Anda di halaman 1dari 29

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM PENGADAAN

BUKU DAN PERALATAN PERPUSTAKAAN


DI SMKN 1 KOTABUMI

Proposal
Diajukan Untuk Tugas UTS

Disusun Oleh :
Muhammad Julian Bahtiar
NPM : 1411030255
Jur/sem/kelas

:Mpi/3/D

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul
Untuk menghindari kesalah pahaman terhadap penulisan skripsi ini terlebih
dahulu penulis menegaskan istilah yang terdapat dalam judul IMPLEMENTASI
MANAJEMEN

KEUANGAN

DALAM

PENGADAAN

BUKU

DAN

PERALATAN PERPUSTAKAAN DI SMKN 1 KOTA BUMI


1. Implementasi
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau
penerapan. Kata Penerapan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah
Perbuatan Menerapkan.1
Jadi Implementasi merupakan suatu perbuatan mempraktekkan
suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Manajemen Keuangan
Manajemen adalah Suatu tindakan perbuatan seseorang yang berhak
menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu, sedangkan tanggung jawab tetap
di tangan yang memerintah.2
Manajemen keuangan adalah salah satu bidang garapan administrasi
pendidikan yang secara khusus menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan

1 Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta 1995.


2 Ek. Mochtar Effendy, Manajemen Suatu Pendekatan berdasarkan Ajaran Islam,Bhratara
Karya Aksara, Jakarta, 1986.Hlm , 9

pengelolaan keuangan yang dimiliki dan digunakan dlam lembaga pendidikan.


Menurut pakar administrasi pendidikan, manajemen keuangan pendidikan
dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemerolehan dan pendayagunaan
uang secara tertib, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan dalam
rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan.3
3. Pengadaan Buku
Pada dasarnya pengadaan buku atau akuisi koleksi bahan pustaka
merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-suber
informasi. Bagi perpustakaan yang baru didirikan, kegiatan pengadaan ini
meliputi pekerjaan penentuan kriteria koleksi perpustakaan dan pembentukan
koleksi awal. Untuk perpustakaan yang sudah berjalan, kegiatan pengadaan
untuk menambah dan melengkapi koleksi yang sudah ada, yang menjadi titik
tolak kegiatan pembinaan dan pengembangan koleksi selanjutnya.4
Dengan demikian yang dimaksud dengan pengadaan buku yaitu
kegiatan yang merupakan implementasi dalam melakukan seleksi yang
mencakup semua kegiatan untuk mendapatkan buku yang telah dipilih
dengan cara membeli, tukar menukar dan hadiah.
4. Peralatan perpustakaan
Perpustakaan seharusnya memiliki peralatan-peralatan yang lengkap
untuk kenyamanan perpustakaan itu sendiri. Peralatan perpustakaan

3 Bafadal Ibrahim, Dasar-Dasar Manajemen dan Supervisi Taman KanakKanak, PT Bumi Aksara, Jakarta 2006. Hlm 46
4 Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Suatu Pendekatan Praktik,
Sagung seto, Bandung, 2002. Hlm. 174

merupakan sarana dan barang-barang yang diperlukan secara langsung dalam


mengerjakan tugas/kegiatan di perpustakaan.5
Dengan demikian peralatan perpustakaan merupakan barang-barang
yang diperlukan secara langsung dalam mengerjakan tugas atau kegiatan di
perpustakaan.
5. SMKN 1 KOTA BUMI
SMKN 1 Kotabumi adalah tempat atau wadah dimana penulis akan
melakukan penelitian untuk mengetahui implementasi manajemen keuangan
dalam pengadaan buku dan peralatan perpustakaan sudah berjalan dengan
baik atau belum.
Jadi yang dimaksud dengan Implementasi Manajemen Keuangan
dalam Pengadaan Buku dan Peralatan Perpustakaan di SMKN 1 kota bumi
dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa jauh penerapan
manajemen keuangan dalam pengadaan buku dan peralatan perpustakaan
untuk menjadikan perpustakaan semakin ideal dan membantu menunjang
proses pembelajaran di SMKN 1 kotabumi.
B. Alasan Memilih Judul
1. Manajemen keuangan sekolah merupakan rangkaian aktivitas
mengatur keuangan sekolah yang dimulai dari perencanaan,
pembukuan,

pembelanjaan,

pengawasan,

dan

pertanggungjawaban keuangan sekolah.


