Anda di halaman 1dari 19

UNIT 3

FILTER AKTIF
3.1 Tujuan
a. Mengukur besarnya frekuensi Cut-off pada filter aktif Low Pass orde satu.
b. Mengukur besarnya frekuensi Cut-off pada filter aktif Low Pass orde dua.
c. Mengukur besarnya frekuensi Cut-off pada filter aktif high Pass orde dua.
3.2 Alat dan Bahan
a. Modul Op-Amp (LM 741)
b. Osiloskop Dual Trace
c. Power Supply
d. Generator Fungsi
e. Kabel penghubung
3.3 Teori Dasar
Filter dalam bidang elektronika adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk
mengambil/melewatkan tegangan output pada frekuensi tertentu yang diinginkan dan untuk
melemahkan/membuang ke ground tegangan output pada frekuensi tertentu yang tidak
diiginkan. Filter dalam elektronika dibagi dalam dua kelompok yaitu filter pasif dan filter
aktif. Filter pasif dapat menggunakan komponen pasif (R, L, C). Sedangkan filter aktif
diperlukan rangkaian (R, L, C dan transistor atau Op-Amp).
Pada dasarnya filter pasif maupun filter aktif dapat dikelompokan berdasarkan respon
frekuensi yang di saring (filter) menjadi 4 kelompok, yaitu :
a. Filter Lolos Bawah (Low Pass Filter, LPF) berfungsi untuk melewatkan tegangan
output dengan frekuensi di bawah frekuensi cutt-off rangkaian.

Gambar 1.1 grafik respon frekuensi LPF


b. Filter Lolos Atas (High Pass Filter, HPF) berfungsi untuk melewatkan tegangan
output dengan frekuensi di atas frekuensi cutt-off rangkaian.

Gambar 1.2 grafik respon frekuensi HPF


c. Filter Lolos Rentang (Band Pass Filter, BPF) berfungsi untuk melewatkan tegangan
output pada frekuensi resonansi rangkaian.

Gambar 1.3 grafik respon frekuensi BPF


d. Filter Tolak Rentang (Band Stop Filter atau Notch Filter,BSF) berfungsi untuk
melemahkan tegangan output pada frekuensi resonansi rangkaian. Filter band stop ini
sering juga disebut sebgan Band reject Filter atau Notch Filter.

Gambar 1.4 grafik respon frekuensi BSF


Untuk membuat filter pada kelompok diatas dapat digunakan konfigurasi R dan C, L dan C
atau RLC. Akan tetapi penggunaan induktor sering dihindari karena fisik induktor yang
besar. Sehingga pada umumnya filter yang sering dijumpai adalah filter RC saja.
Filter aktif
Filter Aktif yaitu filter yang menggunakan komponen aktif, biasanya transistor atau penguat
operasi (op-amp). Kelebihan filter ini antara lain:
1. untuk frekuensi kurang dari 100 kHz, penggunaan induktor (L) dapat dihindari
2. relatif lebih murah untuk kualitas yang cukup baik, karena komponen pasif yang presisi
harganya cukup mahal
Beberapa macam filter yang termasuk ke dalam filter aktif adalah :
1.
Filter Lolos Bawah (Low Pass Filter)

Tapis pelewat rendah atau tapis lolos rendah (low-pass filter) digunakan untuk meneruskan
sinyal berfrekuensi rendah dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi. Sinyal dapat berupa
sinyal listrik seperti perubahan tegangan maupun data-data digital seperti citra dan suara.
Untuk sinyal listrik, low-pass filter direalisasikan dengan meletakkan kumparan secara seri
dengan sumber sinyal atau dengan meletakkan kapasitor secara paralel dengan sumber sinyal.
Contoh penggunaan filter ini adalah pada aplikasi audio, yaitu pada peredaman frekuensi
tinggi (yang biasa digunakan pada tweeter) sebelum masuk speaker bass atau
subwoofer(frekuensi rendah). Kumparan yang diletakkan secara seri dengan sumber
tegangan akan meredam frekuensi tinggi dan meneruskan frekuensi rendah, sedangkan
sebaliknya kapasitor yang diletakkan seri akan meredam frekuensi rendah dan meneruskan
frekuensi tinggi.
Suatu filter lolos bawah orde satu dapat dibuat dari satu tahanan dan satu kapasitor. Filter
orde satu ini mempunyai pita transisi dengan kemiringan -20 dB/dekade atau 6 dB/oktav.
Penguatan tegangan untuk frekuensi lebih rendah dari frekuensi cut off adalah: Av = - R2 /
R1 sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2.R2C1)

2.

