkembang biak. Penyebab utama diare berair, gejala kolera karakteristik, adalah ketika Vibrio
cholerae mulai memproduksi racun mereka.
5. Dalam rangka mengembangkan gejala kolera, seseorang perlu menelan banyak Vibrio
cholerae. Jumlah yang dibutuhkan menurun pada mereka yang menggunakan antasida (atau siapa
yang baru saja dimakan makan), ketika asam di lambung dinetralkan.
6. Penyakit dapat menyebar lebih lanjut jika orang yang terinfeksi mulai menggunakan sumber
air kotor untuk membersihkan diri mereka sendiri dan untuk buang dari limbah.

Pencegahan Penyakit Kolera


1.Direbus atau hanya minum air murni
2.Hindari makan makanan mentah
3.Hindari makan makanan mentah dan kerang
4.Hindari salad
5.Sanitasi dan sistem pemurnian air yang akan dimonitor
6.Sayuran dan buah-buahan harus dicuci dengan larutan kalium permanganat
Penyebaran Penyakit Kolera
Penyakit kolera dapat menyebar baik sebagai penyakit yang endemik, epidemik atau pandemik.
Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan menyebar melalui feses (kotoran) manusia. Jika
kotoran yang mengandung bakteri mengkontaminasi air sungai dan lainnya, maka orang yang
melakukan kontak dengan air tersebut beresiko terkena kolera, bahkan mengonsumsi ikan dalam
air yang sudah terkontaminasi pun bisa menyebabkan Anda terkena kolera.
Gejala Penyakit Kolera
Berikut merupakan gejala dan tanda-tanda yang ditampakkan penderita kolera :

Diare encer dan berlimpah tanpa didahului rasa mulas atau tenesmus (rasa ingin buang air
besar walaupun perut sudah terasa kosong). Diare terjadi berkali-kali dalam jumlah yang
cukup banyak.

Kotoran yang semula berwarna dan berbau mulai berubah menjadi cairan putih keruh
tanpa bau busuk ataupun amis. Tetapi berbau manis yang menusuk.

Kotoran berwarna putih ini bila diendapkan akan mengeluarkan gumpalan-gumpalan


putih.

Muntah setelah diare dan tidak merasakan mual sebelumnya.

Kejang otot dan bisa disertai nyeri yang hebat.

Akibat banyaknya cairan yang keluar sehingga terjadi dehidrasi dengan tanda-tanda :
detak jantung cepat, mulut kering, lemah fisik, mata cekung, hypotensi dan lainnya. Jika
tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian.

Pada orang yang feacesnya ditemukan bakteri kolera mungkin selama 1-2 minggu belum
merasakan keluhan berarti, Tetapi saat terjadinya serangan infeksi maka tiba-tiba terjadi
diare dan muntah dengan kondisi cukup serius sebagai serangan akut yang menyebabkan
samarnya jenis diare yg dialami.
Akan tetapi pada penderita penyakit kolera ada beberapa hal tanda dan gejala yang
ditampakkan, antara lain ialah :
- Diare yang encer dan berlimpah tanpa didahului oleh rasa mulas atau tenesmus.
- Feaces atau kotoran (tinja) yang semula berwarna dan berbau berubah menjadi cairan
putih keruh (seperti air cucian beras) tanpa bau busuk ataupun amis, tetapi seperti manis
yang menusuk.
- Feaces (cairan) yang menyerupai air cucian beras ini bila diendapkan akan
mengeluarkan gumpalan-gumpalan putih.
- Diare terjadi berkali-kali dan dalam jumlah yang cukup banyak.
- Terjadinya muntah setelah didahului dengan diare yang terjadi, penderita tidaklah
merasakan mual sebelumnya.
- Kejang otot perut bisa juga dirasakan dengan disertai nyeri yang hebat.
- Banyaknya cairan yang keluar akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dengan tandatandanya seperti ; detak jantung cepat, mulut kering, lemah fisik, mata cekung, hypotensi
dan lain-lain yang bila tidak segera mendapatkan penangan pengganti cairan tubuh yang
hilang dapat mengakibatkan kematian.

Penanganan dan pengobatan penyakit kolera


Penderita kolera harus segera mendapatkan penanganan, di mana langkah awalnya dengan
memberikan cairan berupa infus. Selanjurnya diberikan pengobatan terhadap infeksi yang terjadi.
Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolong berat tidak dapat diatasi sehingga menyebabkan
kematian.

