Anda di halaman 1dari 8

Andika Setya H / 12132039

TEORI PERILAKU
Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan sanggahan terhadap teori
genetis. Pemimpin itu harus disiapkan, dididik dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja (leaders
are made, not born). Setiap orang bisa menjadi pemimpin, melalui usaha penyiapan dan
pendidikan serta dorongan oleh kemauan sendiri. Teori ini tidak menekankan pada sifat-sifat
atau kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin tetapi memusatkan pada bagaimana cara
aktual pemimpin berperilaku dalam mempengaruhi orang lain dan hal ini dipengaruhi oleh gaya
kepemimpinan masing-masing. Dasar pemikiran pada teori ini adalah kepemimpinan merupakan
perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah
pencapaian tujuan. Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah
laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) soerang pemimpin. Alasannya sifat seseorang relatif sukar
untuk diidentifikasikan.

Beberapa pandangan para ahli, antara lain James Owen (1973) berkeyakinan bahwa
perilaku dapat dipelajari. Hal ini berarti bahwa orang yang dilatih dalam perilaku kepemimpinan
yang tepat akan dapat memimpin secara efektif. Namun demikian hasil penelitian telah
membuktikan bahwa perilaku kepemimpinan yang cocok dalam satu situasi belum tentu sesuai
dengan situasi yang lain. Akan tetapi, perilaku kepemimpinan ini keefektifannya bergantung
pada banyak variabel. Robert F. Bales (Stoner, 1986) mengemukakan hasil pemelitian, bahwa
kebanyakan kelompok yang efektif mempunyai bentuk kepemimpinan terbagi (shared
leadership), seumpama satu oramg menjalankan fungsi tugas dan anggota lainnya melaksanakan
fungsi sosial. Pembagian fungsi ini karena seseorang perhatian akan terfokus pada satu peran dan
mengorbankan peran lainnya.

Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku :

Konsiderasi dan struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri-ciri


ramah tamah, mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan
Teori Prilaku / Leadership

Page 1

Andika Setya H / 12132039


memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Disamping itu,
terdapat kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas orientasi.

Berorientasi kepada bawahan dan produksi

Perilaku pemimpin yang berorientasi yang berorientasi kepada bawahannya ditandai oleh
penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan
kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan.
Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan
penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas
serta pencapaian tujuan.

Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya
ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahannya. Sedangkan berdasarkan model
grafik kepemimpinan, perilaku setiap seorang pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu
perhatiannya terhadap hasil atau tuags dan terhadap bawahan atau hubungan kerja. JAF.Stoner,
1978:442-443 mengungkapkan bahwa kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak
dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan. Selain itu, pada teori ini seorang
pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin memiliki perhatian yang tinggi
terhadap bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.

Bagaimana seorang pemimpin berperilaku akan dipengaruhi oleh latar belakang


pengetahuan, nikai-nilai, dan pengalaman mereka (kekuatan pada diri pemimpin). Sebagai
contoh, pimpinan yang yakin bahwa kebutuhan perorangan harus dinomorduakan daripada
kebutuhan organisasi, mungkin akan mengambil peran yang sangat direktif (peran perintah)
dalam kegiatan para bawahannya. Demikian pula seorang bawahan perlu dipertimbangkan
sebelum pimpinan memilih gaya yang cocok atau sesuai.

Teori Prilaku / Leadership

Page 2

Andika Setya H / 12132039


Secara ringakas bisa kita artikan seperti ini :
Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan
fungsi-fungsi kepemimpinan Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan
pengambilan

keputusan,

cara

memerintah (instruksi),

cara memberikan

tugas,

cara

berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara
menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi

Beberapa Teori Perilaku

Teori X dan Y

Studi Kepemimpinan Universitas IOWA

Studi Kepemimpinan Universitas OHIO

Studi Kepemimpinan Universitas Michigan

Managerial Grid

Empat Sistem Manajemen Likert

Penjelasan :
Teori X dan Y

Teori ini diperkenalkan oleh Mc Gregor di dalam buku The Human Side of Enterprise
(1983,p. 215)

Teori X berasumsi : bahwa pada hakikatnya manusia itu memiliki perilaku pemalas,
penakut, dan tidak bertanggung jawab. Sebaliknya teori Y berasumsi : manusia itu
memiliki perilaku bertanggung jawab, motivasi kerja, kreativitas dan inisiatif serta
mampu mengawasi pekerjaan dan hidupnya sendiri.

Teori X ( Perilaku kepemimpinan otoriter ) dan Teori Y ( Perilaku kepemimpinan


demokratis )

Studi Kepemimpinan Universitas IOWA


Studi yang dilakukan di universitas IOWA. Menurut Lippit dan white dalam sutarto
(1991 ) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Authoritarian atau dictactorial


Teori Prilaku / Leadership

Page 3

Andika Setya H / 12132039


Perilaku pemimpin dalam mempengaruhi karyawan menuntut agar bekerja /
bekerja sama dengan semua cara yang diputuskan oleh seorang pemimpin.
2. Democratic
Gaya kepemimpinan dalam mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama
dalam melaksanakan pekerjaan termasuk juga antara pimpinan dan anggota organisasi.
3. Laisser faire atau free rein
Kemampuan mempengaruhi orang lain dengan menyerahkan semua wewenang
kepada bawahan atau karyawan.

Studi Kepemimpinan Universitas OHIO


Studi Kepemimpinan yang dilakuakan Universitas OHIO (Stephen P Robbins ) menyimpulkan
ada dua dimensi perilaku kepemimpinan yang efektif yakni :

Dimensi struktur tugas / prakarsa struktur (initiating struktur). Mengutamakan


tercapainya tujuan, produktifitas yang tinggi, dan penyelesaian tugas yang sesuai jadwal
yang telah ditetapkan.