Filter Lolos Atas (High Pass Filter)

High pass filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi, tetapi mengurangi
amplitudo frekuensi yang lebih rendah daripada frekuensi cutoff.Nilai-nilai pengurangan

untuk frekuensi berbeda-beda untuk tiap-tiap filter ini .Terkadang filter ini disebut low cut
filter, bass cut filteratau rumble filter yang juga sering digunakan dalam aplikasi audio.High
pass filter adalah lawan dari low pass filter, dan band pass filter adalah kombinasi dari high
pass filter dan low pass filter.
Filter ini sangat berguna sebagai filter yang dapat memblokir component frekuensi rendah
yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tertinggi.
High pass filter yang paling simple terdiri dari kapasitor yang terhubung secara pararel
dengan resistor, dimana reistansi dikali dengan kapasitor (RXC) adalah time constant ().
Suatu filter lolos bawah orde satu dapat dibuat dari satu tahanan dan satu kapasitor. Filter
orde satu ini mempunyai pita transisi dengan kemiringan 20 dB/dekade atau 6 dB/oktav.
Penguatan tegangan untuk frekuensi lebih tinggi dari frekuensi cut off adalah: Av = - R2 / R1
sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2.R1C1)
Filter Pasif.
Filter banyak digunakan untuk memberikan sirkuit seperti amplifier, osilator dan sirkuit
power supply karakteristik frekuensi yang diperlukan. Beberapa contoh diberikan di bawah
ini. Mereka menggunakan kombinasi dari R, L dan C. Induktor dan Kapasitor bereaksi
terhadap perubahan frekuensi dengan cara yang berlawanan. Melihat sirkuit untuk filter lolos
rendah, baik LR dan kombinasi CR menunjukkan telah efek yang sama, tapi perhatikan
bagaimana posisi L dan C tempat perubahan dibandingkan dengan R untuk mencapai hasil
yang sama.
Low pass filter.

Rangkaian RC seri ini mirip dengan rangkaian pembagi tegangan dari dua buah hambatan

seri, sehingga tegangan out putnya adalah

Vout=

1 / jC
Vin
1/ jC +R

Filter lolos rendah digunakan untuk menghapus atau menipiskan frekuensi yang lebih tinggi
di sirkuit seperti amplifier audio; mereka memberikan respon frekuensi yang diperlukan
untuk rangkaian penguat. Frekuensi di mana filter low pass mulai mengurangi amplitudo
sinyal dapat dibuat disesuaikan. Teknik ini dapat digunakan dalam penguat audio sebagai

"TONE" atau "TREBLE CUT" kontrol. LR filter low pass filter dan high pass CR juga
digunakan dalam sistem speaker untuk band rute yang sesuai frekuensi untuk desain yang
berbeda dari speaker (yaitu 'woofer' untuk frekuensi rendah, dan 'Tweeters' untuk reproduksi
frekuensi tinggi). Pada aplikasi ini kombinasi pass filter tinggi dan rendah disebut "crossover
filter". Kedua filter CR dan LC lulus rendah yang menghilangkan hampir SEMUA frekuensi
di atas hanya beberapa Hz digunakan dalam rangkaian power supply, di mana hanya DC (nol
Hz) diperlukan pada output.

High pass filter.

Dengan
Vout=

memanfaatkan

rangkaian

pembagi

tegangan

maka

dapatlah

outputnya

R
Vin
1/ jC +R

Pass filter tinggi digunakan untuk menghilangkan atau meredam frekuensi yang lebih rendah
di amplifier, terutama audio amplifier mana ia dapat disebut "BASS CUT" sirkuit.
3.3 Prosedur Percobaan
LPF orde satu
1. Membuat rangkaian seperti berikut ini.
2. Mengatur keluaran generator fungsi sehingga diperoleh keluaran sebesar filter sebesar
1 Vpp, frekuensi 100 Hz. Mengukut besar teganganinput dan melengkapi tabel 3.1.
3. Membesarkan frekuensi generator ke 200 Hz dan mengukur Vout (kondisi Vin tetap)
dan melengkapi tabel 3.1
4. Mengulangi langkah ke -3 diatas sesuai dengan frekuensi yang ada dalam tabel 3.1.
5. Menghitung besar penguatan ( Av= Vout/Vin) serta dalam bentuk dB (AV dB = 20 log
Av)
6. Menggunakan hasil pengukuran untuk menggambar kurva respon frekuensi filter (Av
dB sebagai fungsi frekuensi)
LPF orde dua
1. Membuat rangkaian seperti berikut ini.
2. Mengatur keluaran generator fungsi sehingga diperoleh keluaran sebesar filter sebesar

1 Vpp, frekuensi 100 Hz. Mengukut besar teganganinput dan melengkapi tabel 3.2

3. Membesarkan frekuensi generator ke 200 Hz dan mengukur Vout (kondisi Vin tetap)
dan melengkapi tabel 3.2
4. Mengulangi langkah ke -3 diatas sesuai dengan frekuensi yang ada dalam tabel 3.2.
5. Menghitung besar penguatan ( Av= Vout/Vin) serta dalam bentuk dB (AV dB = 20 log
Av)
6. Menggunakan hasil pengukuran untuk menggambar kurva respon frekuensi filter (Av
dB

sebagai fungsi frekuensi)

