Anda di halaman 1dari 2

Hallooo sahabat Artemis , pada hari Selasa tanggal 8 September 2015

kami melakukan wawancara dengan salah satu dosen kami lho... Yaaapss
dr.Dessy namanya. Beliau merupakan salah satu dosen histologi yang mengajar
kami pada semester 2 lalu. Beliau merupakan dosen yang ramah dan selalu
bersemangat membagi wawasan dan ilmunya juga lho..
Oh iyaa, di sini mungkin anggota tidak lengkap saat melakukan
wawancara... hal itu karena teman-teman Artemis banyak yang sedang responsi
dengan dosen lainnya dan ada jadwal pretes saat itu....sedangkan Dokter Dessy
pun memiliki jadwal praktek sendirinya...Yaah meskipun demikian, bagi yang
masih bisa berkesempatan hadir tetap semangat kok melaksakan misinyaa ^^
Ternyata oh ternyata, Dokter Dessy ini ketika masih menjadi mahasiswa
termasuk mahasiswa yang nggak kupu-kupu lho...Lho apa hubungannya sama
kupu-kupu? Kuliah-pulang-kuliah-pulang maksudnyaa hehehe. Beliau juga ikut
organisasi dan jugaa...dia memiliki pengalaman mengikuti acara Kemah Bakti
nya KU Undip~
Hal yang beliau ingat ketika Kemah Bakti itu menurutnya sangat
menyenangkan, melatih kemandirian, dan juga melatih kekompakan dalam satu
tim. Beliau juga ingat kegiatannya ada pengobatan massal yang beliau ikuti.
Waahh, jadi nggak sabar ikut acara Kembak .
Selain ituu, beliau juga memberikan tips dan trik untuk teman-teman
Artemis niih untuk kegiatan Kembak kami. Apa sih tips dan trik nyaa? Beliau
berpesan untuk fokus pada tujuan yang akan kita capai, ikuti tujuan diri sendiri
bukan orang lain, dan mencari ilmu sebanyak-banyaknyaa. Oke banget ya tips
dan triknyaa. :D
Beliau juga berbagi tentang pencapaian hidup yang telah diraih. Apa aja
sih pencapaiannyaa? Nah, beliau mengatakan ia sudah menjadi dokter, menikah,
dan mempunyai anak sudah beliau rasakan. Waah pasti kalian juga punya citacita seperti itu kan? Teman-teman Artemis juga mau kok hehehe. Alasan beliau
menjadi dokter adalah karena latar belakang orangtua nya yang ternyata
seorang dokter juga. Dokter Dessy pun memiliki keinginan yang sama seperti
orangtuanya sejak kecil. Awalnya, beliau hanya ingin mengobati keluarga saja.
Tetapi, semakin lama beliau juga ingin mengobati orang-orang di sekitarnya
yang tidak mampu. Yaampun, keren banget yaaa :) Oh yaa, dalam pendidikan
yang sedang kita laluin ini, beliau mengatakan untuk memiliki fisik dan mental
yang harus kuat daaannn pastinya, harus belajar terus-menerus. Kita tentunya
sebagai calon dokter pasti tau kalau kita itu akan belajar sepanjang hayat, sooo
semangat kita jangan sampai padam ya rekan sejawat
Selain itu juga, kami mewawancarai tentang pengalamannya selama kuliah
di Undip. Ternyata ga jauh beda kok sama lika-liku kehidupan mahasiswa
kedokteran pada umumnya... Saat kuliah, beliau belajar kelompok dengan
teman-temannya. Beliau pernah mendapatkan nilai rendah lalu ikut remidial,
namun mendapatkan hasil yang rendah lagi. Beliau pun merasakan kecewa saat
itu....Gimana? Sahabat Artemis pernah merasakan seperti itu juga enggaa? Tapii,

beliau berpesan nih, supaya kita tetap syukuri apa yang kita dapat... Wah, setuju
banget niih! Oh iya, beliau ternyata anggota PSM juga lho...Paduan Suara
Mahasiswa KU Undip itu lhoo yang super kece. Beliau juga pernah melakukan
studi banding ke Bandung. Setelah studi banding, beliau menyimpulkan bahwa
FK itu identik dengan perjuangan. Betul betul betul~
Nah kalau pengalamannya jadi seorang dokter, pasti ada manis dan
pahitnya. Beliau mengatakan pengalaman terbaiknya menjadi dokter itu ketika
memberitahu bahwa si pasien sembuh, senang dengan pelayanan yang beliau
berikan, dan pasien pun puas. Namun pengalaman sedihnya yaitu ketika
mengobatinya tidak bisa maksimal....
Oke dehh, itu lah jawaban Dokter Dessy dari pertanyaan teman-teman
Artemis. Beliau berpesan kepada Artemis untuk tetap berjuang semaksimal
mungkin selagi kita bisa dan yang terpenting adalah.... jangan berputus asa! :D