Anda di halaman 1dari 9

Pernikahan Dini

KKN UNDIP TIM 1 2016


Aditya Wisnu
Wardhana
Rani
Johannes
Hani Indira Probodewi
Hanun Arifah
Nova Riandini
Yosifayza Septiani

Widya Adi Baskoro


Luluk Afidah
Rialdy
Okka Sabrina
Oki Nando Kimura
Ni made Martiniasih

Pengertian
Pernikahan adalah ikatan sosial atau ikatan
perjanjian hukum antar pribadi yang membentuk
hubungan kekerabatan dan merupakan suatu
pranata dalam budaya setempat yang meresmikan
hubungan pribadi yang biasanya intim dan seksual.
Pernikahan adalah suatu peristiwa dimana sepasang
calon suami istri dipertemukan secara formal
dihadapan kepala agama tertentu, para saksi dan
sejumlah hadirin, untuk kemudian resmi sebagai
suami istri dengan upacara dan ritual tertentu.

Pengertian
Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan
oleh laki-laki atau perempuan usia remaja. Remaja
adalah usia 10-19 tahun dimana masa remaja
merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi
dewasa yang kebanyakan merupakan keputusankeputusan yang sesaat. Kemungkinannya akan sangat
buruk buat mereka, biasanya kedua anak laki-laki dan
perempuan tidak dewasa secara emosi dan sering
dimanjakan. Mereka ingin segera memperoleh apa
yang dikehendakinya, tidak peduli apakah itu
berakibat bencana.

UU
UU perkawinan nomor 1 tahun 1974, salah
satu syarat untuk menikah adalah bila pihak
pria sudah mencapai usia 19 tahun dan
wanita sudah mencapai usia 16 tahun.
UU perlindungan anak memberikan batasan
usia anak adalah usia di bawah 18 tahun dan
dalam UU perlindungan anak nomor 23
tahun 2002, orangtua diwajibkan melindungi
anak dari pernikahan dini.

Kesehatan
Bagi wanita usia 16 tahun usia reproduksinya belum
berada di batas sehat.
BKKBN, batasan usia pernikahan adalah usia 20 tahun
karena hubungan seksual yang dilakukan pada usia di
bawah 20 tahun beresiko terjadinya kanker leher rahim
serta penyakit menular seksual. Usia pernikahan yang
ideal bagi perempuan adalah 20-25 tahun, sementara lakilaki 25-28 tahun karena di usia itu organ reproduksi
perempuan secara fisiologis sudah berkembang secara
baik dan kuat serta siap untuk melahirkan keturunan. Usia
terbaik bagi wanita untuk hamil adalah usia 20-30 tahun.

Dampak pernikahan dini


terhadap kesehatan reproduksi
Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang
cukup tinggi, karena pada masa remaja, alat reproduksi
belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. Rahim
baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun.
Pada usia 14-18 tahun, perkembangan otot-otot rahim belum
cukup baik kekuatan dan kontraksinya sehingga jika terjadi
kehamilan rahim dapat robek.
Pada usia 14-19 tahun, sistem hormonal belum stabil. Jika
terjadi kehamilan menjadi tidak stabil, mudah terjadi
perdarahan, kemudian abortus atau kematian janin, dan
dapat meningkatkan resiko kanker leher rahim di kemudian
hari.

Dampak pernikahan dini terhadap


kehamilan dan persalinan

A. Pernikahan dini merupakan salah satu faktor


keganasan mulut rahim. Contoh: kanker
serviks.
B. Kematian bayi dan abortus.
C. Keracunan kehamilan.
D. Mudah terkena penyakit infeksi.
E. Persalinan lama dan sulit.
F. Anemia kehamilan.
G. Cacat bawaan.

TERIMA KASIH