Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


SEMEN

Tanggal percobaan : 30 Desember 2015


Kelompok 3
Kelas D
Ketua

: Nur Yusuf Maulana

066114125

Anggota

: 1. Zaenah Yazid Ali Baraba

066114109

Dosen

2. Ade Irma Yusuf

066114117

3. Muhammad Faiz Nurcholis

066114133

: 1. Dra. Moerfiah.,MSi
2. Ir. Emulyati.,MSi
3. Rouland ibnudarda.,MSi

Asisten Dosen : 1. Evi Juliani


2. Yesi Restiani
3. Syahira

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR

2016

SEMEN
Zaenah Yazid Ali Baraba (066114109), Ade Irma Yusuf (066114117), Nur Yusuf Maulana
(066114125), dan Muhammad Faiz Nurcholis (066114133) Laboratoriun Farmasi,
Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Pakuan Bogor
ABSTRAK
Semen terdiri dari dua komponen, yaitu spermatozoa dan seminal plasma. Adapun tujuan
melakukan percobaan evaluasi semen adalah Menetapkan kualitas semen dengan
pemeriksaan makroskopis meliputi : warna, bau, pH, volume dan viskositas. Menetapkan
kualitas semen dengan pemeriksaan mikroskopis meliputi : gerakan masa, motilitas,
presentase sperma hidup dan konsentrasi sperma. Selain spermatozoa dan seminal plasma
komponen-komponen lain yang terkandung didalam semen adalah asam amino, sitrat,
enzim-enzim, flavin, fruktosa, fosforilkolin, prostaglandin, protein, vitamin C, fosfatase
asam, fibrinolisin, prostate specific antigen(PSA), zink, glaktosa, dan mukus.
Kata kunci : spermatozoa, seminal plasma,gerakan masa, motilitas, prosentase sperma
hidup, dan konsentrasi sperma.
BAB I

spermatozoa. Plasma semen merupakan

PENDAHULUAN

cairan yang sebagian besar disekresikan

1.1 Tujuan

oleh kelenjar vesikularis dan jumlah kecil

Menetapkan kualitas semen dengan

disekresikan oleh testis. Plasma semen

pemeriksaan makroskopis meliputi: warna,

mempunyai pH sekitar 7,0 dan tekanan

bau, pH, volume dan viskositas.

osmotis

Menetapkan kualitas semen dengan


pemeriksaan

mikroskopis

meliputi:

sama

dengan

darah,

yaitu

ekuivalen dengan 0,9 % natrium chlorida


(Toelihere, 1985).

gerakan masa, motilitas, presentase sperma

Hafez

(1993)

mengemukakan

hidup dan konsentrasi sperma.

bahwa plasma semen sangat esensial

1.2 Latar belakang

sebagai

Semen merupakan hasil sekresi

komponen dalam perkawinan

alami karena berperan sebagai pembawa

organ reproduksi ternak jantan yang secara

dan

normal diejakulasikan melalui penis ke

Sedangkan

dalam saluran kelamin betina sewaktu

mengemukakan bahwa

terjadi kopulasi, tetapi dengan kemajuan

mempunyai fungsi utama sebagai medium

teknologi dapat pula ditampung dengan

pembawa sperma dari saluran reproduksi

berbagai cara untuk keperluan inseminasi

hewan jantan ke dalam saluran reproduksi

buatan. Semen mengandung dua unsur

hewan betina. Fungsi ini dapat berjalan

utama,

dengan

yaitu

plasma

semen

dan

protektor

baik

bagi

spermatozoa.