2. Pengadaan buku atau akuisi koleksi bahan pustaka merupakan proses awal
dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-sumber informaasi. Kegiatan

5 M, Yusuf Pawit, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Kencana Prenada Media


Group, Jakarta, 2005. Hlm 72

pengadaan ini meliputi pekerjaan penentuan kriteria koleksi perpustakaan dan


pembentukan koleksi awal.
3. Perpustakaan sebagai sarana dan prasarana pendidikan yang sekaligus
penyedia informasi akan memiliki kinerja yang baik apabila didukung dengan
manajemen yang memadai. Sehingga, seluruh aktivitas lembaga akan
mengarah pada upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.
4. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui implementasi manajemen
keuangan dalam pengadaan buku dan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota
bumi.
5. Untuk memperbanyak pengetahuan dan wawasan penulis tentang ilmu
manajemen dan penerapannya di bidang perpustakaan.
Oleh karena itu alasan yang mendasar dipilihnya judul dalam skripsi
ini yaitu untuk mengetahui sejauh manakah implementasi manajemen
keuangan dalam pengadaan buku dan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota
bumi.
C. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan bagian penting dari komponen pendidikan yang tidak
dapat dipisahkan keberadaannya dari lingkungan masyarakat. Pendidikan juga
merupakan salah satu sarana penting dalam keseharian hidup manusia. Tidak ada satu
hal pun yang dilakukan oleh manusia yang tidak berhubungan dengan pendidikan.
Bahkan sadar atau tidak, kita selalu mengalami proses pendidikan setiap harinya.
Sejak kecil hingga dewasa manusia selalu melakukan proses pendidikan baik secara
informal maupun formal. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam
pembangunan human kapital yang merupakan pendorong utama sumber daya

manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Sehingga, pendidikan merupakan bagian


penting dari proses pembangunan nasional yang ikut menentukan pertumbuhan
ekonomi suatu negara.
Pendidikan juga merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan
sumber daya manusia. Dimana, peningkatan kecakapan dan kemampuan sumber daya
manusia tersebut diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia dalam
mengarungi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Gagasan investasi jangka
panjang ini memiliki manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi individu,
masyarakat luas maupun bagi negara. Hal ini senada dengan fungsi pendidikan yang
tertuang dalam undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003, yang menyatakan
bahwa:
Fungsi pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa.6
Di lain sisi, kegiatan manajemen merupakan sebuah proses kegiatan atau
aktivitas yang terorganisir untuk mengelola sumber daya, peluang dengan pendekatan
ilmiah secara sistematik untuk menentukan keputusan dalam rangka mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.
George Terry sebagaimana dikutip oleh EK. Mochtar Effendy, menyatakan
bahwa definisi manajemen itu adalah suatu tindakan perbuatan seseorang yang
6 Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional , Citra
Umbara, Bandung 2003. Hlm 7.

berhak menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu, sedangkan tanggung jawab tetap di
tangan yang memerintah.7
Berbicara masalah keuangan yang notabenenya masuk dalam kajian
manajemen tidak bisa dilihat sebelah mata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keuangan di definisikan sebagai seluk beluk uang, urusan uang, keadaan keuangan.8
Sedangkan menurut B Suryosubroto, keuangan sekolah pada garis besarnya
berkisar pada uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), uang kesejahteraan
personal

dan

gaji

serta

keuangan

yang

berhubungan

langsung

dengan

penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya.9


Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah kuangan, demikian pula
sekolah. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar
pada:
a. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
b. Uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan
langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan
sebagainya.10

7 Ek. Mochtar Effendy, Loc. Cit.


8 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta 1995 Edisi 2.
Hlm.1093
9 B. Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, PT. Rineka Cipta,Jakarta 2004,Cet ke-1. Hlm.
131

10 B. Suryosubroto, Manajemen Pendidikan Di Sekolah, PT Asdi Mahasatya, Jakarta 2004.


Hlm 113

Manajemen keuangan adalah salah satu bidang garapan administrasi


pendidikan yang secara khusus menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan
pengelolaan keuangan yang dimiliki dan digunakan dlam lembaga pendidikan.
Menurut pakar administrasi pendidikan, manajemen keuangan pendidikan dapat
diartikan sebagai keseluruhan proses pemerolehan dan pendayagunaan uang secara
tertib, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memperlancar
pencapaian tujuan pendidikan.11
Perpustakaan sebagai sarana dan prasarana pendidikan yang sekaligus
penyedia informasi akan memiliki kinerja yang baik apabila didukung dengan
manajemen yang memadai. Sehingga, seluruh aktivitas lembaga akan mengarah pada
upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.
Perpustakaan merupakan jantung yang sangat vital dalam setiap program
pendidikan, pengajaran dan penelitian (research) di dalamsebuah lembaga pendidikan
dan ilmu pengetahuan. Sering dikatakan bahwa perpustakaan adalah inti setiap
program pendidikan dan pengajaran.12
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai penunjang kegiatan belajar peserta didik dan
membantu guru dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan disekolah.
Sebagaimana itu sangat selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an
Surah Al- Alaq ayat 1-5 Allah berfirman yang berbunyi:

