Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini,
terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, penulisan sebuah karya
tulis ilmiah sangat perlu, misalnya sebuah skripsi yang digunakan
untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan
hasil penelitian calon sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan
atau fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan
kaidah-kaidah yang berlaku.
Hal ini di maksudkan agar mahasiswa terutama dapat memadukan
pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis,
menggambarkan,

dan

menjelaskan

masalah

yang

berhubungan

dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Sehingga teknologi yang


pesat di era globalisasi ini dapat di imbangi dengan keterampilan
sumber daya manusia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja pengertian dari skripsi?
2. Apa saja tujuan dari skripsi?
3. Apa persyaratan dari penulisan skripsi?

4. Bagaimana tata cara ujian skripsi?


5. Bagaimana bentuk penulisan skripsi?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk lebih mengetahui atau
menguasai bagaimana cara cara membuat skripsi yang tepat dan
benar sesuai dengan prosedur yang berlaku.

1.4 Metoda Penulisan


Metode penulisan yang digunakan untuk penulisan makalah ini menggunakan
metode deskriptif dengan cara memaparkan hasil analisis dengan pendekatan
studi kepustakaan , yaitu: Penulis melakukan pengumpulan buku dengan
membaca, mempelajari, memahami dan mengolah serta membuat kesimpulan
dari buku referensi dan browsing internet yang terkait dengan mobilisasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Skripsi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah sebagai salah satu hasil


proses pengembangan intelektual mahasiswa secara mandiri dan
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di bawah bimbingan
dosen.

Penulisan

skripsi

merupakan

salah

satu

syarat

untuk

menyelesaikan pendidikan pada program sarjana (S1) yang memiliki


bobot

sks

(satuan

kredit

semester).

Penulisan

skripsi

harus

memenuhi syarat-syarat penulisan ilmiah, yaitu obyektif, metodologis,


sistematis dan komunikatif.

Materi penulisan skripsi dapat berasal dari penelitian lapangan dan/ atau
penelitian kepustakaan yang merupakan telaah terhadap salah satu topik
permasalahan. Skripsi tersebut diharapkan mengemukakan suatu temuan baru.
Karakteristik Skripsi:

Untuk bidang pendidikan, skripsi terarah pada eksplorasi atau pemecahan

masalah pendidikan.
Untuk bidang non-kependidikan, skripsi terarah pada permasalahan bidang

keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.


Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan atau penelaahan

pustaka.
Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar

2.2 Tujuan Skripsi


Penulisan skripsi bertujuan sebagai berikut:
a) Mengidentifikasi gejala dan merumuskan masalah yang dijadikan objek
penulisan skripsi;
b) Menentukan tipe penelitian (deskriptif,/eksplanatif/ eksploratif) yang sesuai
dengan tujuan

penelitian
3

c)

Menggunakan

teori

yang

relevan

dengan

permasalahan

dan,

mengoperasionalisasikan konsep;
d) Memilih dan menggunakan metode penelitian yang relevan dengan sifat
permasalahan;
e) Menyajikan dan menganalisis data secara cermat, tepat, dan benar;
f) Melakukan generalisasi yang valid dari hasil analisis data; dan
g) Menuliskan hasil penelitian secara sistematis dan logis, sesuai dengan format
dan etika ilmu pengetahuan.

Isi dan Materi Skripsi

Isi dari penulisan skripsi diharapkan memenuhi aspek-aspek berikut ini:


Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

2.3 Persyaratan Penulisan Skripsi

Persyaratan Jumlah Satuan Kredit Semester (sks)


Pengambilan mata ajar penulisan skripsi dapat dimulai apabila mahasiswa telah
lulus mata pelajaran minimal 128 sks

Persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)


Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa yang akan memprogram penulisan
skripsi minimal 2,25

Lulus Mata Ajar Prasyarat


Mahasiswa harus lulus matkuliah Seminar on Linguage dan Seminar on
Literature serta matakuliah Research Methods in Linguistic dan Literature
dengan nilai minimal C.

Mengajukan Proposal Penelitian


Mahasiswa diwajibkan mengajukan proposal penelitian sesuai dengan objek yang
akan diteliti kepada Ketua Program Studi. Selanjutnya Ketua Program Studi
menentukan pembimbing skripsi. Proposal penelitian skripsi wajib diseminarkan
yang dikelola oleh Program Studi.