Penderita yang mengalami penyakit kolera harus segera mandapatkan penaganan segera, yaitu
dengan memberikan pengganti cairan tubuh yang hilang sebagai langkah awal. Pemberian cairan
dengan cara Infus/Drip adalah yang paling tepat bagi penderita yang banyak kehilangan cairan
baik melalui diare atau muntah. Selanjutnya adalah pengobatan terhadap infeksi yang terjadi,
yaitu dengan pemberian antibiotik/antimikrobial seperti Tetrasiklin, Doxycycline atau golongan
Vibramicyn. Pengobatan antibiotik ini dalam waktu 48 jam dapat menghentikan diare yang
terjadi.
Pada kondisi tertentu, terutama diwilayah yang terserang wabah penyakit kolera pemberian
makanan/cairan dilakukan dengan jalan memasukkan selang dari hidung ke lambung (sonde).
Sebanyak 50% kasus kolera yang tergolang berat tidak dapat diatasi (meninggal dunia),
sedangkan sejumlah 1% penderita kolera yang mendapat penanganan kurang adekuat meninggal
dunia. (massachusetts medical society, 2007 : Getting Serious about Cholera).
Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya diisolasi dan secepatnya
mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di
sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Pemberian vaksinasi kolera
dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.
Pencegahan penyakit kolera
Menjaga kebersihan lingkungan, terutama air dan tempat pembuangan kotoran merupakan cara
mencegah penyakit kolera. Mengonsumsi air yang sudah dimasak terlebih dahulu, mencuci
tangan sampai bersih sebelum makan, mencuci sayuran, dan menghindari mengonsumsi ikan dan
kerang yang dimasak setengah matang.
Jika salah satu anggota keluarga ada yang menderita penyakit kolera, sebaiknya diisolasi dan
segera berikan pengobatan. Lakukan sterilisasi pada benda yang tercemar muntahan atau tinja.
Dapatkan vaksinasi kolera untuk melindungi orang yang melakukan kontak langsung dengan
penderita.

Faktor-faktor yang berkontribusi untuk Wabah Kolera:

Bahaya nyata adalah setelah bencana seperti perang, kelaparan, atau banjir, yang menciptakan
tekanan pada air dan makanan tersedia sumber daya. Pipa air minum bisa terkontaminasi akibat
kebocoran. Kelangkaan kebutuhan dasar ini membuat hidup sulit dan otoritas sipil tidak dapat
dibenarkan situasi dengan cepat. Hal lepas kendali dan orang-orang yang terkena dan terinfeksi
mungkin tidak bisa diidentifikasi dengan cepat dan dipisahkan dari seluruh penduduk.
Penyakit dapat menyebar lebih lanjut jika orang yang terinfeksi mulai menggunakan sumber air
kotor untuk membersihkan diri mereka sendiri dan untuk buang dari limbah. Langkah-langkah
berikut ini dapat diambil untuk mencegah penyebaran penyakit dan membawanya di bawah
kendali.

Direbus atau hanya minum air murni

Hindari makan makanan mentah. Buah untuk dimakan setelah mengupas secara pribadi.

Hindari makan makanan mentah dan kerang

Hindari salad

Sanitasi dan sistem pemurnian air yang akan dimonitor

Sayuran dan buah-buahan harus dicuci dengan larutan kalium permanganat.

Pendidikan kesehatan

Pencegahan masal :
a. diadakan vaksinasi kolera secara missal
b. pemberian penerangan tentang kebersihan lingkungan, makanan dan minuman
c. segera melapor kepada dinas kesehatan / puskesmas terdekat, karena penyakit ini termasuk
dalam Undang-Undang Karantina
Penyebaran Penularan Penyakit Kolera(cholera)

Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut yang disebabkan oleh
bakteri Vibrio cholerae, bakteri ini masuk kedalam tubuh seseorang melalui makanan atau
minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada
saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya
seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada
kondisi dehidrasi.
Apabila dehidrasi tidak segera ditangani, maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan asidosis
metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan
tidak adekuat. Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu, Penderita (pasien)
kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau bentuk cairan
infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline).
Penyebaran Penularan Penyakit Kolera
Kolera dapat menyebar sebagai penyakit yang endemik, epidemik, atau pandemik. Meskipun
sudah banyak penelitian bersekala besar dilakukan, namun kondisi penyakit ini tetap menjadi
suatu tantangan bagi dunia kedokteran modern. Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan
menyebar melalui feaces (kotoran) manusia, bila kotoran yang mengandung bakteri ini
mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air
tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga.
Misalnya cuci tangan yang tidak bersih lalu makan, mencuci sayuran atau makanan dengan air
yang mengandung bakteri kolera, makan ikan yang hidup di air terkontaminasi bakteri kolera,
Bahkan air tersebut (seperti disungai) dijadikan air minum oleh orang lain yang bermukim
disekitarnya.