Anda di halaman 1dari 2

Bahasa adalah sarana komunikasi terpenting dalam dialog.

Dialog tidak dapat terjadi


tanpa bahasa. Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, dimana dua orang atau
lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang
penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, debat, dan sarana-sarana dialogika
Setiap keterampilan itu berhubungan erat pula dengan proses-proses berfikir yang mendasari
bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa,
semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai
dengan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti berlatih pula
keterampilan berfikir.

1. Debat

Menurut ( KBBI. 2002: 242) Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat
mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masingmasing. Pada hakikatnya debat adalah saling adu argumentasi (pendapat) antarpribadi atau
antarkelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak. Dalam debat,
setiap pribadi atau kelompok mencoba menjatuhkan lawannya, supaya pihaknya berada pada
posisi yang benar.
Debat dimulai dengan meneliti pendapat dan posisi argumentatif lawan bicara, sesudah
itu berkosentrasi pada titik-titik lemah argumentasi lawan. Selanjutnya terjadi proses adu pikiran
dan pendapat secara sungguh-sungguh sampai seorang atau sekelompok menyerah. Dapat juga
terjadi bahwa perdebatan dihentikan tanpa hasil, tanpa seorang pemenang .
Berdasarkan beberapa kajian dan kasus yang dihadapi pada berbagai kondisi, dapat disimpulkan
bahwa debat memiliki pengertian sebagai berikut:
1. Debat adalah kegiatan argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara individual maupun
kelompok dalam mendiskusikan dan memecahkan suatu masalah. Debat dilakukan menuruti
aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri
2. Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana antara
satu pihak dengan pihak yang lain saling menyerang (opositif).
3. Debat terjadi dimana unsur emosi banyak berperan. Pesertanya kebanyakan hanya hendak
mempertahankan pendapat masing-masing dibandingkan mendengar pendapat dari orang lain

dan berkehendak agar peserta lain menyetujui pendapatnya. Oleh karena itu, dalam debat
terdapat unsur pemaksaan kehendak.
4. Debat adalah aktivitas utama dari masyarakat yang mengedepankan demokratik.
5. Sebuah kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argumen mereka dan
berusaha untuk mengembangkan argumen dari lawan mereka.
Debat kompetitif adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat
sekolah dan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan
("format") yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan
menentang sebuah pernyataan. Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk
untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang
berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.
Unsur-unsur dalam debat:
a. topik debat disebut mosi (motion)
b. tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) sering disebut juga Pemerintah (Government),
c tim Negatif (yang menentang mosi) disebut Oposisi (Opposition)
d pembicara pertama dipanggil sebagai Perdana Menteri (Prime Minister), dan sebagainya
e pemimpin/wasit debat (chairperson) dipanggil Speaker of The House
f penonton/juri dipanggil Members of the House (Sidang Dewan yang Terhormat)