Mengisi Formulir
Pengambilan Kartu Pemilihan Dosen Pembimbing Penulisan Skripsi dilakukan
pada awal semester, bersama dengan jadwal pengambilan KRS di Subbagian
Pendidikan dengan menunjukkan kartu Tanda Mahasiswa (KTM) terbaru dan
Kartu Rencana Studi (KRS) online semester berlangsung. Mahasiswa yang
mengambil Kartu Pemilihan tersebut sekaligus harus mengambil Kartu
Bimbingan Skripsi. Formulir yang telah diisi dan disetujui oleh Ketua Program
Studi dan pembimbing dikembalikan kepada bagian Akademik.

Karakteristik Pembimbing Skripsi

Pembimbing Skripsi
Pembimbing skripsi adalah dosen tetap di sebuah Program Studi yang bertugas
melakukan pembimbingan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi

Tugas Pembimbing
Pembimbing skripsi mahasiswa mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Wajib memeberikan masukan berupa arahan, petunjuk, dan saran kepada


mahasiswa bimbingannya tentang aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi
untuk dipertimbangkan oleh mahasiswa, tanpa melupakan bahwa yang
bertanggung jawab atas skripsi itu adalah mahasiswa yang bersangkutan.
b) Wajib menunjukkan apa yang dianggapnya masih kurang pada hasil karya
mahasiswa dan memberi saran perbaikan untuk dipertimbangkan oleh mahasiswa
yang bersangkutan-sepenuhnya.
c) Wajib memberikan dorongan kepada mahasiswa bimbingannya untuk dapat
menyelesaikan tugas penulisan skripsi secepatnya.

Pelatihan Pembimbing
Pembimbing skripsi mahasiswa dipilih dan ditunjuk oleh Ketua Program Studi.
Pemilihan pembimbing mempertimbangkan bidang keahlian dan distribusi dengan
terlebih dahulu meminta pertimbangan ketua minat ilmu. Setiap semester beban
seorang pembimbing sebaiknya tidak lebih dari 10( sepuluh) mahasiswa agar
kualitas bimbingan kepada mahasiswa tetap terjamin. Pembimbing skripsi
ditentukan sesudah mahasiswa mendaftarkan diri kepada Ketua Program Studi
dengan mengisi formulir. setiap mahasiswa dibimbing oleh satu dosen
pembimbing. Jika dirasa perlu, dapat ditambahkan pembimbing.

Pergantian Pembimbing
Pergantian dosen pembimbing dapat dilakukan jika memang ada alasan yang
dapat diterima secara objektif. Pergantian dosen pembimbing ini harus mendapat
persetujuan Ketua Program Studi

Ujian Skripsi

Ujian skripsi diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:


6

Menilai

naskah

skripsi

dan

kemampuan

mahasiswa

dalam

mengungkapkan atau memperanggungjawabkan isi skripsi

Memberikan saran dan masukan kepada mahasiswa mengenai materi


skripsi

Penentuan Penguji Skripsi


Dosen pengujii skripsi ditunjuk oleh Ketu Program Studi masing-masing. Penguji
skripsi terdiri atas 3 orang dosen tetap, yaitu seorang ketua, dan dua orang dosen
penguji. Dosen pembimbing skripsi berkedudukan sebagai dosen penguji dan
bertanggung jawab terhadap perbaikan skripsi. Ketua tim penguji ditentukan oleh
Ketua Program Studi.
Syarat penguji Skripsi
Dosen yang bertugas menguji skripsi harus memenuhi syarat memiliki gelar
Magister (S2) atau Doktor (S3) dan atau sarjana (S1) dengan jabatan fungsional
lektor.
Nilai Ujian Skripsi
Nilai ujian skripsi adalah hasil perhitungan rata-rata nilai skripsi yang diperoleh
mahasiswa pada waktu mempertahankan skripsinya, yang dinyatakan dengan
huruf dari hasil perolehan nilai angka sebagai berikut :

HURUF
A+
A
AB+
B
BC+
C
CD
E

KETERANGAN

HURUF INTERFAL SKOR

4.00 = LULUS

91 100

3.75 = LULUS

86 - 90

3.50 = LULUS
3.25 = LULUS

81 - 85
76 80

3.00 = LULUS

71 - 75

2.75 = LULUS
2.50 = LULUS

66 - 70
61 - 65

2.25 = LULUS

56 - 60

2.00 = TIDAK LULUS


1.75 = TIDAK LULUS

51 - 55
40 - 50

0 = TIDAK LULUS

40 - 50

Mahasiswa dinyatakan lulus ujian skripsi apabila memperoleh nilai


serendah-rendahnya C. mahasiswa yang memperoleh nilai kurang dari C
diwajibkan berkonsultasi lagi dengan dosen pembimbing dan mengukang ujian
skripsinya.

