Anda di halaman 1dari 15

MODUL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

BLOK Geriodontologi
MODUL 3

EPIDEMIOLOGI, KELAINAN PATOLOGI


DAN PENYAKIT PERIODONTAL PADA
LANSIA

MODUL UNTUK MAHASISWA


Penyusun
Surijana Mappangara
Andi Tajrin
Supiaty
Arni Irawaty Djais
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2016

PENDAHULUAN
Modul ini diberikan pada anda yang mengambil mata kuliah Gerodontologi di semester
VI. TIU dan TIK pada sistim ini disajikan pada permulaan buku modul agar dapat
dimengerti secara menyeluruh tentang konsep dasar dari BLOK 22 Gerodontotologi.
Modul ini membicarakan tentang skenario pemilihan perawatan gigitiruan yang terbaik
untuk pasien lansia. Anda diharapkan mampu menjelaskan semua aspek tentang hal yang
perlu dipertimbangkan dalam penentuan rencana perawatan dari semua kelainan yang
ada, mulai dari diagnosis, rencana perawatan, perawatan, DHE, prognosis penyakit
periodontal dan kelainan patologi pada rongga mulut pasien lansia. Selain itu mahasiswa
dapat menjelaskan tentang epidemiologi penyakit periodontal dan kelainan patologi .
Sebelum menggunakan modul ini, anda diharapkan membaca TIU sehingga tidak terjadi
penyimpangan pada diskusi dan tujuan serta dapat dicapai kompetensi minimal yang
diharapkan. Bahan untuk diskusi dapat diperoleh dari bacaan yang tercantum pada akhir
setiap unit. Kuliah pakar akan diberikan atas permintaan anda yang berkaitan dengan
penyakit ataupun penjelasan dalam pertemuan konsultasi antara peserta kelompok diskusi
dengan ahli yang bersangkutan,
Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu anda dalam memecahkan masalah
yang terdapat dalam modul ini
Makassar, 2016

Penyusun

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan semua aspek
tentang hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan rencana perawatan dari semua
kelainan yang ada, mulai dari diagnosis, rencana perawatan, perawatan, DHE, prognosis
penyakit periodontal dan kelainan patologi yang berhubungan denga tindakan bedah pada
rongga mulut pasien lansia. Selain itu mahasiswa dapat menjelaskan tentang
epidemiologi penyakit periodontal dan kelainan patologi lansia.

Skenario
Pasien wanita 65 tahun, datang ke RSGM FKG UNHAS dengan keluhan gigi goyang
luka pada lidah dan sakit bila dipakai makan. Pada kinis intra oral terlihat gingiva
merah menyala dan bengkak pada gigi 11 dan goyang derajat 2, pada gigi 14 15 16
25 26 goyang derajat 1 dengan kalkulus regio bukal, OHI 2,8. Pada lidah terdapat
ulkus yg sudah lama, putih dan kemerahan, sering berdarah. Pasien sering merasa
haus dan lapar serta tekanan darah 190/100.
TUGAS
1. Setelah membaca dengan teliti skenario di atas, mahasiswa mendiskusikannya
dalam satu kelompok diskusi yang terdiri dan 6-7 orang, dipimpin oleh seorang
Ketua dan Sekretaris yang dipilih oleh mahasiswa sendiri. Ketua dan sekretaris
ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi kelompok ini bisa
dipimpin oleh tutor atau secara mandiri.
2. Melakukan aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan
menggunakan buku ajar, majallah, slide, tape atau video, dan internet, untuk
mencari informasi tambahan.
3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor), melakukan curah pendapat
bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi
dalam menyelesaikan masalah
4. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk
memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanya pakar).
5. Mengikuti kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum
jelas atau tidak ditemukan/dimengerti

PROSES PEMECAHAN MASALAH


Dalam diskusi kelompok, mahasiswa memecahkan problem yang terdapat dalam
skenario ini, dengan melakukan 7 langkah di bawah ini:
1. Mencari pengertian istilah yang belum dimergerti oleh mahasiswa yang terdapat
dalam skenario modul dan menemukan kata kunci.
2. Identifikasi problem penting dalam skenario di atas, dengan membuat pertanyaan
penting
3. Analisa problem-problem tersebut dengan brain storming.
4. Urutkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.
5. Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh mahasiswa pada
kasus di atas. Langkah 1 sd 5 dilakukan dalam diskusi pertama bersama tutor.
6. Mencari informasi tambahan tentang kasus di atas di luar kelompok tatap muka.
7. Langkah 6 dilakukan dengan belajar sendiri-sendiri atau diskusi berkelompok
tidak dengan tutor.
8. Laporkan hasil diskusi dan sintesis informasi-informasi yang baru ditemukan.
9. Langkah 7 dilakukan dalam kelompok diskusi dengan tutor.
JADWAL KEGIATAN
1. Pertemuan pertama dalam ruang SCL dengan didampingi tutor, untuk dinamika,
menjelaskan tentang cara penyelesaian modul, dan membagi kelompok diskusi.
2.