Toelihere

kerena

(1985),

plasma semen

plasma

semen

mengandung

bahan-bahan

penyanggah

berlangsung pada tubulus seminiferus dan

untuk mempertahankan pH dan makanan

diatur oleh hormone gonadtotropin dan

yang merupakan sumber energi bagi

testosterone (Wildan yatim, 1990).

spermatozoa.
Plasma

Tahap pembentukan spermatozoa


semen

kambing

mempunyai enzim fosfolipase A yang

dibagi atas tiga tahap yaitu :


1.Spermatocytogenesis

berasal dari kelenjar bulbouretralis. Enzim


ini

disebut egg-yolk

coagulating

Merupakan spermatogonia yang


mengalami mitosis berkali-kali yang akan

enzyme yang memiliki kemampuan untuk

menjadi spermatosit primer.

merombak lesitin dalam kuning telur

Spermatogonia

menjadi lisolesitin. Lisolesitin merupakan

Spermatogonia merupakan struktur

bentuk yang toksik terhadap spermatozoa

primitif dan dapat melakukan reproduksi

sehingga menyebabkan spermatozoa mati

(membelah)

(Evans dan Maxwell, 1987).

Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi

1.3 Hipotesis

dari

Pergerakan spermatozoa pada


hewan itik yaitu progressif yaitu gerakan
maju kedepan.

sel-sel

dengan
sertoli

cara
dan

mitosis.

berkembang

menjadi spermatosit primer.


Spermatosit Primer
Spermatosit primer mengandung

1.4 Tinjauan pustaka

kromosom diploid (2n) pada inti selnya

Analisa semen dapat dilakukan

dan mengalami meiosis. Satu spermatosit

untuk mengevaluasi gangguan fertilitas

akan menghasilkan dua sel anak, yaitu

(kesuburan) yang disertai dengan atau

spermatosit sekunder.

tanpa disfungsi hormon androgen. Dalam

2. Tahapan Meiois

hal ini hanya beberapa parameter ejakulat

Spermatosit I (primer) menjauh

yang diperiksa (dievaluasi) berdasarkan

dari lamina basalis, sitoplasma makin

buku petunjuk WHO Manual for the

banyak dan segera mengalami meiosis I

examination of the Human Semen and

yang kemudian diikuti dengan meiosis II.

Sperm-Mucus Interaction (WHO, 1999).

Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata

Spermatogenesis

tidak membagi sel benih yang lengkap

Peralihan dari bakal sel kelamin

terpisah, tapi masih berhubungan sesame

yang aktif membelah ke sperma yang

lewat suatu jembatan (Interceluler bridge).

masak serta menyangkut berbagai macam

Dibandingkan

perubahan

spermatosit II memiliki inti yang gelap.

secara

struktur
berurutan.

yang

berlangsung

Spermatogenesis

dengan

spermatosit

I,

3. Tahapan Spermiogenesis
Merupakan

METODE KERJA

transformasi

spermatid

menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase


yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom
dan fase pematangan. Hasil akhir berupa
empat

spermatozoa

masak.

Dua

spermatozoa akan membawa kromosom


penentu jenis kelamin wanita X. Apabila
salah satu dari spermatozoa ini bersatu
dengan ovum, maka pola sel somatik
manusia yang 23 pasang kromosom itu
akan dipertahankan. Spermatozoa masak
terdiri dari :
1. Kepala (caput), tidak hanya

2.1 Alat dan bahan


Adapun alat yang digunakan adalah :
1. Hemositometer
2. Mikroskop
3. Pipet
Adapun bahan yang digunakan adalah :
1. NaCl fisiologis
2. Semen itik
2.2 Cara kerja
A. Pemeriksaan makroskopis.
1. Warna dan bau
Semen yang normal berwarna krem

mengandung inti (nukleus) dengan

atau putih kekuningan dan keruh.

kromosom dan bahan genetiknya,

Warna

tetapi juga ditutup oleh akrosom

pigmen

riboflavin.

Warna

yang mengandung enzim

kemerahan

menunjukan

adanya

hialuronidase yang mempermudah

darah segar dan warna kecoklatan

ini

disebabkan

adanya

fertilisasi ovum.
2. Leher (servix), menghubungkan

menunjukan adanya darah yang

kepala dengan badan.