2.4 Tata Cara Ujian Skripsi


Menjelang pelaksanaan ujian skripsi, mahasiswa diwajibkan melaksanakan
ketentuan sebagai berikut.

Menyiapkan 3 eksemplar naskah skripsi tanpa dijilid, hanya diberi penjepit


kertas disamping kiri.

Mengambil formulir pengajuan ujian skripsi di subbagian pendidikan.

Menyerahkan formulir tersebut beserta ketiga eksemplar naskah skripsinya


kepada Ketua Program Studi. Ketua Program Studi menentukan jadwal
pelaksanaan ujian skripsi. Selanjutnya subbagian pendidikan menyiapkan
keperluan ujian dan memberikan pengumuman kepada mahasiswa.

Tim penguji dan mahasiswa wajib hadir 15 menit sebelum ujian skripsi
dilaksanakan; serta

Pada saat ujian, mahasiswa wajib berpakaian rapi, sopan, dan bersepatu.

2.5 Sifat Ujian Skripsi


Ujian skripsi dilaksanakan secara tertutup, yang dihadiri oleh mahasiswa yang
bersangkutan dan tim penguji. Apabila peserta ujian menghendaki, ujian bisa
dilaksanakan secara terbuka dengan persetujuan ketua tim penguji.
Revisi Skripsi :
Revisi dan pengesahan dilaksanakan secepat-cepatnya jika lebih dari masa waktu
selambat-lambatnya satu bulan, tanda kelulusan akan dicabut atau dibatalkan.
Sehubungan dengan hal itu, mahasiswa yang bersangkutan harus mengisi formulir
surat pernyataan yang telah disiapkan pada saat ujian skripsi.
9

Pembimbing skripsi berkewajiban meneliti dan mengoreksi hasil revisi


skripsi mahasiswa. Disamping itu, pembimbing skripsi wajib memantau dan
mengingatkan mahasiswa jika tidak terjadi keterlambatan pelaksanaan revisi
skripsi.

2.6 Bentuk Penulisan Skripsi


Bentuk laporan penulisan skripsi terdiri dari:
A. Bagian Awal

Bagian Awal ini terdiri dari:

1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan,
Peta dan sebagainya

10

B. Bagian Tengah

Bagian tengah ini terdiri dari:


1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
C. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri dari:

1. Daftar Pustaka
11

2. Lampiran

Penjelasan secara terinci dari struktur penulisan skripsi dapat dilihat


sebagai berikut:
A. Bagian Awal
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi yakni
sebagai berikut:

1. Halaman Judul
Halaman ini memuat judul skripsi dan seterusnya sebagaimana halnya
halaman sampul. Pada halaman judul ini dituliskan pula maksud dari
penulisan skripsi yakni misal untuk

memenuhi

salah

satu

syarat

memperoleh gelar DIV Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.


2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi
ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan
terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan

12

Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar


Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada
Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala
Bagian Sidang Sarjana.
4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari
Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
Komponendalam abstrak mencakup :
a. Introduction : Alasan utama penelitian dilakukan
b. Methods

: Meliputi desain, populasi, sampel dan sampling, alat


ukur yang dipakai.

c. Result
d. Discussion

: Hasil utama yang diperoleh.


: Kesimpulan utama.

5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta
dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan,
Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut
nomor halaman.

13

7. Halaman Daftar Tabel


8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

B. Bagian Tengah
1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi
antara lain:

a. Latar Belakang Masalah


Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik
permasalahan yang bersangkutan. Berisikan tentang penjelasan mengapa masalah
yang diteliti itu timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti,
pengembangan Ilmu dan kepentingan tertentu. Biasanya pada latar belakang
disajikan mengenai keadaan atau fakta aktual yang menarik perhatian penulis
untuk diteliti dan mengungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di
lapangan

sebagai

dasar

pemikiran

untuk

memunculkan

permasalahan-

permasalahan, dan kerugian-kerugian yang timbul jika masalah tersebut tidak


diteliti.