11 Bafadal Ibrahim, Loc. Cit.


12 Noerhayati, S, Pengelolaan Perpustakaan, PT.Alumni, Bandung,1987. Hlm. 1

Artinya :
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.13
Membaca adalah salah satu jalan menuju kesuksesan , dan
diharapkan para siswa nyaman dalam mengunjugi perpustakaan ini.
Diantarannya adalah menciptakan suasana dan tempat yang
nyaman di perpustakaan, berikut ini adalah syraat perpustakaan
yang ideal yaitu:
1. Ruang perpustakaan harus berada di tempat yang strategis
sehingga mudah dijangkau . Sehingga tidak malas untuk pergi
ke perpustakaan.
2. Koleksi buku harus banyak dan harus memenuhi aspirasi
pembaca. Sekalipun tak ada patokan tetapi harus ada buku
pelajaran ilmiah, fiksi , religi, budaya, pengetahuan alam, dan
mungkin juga pembelajaran bahasa asing.
3. Ruang sebaiknya dilengkapi dengan AC . Ini di tujukan bukan
untuk hanya bergaya tetapi demi kenyamanan, dan dengan
13 Depag, Al-Quran Terjemah, Al-Huda, Jakarta, 2005. Hlm 544.

suasana yang nyaman apa yang dibaca pun mudah terserap


oleh pembaca atau siswa.
4. Penyusunan atau katalogisasi buku harus rapi dan benarbenar mempermudah pengunjung.
5. Ruangan harus cukup lapang supaya anak bisa berinteraksi
dengan leluasa.
6. Dekorasi juga harus ada. Ini untuk menambah semarak dan
indah perpustakaan.
7. Pustakawan atau librarian, bukan lagi sebagai satpam buku,
tetapi harus lebih bisa berinteraksi dengan pembaca. Dan
lebih

baik

jika

librarian

bisa

memberikan

arahan

dan

menjawab semua pertanyaan pengunjung.


8. Seting ruang harus memenuhi aspirasai pembaca, misalnya
ada ruang baca santai, seperti duduk di karpet sehingga bisa
membaca santai, atau ruangan tersendiri untuk baca serius.
Dengan demikian minat untuk berkunjung ke perpustakaan
menjadi lebih besar dan bisa melahirkan bangsa maju dengan
budaya membaca.14
Pada hakikatnya perpustakaan merupakan suatu unit kerja yang berupa tempat
untuk mengumpulkan tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan

14Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia,


Manajemen Pendidikan, Alfabeta, Bandung 2011 Edisi 4. Hlm. 216

mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai
sebagai sumber informsi, sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.15
Pentingnya perpustakaan sekolah dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) No. 20 tahun 2003 pasal 45 yang menyatakan
bahwa:
Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan
prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan seuai dengan pertumbuhan dan
perkembangana potensi fisik, kecerdasan, intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan
peserta didik.16
Perpustakaan sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja kebijakan
yang tersusun secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah disusun dengan
mempertimbangkan berbagai kebijakan dan kebutuhan sekolah yang menyeluruh,
serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran maupun kenyataan sekolah.
Untuk mengelola sebuah perpustakaan diperlukan kemampuan manajemen
yang baik, agar arah kegiatan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kemampuan
manajemen itu juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang
berbeda dan mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dasar dalam
mengelola perpustakaan agar berjalan dengan baik adalah ilmu manajemen, karena
manajemen sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan untuk mengatur langkahlangkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen dalam suatu perpustakaan.
15 Darmono, Manajemen Dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah, Gramedia, Jakarta, 2004.
Hlm 2.
16 Depdiknas. UU RI No. 20 Tahun 2005 & PP RI No. 74 tahun 2008 Tentang Guru Dan Dosen
dilengkapi UU RI No. 20 TAHUN 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Citra Umbara,
Bandung, 2009. Hlm 82