Dimensi

pertimbangan/tenggang rasa

consideration)

Perilaku

kepemimpinan

consideration memiliki ciri ciri seperti, memperhatikan kebutuhan bawahan,


menciptakan suasana saling percaya, dan harga menghargai, simpati pada ide dan
perasaan bawahan.

Kedua perilaku initiating structure dan consideration merupakan prilaku kepemimpinan


yang tidak saling mempengaruhi atau tidak saling ketergantungan,

Teori Prilaku / Leadership

Page 4

Andika Setya H / 12132039

Studi Kepemimpinan Universitas Michigan


Menurut Stephen P Robbins (1996) Universitas michigan dalam penelitian perilaku
menemukan 2 jenis perilaku yang terdiri dari

Orientasi kepada bawahan (employee oriented)

Orientasi produktivitas (production oriente

Dengan demikian jelas bahwa penelilitian dari tiga universitas yang berbeda menghasilkan
perilaku kepemimpinan yang sama.
Managerial Grid

Menurut Blake dan Mounton di dalam fred luthans (1995, p. 373) mengetengahkan suatu
usaha untuk mengidentifikasi gaya atau perilaku kepemimpinan yang efektif di dalam
manajemen.

Pendekatan ini berdasarkan pada perilaku kepemimpinan yang memiliki dua dimensi yaitu
dimensi mengutamakan produksi (concern for production) ditempatkan pada sumbu horizontal,
dan dimensi mengutamakan karyawan (concern for people) ditempatkan pada sumbu vertical.
Tinggi rendahnya perilaku tersebut dinyatakan dengan angka satu (1) sampai sembilan (9).

Teori Prilaku / Leadership

Page 5

Andika Setya H / 12132039


Empat Sistem Manajemen Likert
Menurut Rensis Likert di dalam Fred Luthans (1995, p. 377) menyusun teorinya bertolak dari
dua jenis perilaku kepemimpinan sebagaiman telah diuraikan terdahulu, yakni perilaku
kepemimpinan yang berorientasi pada anggota organisasi. Likert membagi perilaku dan gaya
kepemimpinan menjadi empat sistem yaitu
1. Sistem I : Exploitative autocratic
Perilaku atau gaya kepemimpinan ditunjukan oleh pemimpin sebagai pihak yang
berhak menyelesaikan masalah-masalah organisasi sebagai satu satunya pengambil
keputusan dan memberikan perintah dan pimpinan tidak menaruh kepercayaan dan
karenanya tidak melimpahkan sedikitpun wewenang pada bawahan
2. Sistem II : Benovelent autaocratic
Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukan dengan sudah memberikan
kesempatan kepada bawahan/anggota organisasi untuk menyampaikan komentar terhadap
keputusan dan perintah pimpinan sebagai atasan. Pendapat kadang kadang diterima dan
lebih banyak ditolak.
3. Sistem III : Participative
Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukan dengan memberikan kesempatan
pada anggota organisasi/bawahan ikut serta dalam menerapkan tujuan, membuat
keputusan dan mendiskusikan perintah perintah.
4. Sistem IV : Democratic
Perilaku atau gaya kepemimpinan ini ditunjukan dengan pemecahan masalah
pekerjaan dan organisasi secara bersama sama antara pimpinan sebagai atasan dengan
anggota organisasi sebagai bawahan. Sebelum membuat keputusan pimpinan selalu
mempertimbangkan pendapat bawahan.

Teori Prilaku / Leadership

Page 6

Andika Setya H / 12132039


Ilustrasi dalam Organisasi :
BEM Fakultas Ekonomi memiliki pemimpin yang kurang tegas dalam mengambil keputusan
selama menjalankan roda pemerintahannya. Ketika menghadapi suatu permasalahan dia selalu
kebingungan mencari jalan keluar. Kurangnya komunikasi dengan anggotanya juga menjadikan
dia sedikit dijauhi oleh rekan-rekannya sehingga kalau ada masalah kadang tidak ada yang
membantunya. Dia juga sering menyuruh anggotanya untuk melakukan apa yang ia perintahkan.
Organisasi juga akan mengalami perlambatan untuk maju. Kurangnya komunikasi dan motivasi
terhadap anggota yang lain menyebabkan permasalahan semakin rumit. Anggota juga semakin
lama akan malas berorganisasi dan semakin sedikit karena ada yang mengundurkan diri. Prilaku
seperti ini agaknya dirubah agar organisasi tidak menuju perpecahan dan kehancuran.
Maka yang seharusnya dia lakukan sebagai pemimpin adalah, dia seharusnya bersikap dengan
tegas karena dia adalah pucuk tertinggi di organisasi tersebut. Komunikasi yg baik juga harus
dijaga agar hubungan dengan seluruh anggota tetap harmonis. Rekan-rekan kita juga harus selalu
dimotivasi agar mereka termotivasi selama menjadi pengurus dan memiliki kebanggan tersendiri
karena segala dedikasinya dihargai. cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah
(instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan,
cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara
menegur dan memberikan sanksi, itu semua akan mempengaruhi kinerja dari semua anggota
dalam organisasi tersebut.

Teori Prilaku / Leadership

Page 7

Andika Setya H / 12132039


DAFTAR PUSTAKA

http://dosen.uta45jakarta.ac.id/downlot.php?file=TEORI%20KEPEMIMPINAN%20(TM%2034%20)%20%20.pdf
https://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/teori-teori-kepemimpinan/
www.google.co.id/
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/11/14/pendekatan-perilaku-kepemimpinanbehavior-leadership/

Teori Prilaku / Leadership

Page 8