Anda di halaman 1dari 31

Disusun

oleh :
YELMIDA A.
04/25/16

PENDAHULUAN

Kinetika kimia atau kinetika reaksi adalah studi


tentang kecepatan / laju reaksi, perubahan
konsentrasi reaktan (atau produk) sebagai fungsi
dari waktu dan kondisi-kondisi yang
mempengaruhinya serta meramalkan
mekanisme reaksi dari reaksi kimia tsb

Reaksi dapat berlangsung dengan laju yang


bervariasi, ada yang serta merta, perlu cukup
waktu (pembakaran) atau waktu yang sangat
lama seperti penuaan, pembentukan batubara
dan beberapa reaksi peluruhan radioaktif
04/25/16

Perubahan kimia secara sederhana


ditulis dalam persamaan reaksi
dengan koefisien seimbang
2N2O5(g)
2N2O4(g) + O2(g)

Namun persamaan reaksi tidak dapat menjawab


tiga isu penting
Seberapa cepat reaksi berlangsung
Bagaimana konsentrasi reaktan dan produk
saat reaksi selesai
Apakah reaksi berjalan dengan sendirinya
dan melepaskan energi, ataukah ia
memerlukan energi untuk bereaksi?
04/25/16

HUKUM
LAJU REAKSI
Laju / kecepatan reaksi : adalah perubahan kuantitas
reaktan atau produk pada selang waktu tertentu
Perubahan kuantitas reaktan atau produk dapat
berupa : massa, volume, konsentrasi, tekanan,
(biasanya dinyatakan dalam molaritas per detik ,
M/det atau mol l -1det -1 ). Data
(konsentrasi/tekanan) untuk interpretasi kinetik
harus dimonitor saat reaksi berlangsung
Laju reaksi menggambarkan seberapa cepat reaktan
terpakai atau produk terbentuk
04/25/16

Hukum laju adalah persamaan matematis


yang menggambarkan laju reaksi sebagai
fungsi dari konsentrasi dari spesi yang terlibat
dalam reaksi , v = k [A]m [B]n
Laju reaksi seringkali diperoleh berbanding
lansung dengan konsentrasi reaktant dengan
bilangan pangkat yang sederhana
Bilangan pangkat ini disebut orde reaksi.
Jika bilangan pangkat dinyatakan sebagai laju
= k[A]m[B]n, maka reaksi ini berorde m
terhadap A dan dan berorde n terhadap B.
Orde keseluruhannya adalah m+n

04/25/16

Laju reaksi dapat ditinjau dari pengurangan konsentrasi


reaktan atau pertambahan konsentrasi produk
Reaksi : Reaktan Produk

Laju konsumsi reaktan


-d[R]/dt
04/25/16

Laju Pembentukan produk:


d[P]/dt
6

Wilhelmy (1850) : laju reaksi pada setiap


waktu sebanding dengan konsentrasi reaktan
yang tersisa pada waktu itu (c)
Wilhelmy melakukan pengukuran laju inversi
sukrosa, secara matematika dapat ditulis sbb :

- dc / dt = k1 c
dimana

04/25/16

dc/dt = diff. pers.kecepatan


k1 = konstanta laju reaksi
7

Konstanta Laju Reaksi


(k)

Dalam kinetika kimia, konstanta kecepatan reaksi


menunjukkan kecepatan dari suatu reaksi kimia
Untuk reaksi : k A + m B C + D, kecepatan
reaksi dinyatakan dinyatakan dalam bentuk :

- k(T) : konstanta kecepatan reaksi yang


tergantung pada temperatur
- k' dan m' disebut orde reaksi dan

tergantung pada mekanisme reaksi .


04/25/16

KONSTANTA LAJU REAKSI ( k ) atau laju reaksi


spesifik : nilai laju reaksi pada konsentrasi
reaktan sama dengan satu satuan konsentrasi
Satuan k tergantung pada orde total reaksi
dan nilainya tergantung dari komponen yang
ditinjau
Svante Arrhenius (1889) mengusulkan sebuah
pers.emperis tentang ketergantungan konstanta
laju reaksi terhadap temperatur

k Ae
04/25/16

Ea
RT

atau

Ea
ln k ln A
RT
9

Ea adalah energi activasi, R merupakan


konstanta gas Boltzmann, T adalah
temperatur mutlak.
Energi Activasi adalah :energi yang
dibutuhkan oleh sistem untuk memulai suatu
proses.
Atau, Energy Activasi merupakan energi
minimum yang dibutuhkan agar supaya
reaksi kimia tertentu terjadi sehingga
dihasilkan produk.