Oleh karena itu dalam proses manajemen diperlukan adanya proses perencanaan
(planning),

pengorganisasian

(organizing),

kepemimpinan

(leadership),

dan

pengendalian (controlling). Di samping itu, manajemen juga dimaksudkan agar


elemen yang terlibat dalam perpustakaan mampu melakukan tugas dan pekerjaannya
dengan baik dan benar.
Selanjutnya, dalam penelitian ini, penulis akan memfokuskan pada
perpustakaan SMKN 1 kota bumi. Sebagaimana hasil prasurvey yang penulis lakukan
bahwa menurut pengelola perpustakaan SMKN 1 kota bumi, perpustakaa itu
seharusnya memiliki paling sedikit 60% koleksi perpustakaan terdiri dari buku
nonfiksi yang berkaitan dengan kurikulum dan 40% untuk karya fiksi. 17 Di samping
itu, perpustakaan sekolah hendaknya memiliki koleksi untuk keperluan hiburan
seperti novel populer, musik, komputer, kaset video, disk laser video, majalah dan
poster. Materi semacam itu dipilih bekerja sama dengan murid agar koleksi
perpustakaan mencerminkan minat dan budaya mereka, tanpa melintasi batas wajar
standar etika.
Perpustakaan seharusnya memiliki peralatan-peralatan yang lengkap untuk
kenyamanan perpustakaan itu sendiri. Peralatan perpustakaan merupakan sarana dan
barang-barang yang diperlukan secara langsung dalam mengerjakan tugas/kegiatan di
perpustakaan. Adapun peralatan perpustakaan antara lain adalah : rak buku, rak
majalah, rak surat kabar, rak atlas dan kamus, papan peraga / pameran, laci penitipan
tas, lemari catalog, lemari multi media, lemari Arsip, meja dan kursi sirkulasi, meja
17 Rinawati, Pustakawan Perpustakaan SMKN 1kota bumi, wawancara, 03 Desember 2012

dan kursi baca, meja dan kursi pegawai, kereta buku, barang, buku pedoman
perpustakaan, buku klasifikasi, kartu katalog, buku induk, kantong buku, lembar
tanggal kembali, label, cap inventaris, cap perpustakaan, bak stempel, kartu
pemesanan, mesin ketik/komputer, ATK, selotip,dan lem.18
Berkaitan dengan persoalan diatas setelah penulis mengadakan prasurvey di
SMKN 1 kota bumi, menurut keterangan yang penulis peroleh dari kepala sekolah,
bagian tata usaha dan pengurus perpustakaan, sebenarnya sekolah telah
menganggarkan pembiayaan keuangan seberasar 20% dari jumlah kebutuhan
anggaran lainnya guna meningkatkan pengadaan buku dan peralatan perpustakaan.
Anggaran 20% itu didapat sekolah untuk perpustakaan dari jumlah uang sekitar Rp.
1.590.000 persemester yang diperoleh sekolah dari :
1. Uang pangkal / bangunan: Rp 900.000
2. Uang SPP
: Rp. 300.000
3. Uang ekstrakulikuler
: Rp. 120.000
4. Uang perlengkapan
: Rp. 120.000
5. Uang perpustakaan
: Rp. 30.000
6. Uang asuransi
: Rp. 20.000
7. Uang peningkatan mutu : Rp. 100.000
Akan tetapi perpustakaan belum bisa berjalan secara maksimal dan memenuhi
standar perpustakaan yang diharapkan19. Itu dikarenakan sumber pendapatan sekolahsekolah swasta hanya diperoleh dari sumber-sumber sendiri, dari orang tua murid,
dari yayasan, dan bisa pula dari pemerintah dalam bentuk bantuan kepada sekoloah
swasta.
18 M Yusuf, Pawit , Loc. Cit.
19 Damili AB, Rinawati , Sabirin, pengelola perpustakaan SMKN 1 KOTA BUMI,
wawancara, 03 Desember 2012

Dari hasil prasurvey penulis di SMKN 1 kota bumi, Keadaan koleksi buku di
perpustakaan SMKN 1 kota bumi baik yang berasal dari bantuan pusat maupun
sekolah serta yang dibeli oleh kepala sekolah sendiri maupun dari pihak lain pada
tahun 2015 ada sekitar 480 judul buku dan berjumlah sekitar 2884 eksemplar, namun
bukubuku tersebut selalu berkrang pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini menurut
keterangan pengelola perpustakaan bahwa Buku-buku tersebut banyak yang
dipinjam dan sering tidak kembali, dan buku-buku yang dipinjam tersebut terkadang
kembali dengan kedaan rusak dan penuh dengan coretan tulisan yang dilakukan
siswa.20
Untuk mengetahui keadaan koleksi buku di perpustakaan SMKN 1 KOTA
BUMI pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1
Keadaan Koleksi Perpustakaan SMKN 1 kota bumi
No
1