HPF orde dua


1. Membuat rangkaian seperti berikut ini.
2. Mengatur keluaran generator fungsi sehingga diperoleh keluaran sebesar filter sebesar
1 Vpp, frekuensi 10k Hz. Mengukut besar teganganinput dan melengkapi tabel 3.3
3. Membesarkan frekuensi generator ke 200 Hz dan mengukur Vout (kondisi Vin tetap)
dan melengkapi tabel 3.3
4. Mengulangi langkah ke -3 diatas sesuai dengan frekuensi yang ada dalam tabel 3.3.
5. Menghitung besar penguatan ( Av= Vout/Vin) serta dalam bentuk dB (AV dB = 20 log
Av)
6. Menggunakan hasil pengukuran untuk menggambar kurva respon frekuensi filter (Av
dB

sebagai fungsi frekuensi)

3.4 Hasil Percobaan


A. Perhitungan
Tabel 3.1 pengukuran LPF orde satu
No.
Frekuensi (Hz)
1.
100
2.
200
3.
500
4.
1000
5.
2000
6.
5000
7.
10000
8.
Perhitungan :
Av

1.

2.

Av =

3.

Av =

Av =

Av =
10.

11.

Vout 1.16 V
=
=9.0625
Vin 0.128 V

Vout 1.16 V
=
=8.529
Vin 0.128 V

Vout 0.82V
=
=6.212
Vin 0.128 V

Vout 0.72V
=
=5.625
Vin 0.128 V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 5.625=15.002 dB

Av =
12.

13.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 8,9=19,01 dB

Av ( dB ) =20 log Av=20 log6.212=15.86 dB

8.
9.

Vout
1V
=
=8,9
Vin 112 m V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 8.529=18.617 dB

6.
7.

Vout (Vpp)
1V
1V
960 mV
860 mV
660 mV
340 mV
180 mV

Av ( dB ) =20 log Av=20 log9.0625=19.14 dB

4.
5.

Vin (Vpp)
112 mV
112 mV
112 mV
112 mV
112 mV
112 mV
112 mV

Vout 0.38 V
=
=2.8787
Vin 0.128 V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log2.8787=9.18 dB

Av =

Vout 0.28 V
=
=2.059
Vin 0.128 V

Av
8,9
8,9
8,5
7,6
6,12
3,03
1,5

Av (dB)
19,01
19,01
18,66
17,7
15,72
9,64
3,8

14.
15.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 2.059=6.27 dB

Av =
16.

Vout 0.0905 V
=
=0.707
Vin
0.128 V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.707=3.01 dB

17. Tabel 3.2 pengukuran LPF orde dua


18.

19.

Frekuensi

20.

No.
24.

Vin

21.

Vout

(Hz)
25.

100

(Vpp)
26.
1V

(Vpp)
27.
1V

1.
30.

31.

200

32.

1V

33.

2.
36.

37.

500

38.

980 mV

3.
42.

43.

1000

44.

22.

Av

23.

Av

28.

(dB)
29.

1,02

34.

1,02

35.

0,172

V
39.

1V

40.

1,02

41.

0,17

980 mV

45.

840

46.

0,85

47.

-1,4

700

52.

0,7

53.

-3

4.
48.

49.

1250

50.

1V

mV
51.

5.
54.

55.

2000

56.

980 mV

mV
57.

400

58.

0,40

59.

-7

6.
60.

61.

5000

62.

1,02 V

mV
63.

120

64.

0,11

65.

-18,5

1,04 V

mV
69.

160

70.

0,16

71.

-15,9

7.
66.

67.

10000

68.

8.
72. Perhitungan :
1.

Av

Av =

Vout
1V
=
=1.02
Vin 0.98 V

74.
3.

Av =

4.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 1.02=0.17 dB

Vout
1V
=
=1.02
Vin 0.98 V

75.
Av =

Vout
1V
=
=1.02
Vin 0.98V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log1.02=0.17 dB

73.
2.

mV

Av ( dB ) =20 log Av=20 log1.02=0.17 dB

Vout 0.80 V
=
=0.816
Vin 0.98 V

76.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.816=1.766 dB

5.

Av =

Vout 0.712 V
=
=0.742
Vin
0.98 V

77.
6.

Av =

Av =

8.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.347=9.1934 dB

Vout 0.14 V
=
=0.14
Vin
1V

79.

Av =

dB

Vout 0.34 V
=
=0.347
Vin 0.98V

78.
7.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.742=2.596

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.14=17.08 dB

Vout 1.12 V
=
=0.12
Vin
1V

80.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.12=18.4

dB

81. Tabel 3.3 pengukuran HPF orde dua


82.