04/25/16

10

k Ae Ea / RT
Ea 1
ln k ln A

R T
Ea 1

ln k 2 ln A
R T2
Ea 1

ln k1 ln A
R T1
k2
Ea 1 1
ln

k1
R T2 T1
Jika laju reaksi bersifat konstan yang diperoleh dari
pers. Arrhenius, maka plot dari ln(k) versus T-1 berupa
garis lurus
04/25/16

11

Profil Energi Reaksi dan Ea : H2O2

Ea1
Ea2

04/25/16

Reaksi 2 molekul H2O2


membentuk H2O dan
gas oksigen
Energy yang
dibutuhkan untuk
mencapai keadaan
transisi sama dengan
energy activasi reaksi
Ea1 = Ea reaksi kekanan
Ea2 = Ea reaksi kekiri

12

Contoh Soal
1.

Hitung energi aktivasi untuk penguraian asam


dikarboksilat jika diketahui k1 = 2,46. 10-5 pada
273oK, k2 = 163. 10-5 pada 303oK

Jawab :

2,303(T1T2 ) R
k2
Ea
log
T2 T1
k1
5

2,303( 273 x303)1,987


163.10
Ea
log
5
303 273
2,46.10
Ea 23.200kal.
04/25/16

13

Teori Laju
Reaksi
Teori Tumbukan

Berdasarkan teori kinetik-molekuler, reaktan


harus bertumbukan agar dapat bereaksi
Mereka harus bertumbukan dengan energi yang
cukup dan orientasi yang tepat,sehingga dapat
memutuskan ikatan lama untuk membentuk
ikatan baru
Bila temperatur naik, maka energi kinetik rataratanya bertambah, laju reaksi juga bertambah
Bila konsentrasi dinaikkan, maka jumlah
tumbukan akan bertambah sehingga laju reaksi
pun meningkat

04/25/16

14

Teori Laju Reaksi

Teori Tumbukan
tumbukan
Tumbukan

oksigen
etuna

karbon dioxida

air
04/25/16

15

Teori Laju
Reaksi

Transition state
Ketika reaktan bertumbukan mereka akan
membentuk kompleks teraktifkan
Kompleks teraktifkan tersebut berada pada
keadaan transisi dengan waktu hidup sangat
singkat (10-15 s) setiap periode waktu.
Komplek teraktivasi selanjutnya akan membentuk
produk atau reaktan
Ketika produk terbentuk, sangatlah sulit untuk
kembali ke keadaan tansisi, untuk reaksi yang
eksotermal
04/25/16

16

Reaction Profile

04/25/16

17

Examples of
Reaction Profile

04/25/16

18

Examples of
Reaction Profile

04/25/16

19

Dari teori tumbukan sederhana, laju reaksi


didasarkan pada :
Jumlah tumbukan persatuan volume
persatuan waktu
Molekul-molekul yang ambil bagian dalam
reaksi / yang bertumbukan, harus
mempunyai energi aktivasi yang cukup
sebelum molekul tsb berubah jadi produk
Dari percobaan, ternyata jumlah tumbukan
yang terjadi <<< dari teori, artinya tidak
setiap tumbukan molekul menghasilkan
molekul baru

04/25/16

20

ORDE REAKSI
Orde reaksi : bilangan yang menyatakan derajat
ketergantungan laju reaksi pada konsentrasi
reaktan
== xA + yB + zC ..
produk ==
Bentuk persamaan laju reaksi yang umum :

Laju ( v ) = k [A]x [B]y [C]z. dst


orde reaksi terhadap A adalah = x
orde reaksi terhadap B adalah = y
orde reaksi terhadap C adalah = z
Maka orde reaksi total adalah x + y + z.dst
04/25/16

21

Orde reaksi hanya dapat ditentukan dari

eksperiment (tak dapat diturunkan secara


teori) sehingga tak harus bilangan bulat
Orde reaksi tak harus sama dengan
koeffisien stoikiometri dari reaksi
Orde reaksi keseluruhan merupakan
jumlah semua pangkat yang terdapat
dalam pers.laju reaksi