Subyek
Koleksi Non Fiksi
Karya Umum
Ilmu Filsafat
Agama
Ilmu ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu ilmu Murni
Tehnologi (Ilmu Terapan)
Kesenian
Kesusastraan
Geografi

Jumlah Judul

Eksemplar

122
0
42
33
43
39
34
21
44
34

4
0
5
9
11
6
4
4
6
10

20 Rinawati, pustakawan perpustakaan SMA Arjuna Bandar Lampung, wawancara, 03 Desember


2012

2
3
4
5

Koleksi Fiksi
Surat Kabar dan Majalah
Audio Visual
Kliping dan Brosur
Jumlah
Sumber : Dokumentasi Perpustakaan SMKN 1 kota

39
7
22
3
1
1
6
6
480
2884
bumi pada Tahun Pelajaran

201521
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah buku di SMKN 1 kota bumi
sangat terbatas sekali sehingga siswa terkadang tidak memperoleh bahan bacaan yang
diinginkannya. Menurut pengelola perpustakaan bahwa Siswa lebih banyak
menyukai buku-buku agama karena selalu mendapat tugas dari guru untuk
menerangkan, dan kadang-kadang buku tersebut telah habis dipinjam oleh siswa
lainnya.22
Dan buku-buku lain yang digemari oleh siswa adalah buku bacaan, akan tetapi
buku bacaan itu sangat terbatas jumlahnya. Itu dikarenakan terbatasnya anggaran dari
sekolah untuk pengelolaan bahan pustaka di perpustakaan SMKN 1 kota bumi.
Pada dasarnya pengadaan buku atau akuisi koleksi bahan pustaka merupakan
proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-suber informasi. Bagi
perpustakaan yang baru didirikan, kegiatan pengadaan ini meliputi pekerjaan
penentuan kriteria koleksi perpustakaan dan pembentukan koleksi awal. Untuk
perpustakaan yang sudah berjalan, kegiatan pengadaan untuk menambah dan

21 Data diambil dari buku induk perustakaan SMKN 1 kota bumi 2015
22 Rinawati, pustakawan perpustakaan SMKN 1 kota bumi, wawancara, 28 OKTOBER
2015

melengkapi koleksi yang sudah ada, yang menjadi titik tolak kegiatan pembinaan dan
pengembangan koleksi selanjutnya. 23
Dari hasil prasurvey yang diperoleh penulis di SMKN 1 kota bumi, bahwa
perpustakaan SMKN 1 kota bumi telah memiliki beberapa peralatan perpustakaan,
yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2
Keadaan peralatan perpustakaan SMKN 1 KOTA BUMI
NO
Jumlah Barang
Jenis Peralatan
1
Rak buku
3
2
Rak majalah
1
3
Rak surat kabar
1
4
Rak atlas dan kamus
1
5
Papan peraga / pameran
1
6
Lemari katalog
1
7
Lemari arsip
1
8
Meja dan kursi sirkulasi
1
9
Meja dan kursi baca
4
10
Meja dan kursi pegawai
2
11
Buku pedoman perpustakaan
2
12
Buku klasifikasi
5
13
Buku katalog
3
14
Buku induk
1
15
Cap inventris
1
16
Cap perpustakaan
1
17
Cap stempel
1
18
Mesin ketik
1
19
ATK
2
20
Selotip
1
21
Lem
1
22
Label
1
24
Sumber : hasil pengamatan prasurvey di SMKN 1 kota bumi.
23 Sutarno NS, Loc. Cit.
24 Data diambil dari buku induk perustakaan SMKN 1 kota bumi2015