83.

No.
88.

(Hz)
89.

1.
94.

95.

2.
100. 101.
3.
106. 107.
4.
112. 113.
5.
118. 119.
6.
124. 125.
7.
130. 131.
8.
136.

Frekuensi

84.

Vin

85.

100

(Vpp)
90.
980 mV

Vout

86.

Av

87.

Av
-20,5
-

(Vpp)
91.
92

92.

0,09

(dB)
93.

96

3
98.

0,09

99.

200

96. 980 mV

mV
97.

500

102.

mV
103.

320

104.

0,32

20,17
105. -9,7

mV
109.

700

110.

0,7

111.

-3

mV
115.

720

116.

0,73

117.

-2,6

mV
121.

1V

122.

1,02

123.

0,17

127.

1,04

128.

1,06

129.

0,5

V
133.

1V

134.

1,02

135.

0,17

80 mV
960

108.

V
1000

114.

80 mV
2000

120.

80 mV
5000

126.

80 mV
10000

132.

80 mV
Perhitungan :

1.

Av

137.
2.

Av =

Av =

4.

Av =

Av =

Av =

8.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 1=0 dB

Vout 1 V
=
=1
Vin 1 V

144.
145.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.96=0.35 dB

Vout 1 V
=
=1
Vin 1 V

143.

Av =

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.68=3.3 dB

Vout 0.96 V
=
=0.96
Vin
1V

142.
7.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.70=3 dB

Vout 0.68 V
=
=0.68
Vin
1V

141.
6.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.24=12.39 dB

Vout 0.70 V
=
=0.70
Vin
1V

140.
5.

Av ( dB ) =20 log Av=20 log0.104=19.65 dB

Vout 0.24 V
=
=0.24
Vin
1V

139.
Av =

Av ( dB ) =20 log Av=20 log 0.094=20.53 dB

Vout 0.104 V
=
=0.104
Vin
1V

138.
3.

Vout 0.094 V
=
=0.094
Vin
1V

Av ( dB ) =20 log Av=20 log1=0 dB

B. Perbandingan Simulasi dan Pengukuran


146.
Tabel 3.4 Perbandingan Simulasi dan pengukuran LPF orde satu
147.

148.

No.
150.

151.

Simulasi

149.

1.

152.
153.

154.

2.

155.
156.

157.

3.

158.
159.

160.

4.

161.
162.

163.

5.

165.
6.

166.

164.
167.

Pengukuran

168.
169.

170.

7.

172.
8.
175.
176.

173.

171.
174.

177.

Tabel 3.5 Perbandingan Simulasi dan pengukuran LPF orde dua

178.

179.

No.
181.

182.

Simulasi

180.

1.

184.

185.

183.
186.

2.
187.

188.

189.

3.
190.

191.

192.

4.
193.

194.

5.

196.

197.

195.
198.

6.
199.

200.

201.

7.
202.

203.

204.

8.
205.
206.

Pengukuran

207.

Tabel 3.6 Perbandingan Simulasi dan pengukuran HPF orde dua

208.

209.

No.
211.

212.

Simulasi

210.

1.

213.
214.

215.

2.

216.
217.

218.

3.

219.
220.

221.

4.

222.
223.

224.

5.

225.
226.

227.

6.

228.

Pengukuran

229.

230.

7.

231.
232.

233.

8.

234.
235.
236.

3.5 Analisis Data


237.
Terlampir
3.6 Kesimpulan
238.
Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa :
Low Pass Filter (LPF) orde satu digunakan untuk digunakan untuk meneruskan
sinyal berfrekuensi rendah dan meredam pada mode inverting sinyal masukan
berbeda fase dengan sinyal keluaran .Low Pass Filter (LPF) orde dua,digunakan
untuk meneruskan sinyal berfrekuensi rendah dan meredam pada mode non inverting

sinyal masukan sefase dengan sinyal keluaran.


Cara menentukan besar amplitudo pada tegangan LPF yaitu dipengaruhi oleh

frekuensi,semakin besar frekuensi maka semakin kecil amplitudo.


Frekuensi cut off pada LPF orde satu yaitu 1,5 kHz dan frekuensi cut off pada LPF
orde dua yaitu 1,14 kHz.

239.

240.
Daftar Pustaka
1. http://elektronika-dasar.web.id/filter-pasif/ diakses pada 20 April 2016 pukul 11.41 WIB
2. http://comp-eng.binus.ac.id/files/2014/05/Filter-Frekuensi.pdf diakses pada 20 April
2016 pukul 11.56 WIB
3. http://andri19921119.blogspot.co.id/p/filter-aktif-dan-filter-pasif.html diakses pada 20
April 2016 pukul 11.59 WIB
241.
242.