14

Dalam latar belakang penelitian juga terdapat hal seperti kebijakan dan
strategi pembangunan nasional di bidang kesehatan mulai dari tingkat nasional,
provensi, kota dan kabupaten. Bagian ini harus dinyatakan dengan jelas topik atau
hal apa yang menjadi pokok dalam penelitian yang akan dilaksanakan.
Mengemukakan dan meletakan penelitian yang akan dilakukan dalam
peta keilmuan yang menjadi perhatian peneliti. Karena itu, dalam latar belakang
ini diuraikan :

Menjelaskan kondisi saat ini tentang masalah (fakta yang terjadi)


Menjelaskan kondisi ideal yang seharusnya
Menjelaskan apa yang akan terjadi jika kondisi yang ideal tidak dipenuhi
Memasukan ide anda untuk mencapai kondisi ideal tersebut.

Isi dari latar belakang harus bisa memenangkan :

Alasan mengapa memilih judul


Identifikasi saling ketergantungan sub masalah yang satu dengan lainnya
Alasan mengapa permasalahan perlu dibahas
Hubungan antara kondisi sekarang dengan kondisi ideal
Pentingnya/ kontribusi utama pemasalahan yang diangkat.

b. Rumusan Masalah
Setelah topik pokok penelitian dinyatakan secara jelas, penulis dapat
menentukan masalah apa yang akan diteliti yang mengambarkan permasalahan
yang ada dalam topik atau judul penelitian dengan didukung oleh fakta atau data
empris. Selain itu penulis, harus mengutarakan alasan mengapa masalah ini perlu
untuk diteliti dan melakukan identifikasi tentang aspek apa saja yang terkait
dengan masalah tersebut dengan tujuan memudahkan penulis dalam membatasi

15

ruang lingkup penelitiannya, maka rumusan masalah dapat dinyatakandalam


bentuk kalimat bertanya setelah didahului uraian tentang masalah penelitian.
Mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang sumber dari masalah yang
dipilih. Merumuskan masalah penelitian dengan memperhatikan :

Dalam bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan suatu persoalan.


Tidak bisa berupa pertanyaan nilai/ etika
Relevan dengan waktu
Berorientasi pada teori (teori merupakan body of knowledge)
Hendaknya jelas dan padat
Hindari yang terlalu umum, sempit, ataupun argumentative
Rumusan masalah bukan judul.

c. Batasan Masalah
Memberikan

batasan

yang

jelas

pada

bagian

mana

dari

persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari
penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara
pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian:

Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.


Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
16

Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan skripsi

2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa
diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alatalat analisis yang ada.
4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari
masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan
metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan

17

Perumusan yang singkat,padat,jelas sehingga dapat dengan jelas dimengerti


dan dibedakan dari semua hal lain.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

C. Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
Pada bagian ini memuat seluruh sunber kepustakaan digunakan sebagai
rujukan dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah/ Skripsi, baik dalam bentuk
majalah, jurnal, buletin, buku teks, maupun sumber kepustakaan yang lain.
Kepustakaan yang digunakan minimal 5 teks buku bahasa Indonesia dan 5
jurnal atau majalah atau buletin atau hasil penelitian, terbitan 10 tahun
terakhir. Untuk penulisan daftar pustaka berurutan secara alfabet tanpa nomor
urut.
- Lampiran
Perlengkapan informasi mengenai instrument penelitian, seperti angket,
kuesioner, pedoman wawancara, serta peta lokasi dan lain-lain jika
diperlukan. Lampiran merupakan bukti diadakannya penelitian yang
menyajikan berbagai bahan yang digunakan dalam penelitian (misalnya
kuesioner), tabel, grafik, peta, keterangan tambahan, dan bahan lain yang

18

bergunauntuk lebihmemahami isi Karya Tulis/Skripsi secara rinci. Selain itu,


pada bagian lampiran dapat juga disajikan analisis penelitian, misalnya
perhitungan statistik dan sebagainya. Lampiran harus diberi nomor dan judul
lampiran sesuai dengan urutan penggunaanya.

2.7 Teknik Penulisan Skripsi


1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada
nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II . ..............(Judul Bab)
2.1 ..(Judul Subbab)
2.2 ..(Judul Subbab)
2.2.1 (Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14,
tebal.

19

- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf
besar, ukuran font 12, tebal.