3. Badan (corpus), bertanggungjawab

warna

untuk memproduksi tenaga yang

sudah

mengalami

dekomposisi,

hijau

kekuningan

menunjukan adanya kontaminisai

untuk

dengan nanah dan kuman.


2. Volume
Volume ejakulasi yang rendah tidak

mendorong spermatozoa masak ke

merugikan apabila konsentrasinya

dalam vas defern dan ductus

tinggi.

dibutuhkan untuk motilitas.


4. Ekor (cauda), berfungsi

ejakulotorius.

3. pH
Daya tahan hidup spermatozoa
dipengaruhi
keasmaan

oleh
atau

tersebut.
BAB II

B. Pemeriksaan Mikroskopis

pH

derajat
semen

1. Gerakan masa
a. Diambil satu tetes semen dengan

mendapatkan preparat ulas yang

menggunakan pipet pada objek

baik dan tipis.


c. Diamati dibawah mikroskop, mula-

glass, yang sudah dibersihkan

mula dengan perbesaran 10x10,

dengan alkohol.
b. Diamati dibawah

mikroskop,

maka akan timbul gelombang


masa dari spermatozoa.
2. Motilitas
a. Ditetesakan
setetes

Nacl

fisiologis diatas sebuah objek


glass. Dengan batang pengaduk
yang telah dicelupkan kedalam
tabung semen yang homogen,
diaduk secara merata.
b. Ditutup dengan gelas penutup

kemudian 40x10
d. Dihitung jumlah sperma hidup dan
mati dan tentukan prosentasenya.
Konsentrasi spermatozoa
1. Dihisap

semen

dengan

sampai skala 0,5.


2. Diencerkan dengan
secara

menghisap

berkesinambungan

fisiologis

sampai

pipet

skala

NaCl
101.

Dikocok perlahan agar homogen


dengan membentuk angka delapan.

(Cover glass) untuk menipiskan

Disimpan sementara bilik hitung

preparat agar mudah diamati

disiapkan.
3. Dibersihkan bilik hitung dengan

dan

mengurangi

kecepatan

penguapan sehingga tidak cepat


kering.
c. Diperiksa dibawah mikroskop
dengan pembesaran 45 X 10.
4. Prosentase sperma hidup
a. Disediakan dua belah objek glass

menempelkan

kapas

beralkohol

dengan hati-hati, ditutup dengan


cover

glass.

Dilihat

dibawah

mikroskop dan dipastikan bilik


hitung yang akan dipakai sudah

yang tipis, dibersihkan dengan

benar.
4. Dimasukkan semen yang sudah

alkohol, diteteskan zat warna eosin

diencerkan ke dalam bilik hitung

pada ujung salah satu objek glas.


b. Diambil sedikit semen 2% dari

dengan menempelkan ujung pipet

vol. Zat warna, kemudian diaduk


dengan merata. Ditempelkan ujung

pada perbatasan bilik hitung dan


cover glass.

objek yang lain sehingga tetesan

BAB III

semen + zat warna menjadi seperti

HASIL DAN PEMBAHASAN

garis. Didorong objek glas yang


kedua dengan membentuk sudut
45

dengan

cepat

untuk

3.1 Hasil pengamatan


Makroskopik

Kel.
1
2
3
4
5
6
7
8

Warna
Putih
Putih
Putih
Putih
Putih
Putih
Putih
Putih

Bau
Amis
Amis
Amis
Amis
Amis
Amis
Amis
Amis

Volume
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml
0,5 ml

pH
7
7
7
7
7
7
7
7

1
2
3
4
5
6
7
8

Gerak
an
masa
++
++
++
++
++
++
+
+

sperma. Pada perlakukan ini, kelompok


kami mendapatkan hasil gerakan masa
sangat baik, karena pada saat dilihat di
mikroskop

hasil

yang

didapatkan

gelombang-geombang kecil tetapi banyak,


tebal dan gelap dan cepat berpindahpindah.