04/25/16

22

Persamaan laju reaksi dan k


untuk reaksi dengan orde yang umum
Orde Persamaan
Reaksi laju reaksi

Satuan k
(cgs)

- dc/ dt = ko

mol ltr-1det-1

- dc/ dt = k1c det-1

Satuan k
(SI)
mol m-3det-1
det-1

- dc/ dt = k2 c2 ltr mol-1det-1

m3 mol-1det-1

- dc/ dt = k3 c3 ltr2 mol-2 det-1

m6 mol-2 det-1

pecahan - dc/ dt = kc0,6 (mol ltr -1)0,4 det-1


04/25/16

(mol m-3)0,4 det-1


23

MOLEKULARITAS : jumlah molekul yang terlibat


dalam tiap tahap reaksi
Untuk reaksi reaksi berikut :
a) A
produk
rate = k1cA

b) 2A

produk

rate = k2cA2

c) A+B

produk

rate = k2cAcB

d) A+2B

produk

rate = k3cAcB2

e) 2A+B

produk

rate = k3cA2cB

Reaksi a) unimolekuler, reaksi b) dan c) bimolekuler,


reaksi d) dan e) tertmolekuler
Molekularitas dan orde reaksi tidak selalu sama
Molekularitas selalu bilangan bulat
04/25/16

24

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kecepatan
Reaksi
1. Sifat alami reaktan
Misal :

Bensin cair terbakar perlahan, tetapi bensin gas


terbakar eksplosif
Dua larutan yang tidak bercampur ( immiscible)
bereaksi lambat pada interface, tetapi ketika
dikocok reaksi bertambah cepat
Fosfor putih terbakar spontan dalam udara,
tetapi, fosfor merah stabil di udara
Untuk reaksi yang melibatkan pemutusan atau
pembentukan ikatan

04/25/16

25

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kecepatan
Reaksi
2. Konsentrasi reaktan
Misal untuk reaksi :
2HCl(aq) + Mg(s) MgCl2(aq) + H2(g)
Meningkatkan konsentrasi HCl berati
meningkatkan laju reaksi yang dapat
diamati dengan pelepasan gas hidrogen

04/25/16

26

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kecepatan
Reaksi
3. Katalis
Keberadaan katalis dapat meningkatkan
kecepatan reaksi, yakni terjadi penurunan
energi aktivasi dari reaksi.
4. Tekanan
Kecepatan reaksi gas-gas biasanya
meningkat dengan bertambahnya tekanan.
Penambahan tekanan ekuivalen dengan
meningkatkan konsentrasi dari gas.

04/25/16

27

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kecepatan
Reaksi
5. Temperatur
Melakukan reaksi pada temperatur yang lebih
tinggi artinya memberikan energi lebih pada
sistem. Pengaruh temperatur digambarkan
dalam pers. Arrhenius. Kecepatan reaksi bisa
menjadi dua kali lipat setiap penambahan
temperatur sebesar 10oC
6. Cahaya
Cahaya salah satu bentuk energi. Misal pada
reaksi methane dengan chlorine. Ditempat
gelap, kecepatan reaksi sangat rendah.
04/25/16

28

ORDE REAKSI

Untuk reaksi yang umum :


aA + bB
cC + dD
Maka pers. laju reaksinya ( v ) :

dimana : [A] dan [B] konsentrasi reaktan,


[C] dan [D] konsentrasi produk.

Atau pers. laju reaksi :


v = k[A]m[B]n
Bentuk differensialnya : [ -dc/dt]
04/25/16

29

ORDE REAKSI
NOL
Untuk reaksi
dengan orde nol, laju reaksinya tidak
dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan
Reaksi dimulai dengan jumlah reaktan yang sangat besar,
sehingga pengurangan jumlahnya dapat diabaikan
Laju reaksi = -dc / dt = ko
ko = konst. laju reaksi orde nol

Hasil integrasi pers.differensial ini pada t =0, [c]= [c0]


c

co

t0

d c k0 dt

c c0 k 0t
04/25/16

c c0 k0t
sehingga :

atau

c0 c
k0
t
30

04/25/16

31