2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil
(i,ii,iii,iv,).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk
lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik,
tapi tetap dihitung.
- Bagian pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama
dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman
untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya
di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka
latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.
3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel
diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh: gambar 3.1
berarti gambar pertama yang aga di bab III.
4. Penulisan Daftar Pustaka

20

- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan


ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format: nama keluarga, nama depan.
- Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu: nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka
dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja
dengan tambahan et al.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum
memiliki urutan sebagai berikut :
- Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama
Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
Satu Pengarang

1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: Bagian Penerbitan


Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

21

2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago: University of Chicago


Press.
Dua Pengarang

1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and
Scientific Method. New york: Harcourt
2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tiga Pengarang

1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi


Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a
Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.
Lebih dari Tiga Pengarang

1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.:


The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama

22

1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan


Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM.
Tanpa Pengarang

1. Authors Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall.


2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research,
Universiy of Michigan.
Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
- Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi: 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font): Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Kapital
Isi 12 / Normal, Subbab 12 / Tebal
Hasil Penulisan Skripsi

23

- Dijilid berbentuk buku dengan jumlah halaman paling sedikit 12 (dua belas)
halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar
pustaka
- Dipresentasikan dan dianjurkan menggunakan Power Point pada saat
pelaksanaan Sidang Sarjana (S1) di hadapan para penguji Sidang.
- Diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal: Ms
Word
- Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)

6. Lampiran
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang
karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan
kedalam bab-bab sebelumnya.

7. Kutipan
Dalam penulisan hasil penelitian ilmiah biasanya dimasukkan kutipan-kutipan.
Ada beberapa macam kutipan sebagai berikut:
a. Kutipan langsung (Direct Quatation) yang terdiri dari kutipan langsung pendek
dan kutipan langsung panjang. Kutipan langsung pendek adalah kutipan yang
harus persis sama dengan sumber aslinya dan ini biasanya untuk mengutip rumus,
peraturan, puisi, difinisi, pernyataan ilmiah dan lain-lain. Kutipan langsung

24

pendek ini adalah kutipan yang panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan.
Kutipan ini cukup dimasukkan kedalam teks dengan memberi tanda petik diantara
kutipan tersebut. Sedangkan kutipan panjang langsung adalah kutipan yang
panjangnya melebihi tiga baris ketikan dan kutipan harus diberi tempat tersendiri
dalam alinea baru.
b. Kutipan tidak langsung (Indirect Quatation) merupakan kutipan yang tidak
persis sama dengan sumber aslinya. Kutipan ini merupakan ringkasan atau pokokpokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip. Baik kutipan tidak langsung
pendek maupun panjang harus dimasukkan kedalam kalimat atau alinea. Dalam
kutipan tidak langsung pengutip tidak boleh memasukkan pendapatnya sendiri.
c. Catatan kaki atau footnone adalah catatan tentang sumber karangan dan
setiap mengutip suatu karangan harus dicantumkan sumbernya. Kewajiban
mencantumkan sumber ini untuk menyatakan penghargaan kepada pengarang
lain yang menyatakan bahwa penulis meminjam pendapat atau buah pikiran
orang lain. Unsur-unsur dalam catatan kaki meliputi: nama pengarang, judul
karangan, data penerbitan dan nomor halaman.
Ada dua cara dalam menempatkan sumber kutipan sebagai berikut:
a. Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan dibelakangbahan yang
dikutip yang ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan Nama pengarang,
Tahun penerbitan dan Halaman yang dikutip.
b. Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung dibawah
pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks.

25

Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah
dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dari kutipan harus satu spasi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa sesuai dengan makalah Skripsi merupakan karya tulis ilmiah sebagai
salah satu hasil proses pengembangan intelektual mahasiswa secara mandiri dan
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di bawah bimbingan dosen.
Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan pada program sarjana (S1) yang memiliki bobot 6 sks (satuan kredit
semester). Penulisan skripsi harus memenuhi syarat-syarat penulisan ilmiah, yaitu
obyektif, metodologis, sistematis dan komunikatif.
3.2 Saran

26

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya


penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan.

DAFTAR PUSTAKA
http://perawat-kreatif.blogspot.com/2011/05/sistematika-dan-cara-penulisan-tadan_04.html
http://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/seminarpenulisan-skripsi/pedomanpenulisan-skripsi/
http://muliaberbagi.blogspot.com/2014/02/contoh-penutup-makalah-bahasaindonesia.html

27