Mikroskopik
Ke
l.

prosentase sperma hidup, dan konsentrasi

Lalu

dilakukan

pemeriksaan

motilitas untuk melihat derajat gerakan


Motil
tas

%sperma
hidup

konsent
rasi

sperma

P
O
R
C
R
R
O
C

80,5%
80,5%
42,857%
80,91%
40%
41,86%
42,5%
45,45%

22x106
20 x106
13 x106
13 x106
19 x106
15 x106
12 x106
12 x106

diatas sebuah objek glass, hasil yang

secara

individu

mengguanakan setetes

dengan

Nacl fisiologis

didapatkan adalah gerakan progressif yaitu


gerakan maju kedepan. Lalu dilakukan lagi
pemeriksaan dengan %sperma hidup yaitu
sebesar 45,45 % hasil ini membuktikan
bahwa pemeriksaan pada sperma itik
sesuai dengan hasil yang seharusnya,

3.2 Pembahasan

karena persentasi sperma hidup pada

Dari analisis yang dilakukan tidak


semua

pemeriksaan

dapat

dilakukan

hewan itik dibawah 100 %. Dan yang


terakhir

dilakukan

pemeriksaan

karena sperma yang di analisis tidak dalam

konsentrasi spermatozoa, dan hasil yang

kondisi segar. Sehingga banyak sperma

didapatkan oleh kelompok kami pada

yang sudah immotil, akibat sulit untuk

perlakuan pemeriksaan ini adalah 22 x 106.

menentukan bagaimana kondisi motilitas

Hasil ini didapatkan dari jumlah sperma

dari sperma yang diukur. Pada perlakuan

terhitung dikali dengan 106.

mengenai evaluasi semen menggunakan


sperma hewan itik, dengan bertujuan untuk
menentukan atau menetapkan kualitas
semen dengan pemeriksaan makroskopik
meliputi : warna, bau, pH, volume dan
viskositas. Dan juga menetapkan kualitas
semen dengan pemeriksaan mikroskopis
yang meliputi : gerakan masa, motilitas,

Pada perlakuan evaluasi semen ada


juga faktor-faktor yang mempengaruhi
hasil yang didapatkan sehingga tidak
100% sesuai dengan literatur, faktor-faktor
yang mempengaruhinya yaitu : waktu
perlakuan terhadap semen terlalu cepat,
sehingga hasil yang didapatkan kurang
sesuai dengan hasil sebenarnya

Kimball, J. W., 1983. Biologi Jilid 2.


Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

BAB IV

Marieb,

KESIMPULAN

E.N.

Anatomy

(1993).

and

Human

Physiology,

laboratory manual. California. The


Benyamin Cummings Publ.Co.Inc
Moerfiah

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2007.
Terapi.

Farmakologi

Edisi

5.

Penuntun
Dan

Departemen

Msi.

2014.

Praktikum

Anatomi

Manusia.

Bogor.

Fisiologi

Universitas Pakuan.

Farmakologi dan Terapeutik Fakultas


Kedokteran-Universitas

Indonesia

Dinamika

Obat. Edisi Kelima. ITB: Bandung

Jakarta
Bevalender,

Mustcher,Ernst.1991.

1998.

Sherwood,

Dasar-Dasar

L.

2008.

Human

Physiology From Cells to Systems

Histologi, Erlangga. Jakarta.

edisi 7.

Graphic World Inc: USA

Guyton, Arthur C. 1964. Function


of the Human Body Second edition.
Igaku Shoin Ltd: Japan

Syaifuddin, 2006. Anatomi dan


Fisologi untuk Mahasiswa Keperawatan.
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Guyton, Arthur C. 1987. Fisiologi


manusia

dan

Mekanisme

Penyakit.Edisi Revisi. EGC : Jakarta

Whole J.W.Jr (1986). Essensial


of

Human

Physiology.

Anatomy
Wm.C.

and
Brown

Publisher. United State. America.


pp: 361 371