Anda di halaman 1dari 9

BAZNAS JATIM

Jl Ry Dukuh Kupang 122 Sby. 031-5613661 baznasprov.jatim@baznas.or.id

Blog

Home Berita BAZNAS Jatim Terima Penghargaan

BAZNAS Jatim Terima Penghargaan Zakat Award

November 27, 2015


admin
Berita

Anugerah Zakat Award kepada BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota berprestasi untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh
Kementerian Agama RI dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Ajang berskala nasional itu diharapkan menstimulasi
perkembangan pengelolaan zakat di Tanah Air.
Perkembangan pengelolaan zakat dalam ranah manajemen kelembagaan maupun pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan
zakat wajib menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas serta kepatuhan pada prinsip-prinsip syariah tanpa mengesampingkan inovasi
dan kreativitas program pemberdayaan zakat yang dilaksanakan.
Acara puncak dan penutupan Zakat Award 2015 digelar Kamis malam tanggal 19 November 2015, dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim
Saifuddin. Selain itu hadir Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor, Dirjen Bimas Islam Machasin, dewan juri, panitia, para peserta nominasi Zakat
Award dari 33 provinsi seluruh Indonesia serta sejumlah tamu undangan.
Penghargaan kepada BAZNAS daerah yang meraih predikat terbaik diberikan dalam dua klasifikasi untuk dua kategori, yaitu:
1.
Klasifikasi BAZNAS provinsi.
Kategori Manajemen Kelembagaan. Peraih penghargaan dalam peringkat 1, 2, dan 3, yaitu: Baitulmal Provinsi Aceh, BAZNAS Provinsi Sumatera
Barat, dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Kategori Pengelolaan Zakat. Peraih penghargaan dalam peringkat 1, 2, dan 3, yaitu: BAZNAS Provinsi Banten, BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara
Barat, dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
1.
Klasifikasi BAZNAS kabupaten/kota.
Kategori Manajemen Kelembagaan. Peraih penghargaan dalam peringkat 1, 2, dan 3, yaitu: BAZNAS Kabupaten Sumedang, BAZNAS Kabupaten
Kutai Timur, dan Baitulmal Kota Banda Aceh.
Kategori Pengelolaan Zakat. Peraih penghargaan dalam peringkat 1, 2 dan 3, yaitu: BAZNAS Kabupaten Sragen, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur,
dan BAZNAS Kota Bukittinggi.
Penghargaan kepada semua peraih Zakat Award diserahkan langsung oleh Menteri Agama, yaitu berupa piagam, tropi dan uang pembinaan.
Pelaksanaan kegiatan Zakat Award pada bulan November ini saya pandang memiliki nilai istimewa, karena bertepatan dengan genap 4 tahun
lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Saya merasa gembira dan bangga bahwa penganugerahan Zakat
Award merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama yang memiliki tugas melakukan pembinaan, pengawasan dan penilaian atas
capaian kinerja lembaga pengelola zakat di seluruh Indonesia. ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengawali sambutannya.
Dalam kesempatan itu Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua gubernur dan bupati/walikota untuk memberi dukungan yang maksimal
terhadap BAZNAS di wilayahnya masing-masing, yaitu dukungan kebijakan dan anggaran operasional melalui APBD sesuai amanat undangundang.

Menurut menteri, kemajuan pengelolaan zakat, di samping berlandaskan regulasi yang dibuat oleh pemerintah, juga bersandar pada kepercayaan
masyarakat. Peraturan perundangundangan memberi garis-pandu kepada BAZNAS dan LAZ untuk selalu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada muzaki
dan mustahik serta meningkatkan manfaat zakat untuk pengentasan kemiskinan. Pengelolaan zakat harus dilakukan secara taat asas dan memenuhi prinsip terintegrasi
dalam satu sistem. Pengelolaan zakat juga harus dapat diaudit secara syariah dan audit keuangan sehingga kepercayaan masyarakat tetap
terjaga.
Menteri Agama meminta BAZNAS dan LAZ agar meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas publik, dan menjaga sikap amanah para amil-nya.
Harus dipastikan biaya operasional lembaga yang berasal dari hak amil tidak melebihi batasan sesuai prinsip syariah. Sebagai organisasi dan
lembaga yang membawa nama zakat, orientasi kerja kita haruslah untuk memuliakan umat. Lembaga pengelola zakat di mana pun, harus selalu
dekat dengan persoalan-persoalan riil masyarakat dan tidak menjadi menara gading di tengah kehidupan umat. tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehatian-hatian lembaga pengelola zakat dalam menjaga amanah serta dalam menyalurkan zakat kepada
yang berhak secara tepat sasaran dan tepat waktu. Pengelolaan zakat memiliki karakter yang berbeda dengan pengelolaan keuangan negara
ataupun pengelolaan dana pihak ketiga pada perbankan. Kepatuhan terhadap norma, standar dan prosedur menjadi keniscayaan dalam
pelaksanaan tugas pengelolaan zakat. Selain kerja keras supaya zakat, infak dan sedekah yang dihimpun meningkat dari tahun ke tahun, BAZNAS
dan LAZ haruslah mengupayakan agar manfaat zakat dinikmati oleh para mustahik di semua pelosok negeri. Para amil zakat harus siap bekerja
dalam senyap asalkan zakat sampai ke tangan para dhuafa dan memberi solusi bagi umat yang membutuhkan. imbuhnya.
Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwa umat Islam perlu disadarkan bahwa zakat sebagai institusi publik, bukan hanya sekedar ibadah
untuk diri pribadi, namun lebih dari itu zakat merupakan ibadah maaliyah ijtimaiyah yang membawa misi penunaian tanggungjawab sosial sebagai
Muslim. Pendistribusian zakat kepada mustahik oleh lembaga zakat memiliki nilai positif secara sosial, karena efek psikologisnya sangat berbeda
dengan pembagian zakat secara langsung oleh muzaki yang memperlihatkan perbedaan antara tangan di atas dan tangan di bawah. Karena itu,
umat Islam harus bisa menangkap api dan spirit zakat untuk memperkokoh bangunan peradaban bangsa dan dunia.
Oleh M. Fuad Nasar
Anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES),
Komunitas BAZNAS

Please Share This

Tweet
Like
Plus one
Pin It
Share

Related Posts

BAZNAS Jatim Warnai Kampanye GRES!


Ribuan masyarakat mengikuti Jalan Sehat Ceria di alun-alun Arek Lancong, Pamekasan pada Selasa (05/11/13) silam.

Berbagi Berkah di Tahun Baru Hijriah


Banyak cara untuk mengisi momen hari besar Islam. Namun yang terbaik tentu saja yang paling

Lagi, Rp. 83,7 Juta untuk Modal Didistribusikan