Berdasarkan data di atas, maka tergambar ada beberapa peralatan yang belum
lengkap dan memadai di perpustakaan SMKN 1 kota bumi. Dari beberapa peralatan
yang ada, masih ada yang belum terpenuhi seperti lemari multimedia, komputer,
lembar tanggal kembali, kantong buku, barang-barang, kereta buku, laci penitipan tas
dan juga ada beberapa yang belum memadai seperti kurangnya rak buku, rak majalah,
rak surat kabar, meja dan kursi pembaca, mesin ketik dan buku-buku penunjang
lainnya yang diperlukan.
Jadi jelaslah bahwa kepala sekolah telah memberikan anggaran biaya untuk
meningkatkan pengadaan buku dan peralatan perpustakaan, akan tetapi anggaran
biaya untuk perpustakaan itu hanya sebesar 20% dari kebutuhan biaya lainnya. Dan
anggaran itu digunakan untuk pengadaan buku, pengadaan peralatan perpustakaan
dan tunjangan untuk pustakawan. Sehingga masih ada beberapa buku yang kurang
lengkap dan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi yang harus di lengkapi
untuk tercapainya perpustakaan yang ideal. Dengan demikian maka manajemen
keuangan dalam pengadaan buku dan peralatan perpustakaan SMKN 1 kota bumi
belum berjalan secara efektif, sehingga masih harus diteliti lebih lanjut dan sejauh
manakah peranan manajemen keuangan dalam menyusun anggaran biaya yang sudah
ditetapkan dan anggaran tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan buku peralatan
perpustakaan yang di harapkan.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang amat penting harus
diselenggarakan secara efektif dan efisien. Karerna itu, baik struktural maupun
operasional perpustakaan sekolah perlu penanganan lebih serius tentang cara
memanajemeni atau tata laksananya.

D. Rumusan Masalah
Menurut Suryadi Suryabrata yang dimaksud masalah adalah adanya
kesenjangan anatara dassolen (yang seharusnya) dan dessein (kenyataan yang terjadi),
ada perbedaan yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan antara harapan
dan kenyataan yang sebenarnya.25
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan penulis
sebelumnya, dapat dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimanakah pengelolaan manajemen keuangan dalam pengadaan buku
dan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi?
2. Upaya apakah yang dilakukan untuk pengadaan buku dan peralatan
perpustakaan di SMKN 1 kota bumi?
3. Bagaimanakah sistem manajemen sumber daya pengelola perpustakaan di
SMKN 1 kota bumi?
4. Apa sajakah faktor penunjang dan faktor penghambat manajemen
keuangan dalam pengadaan buku dan peralatan SMKN 1 kota bumi?
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Dari penelitin ini mempunyai tujuan dan kegunaan yang akan dicapai yaitu:
1. Tujuan penelitian
a. Untuk mengetahui keadaan manajemen keuangan dalam pengadaan
peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi.
b. Untuk mengetahui upaya apakah yang di lakukan untuk pengadaan
buku dan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi.
c. Untuk mengetahui manajemen SDM pengelola perpustakaan di
SMKN 1 kota bumi.

25 Suryadi Suryabrata, Metode Penelitian, Raja Grafindo, Parsada, Jakarta, 1998. Hlm. 68

d. Untuk mengetahui faktor penunjang dan penghambat dalam


manajemen keuangan untuk meningkatkan peralatan perpustakaan di
SMKN 1 kota bumi.
2. Kegunaan penelitian
a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola manajemen keuangan agar
lebih bisa menjalankan tugasnya ecara optimal dan terencana.
b. Sebagai bahan masukan bagi pengelola perpustakaan agar dapat
mengelola perpustakaan secara lebih efektif.
c. Sebagai bahan kajian bagi instansi sekolah atau lembaga terkait dalam
fungsinya untuk turut mengelola manajemen keuangan dalam
pengelolaan perpustakaan.
d. Sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh
penulis dalam bangku kuliah yang selama ini lebih bersifat teoritis.
F. Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian ilmiah, diperlukan beberapa metode cara-cara
melakukan pengamatan dengan pikiran yang tepat melalui tahapan-tahapan yang
telah ditentukan, agar penelitian bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Sebelum membahas metode-metode penelitian, maka dielaskan terlebih
dahulu jenis, sifat dan pendekatan penelitian.
1. Jenis, Sifat, dan Pendekatan Penelitian
a. Jenis penelitian
Dalam Penelitian ini merupakan penelitin lapangan (Field Reesearch)
yaitu penelitian yang memiliki fakta-fakta dan permasalahan-permasalahan
yang ada dilapangan untuk memeproleh data yang diperlukan. Alasan
penulis memilih SMKN 1 kota bumi, dikarenakan ingin memahami lebih
lanjut tentang masalah manajemen keuangan dalam pengadaan buku dan
peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi.
b. Sifat penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan sifat penelitian kualitatif dengan


pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah. Dalam
penelitian kualitatif harus dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat
penelitian dilapangan.26
Penelitian