Mahasiswa belajar mandiri atau berkelompok, memilih ketua dan sekertaris


kelompok.

3.

Pertemuan kedua kelompok dipimpin oleh mahasiswa untuk menyelesaikan


langkah 1 sd 5. Mahasiswa belajar mandiri baik sendiri-sendiri atau berkelompok
untuk mencari informasi baru.

4.

Pertemuan ketiga untuk melaporkan hasil diskusi dan mensintese informasi yang
baru ditemukan.

5.

Pertemuan terakhir (pleno) :dilakukan dalam kelas besar dengan bentuk diskusi
panel untuk melaporkan hasil diskusi masing-masing kelompok dan menanyakan
hal-hal yang belum terjawab pada ahlinya (temu pakar).

TIME TABLE MODUL


HARI
I

II

III

IV

Tutorial

Belajar
Mandiri

Tutorial

Belajar
Mandiri

Pleno

STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Diskusi kelompok yang diarahkan tutor
2. Diskusi kelompok niandiri tanpa tutor
3. Konsul pada narasumber yang ahli (pakar) pada permasalahan dimaksud untuk
memperoleh pengertian yang lebih mendalam
4. Kuliah khusus dalam kelas
5. Aktifitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar,
majallah, slide, tape atau video, dan Internet

Lembar Kerja
1. Kata sulit/kalimat kunci

2. Pertanyan-pertanyaan penting

3. Jawaban pertanyaan

4. Tujuan pembelajaran selanjutnya

5. Informasi baru

6. Analisis dan sintesis informasi

7. Kesimpulan hasil diskusi

DAFTAR PUSTAKA :
1.

Darmojo, R.B dan Martono,H.H : Geriatri (ilmu kesehatam Usia lanjut), Ed 2.,
Balai penerbit FKUI
2.
Lueckemotte,A.G.: Pengkajian gerontologi (Pocked guide to Gerontologic
Assessment, 2 Ed., Alih bahasa; Maryunani A., EGC.
3.
Barnes,I.A and Walls, A.: Gerodontology
4.
Nugroho,W: Keperawatan Gerontik Ed.2, ECG
5.
Darwita,dkk.: Prilaku dan kebutuhan penggunaan gigitiruan pada lansia di Panti
werdha Pemda Jabar, Majalah Ilmiah Kedokteran Gigi, No 61 Ed Khusus 2005
6.
Arsil H, dkk : Peran TIM Kesehatan Gigi dalam penanganan kesehatan gigi dan
mulut serta gigitiruan pada pasien geriatri yg dirawat inap, J Kedok Gigi UI, no 7,
2000
7.
Mawi M.: Proses menua sistim organ tubuh pada lanjut usia, J Kedok Gigi
USAKTI, No 44,2001
8.
Winasa I G: Perubsahan Jaringan Rongga mulut Pada usia lanjut, Majal;ah
kesehatan gigi Indonesia; no 4(1); 1995
9.
Hasibuan, S.: Keadaan-keadaan dirongga mulut yang perlu diketahui pada usia
lanjut, Najalah kedokteran gigi Sumatra utara, no 4, 1998
10. Jubhari E,H.: Proses menua sendi temporo mandibula pada pemakai gigitiruan
lengkap, Cermin dunia kedokteran, no 137; 200.
11. Isidora,KS dkk: Kesehatan gigi-mulut lansia wanita yang tinggal di rumah dan panti,
Majalah kedokteran gigi , Ed Khusus, 2003

DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Drg. Surijana Mappangara, M Kes Sp Perio


Drg. Supiati M Kes
Drg. Arni Ariani Sp Perio
Drg. Asdar Gani
DR drg. Bahruddin Thalib M Kes Sp Pros
Drg.Eri H Jubhari Mkes Sp Pros
Drg.Tajrin, M.Kes Sp BM