deskriptif

menurut

Winarno

Surakhmad

adalah

menuturkan dan menganalisa data yang ada misalnya tentang situasi yang
dialami, suatu hubungan kegiatan, pandangan, sikap yang nampak, atau
suatu poses yang sedang berlangsung.27 Penggunaan metode deskriptif dalam
penelitian ini karena datanya merupakan ungkapan kata-kata dan tidak
dimaksudkan untuk menguji hipotesis tetapi hanya menggambarkan suatu
gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya serta diarahkan untuk
memaparkan fakta-fakta, kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat.
Penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi
mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu gejala menurut apa adanya pada
saat penelitian dilakukan.28
Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen
keuangan di SMKN 1 kota bumi dalam pengadaan buku dan peralatan
26 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, CV Pustaka Setia, Bandung, 2008. Hlm.123
27 Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Tekhnik, Tarsito,
Bandung, 1994. Hlm. 139
28 Sutrisno Hadi. Metodologi Research, Suau Penelitian dan Praktek, Rineka Cipta,Jakarta,
2002. Hlm. 133

perpustkaan, sehingga masih banyak buku dan peralatan yang kurang


lengkap diperpustakaan SMKN 1 kota bumi. Alasan inilah yang kemudian
oleh penulis dijadikan dijadikan sebagai pijakan permasalahan penelitian.
c. Pendekatan penelitian
Dalam peneliian ini menggunakan pendekatan ilmu manajemen,
khusunya manajemen keuangan dalam pengelolaan perpustakaan di SMKN
1 kota bumi.
Selanjutnya, berikut ini akan dijelaskan beberapa metode yang
digunakan penulis dalam melakukan penelitian.
1. Metode pengumpulan data
Data merupakan asal informasi yang diperoleh dalam kegiatan
penelitian. Menurut Lofland sebagaimana dikutip oleh Moleong bahwa
sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan
dan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. 29 Yang
dimaksud dengan suber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data
diperoleh. Adapun sumber data yang diperoleh dan diambil penulis dalam
penelitian ini adalah sumber data utama yang berupa kata-kata dan tindakan,
serta sumber data tambahan yang berupa dokumen-dokumen.
Sumber data dalam penelitian ini adalah : pertama, data primer adalah
data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh
suatu organisasi atau perorangan.30 Adapun dalam penelitian ini, yang
29 Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung,2000.
Hlm.157
30 J. Supratno, Metode Ramalan Kuantitatif, Rineka Cipta, Jakarta, 1993. Hlm. 8

menjadi data primer adalah hasil wawancara dengan kepala sekolah, tata
usaha, dan pengelola perpustakaan serta dokumentasi pengadaan buku dan
peralatan perpustakaan SMKN 1 kota bumi yang dijadikan data awal.
Kedua, data sekunder adalah data yang diperoleh suatu organisasi
dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi. 31 Adapun yang menjadi data
a.
b.
c.
d.

sekunder yang hendak dihimpun dalam penelitian ini adalah:


Data tentang sejarah singkat SMKN 1 kota bumi
Anggaran keuangan untuk perpustakaan,
Keadaan ruang perpustakaan,
Struktur organisasi perpustakaan,
e. Keadaan koleksi perpustakaan SMKN 1 kota bumi
f. Kondisi peralatan perpustakaan SMKN 1 kota bumi
Adapun yang menjadi partisipan dalam penelitian ini adalah kepala
sekolah, tata usaha dan pengelola perpustakaan.
Dalam upaya mengumpulan data yang diperlukan, maka penulis
menggunakan beberapa metode yang dapat mempermudah penelitian ini

antara lain:
a. Metode interview
Interview merupakan metode pengumpulan data yang diperlukan,
untuk mendapatkan keterangan atau informasi melalui percakapan secara
langsung atau tatap muka. Sebagai mana yang dikatakan Sutrisno Hadi
bahwa metode interview adalah metode pengumpulan data dengan
pertanyaan sepihak yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan
pada tujuan penyelidikan.32
Metode ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang
lengkap tentang peranan manajemen keuangan dalam meningkatkan
31 Ibid. Hlm. 9
32 Sutrisno Hadi, Loc. Cit.

pengadaan peralatan perpustakaan. Dalam metode ini penulis melakukan


wawancara kepada kepala sekolah, tata usaha, dan pengelola perpustakaan.
b. Metode Obervasi
Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi adalah pengamatan
yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan
menggunakan seluruh alat indera.33 Metode ini penulis gunakan untuk
mengamati tentang keadaan obyek penelitian dan anggaran keuangan untuk
peralatan perpustakaan.
c. Metode dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau
variabel-variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,
prasati, notulen rapat, agenda dan sebagainya.34 Metode ini digunakan
untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah,

anggaran

keuangan untuk perpustakaan, struktur kepengurusan perpustakaan,


peralatan-peralatan yang ada di perpustakaan dan lainnya yang mendukung
kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi.
d. Metode analisis data
Setelah melakukan pengumpulan data langkah dari strategi ini adalah
penggunaan analisis data yang tepat dan relevan dengan pokok
permasalahan. Analisis data lebih difokuskan selama proses dilapangan
bersamaan dengan penggunaan data. Langkah-langkah yang penulis
tempuh dalam penelitian secara kualitatif (peneliti tidak mengadakan

33 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu penelitian dan Praktik, Rineka Cipta,
Jakarta, 2002. Hlm 134
34 Ibid. Hlm. 134

perhitungan atau tidak menggunakan bilangan atau frekuensi symbol dalam


melakukan

analisis),

adapun

langkah-langkah

penelitian

menurut

Muhammad Ali adalah sebagai berikut :


a. Merumuskan fokus masalah penelitian
b. Menyususn kerangka teoritis
c. Melaksanakan penelitian untuk mengumpulkan data
d. Analisa data
e. Menyususn laporan35
Dalam merumuskan fokus masalah penelitian penulis menggunakan analisa
induktif. Analisa induktif menurut Muhammad Nadzir adalah suatu cara berfikir yang
berangkat data pengetahuan (fakta) yang bersifat khusus dan dari fakta yang bersifat
khusus itu ditarik generalisasi generalisasinya.36
Berdasarkan metode dan langkah-langkah dan cara berfikir yang ditetapkan
maka akan diperoleh kesimpulan yang sejalan mengenai peranan manajemen
keuangan dalam pengadaan peralatan perpustakaan di SMKN 1 kota bumi.

35 Muhammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, Remaja Rosda karya, Bandung, 2002.
Hlm. 163
36 Muhammad Nadzir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2002. Hlm. 63

DAFTAR PUSTAKA

Beni Ahmad Saebani. Metode Penelitian, CV Pustaka Setia, Bandung, 2008.


Darmono. Manajemen Dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah, Gramedia, Jakarta,
2004.
Depag. Al-Quran Terjemah, Al-Huda, Jakarta, 2005.
Depag. Al-Quran Terjemah, Al-Huda, Jakarta, 2005.
Depag. Al-Quran Terjemah, Al-Huda, Jakarta, 2005.
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta 1995.
Depdiknas. UU RI No. 20 Tahun 2005 & PP RI No. 74 tahun 2008 Tentang Guru
Dan Dosen dilengkapi UU RI No. 20 TAHUN 2003. Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Citra Umbara, Bandung, 2009.
Dr. Bafadal Ibrahim, Dasar-dasar manajemen dan supervisi taman
kanak-kanak, PT Bumi Aksara, Jakarta 2006.
Dra. Noerhayati S. Pengelolaan Perpustakaan, PT.Alumni, Bandung. 1987
Drs. B Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah, PT. Rineka Cipta, Jakarta
2004.
Drs. B Suryosubroto. Manajemen Pendidikan Di Sekolah, PT Asdi Mahasatya,
Jakarta 2004.
Ibid
Ibid.

J. Supratno. Metode Ramalan Kuantitatif, Rineka Cipta, Jakarta, 1993.


Kartini Kartono. Pengantar Metodologi Sosial. Mandar Maju, Bandung, 1990.
Lexy J Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung,
2000.
M Pawit Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Kencana Prenada
Media Group, Jakarta, 2005
Mochtar Effendy Ek. Manajemen Suatu Pendekatan berdasarkan Ajaran Islam,
Bhratara Karya Aksara, Jakarta, 1986.
Muhammad Ali. Strategi Penelitian Pendidikan, Remaja Rosda karya, Bandung,
2002.
Muhammad Nadzir. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2002.
Nana Sujana. Tuntunan Dan Penyususnan Karya Ilmiah, Sinar Baru, Bandung, 1988.
Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian, Suatu penelitian dan Praktik, Rineka Cipta,
Jakarta, 2002.
Suryadi Suryabrata. Metode Penelitian, Raja Grafindo, Parsada, Jakarta, 1998.
Sutarno NS, Manajemen perpustakaan, suatu pendekatan praktik,
Sagung seto, Bandung, 2002.
Sutrisno Hadi. Metodologi Research, Suatu Penelitian dan Praktek, Rineka Cipta,
Jakarta, 2002.
Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional,
Citra Umbara, Bandung, 2003.

Winarno Surakhmad. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Tekhnik.


Tarsito, Bandung, 1994.
http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2253053-syarat-perpustakaanyang-ideal/#ixzz2JeLhDjXF